14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 17, 2023
in Esai
Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan

Suasana menonton dalam Festival Film Kemanusiaan (FFK) di MASH Denpasar

FESTIVAL Film Kemanusiaan (FFK) menjadi panggung inspiratif yang menyoroti dan menggali kedalaman sisi kemanusiaan melalui medium sinematografi.

Dalam festival ini, setiap karya film menjadi cermin yang memantulkan kompleksitas kehidupan manusia, menyajikan kisah-kisah yang menggugah perasaan dan merangsang penonton untuk merenung tentang eksistensi dan nilai-nilai kemanusiaan.

FFK, berfokus pada tema-tema kemanusiaan yang selalu berkelindan dengan isu lingkungan, kesetaraan gender, isu minoritas dan keberagaman.

FFK ini dirancang dan dijalankan oleh Yayasan Kini Media (Minikino), sejak tahun 2022.  Tahun 2023, merupakan FFK yang kedua. Pemutaran yang dilakukan di Mash Denpasar, 15-16 Desember 2023 itu menayangkan film dari Palestine Film Institute (PFI) dan Indonesia.

Penonton yang usyuk dalam Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

FFK bertujuan untuk memantik diskusi mengenai isu kemanusiaan dan menyesuaikannya dengan konteks lokal di Bali dan Indonesia.

Melalui lensa sinematik, festival ini memaparkan realitas kehidupan yang mungkin terabaikan atau terlupakan, membawa penonton untuk menengok sisi kemanusiaan yang seringkali dikesampingkan.

Setiap film menjadi cerita yang mengharukan, menghadirkan gambaran nyata tentang perjuangan, keberanian, dan kelemahan manusia. Dengan begitu, festival ini memberikan penghormatan kepada keberagaman pengalaman manusia di berbagai belahan dunia.

Film dokumenter Mohamed Jabaly dari Norwegia, Palestine misalnya. Film berjudul Ambulance dan berdurasi 80 menit itu berhasil membawa penonton (seperti) terlibat langsung ke dalam situasi yang digambarkan.

Suasana dalam Festival film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Mohamed Jabaly menyuguhkan kisah dari sudut pandang orang pertama tentang perang terakhir di Jalur Gaza pada musim panas 2014 silam.

Dokumenter ini dibuat ketika Jabaly bergabung dengan kru ambulan saat terjadi serangan. Gaza saat itu tampaknya tidak memiliki masa depan. Srangan bertubi-tubi Tidak ada tempat untuk sembunyi.

Begitu juga dengan cerita di baliknya yang masih misteri-meskipun ribuan artikel telah dipublikasikan mengenai kekerasan berulang di Gaza.

Festival Film Kemanusiaan juga memberikan ruang bagi sutradara dan pembuat film untuk mengeksplorasi isu-isu sosial yang mendalam. Dengan menggunakan medium ini, para pembuat film mampu menyampaikan pesan kemanusiaan secara mendalam dan menyentuh hati penonton.

Dengan demikian, festival ini tidak hanya sekadar hiburan visual, tetapi juga sarana untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi kemanusiaan di seluruh dunia.

Panitia memberi sambutan pada Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Seperti You and I. Karya film dokumenter Fanny Chotimah yang berdurasi 72 menit itu bercerita mengenai dua orang sahabat, Kaminah dan Kusdalini, yang jadi tahanan politik.

Pertemuannya boleh dikatakan miris di penjara, walau akhirnya menjadi kisah romantis. Keduanya tidak terpisahkan selama lebih dari setengah abad. Terlepas dari perubahan dalam hidup, mereka menunjukkan indahnya bertambah usia yang memiliki konsistensi.

Tidak hanya sebagai bentuk hiburan, festival ini juga berfungsi sebagai wahana edukasi. Film-film yang diputar tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga memberikan informasi yang berharga tentang kondisi manusia di berbagai belahan dunia.

Dengan demikian, festival ini bukan hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menciptakan kesadaran akan realitas yang mungkin terabaikan.

Dua film oleh sutradara perempuan Wulan Putri dari Trilogi Awyu memberikan pemandangan akan realita yang ibaratnya tidak terjamah. Mama Lihat Awan Jatuh yang berdurasi 45 menit mengambil sudut pandang seorang perempuan-Mama Laurensia Yame dari suku Awyu.

Film ini bercerita soal kerasnya kehidupan. Tanah yang mereka tempati ribuan tahun digusur oleh raksasa sawit.

Keresahan juga tergambar pada film Asu Pemige, Sawa Pemige. Alam film ini secara umum berkisah tentang alihfungsi lahan. Ya, lahan hutan adat yang akan dijadikan ladang sawit.

Keterlibatan tokoh-tokoh utama dalam festival ini menjadi semacam perjalanan emosional bagi penonton. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan kepedihan, kegembiraan, dan keberanian yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam cerita.

Festival Film Kemanusiaan menciptakan pengalaman sinematik yang mengubah perspektif, merangsang pertanyaan, dan mengajak penonton untuk turut serta dalam perjalanan kemanusiaan.

Direktur Festifal Film Kemanusiaan Ahmad Fauzi menyebut keberagaman tema dan sudut pandang dalam festival ini juga menciptakan ruang dialog yang mendalam.

Salah satu film yang diputar dalam Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Penonton diundang untuk menggali pemahaman lebih lanjut tentang pengalaman kemanusiaan dari sudut pandang yang beragam, sehingga mendorong toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

Festival Film Kemanusiaan membuktikan bahwa seni film memiliki kekuatan untuk merajut benang kemanusiaan, mempersatukan berbagai lapisan masyarakat dalam pemahaman yang lebih mendalam.

“Terutama tentang bagaimana kita mesti bersikap dalam penindasan dan ketidakadilan yang tak henti-hentinya terjadi, di Palestina, Papua, Indonesia, dan di batas-batas wilayah lainnya di seluruh dunia. Di mana mereka yang terpinggirkan masih terus bersitegang dengan kuasa yang dominan,” ujarnya.

Dengan demikian, Festival Film Kemanusiaan tidak hanya sekadar ajang pemutaran film, tetapi merupakan perayaan kehidupan dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui cerminan kemanusiaan dalam setiap frame, festival ini memberikan pijakan bagi penonton untuk lebih memahami, menghargai, dan merayakan kehidupan manusia dalam segala kompleksitasnya. [T]

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua
Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8
Festival Film Kemanusiaan: 3 Film Dokumenter di Art-house Cinema MASH Denpasar
“Kadillak dhe Manaferra”, Potret Perlawanan Albania 1975 | Catatan Menonton Minikino Film Week 8
Belajar Bersama Minikino | Apa Saja yang Perlu Diketahui Saat Menulis Ulasan Film Pendek?
Di Pedawa, Minikino Bikin Workshop Film, Agar Anak Muda di Desa Tua itu Kian Kreatif & Eksperimental
Tags: Festival Film KemanusiaanfilmMinikino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

Next Post

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co