2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggarap Drama Modern Berbahasa Bali

tatkala by tatkala
February 3, 2024
in Khas
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggarap Drama Modern Berbahasa Bali

Pementasan drama berbahasa Bali, Sukreni Wang Sistri Listuayu, serangkaian Bulan Bahasa Bali tahun 2019 di Art Center Taman Budaya Bali

ADA tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam menggarap Drama Bali Modern atau Drama Modern berbahasa Bali.

Itu dikatakan Mas Ruscitadewi, sastrawan dan dramawan berkaitan dengan penggarapan Drama Bali Modern atau drama berbahasa Bali.

Tiga hal itu, kata Mas Ruscitadewi, adalah Wirasa yang memiliki rasa, Wiraga memiliki raga, dan Wirama memiliki tembang, seperti ombak dan ayunan.

Wirasa itu tidak dapat dilihat, tetapi dirasakan. Kalau Wiraga, itu adalah karya sastranya. Apakah itu karya sastra berupa kekawin, geguritan, cerita, cerita panjang, puisi, drama dan lainnya. Karena karya sastra itu mempenguruhi drama secara keseluruhan.

Sementara Wirama itu sama dengan alur yang dipakai menggambarkan cerita. ada yang memulai dengan cerita sedih, dilanjutkan dengan gembira, lalu bahagia atau lainnya.

Seni pertunjukan itu akan menjadi bagus, kalau ceritanya bagus. Karena drama tak bisa dipisahkan dengan cerita yang disajikan. Karena itu, wirasa drama, jiwanya ada pada karya sastra yang menjadi hal utama.

“Bali memiliki banyak inspirasi dalam membuat drama, tetapi intinya adalah sering dan rajin membaca teks. Bukan hanya itu saja, tetapi juga membaca situasi dan kondisi. Karena seni itu intinya adalah kejujuran,” kata Mas Ruscitadewi.

Mas Ruscitadewi memaparkan semua itu saat menjadi pemateri pada Workshop Drama Bali Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali (BBB) VI di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provibsi Bali, Sabtu, 3 Januari 2024.

Peserta workshop itu terdiri dari siswa SMA/SMK, penyuluh bahasa Bali, dan masyarakat umum. Mereka tak hanya mendengarkan secara serius, tetapi juga aktif bertanya, sehingga suasana workshop menjadi lebih hiudp. Apalagi, dilanjutkan dengan kegiatan praktek, sehingga sebagain peserta dapat menyaksikan serta merasakan secara langsung.

Mas Ruscitadewi yang bernama lengkap Dr. A.A. Mas Ruscitadewi, M.Phil.H, dalam workshop itu mengatakan, Drama Bali Modern merupakan salah satu seni pertunjukan di Bali.

Drama itu menyajikan seni yang mengangkat cerita melalui jiwa dan raga, seorang pemain drama. Ada dua bidang seni yang terkait dengan pertunjukan drama itu, yakni sastra (cerita) ibaratnya ayah, dan seni pertunjukan itu sebagai ibu.

Kedua itu sangat berkaitan, seperti suami istri. “Drama itu tidak berada di depan atau belakang, tetapi ada di dalam jiwa dan raga pemain,” tegasnya. 

Drama modern itu menggunakan bahasa Bali dalam menyampaijkan pesan, sehingga disebut dengan Drama Bali Modern.

Workshop Drama Bali Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali (BBB) VI di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provibsi Bali, Sabtu, 3 Januari 2024 | Foto: Istimewa

Narasumber lain dalam workshop itu, I Made Sidia, S.Sp.,M.Sn., memaparkan tentang Drama Wayang Modern Bali. Drama wayang itu terdiri dari tradisi sesuai dengan pakem, drama wayang inovasi yang dibuat baru serta drama wayang konetmporer sesuai dengan perkembangan jaman (Bali Jani).

“Kalau membicarakan drama, wayang itu adalah drama. Ketika pertunjukan wayang tradisi ini dimulai dengan wirama, ada yang disajikan dengan menggelegar dan ada pula yang halus,” sebutnya. 

Pertunjukan drama tradisi pada umumnya tanpa naskah. Semua peran dan kisah itu dibagi di belakang panggung. Berbeda dengan drama modern yang memakai naskah. Sementara wayang memakai transkrip.

Wayang tradisi itu biasa memakai kelir 3 atau 5 meter, tetap drama wayang moderm itu menggunakan genre layar seperti film. Drama wayang modern juga didukung dengan alat yang modern, seperti menggunakan lampu sport, proyektor yang kini disebut video mapping.

Untuk meyakinkan para peserta, Dosen Pedalangan ISI Denpasar ini juga menyajikan contoh karya wayang kontemporer yang pernah digarapnya.

Kurator BBB VI, Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum mengatakan, Workshop Drama Bali Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali ini penting diberikan kepada anak-anak, khususnya penggiat seni drama dan teater.

Dengan begitu, mereka bisa membedakan yang mani drama tradisi dan drama modern. Drama Bali modern itu utamanya isinya berbahasa Bali. Namun, semua pementas drama itu tidak murni bisa bahasa Bali.

Sebut saja, ketika menyajikan cerita yang menampilkan tokoh menggambarkan seorang dari Jawa tentu berbeda bahasanya. “Maka itu bahasanya bisa dicampur,” ucapnya.

Demikian pula, kalau tokoh itu orang Bali maka tidak mesti menggunakan bahasa Bali yang standar. Sebab, kalau tokoh itu dari Buleleng maka bisa saja menggunakan bahasa Bali dengan dialek Buleleng, demikian kalau tokohnya orang asing, maka mereka menggunakan bahasa Inggris.

Kalau pun nantinya orang asing itu belajar bahasa Bali, tentu kemampuan sutradara yang akan mengelola dialog itu. “Itulah warna dalam drama Bali modern. Nah, tergantung dari alur cerita dan tokoh-tokohnya termasuk pula settingnya,” katanya.

Lalu, mungkinkah drama Bali modern itu mengambil cerita dari teks tradisi yang diadaptasi menjadi modern. Bentuk teaternya modern, namun bisa mengangkat cerita modern dan bisa pula cerita tradisi yang diadaptasi kekinian. Itulah yang mesti dipahami para peserta workshop, dan terbukti mereka antusias mengikuti.

“Peserta yang hadir sangat kritis. Hal itu bisa dilihat dari petanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Ada yang menanyakan Tokoh Rahawana yang digambarkan boldoser. Itu yang diadaptasi dari dari tradisi ke seni modern,” katanya.

Memang, peserta workshop yang hadir kali ini memang kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sebut saja Rio perwakilan dari penggiat teater di SMA Kota Denpasar menanyakan tentang batasan drama realis dan surealis.

Widi perwakilan dari SMA Gianyar menanyakan apakah dalam pertunjukan seni drama itu bisa memasukan unsur tari yang dominan, apakah nanti tidak seperti sendratari. Lalu Penyulu Bahasa Bali dari Bangli, I Wayan Supardita menegaskan, apa sesungguhnya drama Bali modern itu. [T][Ado]

Drama Sukreni Wang Sistri Listuayu: Bahasa Bali, Populer, Modern, dan Kadar Tradisional
Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Total, Ada yang “Belum Drama”
Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2024drama bahasa baliDrama Bali Moderndrama berbahasa baliMas Ruscitadewisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Anggi Farhans | Aku Adalah Tuan Rumah

Next Post

Dewa Mayura Refreshing dengan Lagu “Lelah Mengalah”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Mayura Refreshing dengan Lagu “Lelah Mengalah”

Dewa Mayura Refreshing dengan Lagu “Lelah Mengalah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co