12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harga Sembako Naik, Pasar Pangan Murah Solusinya

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 7, 2024
in Khas
Harga Sembako Naik, Pasar Pangan Murah Solusinya

Masyarakat berbelanja di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah | Foto: Yudi Setiawan

WAJAH kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pagi itu tampak berbeda, tak seperti hari-hari biasanya. Setelah pada malam harinya sebagian besar Kota Singaraja diguyur hujan deras, di antara becek tanah yang masih menggenang, tenda-tenda berwarna merah telah terpasang apik, lengkap dengan meja dan kursinya.

Di atas meja-meja itu pula, sembako-sembako itu ditata dengan rapi. Di antaranya ada beras, minyak, cabai, bawang, buah-buahan, serta jajanan lain khas dari Buleleng.

Meskipun pada dasarnya kawasan Pelabuhan Tua Buleleng sebenarnya bukan pasar, tapi pagi itu mendadak menjadi pasar. Tetapi, jika monumen Yudha Mandalatama yang menjadi ikon kawasan tersebut dibangun untuk mengenang jasa perjuangan laskar Buleleng dalam merebut kemerdekaan Indonesia, maka apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng pagi itu barangkali adalah sebuah bentuk perjuangan lain dalam usaha mempertahankan kesejahteraan pangan masyarakat Buleleng di tengah-tengah harga sembako yang mulai melambung tak terkendali.

Ya, pagi itu, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan pelaku UMKM di wilayah tersebut, mengadakan kegiatan “Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah”.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga sembako, khususnya di Buleleng, Bali. Benar, kegiatan tersebut memang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang terbilang cukup jauh dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya.

Salah satu warga yang hadir pagi itu adalah Gede Aryana. Lelaki paruh baya asal Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng, itu, mengaku bahwa kehadiran kegiatan Gerakan Pangan Murah itu sangat membantu dirinya.

Masyarakat berbelanja di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Yudi Setiawan

“Sebagai masyarakat tidak mampu, saya merasa tertolong dengan adanya kegiatan ini,” jelasnya kepada tatkala.co, Kamis (7/03/2024) pagi.

Dengan menenteng dua kantong belanja berisi beras 5 kg di tangan kiri dan kanannya, Aryana mengaku bahwa harga sembako yang ditawarkan pada kegiatan tersebut terbilang sangat murah dibandingkan dengan harga pasar.

“Kalau di pasar, beras yang lima kg itu bisa sampai harga tujuh puluhan. Sedangkan di sini, untuk yang lima kg hanya sekitar lima puluhan. Makanya saya beli dua,” jelasnya sembari tertawa.

Aryana berharap, kegiatan-kegiatan yang membantu masyarakat seperti Gerakan Pangan Murah ini bisa berkelanjutan. Sebab, di tengah-tengah ekonomi yang semakin sulit dan harga sembako yang naik drastis, mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan solusi yang tepat untuk masyarakat sepertinya, katanya.

Sementara aparatur negara sedang sibuk mengatur kendaraan yang mulai berdatangan di kawasan tersebut, di bawah rintik hujan dan debur ombak yang terus bertabrakan, beberapa masyarakat yang lain mulai berdatangan, lengkap dengan kantong belanjaanya.

Seperti Ketut Yunerti, misalnya. Perempuan dengan setelan baju jas hujan—pagi itu gerimis belum juga reda—itu mengaku sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Bersama dengan suaminya, Made Yasa, dirinya merasa bersyukur dengan adanya kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut.

“Saya jauh-jauh ke sini dari Banyuning, memang mau belanja kebutuhan dapur. Mumpung harganya murah,” katanya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Kalau beli di warung atau di pasar, harganya mahal, lumayan, ada uang lebih untuk bapak beli rokok.” Lalu ia tertawa sembari mencolek pinggang suaminya.

Benar, secara nasional, harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Kuningan dan bulan Ramadan sedang naik-naiknya. Di semua sektor kebutuhan pangan, seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain, mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Maka tak heran, kegiatan-kegiatan yang berupa penurunan harga sembako seperti kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut sangat diminati oleh masyarakat.

Kenaikan harga sembako secara nasional tersebut tidak hanya berdampak kepada masyarakat saja, tapi pelaku UMKM juga merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut. Seperti Agus, misalnya. Sebagai kepala gudang CV. Resvila Singaraja—distributor minyak goreng di Singaraja—ia mengaku bahwa stok minyak di gudangnya mengalami kemacetan dalam hal pemasaran.

Interaksi antara pedagang dan pembeli di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Yudi Setiawan

“Di toko-toko tempat kami mengirim barang masih penuh, jadinya barang di gudang tidak keluar dengan lancar,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena saat ini masyarakat mulai membatasi pembelian minyak goreng di warung-warung maupun di toko kelontong akibat dari kenaikan harga sembako tersebut. Ya, hal itu yang menyebabkan Agus, sebagai pelaku UMKM, merasakan seperti apa yang dirasakan masyarakat pada umumnya.

“Karena kami juga merasakan dampaknya, jadinya kami ingin ikut berpartisipasi di acara ini,” katanya. Menurutnya, pihaknya sering terlibat dengan kegiatan-kegiatan serupa. “Kalau ada kegiatan pasar murah, biasanya kami selalu dihubungi oleh dinas untuk ikut join ke dalam kegiatannya,” ucapnya.

Selain itu, Ketut Lihadnyana, selaku PJ Bupati Buleleng, juga turut hadir dalam kegiatan Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah tersebut. Beserta jajarannya, Lihadnyana mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan terus dilanjutkan.

Lihadnyana juga mengatakan, oleh sebab menjelang hari raya Kuningan dan Nyepi, serta bulan Puasa, pihaknya akan terus berupaya mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Buleleng. “Saya nanti minta, kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap minggu,” katanya.

Selama memantau kegiatan tersebut, ia mengatakan bahwa harga kebutuhan sembako yang dijual di kegiatan pagi itu, sebagian besar harganya sudah mulai turun.

“Kalau beras, bawang merah, dan minyak goreng, ada kecenderungan harganya turun. Namun, yang perlu menjadi perhatian kita adalah cabai merah besar. Harganya masih belum stabil, karena hanya bisa ditanam di daerah-daerah dataran tinggi,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, ia menjelaskan bahwa perlunya ada semacam terobosan adopsi teknologi yang bisa memproduksi cabai merah besar pada saat musim hujan. Sehingga, ia berharap, ke depannya musim hujan maupun musim kemarau tidak menjadi penghalang produksi cabai merah besar di Buleleng.

“Maka, dengan begitu, pemerintah daerah berusaha melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kenaikan harga cabai merah besar tersebut. Seperti, kemarin, kami telah menanam cabai serentak, sehingga kenaikan harga cabai ke depannya tidak berulang,” tegasnya.

Benar. Di mana pun dan kapan pun, jika harga sembako mengalami kenaikan, kegiatan-kegiatan pasar murah seperti yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng itu akan terus diterima dengan senang hati oleh masyarakat.

Buktinya, meski gerimis masih terus mengguyur dengan manja, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng itu masih sibuk menghadapi riuh orang-orang berbelanja sampai pada siang hari. Satu pergi, satu datang. Begitu seterusnya. Dan tentu masih dengan senyum yang sama: bahagia—walaupun mungkin hanya sementara.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tags: balibulelengGerakan pangan murahKetut LihadnyanaPasar murahPemkab BulelengPJ Bubati Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Puisi Penyair Kupu-Kupu : Ulasan Kumpulan Puisi I Made Suantha “Kukubur Hidup Hidup Puisiku Dalam Hidupku”

Next Post

Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co