4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater, Jakarta, dan Impian yang Terwujud

Ni Kadek Putri Santiadi by Ni Kadek Putri Santiadi
December 17, 2023
in Esai
Teater, Jakarta, dan Impian yang Terwujud

Pementasan "Rwa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta | Foto: Ole

“NANTI saya akan datang dengan cara yang berbeda,” kataku ketika ayah mengirimkan foto riuhnya Kota Jakarta. Ada rasa bangga dan iri ketika ayah lebih dulu memijakkan kaki di sana. Kala itu hanya sebuah perbincangan kecil yang aku pikir tak bisa tercipta dalam waktu dekat.

Ya, hanya sekadar membawanya pada jurnal penuh impian saja. Maksudnya, mencatat setiap tempat yang mungkin bisa dikunjungi, membawa setiap mimpi yang pastinya sesuai dengan inginku, dan berkelana dengan pikiran yang penuh imajinasi. Rasanya sulit untuk beranjak dari tanah kelahiran sebab aku harus menelurkan mimpi tanpa campur tangan mereka. Itu sudah menjadi keputusan maka aku harus mencari kesempatan.

Apa yang selanjutnya aku lakukan? Tidak ada. Aku hanya mencatatnya dalam jurnal tanpa pernah membukanya kembali. Kalau bisa ke sana maka caranya berbeda—aku tidak ingin datang jika hanya menjadi wisatawan.

Kotaku sudah indah, tempat rantauku juga megah, dengan penghuni yang ramah. Untuk berpijak sebentar dengan pengalaman melihat gedung tinggi rasanya bukan perihal yang unik. Maka dari itu, aku harus mencari memori yang kekal. Bagiku, kesempatan akan datang saat aku sudah siap menjalaninya, meskipun nantinya banyak hantaman yang perlu aku lawan atau telan.

Gedung-gedung dan suasana jalanan di Jakarta / Foto: Putri Santiadi

Ternyata kalimat itu salah, suatu waktu aku dihubungi oleh seseorang untuk kembali terlibat dalam pertunjukan yang berjudul “Mlancaran ka Sasak” di Komunitas Mahima. Aku menolak karena menyadari keberadaanku bisa diganti oleh siapa pun. Ya, menyerah dikala garis finish setengah hasta. Tetapi ternyata tidak mudah untuk mengatakan jangan sertakan aku, sebab rasanya senang berada di tengah-tengah mereka

Belum sampai beberapa hari, seseorang yang berbeda menghubungiku tengah malam, dengan bicara, “Jangan pikirkan orang lain, kamu berhak ada di sini.” Betapa bimbangnya aku karena segala alasan tidak masuk akal sudah aku ciptakan dan terbaca olehnya. Tanpa berpikir panjang, kembali aku uraikan niat awal kepadanya. Kalian tahu? Mereka menerimaku kembali bahkan melontarkan rencana baru setelah pementasan selesai.

Aku pun kembali berada dalam satu kelompok manusia yang penuh dengan pikiran-pikiran akan kesenian. Kalau dibandingkan dengan mereka, tentu aku tidak ada apa-apanya. Aku hanya gadis kecil yang kalau kata pepatah diketok palu baru jalan. Namun, seiring berjalan waktu aku sadar bahwa tak semua orang harus berkembang dengan seni. Sebab keberadaanku telah menjadi pelengkap, pikirku.

Setelah pementasan itu, goresan pada jurnal terwujud dengan cara berbeda. Apa? Kesempatan pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta? Rasanya baru satu minggu yang  lalu aku mengatakan impian ini pada ayah. Ternyata benar, semua yang sudah tertakar tidak akan tertukar.

Tetapi tidak begitu saja percaya. Berhari-hari aku merasa kesempatan ini belum pantas, aku belum siap, dan ragu menyelimuti setiap waktu berdentang. Pikiran kacau tapi tubuh tetap bergerak untuk berlatih bahkan berusaha meyakini diri bahwa aku tidak kecil. Kalau tidak sekarang maka tidak ada kesempatan lagi, pikirku. Sampai akhirnya aku dan rekan-rekan lain berangkat ke Jakarta. Mengudara yang jauh dengan doa. Jangan takut, kata Ibu.

***

Pada 9 Desember 2023, aku sampai di Jakarta. Aku melihat gedung yang menjulang tinggi dengan suasana riuhnya kota, begitu banyak manusia yang berjalan, bercengkrama, bahkan hanya sekadar duduk di bahu jalan. Ternyata Kota Jakarta tidak memiliki bintang, itu kalimat pertama yang aku tanyakan pada sopir taxi yang mengantarkanku ke tempat penginapan.

Sebenarnya tidak penting dan tidak membutuhkan jawaban, tapi lidahku begitu lincah mengatakannya. Terlihat dari kaca spion, sepertinya ia sedikit kesal karena aku merasa bahagia berada di padatnya jalan Jakarta sedangkan ia harus melanjutkan perjalanan yang melelahkan.

Pementasan “Rwa” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta / Foto: Ole

Kalau dipikir-pikir, aku seperti manusia yang baru bangun dari tidur panjang. Heboh. Kepala bergerak kanan-kiri-kanan-kiri, begitu terus hingga aku melupakan keadaan mabuk perjalanan.

Rasa lelah pun sirna, mungkin terbang bersama dengan angan-anganku. Entahlah, semua itu seperti mimpi.

Dan aku juga tidak menyangkan pada 11 Desember 2023, bersama teman-teman Komunitas Mahima, aku bisa ada di atas kemegahan panggung teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta—bahkan ditonton oleh banyak orang dan mungkin salah satu dari mereka adalah sastrawan terkemuka di Tanah Air.

Ya, seni pertunjukan (teater wayang) berjudul “Rwa” karya Made Adnyana Ole, yang dipentaskan dalam acara “Pentas Karya Komunitas Sastra” persembahan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu,   membawaku pada pengelanaan yang sesuai dengan inginku. Rasa bangga dan haru menyelimuti setiap sela tubuh.

Tim Komunitas Mahima saat pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta / Foto: Mahima

Saat itu, aku melihat panggung TIM begitu sakral dan mempesona. Suara lantunan kidung, narasi, musik, dan gender begitu selaras dipadukan dengan tarian-tarian dan pantulan cahaya dari kain putih yang menciptakan siluet-siluet para pemegang cerita.

Ada lagi, aku bisa berbagi cerita dengan mereka yang berbeda daerah, mengenal budaya lain, bahkan menyaksikan langsung kehebatan-kehebatan mereka. Lebih senang lagi, aku bertemu dengan sastrawan Indonesia, salah satunya Putu Wijaya. Mengenal beliau adalah salah satu impianku dan itu terwujud.

Sudah berapa banyak keberuntunganku? Tak terhitung, bukan? Berawal dari rasa tak percaya, tapi berakhir dengan takjub. Hanya satu, yakinlah tulisan bukan hanya goresan tangan, tapi sebuah mimpi yang bisa terwujud pada waktu yang tepat. Tulis, tulis, dan ciptakan keemasannya.

Terima kasih telah membawaku, membagi cerita, dan menemani setiap prosesku. Semua adalah asa yang terwujud menjadi rasa.[T]

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia
Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima
Antologi Cerpen Singa Raja Berkisah: Cerpen Baik dan Cerpen Baik-Baik
Tags: JakartaKomunitas Mahimaseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Next Post

Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Ni Kadek Putri Santiadi

Ni Kadek Putri Santiadi

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Museum Adityawarman: Jejak Budaya Minangkabau yang Memukau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co