24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 17, 2023
in Esai
Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan

Suasana menonton dalam Festival Film Kemanusiaan (FFK) di MASH Denpasar

FESTIVAL Film Kemanusiaan (FFK) menjadi panggung inspiratif yang menyoroti dan menggali kedalaman sisi kemanusiaan melalui medium sinematografi.

Dalam festival ini, setiap karya film menjadi cermin yang memantulkan kompleksitas kehidupan manusia, menyajikan kisah-kisah yang menggugah perasaan dan merangsang penonton untuk merenung tentang eksistensi dan nilai-nilai kemanusiaan.

FFK, berfokus pada tema-tema kemanusiaan yang selalu berkelindan dengan isu lingkungan, kesetaraan gender, isu minoritas dan keberagaman.

FFK ini dirancang dan dijalankan oleh Yayasan Kini Media (Minikino), sejak tahun 2022.  Tahun 2023, merupakan FFK yang kedua. Pemutaran yang dilakukan di Mash Denpasar, 15-16 Desember 2023 itu menayangkan film dari Palestine Film Institute (PFI) dan Indonesia.

Penonton yang usyuk dalam Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

FFK bertujuan untuk memantik diskusi mengenai isu kemanusiaan dan menyesuaikannya dengan konteks lokal di Bali dan Indonesia.

Melalui lensa sinematik, festival ini memaparkan realitas kehidupan yang mungkin terabaikan atau terlupakan, membawa penonton untuk menengok sisi kemanusiaan yang seringkali dikesampingkan.

Setiap film menjadi cerita yang mengharukan, menghadirkan gambaran nyata tentang perjuangan, keberanian, dan kelemahan manusia. Dengan begitu, festival ini memberikan penghormatan kepada keberagaman pengalaman manusia di berbagai belahan dunia.

Film dokumenter Mohamed Jabaly dari Norwegia, Palestine misalnya. Film berjudul Ambulance dan berdurasi 80 menit itu berhasil membawa penonton (seperti) terlibat langsung ke dalam situasi yang digambarkan.

Suasana dalam Festival film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Mohamed Jabaly menyuguhkan kisah dari sudut pandang orang pertama tentang perang terakhir di Jalur Gaza pada musim panas 2014 silam.

Dokumenter ini dibuat ketika Jabaly bergabung dengan kru ambulan saat terjadi serangan. Gaza saat itu tampaknya tidak memiliki masa depan. Srangan bertubi-tubi Tidak ada tempat untuk sembunyi.

Begitu juga dengan cerita di baliknya yang masih misteri-meskipun ribuan artikel telah dipublikasikan mengenai kekerasan berulang di Gaza.

Festival Film Kemanusiaan juga memberikan ruang bagi sutradara dan pembuat film untuk mengeksplorasi isu-isu sosial yang mendalam. Dengan menggunakan medium ini, para pembuat film mampu menyampaikan pesan kemanusiaan secara mendalam dan menyentuh hati penonton.

Dengan demikian, festival ini tidak hanya sekadar hiburan visual, tetapi juga sarana untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi kemanusiaan di seluruh dunia.

Panitia memberi sambutan pada Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Seperti You and I. Karya film dokumenter Fanny Chotimah yang berdurasi 72 menit itu bercerita mengenai dua orang sahabat, Kaminah dan Kusdalini, yang jadi tahanan politik.

Pertemuannya boleh dikatakan miris di penjara, walau akhirnya menjadi kisah romantis. Keduanya tidak terpisahkan selama lebih dari setengah abad. Terlepas dari perubahan dalam hidup, mereka menunjukkan indahnya bertambah usia yang memiliki konsistensi.

Tidak hanya sebagai bentuk hiburan, festival ini juga berfungsi sebagai wahana edukasi. Film-film yang diputar tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga memberikan informasi yang berharga tentang kondisi manusia di berbagai belahan dunia.

Dengan demikian, festival ini bukan hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menciptakan kesadaran akan realitas yang mungkin terabaikan.

Dua film oleh sutradara perempuan Wulan Putri dari Trilogi Awyu memberikan pemandangan akan realita yang ibaratnya tidak terjamah. Mama Lihat Awan Jatuh yang berdurasi 45 menit mengambil sudut pandang seorang perempuan-Mama Laurensia Yame dari suku Awyu.

Film ini bercerita soal kerasnya kehidupan. Tanah yang mereka tempati ribuan tahun digusur oleh raksasa sawit.

Keresahan juga tergambar pada film Asu Pemige, Sawa Pemige. Alam film ini secara umum berkisah tentang alihfungsi lahan. Ya, lahan hutan adat yang akan dijadikan ladang sawit.

Keterlibatan tokoh-tokoh utama dalam festival ini menjadi semacam perjalanan emosional bagi penonton. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan kepedihan, kegembiraan, dan keberanian yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam cerita.

Festival Film Kemanusiaan menciptakan pengalaman sinematik yang mengubah perspektif, merangsang pertanyaan, dan mengajak penonton untuk turut serta dalam perjalanan kemanusiaan.

Direktur Festifal Film Kemanusiaan Ahmad Fauzi menyebut keberagaman tema dan sudut pandang dalam festival ini juga menciptakan ruang dialog yang mendalam.

Salah satu film yang diputar dalam Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Penonton diundang untuk menggali pemahaman lebih lanjut tentang pengalaman kemanusiaan dari sudut pandang yang beragam, sehingga mendorong toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

Festival Film Kemanusiaan membuktikan bahwa seni film memiliki kekuatan untuk merajut benang kemanusiaan, mempersatukan berbagai lapisan masyarakat dalam pemahaman yang lebih mendalam.

“Terutama tentang bagaimana kita mesti bersikap dalam penindasan dan ketidakadilan yang tak henti-hentinya terjadi, di Palestina, Papua, Indonesia, dan di batas-batas wilayah lainnya di seluruh dunia. Di mana mereka yang terpinggirkan masih terus bersitegang dengan kuasa yang dominan,” ujarnya.

Dengan demikian, Festival Film Kemanusiaan tidak hanya sekadar ajang pemutaran film, tetapi merupakan perayaan kehidupan dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui cerminan kemanusiaan dalam setiap frame, festival ini memberikan pijakan bagi penonton untuk lebih memahami, menghargai, dan merayakan kehidupan manusia dalam segala kompleksitasnya. [T]

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua
Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8
Festival Film Kemanusiaan: 3 Film Dokumenter di Art-house Cinema MASH Denpasar
“Kadillak dhe Manaferra”, Potret Perlawanan Albania 1975 | Catatan Menonton Minikino Film Week 8
Belajar Bersama Minikino | Apa Saja yang Perlu Diketahui Saat Menulis Ulasan Film Pendek?
Di Pedawa, Minikino Bikin Workshop Film, Agar Anak Muda di Desa Tua itu Kian Kreatif & Eksperimental
Tags: Festival Film KemanusiaanfilmMinikino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

Next Post

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co