3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemanfaatan Waktu dalam Perspektif Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
March 1, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

WAKTU untuk sebagian orang memiliki arti yang begitu penting. Jika ada pepatah mengatakan time flies like an arrow, maka tepat kiranya bila orang semestinya menghargai waktu. Namun ternyata waktu tidak sekadar hitungan detik, menit, jam, dan hari. Waktu memiliki makna bagaimana seseorang atau masyarakat berkomunikasi.

Kajian tentang pemanfaatan waktu biasa disebut dengan kronemik (chronemic). Waktu juga bukan sekadar arloji di tangan atau jam di dinding. Pemanfaatan waktu berkaitan dengan kehidupan biologis, sosial, psikologis, dan budaya suatu masyarakat. Tidak heran jika ada masyarakat suatu negara yang begitu memandang penting pemanfaatan waktu. Namun ada pula yang abai terhadap waktu.

Jauh sebelum masyarakat mengenal jam seperti sekarang, penggunaan waktu untuk berkomunikasi disesuaikan dengan tanda-tanda alam. Jika matahari mulai terbit, orang menyebutnya dini hari. Ketika matahari berada di atas kepala disebut tengah hari. Ada waktu yang disebut senja kala, yaitu saat matahari akan tenggelam. Malam hari ditandai dengan munculnya bintang dan rembulan.

Itulah kronemik sebelum teknologi jam digunakan. Karenanya pemanfaatan waktu berkomunikasi atas dasar pertanda alam tidak memiliki kepastian akurasinya. Masyarakat pun menggunakan kata “sekitar” atau “kira-kira” untuk menggambarkan waktu.

Kronemik menjadi penting dalam kajian komunikasi. Termasuk ke dalam bentuk komunikasi nonverbal, kronemik akan berpengaruh terhadap kualitas dan gaya komunikasi suatu masyarakat. Dengan pemahaman kronemik, orang dapat memaklumi pemanfaatan waktu dari orang lain yang berbeda negara maupun budaya.

Macam Kronemik

Pemanfaatan waktu dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain berdasarkan latar belakang suku, bangsa, budaya, agama, usia, dan jenis kelamin. Perbedaan itu kemudian melahirkan bermacam waktu, seperti waktu biologis, sosiologis, psikologis, dan waktu kultural.

Waktu biologis berkaitan dengan bioritme kehidupan manusia, seperti makan, minum, tidur, dan prokreasi. Waktu jenis ini akan berpengaruh terhadap pola komunikasi orang dengan beragam latar belakangnya. Waktu yang dimanfaatkan untuk bekerja, makan, dan tidur seorang petani akan berbeda dengan buruh pabrik maupun pegawai negeri. Begitu pula waktu biologis antara laki-laki dan perempuan tentu saja berbeda, karena perempuan memiliki siklus waktu bulanan untuk menstruasi.

Waktu sosiologis berhubungan dengan aktivitas seseorang dalam kehidupan sosialnya. Setiap masyarakat memiliki waktu sosiologis yang dimanfaatkan warganya untuk saling berkomunikasi. Dalam masyarakat tradisional, kerja bakti menjadi bagian dari waktu sosiologis. Sedangkan dalam masyarakat modern, waktu ini ada dalam kegiatan semacam clubbing.

Kondisi kejiwaan seseorang merujuk pada waktu psikologis. Suasana suka maupun duka akan berdampak pada komunikasi yang dilakukan seseorang. Prosesi pemakaman kematian adalah waktu psikologis bagi seseorang; sehingga orang lain harus menyesuaikan gaya komunikasinya dengan situasi berkabung.

Sedangkan “tanggal muda” adalah waktu psikologis bagi orang yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta. Perjalanan ke suatu tempat yang dirindukan orang biasanya terasa lama, karena orang berada di waktu psikologis.

Waktu kultural adalah pemanfatan waktu oleh masyarakat untuk kegiatan-kegiatan ritual maupun tradisi. Masyarakat Indonesia memiliki waktu kultural seperti Sedekah Laut di sebagian besar masyarakat Pantai Selatan Jawa, Seren Taun pada masyarakat Sunda, upacara Melasti di Bali, dan tradisi Bakar Batu di masyarakat Papua.

Pelaksanaan tradisi-tradisi itu tak selalu sama waktu dan tanggalnya dalam kalender masehi. Mengapa? Karena yang digunakan adalah waktu kultural. Selalu lentur dalam pemanfaatannya, lantaran bergantung pada kesepakatan masyarakat.

Filosofi Waktu

Secara kultural masyarakat Indonesia memiliki Primbon yang kerap menjadi referensi penghitungan waktu bagi ritual atau tradisi. Primbon merupakan sejenis kitab atau buku berisi ramalan serta hari-hari yang dianggap baik untuk melakukan kegiatan. Masyarakat Bali menyebutnya sebagai Dewasa Ayu, yaitu hari baik untuk melaksanakan upacara adat, pertanian, maupun kegiatan lain.

Waktu budaya biasanya berkaitan dengan nilai dan filosofi yang dianut suatu masyarakat. Sebagaimana dengan bentuk budaya lain, waktu kultural bersifat dinamis. Ketiika terjadi perubahan nilai dan filosofi masyarakat, maka orientasi budaya terhadap waktu pun berubah.

Kaitan waktu dengan nilai dan filosofi masyarakat telah lama diteliti. LeVine dan Bartlett (dalam DeVito, 1997) melakukan studi tentang pemanfaatan waktu dan cara berjalan masyarakat di suatu negara. Eksperimen dilakukan dengan mengukur akurasi jam dan kecepatan berjalan orang dari berbagai negara di dunia.

Hasilnya, jam di Jepang adalah paling akurat di antara jam orang-orang di dunia. Sedangkan jam di Indonesia paling tidak akurat. Mengapa bisa diperoleh data yang sangat jauh berbeda antara Jepang dan Indonesia? Nilai dan filosofi masyarakatlah yang menentukan. Orang Jepang memandang tepat waktu sebagai pertanda sopan santun.

Sementara di Indonesia mengenal “jam karet” yang menjadi kebiasaan dalam berkegiatan. Maka jangan heran bila acara semacam seminar di kampus bisa terlambat sampai satu jam dari jadwal yang ditetapkan. Alasannya kadang sangat tidak rasional; menunggu pejabat kampus yang akan membuka acara dan melakukan pemukulan gong sebagai tanda acara dimulai.

Eksperimen selanjutnya dilakukan terhadap cara berjalan orang-orang di dunia. Hasilnya, lagi-lagi orang Jepang paling cepat berjalan. Dan lagi-lagi pula, orang Indonesia paling lambat berjalan. Sama dengan pemanfaatan waktu, cara berjalan juga berhubungan dengan nilai dan filosofi masyarakatnya.

 Orang Jepang memiliki budaya Kaizen, yang berisi nilai dan filosofi berkaitan dengan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi. Budaya Kaizen memacu orang Jepang untuk selalu melakukan perubahan, disiplin, dan tepat waktu.

Sebaliknya, orang Indonesia mengenal prinsip seperti dianut masyarakat Jawa, alon-alon waton kelakon, gremet-gremet waton selamet; yang berarti pelan-pelan asalkan sampai dan terlaksana, serta tak perlu tergesa-gesa yang penting selamat. Grasa-grusu atau terburu-buru tidak dianjurkan bagi orang Indonesia. Satu prinsip yang akan kontradiksi dengan semangat perubahan secara cepat.

Sepertinya diperlukan reorientasi dan rekonstruksi nilai, tradisi, dan filosofi yang menghambat perubahan demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Revolusi mental yang pernah digagas Presiden Soekarno dan digaungkan kembali oleh Presiden Jokowi mestinya mengarah kepada perubahan nilai dan filosofi yang tidak lagi adaptif terhadap kemajuan.

Saatnya bangsa Indonesia menatap masa depan, kronemik yang akan datang. Tidak terjebak pada nostalgia yang sarat dengan filosofi pemanfaatan waktu yang tidak mendukung produktivitas, efektivitas, dan efisiensi.  [T]   

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi sebagai Paket Komplet
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

  

Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkunjung dan Belajar ke Subang, Kota Nanas

Next Post

Ramainya Lomba Mancing Air Deras di Desa Padangbulia

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Ramainya Lomba Mancing Air Deras di Desa Padangbulia

Ramainya Lomba Mancing Air Deras di Desa Padangbulia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co