2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harga Sembako Naik, Pasar Pangan Murah Solusinya

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 7, 2024
in Khas
Harga Sembako Naik, Pasar Pangan Murah Solusinya

Masyarakat berbelanja di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah | Foto: Yudi Setiawan

WAJAH kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pagi itu tampak berbeda, tak seperti hari-hari biasanya. Setelah pada malam harinya sebagian besar Kota Singaraja diguyur hujan deras, di antara becek tanah yang masih menggenang, tenda-tenda berwarna merah telah terpasang apik, lengkap dengan meja dan kursinya.

Di atas meja-meja itu pula, sembako-sembako itu ditata dengan rapi. Di antaranya ada beras, minyak, cabai, bawang, buah-buahan, serta jajanan lain khas dari Buleleng.

Meskipun pada dasarnya kawasan Pelabuhan Tua Buleleng sebenarnya bukan pasar, tapi pagi itu mendadak menjadi pasar. Tetapi, jika monumen Yudha Mandalatama yang menjadi ikon kawasan tersebut dibangun untuk mengenang jasa perjuangan laskar Buleleng dalam merebut kemerdekaan Indonesia, maka apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng pagi itu barangkali adalah sebuah bentuk perjuangan lain dalam usaha mempertahankan kesejahteraan pangan masyarakat Buleleng di tengah-tengah harga sembako yang mulai melambung tak terkendali.

Ya, pagi itu, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan pelaku UMKM di wilayah tersebut, mengadakan kegiatan “Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah”.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga sembako, khususnya di Buleleng, Bali. Benar, kegiatan tersebut memang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang terbilang cukup jauh dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya.

Salah satu warga yang hadir pagi itu adalah Gede Aryana. Lelaki paruh baya asal Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng, itu, mengaku bahwa kehadiran kegiatan Gerakan Pangan Murah itu sangat membantu dirinya.

Masyarakat berbelanja di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Yudi Setiawan

“Sebagai masyarakat tidak mampu, saya merasa tertolong dengan adanya kegiatan ini,” jelasnya kepada tatkala.co, Kamis (7/03/2024) pagi.

Dengan menenteng dua kantong belanja berisi beras 5 kg di tangan kiri dan kanannya, Aryana mengaku bahwa harga sembako yang ditawarkan pada kegiatan tersebut terbilang sangat murah dibandingkan dengan harga pasar.

“Kalau di pasar, beras yang lima kg itu bisa sampai harga tujuh puluhan. Sedangkan di sini, untuk yang lima kg hanya sekitar lima puluhan. Makanya saya beli dua,” jelasnya sembari tertawa.

Aryana berharap, kegiatan-kegiatan yang membantu masyarakat seperti Gerakan Pangan Murah ini bisa berkelanjutan. Sebab, di tengah-tengah ekonomi yang semakin sulit dan harga sembako yang naik drastis, mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan solusi yang tepat untuk masyarakat sepertinya, katanya.

Sementara aparatur negara sedang sibuk mengatur kendaraan yang mulai berdatangan di kawasan tersebut, di bawah rintik hujan dan debur ombak yang terus bertabrakan, beberapa masyarakat yang lain mulai berdatangan, lengkap dengan kantong belanjaanya.

Seperti Ketut Yunerti, misalnya. Perempuan dengan setelan baju jas hujan—pagi itu gerimis belum juga reda—itu mengaku sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Bersama dengan suaminya, Made Yasa, dirinya merasa bersyukur dengan adanya kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut.

“Saya jauh-jauh ke sini dari Banyuning, memang mau belanja kebutuhan dapur. Mumpung harganya murah,” katanya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Kalau beli di warung atau di pasar, harganya mahal, lumayan, ada uang lebih untuk bapak beli rokok.” Lalu ia tertawa sembari mencolek pinggang suaminya.

Benar, secara nasional, harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Kuningan dan bulan Ramadan sedang naik-naiknya. Di semua sektor kebutuhan pangan, seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain, mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Maka tak heran, kegiatan-kegiatan yang berupa penurunan harga sembako seperti kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut sangat diminati oleh masyarakat.

Kenaikan harga sembako secara nasional tersebut tidak hanya berdampak kepada masyarakat saja, tapi pelaku UMKM juga merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut. Seperti Agus, misalnya. Sebagai kepala gudang CV. Resvila Singaraja—distributor minyak goreng di Singaraja—ia mengaku bahwa stok minyak di gudangnya mengalami kemacetan dalam hal pemasaran.

Interaksi antara pedagang dan pembeli di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Yudi Setiawan

“Di toko-toko tempat kami mengirim barang masih penuh, jadinya barang di gudang tidak keluar dengan lancar,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena saat ini masyarakat mulai membatasi pembelian minyak goreng di warung-warung maupun di toko kelontong akibat dari kenaikan harga sembako tersebut. Ya, hal itu yang menyebabkan Agus, sebagai pelaku UMKM, merasakan seperti apa yang dirasakan masyarakat pada umumnya.

“Karena kami juga merasakan dampaknya, jadinya kami ingin ikut berpartisipasi di acara ini,” katanya. Menurutnya, pihaknya sering terlibat dengan kegiatan-kegiatan serupa. “Kalau ada kegiatan pasar murah, biasanya kami selalu dihubungi oleh dinas untuk ikut join ke dalam kegiatannya,” ucapnya.

Selain itu, Ketut Lihadnyana, selaku PJ Bupati Buleleng, juga turut hadir dalam kegiatan Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah tersebut. Beserta jajarannya, Lihadnyana mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan terus dilanjutkan.

Lihadnyana juga mengatakan, oleh sebab menjelang hari raya Kuningan dan Nyepi, serta bulan Puasa, pihaknya akan terus berupaya mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Buleleng. “Saya nanti minta, kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap minggu,” katanya.

Selama memantau kegiatan tersebut, ia mengatakan bahwa harga kebutuhan sembako yang dijual di kegiatan pagi itu, sebagian besar harganya sudah mulai turun.

“Kalau beras, bawang merah, dan minyak goreng, ada kecenderungan harganya turun. Namun, yang perlu menjadi perhatian kita adalah cabai merah besar. Harganya masih belum stabil, karena hanya bisa ditanam di daerah-daerah dataran tinggi,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, ia menjelaskan bahwa perlunya ada semacam terobosan adopsi teknologi yang bisa memproduksi cabai merah besar pada saat musim hujan. Sehingga, ia berharap, ke depannya musim hujan maupun musim kemarau tidak menjadi penghalang produksi cabai merah besar di Buleleng.

“Maka, dengan begitu, pemerintah daerah berusaha melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kenaikan harga cabai merah besar tersebut. Seperti, kemarin, kami telah menanam cabai serentak, sehingga kenaikan harga cabai ke depannya tidak berulang,” tegasnya.

Benar. Di mana pun dan kapan pun, jika harga sembako mengalami kenaikan, kegiatan-kegiatan pasar murah seperti yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng itu akan terus diterima dengan senang hati oleh masyarakat.

Buktinya, meski gerimis masih terus mengguyur dengan manja, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng itu masih sibuk menghadapi riuh orang-orang berbelanja sampai pada siang hari. Satu pergi, satu datang. Begitu seterusnya. Dan tentu masih dengan senyum yang sama: bahagia—walaupun mungkin hanya sementara.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tags: balibulelengGerakan pangan murahKetut LihadnyanaPasar murahPemkab BulelengPJ Bubati Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Puisi Penyair Kupu-Kupu : Ulasan Kumpulan Puisi I Made Suantha “Kukubur Hidup Hidup Puisiku Dalam Hidupku”

Next Post

Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co