4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater, Jakarta, dan Impian yang Terwujud

Ni Kadek Putri Santiadi by Ni Kadek Putri Santiadi
December 17, 2023
in Esai
Teater, Jakarta, dan Impian yang Terwujud

Pementasan "Rwa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta | Foto: Ole

“NANTI saya akan datang dengan cara yang berbeda,” kataku ketika ayah mengirimkan foto riuhnya Kota Jakarta. Ada rasa bangga dan iri ketika ayah lebih dulu memijakkan kaki di sana. Kala itu hanya sebuah perbincangan kecil yang aku pikir tak bisa tercipta dalam waktu dekat.

Ya, hanya sekadar membawanya pada jurnal penuh impian saja. Maksudnya, mencatat setiap tempat yang mungkin bisa dikunjungi, membawa setiap mimpi yang pastinya sesuai dengan inginku, dan berkelana dengan pikiran yang penuh imajinasi. Rasanya sulit untuk beranjak dari tanah kelahiran sebab aku harus menelurkan mimpi tanpa campur tangan mereka. Itu sudah menjadi keputusan maka aku harus mencari kesempatan.

Apa yang selanjutnya aku lakukan? Tidak ada. Aku hanya mencatatnya dalam jurnal tanpa pernah membukanya kembali. Kalau bisa ke sana maka caranya berbeda—aku tidak ingin datang jika hanya menjadi wisatawan.

Kotaku sudah indah, tempat rantauku juga megah, dengan penghuni yang ramah. Untuk berpijak sebentar dengan pengalaman melihat gedung tinggi rasanya bukan perihal yang unik. Maka dari itu, aku harus mencari memori yang kekal. Bagiku, kesempatan akan datang saat aku sudah siap menjalaninya, meskipun nantinya banyak hantaman yang perlu aku lawan atau telan.

Gedung-gedung dan suasana jalanan di Jakarta / Foto: Putri Santiadi

Ternyata kalimat itu salah, suatu waktu aku dihubungi oleh seseorang untuk kembali terlibat dalam pertunjukan yang berjudul “Mlancaran ka Sasak” di Komunitas Mahima. Aku menolak karena menyadari keberadaanku bisa diganti oleh siapa pun. Ya, menyerah dikala garis finish setengah hasta. Tetapi ternyata tidak mudah untuk mengatakan jangan sertakan aku, sebab rasanya senang berada di tengah-tengah mereka

Belum sampai beberapa hari, seseorang yang berbeda menghubungiku tengah malam, dengan bicara, “Jangan pikirkan orang lain, kamu berhak ada di sini.” Betapa bimbangnya aku karena segala alasan tidak masuk akal sudah aku ciptakan dan terbaca olehnya. Tanpa berpikir panjang, kembali aku uraikan niat awal kepadanya. Kalian tahu? Mereka menerimaku kembali bahkan melontarkan rencana baru setelah pementasan selesai.

Aku pun kembali berada dalam satu kelompok manusia yang penuh dengan pikiran-pikiran akan kesenian. Kalau dibandingkan dengan mereka, tentu aku tidak ada apa-apanya. Aku hanya gadis kecil yang kalau kata pepatah diketok palu baru jalan. Namun, seiring berjalan waktu aku sadar bahwa tak semua orang harus berkembang dengan seni. Sebab keberadaanku telah menjadi pelengkap, pikirku.

Setelah pementasan itu, goresan pada jurnal terwujud dengan cara berbeda. Apa? Kesempatan pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta? Rasanya baru satu minggu yang  lalu aku mengatakan impian ini pada ayah. Ternyata benar, semua yang sudah tertakar tidak akan tertukar.

Tetapi tidak begitu saja percaya. Berhari-hari aku merasa kesempatan ini belum pantas, aku belum siap, dan ragu menyelimuti setiap waktu berdentang. Pikiran kacau tapi tubuh tetap bergerak untuk berlatih bahkan berusaha meyakini diri bahwa aku tidak kecil. Kalau tidak sekarang maka tidak ada kesempatan lagi, pikirku. Sampai akhirnya aku dan rekan-rekan lain berangkat ke Jakarta. Mengudara yang jauh dengan doa. Jangan takut, kata Ibu.

***

Pada 9 Desember 2023, aku sampai di Jakarta. Aku melihat gedung yang menjulang tinggi dengan suasana riuhnya kota, begitu banyak manusia yang berjalan, bercengkrama, bahkan hanya sekadar duduk di bahu jalan. Ternyata Kota Jakarta tidak memiliki bintang, itu kalimat pertama yang aku tanyakan pada sopir taxi yang mengantarkanku ke tempat penginapan.

Sebenarnya tidak penting dan tidak membutuhkan jawaban, tapi lidahku begitu lincah mengatakannya. Terlihat dari kaca spion, sepertinya ia sedikit kesal karena aku merasa bahagia berada di padatnya jalan Jakarta sedangkan ia harus melanjutkan perjalanan yang melelahkan.

Pementasan “Rwa” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta / Foto: Ole

Kalau dipikir-pikir, aku seperti manusia yang baru bangun dari tidur panjang. Heboh. Kepala bergerak kanan-kiri-kanan-kiri, begitu terus hingga aku melupakan keadaan mabuk perjalanan.

Rasa lelah pun sirna, mungkin terbang bersama dengan angan-anganku. Entahlah, semua itu seperti mimpi.

Dan aku juga tidak menyangkan pada 11 Desember 2023, bersama teman-teman Komunitas Mahima, aku bisa ada di atas kemegahan panggung teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta—bahkan ditonton oleh banyak orang dan mungkin salah satu dari mereka adalah sastrawan terkemuka di Tanah Air.

Ya, seni pertunjukan (teater wayang) berjudul “Rwa” karya Made Adnyana Ole, yang dipentaskan dalam acara “Pentas Karya Komunitas Sastra” persembahan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu,   membawaku pada pengelanaan yang sesuai dengan inginku. Rasa bangga dan haru menyelimuti setiap sela tubuh.

Tim Komunitas Mahima saat pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta / Foto: Mahima

Saat itu, aku melihat panggung TIM begitu sakral dan mempesona. Suara lantunan kidung, narasi, musik, dan gender begitu selaras dipadukan dengan tarian-tarian dan pantulan cahaya dari kain putih yang menciptakan siluet-siluet para pemegang cerita.

Ada lagi, aku bisa berbagi cerita dengan mereka yang berbeda daerah, mengenal budaya lain, bahkan menyaksikan langsung kehebatan-kehebatan mereka. Lebih senang lagi, aku bertemu dengan sastrawan Indonesia, salah satunya Putu Wijaya. Mengenal beliau adalah salah satu impianku dan itu terwujud.

Sudah berapa banyak keberuntunganku? Tak terhitung, bukan? Berawal dari rasa tak percaya, tapi berakhir dengan takjub. Hanya satu, yakinlah tulisan bukan hanya goresan tangan, tapi sebuah mimpi yang bisa terwujud pada waktu yang tepat. Tulis, tulis, dan ciptakan keemasannya.

Terima kasih telah membawaku, membagi cerita, dan menemani setiap prosesku. Semua adalah asa yang terwujud menjadi rasa.[T]

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia
Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima
Antologi Cerpen Singa Raja Berkisah: Cerpen Baik dan Cerpen Baik-Baik
Tags: JakartaKomunitas Mahimaseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Next Post

Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Ni Kadek Putri Santiadi

Ni Kadek Putri Santiadi

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co