24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberitaan Pemilu 2024: (Masih) Pada Putaran “Politainment” dan “Game Frame”

Putu Dinda Ayudia by Putu Dinda Ayudia
February 19, 2024
in Opini
Pemberitaan Pemilu 2024: (Masih) Pada Putaran “Politainment” dan “Game Frame”

Tim monitoring media Remotivi Denpasar dan partisipan diskusi publik tentang pers pemilu di Taman baca Kesiman Denpasar

PEMILU 2024 telah kita lalui, namun jika boleh berefleksi dan membandingkan dengan pemberitaan pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perbedaan signifikan dalam diskursus terkait substansi. Pada kasus ini, peran media menjadi satu poin yang harus disorot. Pemberitaan pemilu masih banyak berakrobat pada aspek persona paslon dan strategi kampanye. Sedangkan pemberitaan yang menganalisis tawaran kebijakan pasangan calon masih lebih sedikit dalam eksplorasinya.

Remotivi dengan berkolaborasi bersama relawan 100 anak muda dari lima kota (Semarang, Makassar, Denpasar, Jakarta, dan Kupang) melakukan monitoring media yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Aktivitas monitoring media ini berupaya memantau berita non-substansial terkait pilpres yang diproduksi oleh kanal media mainstream nasional dan daerah.

Hasil sementara per dua bulan monitoring media menunjukkan media mainstream sebagian besar masih memproduksi renik-renik pemilu 2024 seputar persona, konflik dan dukungan antar elit, dan strategi pemenangan. Konten pemberitaan ini semata membingkai politik sebagai sebuah “pertandingan bola” dan paslon diberitakan selayaknya selebriti.

 Politainment dan Game Frame (masih) mendominasi pemberitaan pemilu 2024?

Per Desember 2023 tim relawan monitoring menemukan sejumlah 1059 berita yang termasuk dalam kategori berita non-substansial. Berita non-substansial dalam hal ini terklasifikasikan pada dua pendekatan, politainment dan game frame. Mula-mula penting untuk memperjelas definisi dari masing-masing kategori pembingkaian berita ini. Pertama konsep politainment, dalam hal ini berasal dari terma gabungan politik dan entertainment. Konsep ini merujuk pada aktivitas pemberitaan yang berfokus pada persona tokoh politik sehingga membingkai isu politik layaknya hiburan. Sebagai contoh, cek berita di tautan ini:

  1. Gimik Prabowo Usai Joget Gemoy ke Anies: https://nasional.okezone.com/read/2023/12/12/337/2937695/gimik-prabowo-usai-joget-gemoy-ke-anies
  2. Momen Ganjar Makan Durian Bareng Warga Sambil Lesehan di Wonosobo: https://news.okezone.com/read/2023/12/18/512/2940857/momen-ganjar-makan-durian-bareng-warga-sambil-lesehan-di-wonosobo

Kedua contoh di atas memotret Prabowo dan Ganjar dari sisi persona masing-masing. Pembingkaian berita jenis ini tentu tidak memiliki relevansi terhadap kepentingan publik, selebihnya hanya menjadi model berita yang menarik sensasionalitas dan simpati. Bingkai politainment mengalihkan publik dari diskusi politik berdasarkan substansi. Tentu menjadi persoalan urgent, ketika justru yang diperlukan adalah produk media yang mampu mendorong rasionalitas untuk kemudian mampu mendeliberasikan pilihan politik yang rasional pula, idealnya.

Penting juga di sini untuk menempatkan peran media sosial. Selain di media massa, akselerasi serapan berita non-substansial juga terjadi karena peran media sosial. Sebut saja salah satu terma yang populer akhir-akhir ini seperti kata “gemoy” yang diidentikkan dengan Prabowo. Fenomena ini menjadi hasil dari guliran tren di media sosial yang kemudian didorong juga oleh media massa (pasca hari pemilu bahkan tren TikTok juga semakin dipenuhi dengan narasi-narasi populis tentang kisah cinta Prabowo).

Adanya mekanisme dari media sosial ini tentu memperluas jangkauan topik. Potensi lanjutannya, alih-alih fokus pada latar belakang dan program, yang tercipta adalah preferensi berdasarkan kepribadian dan sikap tokoh yang bersangkutan. Tidak berbeda dengan cara orang menilai selebriti, tak perlu rasionalitas dan pemikiran kritis.

Kedua, menyoal pemberitaan jenis game frame atau strategy frame. Jenis pemberitaan ini lebih menekankan pada pembingkaian politik sebagai permainan (game), bahwa di dalam kontestasi politik ada yang kalah dan menang (lih. Aalberg, Stromback, & Vreese, 2012). Umumnya jurnalisme game frame menekankan pada strategi pemenangan, kampanye, dan elektabilitas. Konsekuensi lebih jauh yang dihasilkan game frame memiliki sedikit perbedaan dengan frame entertainment.

Apabila politainment cenderung membuat audiens menilai tokoh politik seperti selebriti, game frame justru menciptakan kesan politik yang “jauh” dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Seolah politik elektoral hanya arena balap para elit, tentang siapa yang kalah, menang, siapa yang tertinggal, dan siapa yang hampir mendekati garis finish. Masyarakat umum seolah diposisikan sebagai pemilih dan pengawas semata.

 Di tengah era komersialisasi berita yang mendasari ekskalasi jumlah berita harian, politainment dan game frame termasuk ke dalam jenis berita yang dapat diproduksi dengan cepat. Disamping lebih mudah bagi jurnalis untuk memproduksi tulisan atau kisah, angle ini juga tidak memerlukan sumber daya yang banyak dalam penulisan berita dibandingkan riset mendalam terkait kebijakan publik. Ini mendasari fenomena peningkatan masif berita politainment dan game frame utamanya di dalam pemilu.

Argumen ini didukung hasil pemantauan tim relawan monitoring Remotivi Bulan Desember 2023 menemukan berita-berita non-substansial. Sejumlah 422 berita merupakan berita dengan jenis pemberitaan politainment, 544berita dengan gaya game frame, dan 93 adalah gabungan keduanya[1]. Angka ini merupakan jumlah akumulasi dari pemantauan terhadap berita nasional dan berita dari media lokal di lima kota.

Bagaimana Dengan Pemberitaan di Media Lokal Bali Sendiri?

Secara keseluruhan, pemberitaan di kanal lokal Bali tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan media nasional. Pemantauan berita dilakukan pada dua media lokal, Nusa Bali dan Tribun Bali. Di kedua kanal ini ada 44 berita dengan jenis game frame, 49 berita personalisasi, serta 6 berita gabungan personalisasi dan game frame[2]. Pemberitaan dengan tipe personalisasi ternyata lebih dominan di kedua media lokal yang bersangkutan.

Pada pemberitaan non-substansial seputar pemilu, porsi paslon yang paling banyak disebut adalah paslon 03 pada kanal media Nusa Bali. Jumlah paslon 03 disebut pada Nusa Bali berada di angka yang cukup jauh dibandingkan nama paslon lainnya. Sedangkan pada kanal Tribun Bali, grafik sebaran jumlah nama masing-masing paslon terbilang lebih merata.

Sumber: olahan data Remotivi

Sumber: olahan data Remotivi

Kembali pada Refleksi: Masih Jauh-kah Konten Media dari Kata ‘Substantif’?

Pendekatan game frame dan politainment dalam hal ini jelas berimplikasi lebih jauh. Pertama, menciptakan dan melanggengkan preferensi tokoh politik berdasarkan penilaian kepribadian. Kedua, mereduksi pemahaman politik sebagai arena tarung para elit dan persoalan menang atau kalah dalam permainan.

Kedua implikasi ini meminggirkan masyarakat dalam keterlibatan wacana politik, dengan kata lain potensial menyempitkan ruang intervensi. Pada diskusi publik yang diadakan tim relawan monitoring Remotivi Denpasar di 11 Februari silam, Made Supriatma, juga menyebut model pemberitaan politainment yang menjamur saat ini telah menjadi alat untuk melegitimasi kekuasaan. Politisi menggunakan cara-cara populis sebagai strategi pemenangan untuk meraih suara dan dukungan.

Perlu untuk digarisbawahi, yang menjadi penanda urgensinya problem ini adalah fenomena politainment dan game frame yang sudah membudaya di media. Pada pemilu tahun 2014, berita game frame sudah banyak sekali berseliweran. Topik-topik itu mencakup kepentingan elit, dinamika koalisi, kampanye, dan deklarasi dukungan pada paslon tertentu termasuk berlanjut pada pilkada DKI 2017 dan pemilu 2019 (lih. Putra, 2023).

Namun poin penting juga perlu diposisikan disini, menjamurnya politainment dan game frame juga merupakan akibat dari over-komersialisasi berita. Sistem ini mendorong media, utamanya media daring, untuk mengejar jumlah views. Tak heran banyak dari media-media ini memiliki tampilan utama yang penuh dengan laman iklan.

Di samping itu, minimnya pengupasan gagasan dan substansi serta debat politik yang berarti dari tokoh politik memungkinkan juga menjadi faktor penyebab menjamurnya berita non-substansif. Peran dan kritik media diperlukan dengan sangat urgen pada titik ini. Dengan kembali menuansakan fenomena ini pada ekosistem media sekarang, membuktikan apa yang dituliskan Putra (2023) pada kanal Remotivi “bahwa sepertinya model pemberitaan ini tidak akan ditinggalkan dalam waktu dekat”

Referensi:

Aalberg, T., Strömbäck, J., & De Vreese, C. H. (2011). The framing of politics as strategy and game: A review of concepts, operationalizations and key findings. Journalism: Theory, Practice & Criticism, 13(2), 162–178. https://doi.org/10.1177/1464884911427799

Remotivi. (2023, November 3). Pemberitaan Pemilu 2024: Banjir drama, kering substansi. Remotivi. https://www.remotivi.or.id/fokus/detail-847


[1] Sumber: olahan data Remotivi per Desember 2023

[2] Sumber: data olahan Remotivi per Desember 2023

Diskusi publik yang diadakan tim relawan monitoring Remotivi Denpasar, 11 Februari 2024 di Taman Baca Kesiman, Denpasar | Foto: Dinda

Tags: jurnalismejurnalistikPemilu 2024pers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

STAHN Mpu Kuturan dan Undiksha Mebarung, Tak Ada yang Kalah, Tak Ada yang Menang

Next Post

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Putu Dinda Ayudia

Putu Dinda Ayudia

Mahasiswa ilmu komunikasi tahun ketiga. Menyukai fenomena dengan isu perempuan, adat, serta pendidikan. Saat ini punya dua hobi: main sama kucing dan nonton anime.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co