23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Strategi Pengembangan Pasar Wisata

Chusmeru by Chusmeru
March 7, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

ANGKA kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih terbilang tinggi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama periode Januari – Agustus 2023 sebanyak 7,44 juta orang. Jumlah ini meningkat 68,92 persen dibanding periode Agustus 2022.

Data per bulan Juni 2023, lima negara menyumbang wisman terbanyak ke Indonesia, yaitu Singapura (16,41 persen), Malaysia (15,88 persen), Australia (12,47 persen), India (6,48 persen), dan China (5,88 persen). Meskipun pergerakan kunjungan wisman tersebut fluktuatif, namun cukup menggembirakan bagi industri pariwisata Indonesia.

Sementara jumlah perjalanan wisatawan domestik atau nusantara data per bulan Juni 2023 mencapai 433 juta. Padahal target Kemenparekraf untuk wisatawan domestik pada tahun 2023 adalah 1,2 hingga 1,4 miliar perjalanan. Oleh sebab itu, perlu kajian lebih mendalam tentang kunjungan wisatawan nusantara ini.

Sampai saat ini Indonesia masih dipercaya sebagai destinasi wisata dunia. Sedikitnya empat faktor yang menyebabkan Indonesia diminati wisatawan. Pertama, faktor keamanan. Indonesia termasuk negara yang aman untuk dikunjungi wisman. Gejolak politik yang muncul tidak sampai menimbulkan gangguan keamanan yang mengancam keselamatan wisatawan.

Kedua, harga produk wisata Indonesia relatif murah dan terjangkau oleh wisman. Masalah harga produk wisata biasanya menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk berkunjung ke suatu negara, seperti harga tiket pesawat, objek dan daya tarik wisata, hotel, dan restoran. Oleh sebab itu wacana kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur dan Taman Nasional Komodo mendapat sentimen negatif di pasar wisata.

Ketiga, faktor pelayanan. Meski kadang muncul keluhan dari wisatawan, namun pelayanan wisata di Indonesia masih termasuk kategori baik. Pelayanan mencakup sektor transportasi, akomodasi, restoran, objek wisata, dan masyarakat. Faktor pelayanan yang baik akan membuat wisatawan puas mengunjungi destinasi wisata.

Keempat, kebijakan pemerintah di sektor pariwisata di Indonesia hingga saat ini tidak menghambat wisman untuk berkunjung. Kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang dibuat Indonesia untuk beberapa negara juga terbukti meningkatkan angka kunjungan wisman.

Meski begitu, tantangan pariwisata Indonesia ke depan tidak ringan. Kondisi geopolitik internasional dan perekonomian dunia sulit diprediksi. Karenanya perlu dipikirkan strategi pengembangan pasar wisata, baik mancanegara maupun domestik.

Pasar Wisman

Strategi pengembangan pasar wisman merupakan respons dan adaptasi terhadap krisis ekonomi global yang melanda beberapa negara asal wisman. Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, Jerman, Inggris, Prancis, dan beberapa negara Eropa yang selama ini menyumbang wisman cukup banyak sedang dilanda krisis ekonomi.

Banyak wisatawan di Amerika Serikat dan Eropa memutuskan untuk memilih perjalanan wisata short trip. Wisata short trip adalah perjalanan wisata dalam jangka waktu pendek dan dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Wisatawan Amerika Serikat memilih berkunjung ke negara-negara Eropa yang jaraknya dekat, begitu pula sebaliknya; wisatawan Eropa akan berkunjung ke Amerika Serikat.

Diperkirakan wisman dari beberapa negara akan menunda sementara untuk melakukan perjalanan wisata jarak jauh. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. Diperlukan strategi baru dalam pasar wisata, terutama pada negara-negara yang potensial menyumbang wisatawan, seperti India, Australia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, Filipina, Timor Leste, dan beberapa negara di Timur Tengah.

Meskipun dihadapkan pada ancaman kesulitan, sektor pariwisata Tanah Air tetap perlu bersikap optimis. Industri pariwisata tetap dapat berkembang sepanjang ada upaya strategi pasar yang baik, promosi wisata yang efektif, serta inovasi dan diversifikasi produk wisata.

Perlu ada reorientasi pasar wisata terhadap negara-negara yang saat ini potensial menyumbang wisatawan, seperti India dan negara-negara Timur Tengah. Sebagai contoh, wisatawan India saat ini banyak berkunjung ke Bali. Motivasi wisata mereka selain berlibur juga melakukan wisata spiritual di Bali. Ini perlu digarap serius. Begitu pula wisatawan Timur Tengah yang menyukai pantai dan atraksi seni budaya Indonesia.

Pasar Domestik

Sektor pariwisata tahun ini perlahan mulai dapat diharapkan seperti sebelum pandemi. Meski demikian kunjungan wisman maupun domestik masih banyak terkendala faktor ekonomi global. Selain itu tarif pesawat dan kereta api yang dirasa mahal serta kenaikan harga kebutuhan pokok juga akan menghambat perkembangan pariwisata domestik.Bisnis MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) diperkirakan akan turut menggairahkan sektor pariwisata.

Kegiatan pameran, seminar, konferensi, dan pertemuan lain dalam jumlah pengunjung yang besar akan membantu pasar wisata domestik. Dengan demikian hotel, transportasi darat dan udara, kuliner serta industri kreatif akan tumbuh.

Diharapkan koordinasi antara Kemenparekraf dengan kementerian terkait untuk menggairahkan sektor pariwisata. Jika target jumlah (size) kunjungan wisatawan terkendala, maka perlu strategi menambah lama tinggal (length of stay) dan pengeluaran (spending) wisatawan. Untuk itu diperlukan stimulus ekonomi bagi wisatawan, baik berupa penurunan tarif pesawat dan kereta api maupun potongan harga kamar hotel.

Selain itu juga perlu menambah frekuensi event yang berskala nasional maupun internasional. Bentuk wisata olah raga seperti MotoGP, WSBK Mandalika, Borobudur dan Bali Marathon, maupun festival seni budaya perlu diselenggarakan secara rutin di berbagai daerah.

Kepercayaan pasar wisata terhadap Indonesia menjadi modal bagi pertumbuhan wisata Tanah Air. Kini tinggal upaya serius pemerintah untuk menjaga kepercayaan itu dengan berbagai langkah strategis di sektor pariwisata. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Pemanfaatan Waktu dalam Perspektif Komunikasi
Komunikasi sebagai Paket Komplet
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Tags: Pariwisatawisatawanwisatawan domestikwisatawan mancanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MAJALANGU : Jelajahi Ruang Indah yang Tak Terbatas

Next Post

Ngurit Padi Bali, Usaha Perbaikan Genetik Padi Merah di Buleleng

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Ngurit Padi Bali, Usaha Perbaikan Genetik Padi Merah di Buleleng

Ngurit Padi Bali, Usaha Perbaikan Genetik Padi Merah di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co