14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberitaan Pemilu 2024: (Masih) Pada Putaran “Politainment” dan “Game Frame”

Putu Dinda Ayudia by Putu Dinda Ayudia
February 19, 2024
in Opini
Pemberitaan Pemilu 2024: (Masih) Pada Putaran “Politainment” dan “Game Frame”

Tim monitoring media Remotivi Denpasar dan partisipan diskusi publik tentang pers pemilu di Taman baca Kesiman Denpasar

PEMILU 2024 telah kita lalui, namun jika boleh berefleksi dan membandingkan dengan pemberitaan pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perbedaan signifikan dalam diskursus terkait substansi. Pada kasus ini, peran media menjadi satu poin yang harus disorot. Pemberitaan pemilu masih banyak berakrobat pada aspek persona paslon dan strategi kampanye. Sedangkan pemberitaan yang menganalisis tawaran kebijakan pasangan calon masih lebih sedikit dalam eksplorasinya.

Remotivi dengan berkolaborasi bersama relawan 100 anak muda dari lima kota (Semarang, Makassar, Denpasar, Jakarta, dan Kupang) melakukan monitoring media yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Aktivitas monitoring media ini berupaya memantau berita non-substansial terkait pilpres yang diproduksi oleh kanal media mainstream nasional dan daerah.

Hasil sementara per dua bulan monitoring media menunjukkan media mainstream sebagian besar masih memproduksi renik-renik pemilu 2024 seputar persona, konflik dan dukungan antar elit, dan strategi pemenangan. Konten pemberitaan ini semata membingkai politik sebagai sebuah “pertandingan bola” dan paslon diberitakan selayaknya selebriti.

 Politainment dan Game Frame (masih) mendominasi pemberitaan pemilu 2024?

Per Desember 2023 tim relawan monitoring menemukan sejumlah 1059 berita yang termasuk dalam kategori berita non-substansial. Berita non-substansial dalam hal ini terklasifikasikan pada dua pendekatan, politainment dan game frame. Mula-mula penting untuk memperjelas definisi dari masing-masing kategori pembingkaian berita ini. Pertama konsep politainment, dalam hal ini berasal dari terma gabungan politik dan entertainment. Konsep ini merujuk pada aktivitas pemberitaan yang berfokus pada persona tokoh politik sehingga membingkai isu politik layaknya hiburan. Sebagai contoh, cek berita di tautan ini:

  1. Gimik Prabowo Usai Joget Gemoy ke Anies: https://nasional.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937695/gimik-prabowo-usai-joget-gemoy-ke-anies
  2. Momen Ganjar Makan Durian Bareng Warga Sambil Lesehan di Wonosobo: https://news.okezone.com/read/2023/12/18/512/2940857/momen-ganjar-makan-durian-bareng-warga-sambil-lesehan-di-wonosobo

Kedua contoh di atas memotret Prabowo dan Ganjar dari sisi persona masing-masing. Pembingkaian berita jenis ini tentu tidak memiliki relevansi terhadap kepentingan publik, selebihnya hanya menjadi model berita yang menarik sensasionalitas dan simpati. Bingkai politainment mengalihkan publik dari diskusi politik berdasarkan substansi. Tentu menjadi persoalan urgent, ketika justru yang diperlukan adalah produk media yang mampu mendorong rasionalitas untuk kemudian mampu mendeliberasikan pilihan politik yang rasional pula, idealnya.

Penting juga di sini untuk menempatkan peran media sosial. Selain di media massa, akselerasi serapan berita non-substansial juga terjadi karena peran media sosial. Sebut saja salah satu terma yang populer akhir-akhir ini seperti kata “gemoy” yang diidentikkan dengan Prabowo. Fenomena ini menjadi hasil dari guliran tren di media sosial yang kemudian didorong juga oleh media massa (pasca hari pemilu bahkan tren TikTok juga semakin dipenuhi dengan narasi-narasi populis tentang kisah cinta Prabowo).

Adanya mekanisme dari media sosial ini tentu memperluas jangkauan topik. Potensi lanjutannya, alih-alih fokus pada latar belakang dan program, yang tercipta adalah preferensi berdasarkan kepribadian dan sikap tokoh yang bersangkutan. Tidak berbeda dengan cara orang menilai selebriti, tak perlu rasionalitas dan pemikiran kritis.

Kedua, menyoal pemberitaan jenis game frame atau strategy frame. Jenis pemberitaan ini lebih menekankan pada pembingkaian politik sebagai permainan (game), bahwa di dalam kontestasi politik ada yang kalah dan menang (lih. Aalberg, Stromback, & Vreese, 2012). Umumnya jurnalisme game frame menekankan pada strategi pemenangan, kampanye, dan elektabilitas. Konsekuensi lebih jauh yang dihasilkan game frame memiliki sedikit perbedaan dengan frame entertainment.

Apabila politainment cenderung membuat audiens menilai tokoh politik seperti selebriti, game frame justru menciptakan kesan politik yang “jauh” dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Seolah politik elektoral hanya arena balap para elit, tentang siapa yang kalah, menang, siapa yang tertinggal, dan siapa yang hampir mendekati garis finish. Masyarakat umum seolah diposisikan sebagai pemilih dan pengawas semata.

 Di tengah era komersialisasi berita yang mendasari ekskalasi jumlah berita harian, politainment dan game frame termasuk ke dalam jenis berita yang dapat diproduksi dengan cepat. Disamping lebih mudah bagi jurnalis untuk memproduksi tulisan atau kisah, angle ini juga tidak memerlukan sumber daya yang banyak dalam penulisan berita dibandingkan riset mendalam terkait kebijakan publik. Ini mendasari fenomena peningkatan masif berita politainment dan game frame utamanya di dalam pemilu.

Argumen ini didukung hasil pemantauan tim relawan monitoring Remotivi Bulan Desember 2023 menemukan berita-berita non-substansial. Sejumlah 422 berita merupakan berita dengan jenis pemberitaan politainment, 544berita dengan gaya game frame, dan 93 adalah gabungan keduanya[1]. Angka ini merupakan jumlah akumulasi dari pemantauan terhadap berita nasional dan berita dari media lokal di lima kota.

Bagaimana Dengan Pemberitaan di Media Lokal Bali Sendiri?

Secara keseluruhan, pemberitaan di kanal lokal Bali tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan media nasional. Pemantauan berita dilakukan pada dua media lokal, Nusa Bali dan Tribun Bali. Di kedua kanal ini ada 44 berita dengan jenis game frame, 49 berita personalisasi, serta 6 berita gabungan personalisasi dan game frame[2]. Pemberitaan dengan tipe personalisasi ternyata lebih dominan di kedua media lokal yang bersangkutan.

Pada pemberitaan non-substansial seputar pemilu, porsi paslon yang paling banyak disebut adalah paslon 03 pada kanal media Nusa Bali. Jumlah paslon 03 disebut pada Nusa Bali berada di angka yang cukup jauh dibandingkan nama paslon lainnya. Sedangkan pada kanal Tribun Bali, grafik sebaran jumlah nama masing-masing paslon terbilang lebih merata.

Sumber: olahan data Remotivi

Sumber: olahan data Remotivi

Kembali pada Refleksi: Masih Jauh-kah Konten Media dari Kata ‘Substantif’?

Pendekatan game frame dan politainment dalam hal ini jelas berimplikasi lebih jauh. Pertama, menciptakan dan melanggengkan preferensi tokoh politik berdasarkan penilaian kepribadian. Kedua, mereduksi pemahaman politik sebagai arena tarung para elit dan persoalan menang atau kalah dalam permainan.

Kedua implikasi ini meminggirkan masyarakat dalam keterlibatan wacana politik, dengan kata lain potensial menyempitkan ruang intervensi. Pada diskusi publik yang diadakan tim relawan monitoring Remotivi Denpasar di 11 Februari silam, Made Supriatma, juga menyebut model pemberitaan politainment yang menjamur saat ini telah menjadi alat untuk melegitimasi kekuasaan. Politisi menggunakan cara-cara populis sebagai strategi pemenangan untuk meraih suara dan dukungan.

Perlu untuk digarisbawahi, yang menjadi penanda urgensinya problem ini adalah fenomena politainment dan game frame yang sudah membudaya di media. Pada pemilu tahun 2014, berita game frame sudah banyak sekali berseliweran. Topik-topik itu mencakup kepentingan elit, dinamika koalisi, kampanye, dan deklarasi dukungan pada paslon tertentu termasuk berlanjut pada pilkada DKI 2017 dan pemilu 2019 (lih. Putra, 2023).

Namun poin penting juga perlu diposisikan disini, menjamurnya politainment dan game frame juga merupakan akibat dari over-komersialisasi berita. Sistem ini mendorong media, utamanya media daring, untuk mengejar jumlah views. Tak heran banyak dari media-media ini memiliki tampilan utama yang penuh dengan laman iklan.

Di samping itu, minimnya pengupasan gagasan dan substansi serta debat politik yang berarti dari tokoh politik memungkinkan juga menjadi faktor penyebab menjamurnya berita non-substansif. Peran dan kritik media diperlukan dengan sangat urgen pada titik ini. Dengan kembali menuansakan fenomena ini pada ekosistem media sekarang, membuktikan apa yang dituliskan Putra (2023) pada kanal Remotivi “bahwa sepertinya model pemberitaan ini tidak akan ditinggalkan dalam waktu dekat”

Referensi:

Aalberg, T., Strömbäck, J., & De Vreese, C. H. (2011). The framing of politics as strategy and game: A review of concepts, operationalizations and key findings. Journalism: Theory, Practice & Criticism, 13(2), 162–178. https://doi.org/10.1177/1464884911427799

Remotivi. (2023, November 3). Pemberitaan Pemilu 2024: Banjir drama, kering substansi. Remotivi. https://www.remotivi.or.id/fokus/detail-847


[1] Sumber: olahan data Remotivi per Desember 2023

[2] Sumber: data olahan Remotivi per Desember 2023

Diskusi publik yang diadakan tim relawan monitoring Remotivi Denpasar, 11 Februari 2024 di Taman Baca Kesiman, Denpasar | Foto: Dinda

Tags: jurnalismejurnalistikPemilu 2024pers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

STAHN Mpu Kuturan dan Undiksha Mebarung, Tak Ada yang Kalah, Tak Ada yang Menang

Next Post

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Putu Dinda Ayudia

Putu Dinda Ayudia

Mahasiswa ilmu komunikasi tahun ketiga. Menyukai fenomena dengan isu perempuan, adat, serta pendidikan. Saat ini punya dua hobi: main sama kucing dan nonton anime.

Related Posts

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails
Next Post
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co