4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 17, 2023
in Esai
Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan

Suasana menonton dalam Festival Film Kemanusiaan (FFK) di MASH Denpasar

FESTIVAL Film Kemanusiaan (FFK) menjadi panggung inspiratif yang menyoroti dan menggali kedalaman sisi kemanusiaan melalui medium sinematografi.

Dalam festival ini, setiap karya film menjadi cermin yang memantulkan kompleksitas kehidupan manusia, menyajikan kisah-kisah yang menggugah perasaan dan merangsang penonton untuk merenung tentang eksistensi dan nilai-nilai kemanusiaan.

FFK, berfokus pada tema-tema kemanusiaan yang selalu berkelindan dengan isu lingkungan, kesetaraan gender, isu minoritas dan keberagaman.

FFK ini dirancang dan dijalankan oleh Yayasan Kini Media (Minikino), sejak tahun 2022.  Tahun 2023, merupakan FFK yang kedua. Pemutaran yang dilakukan di Mash Denpasar, 15-16 Desember 2023 itu menayangkan film dari Palestine Film Institute (PFI) dan Indonesia.

Penonton yang usyuk dalam Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

FFK bertujuan untuk memantik diskusi mengenai isu kemanusiaan dan menyesuaikannya dengan konteks lokal di Bali dan Indonesia.

Melalui lensa sinematik, festival ini memaparkan realitas kehidupan yang mungkin terabaikan atau terlupakan, membawa penonton untuk menengok sisi kemanusiaan yang seringkali dikesampingkan.

Setiap film menjadi cerita yang mengharukan, menghadirkan gambaran nyata tentang perjuangan, keberanian, dan kelemahan manusia. Dengan begitu, festival ini memberikan penghormatan kepada keberagaman pengalaman manusia di berbagai belahan dunia.

Film dokumenter Mohamed Jabaly dari Norwegia, Palestine misalnya. Film berjudul Ambulance dan berdurasi 80 menit itu berhasil membawa penonton (seperti) terlibat langsung ke dalam situasi yang digambarkan.

Suasana dalam Festival film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Mohamed Jabaly menyuguhkan kisah dari sudut pandang orang pertama tentang perang terakhir di Jalur Gaza pada musim panas 2014 silam.

Dokumenter ini dibuat ketika Jabaly bergabung dengan kru ambulan saat terjadi serangan. Gaza saat itu tampaknya tidak memiliki masa depan. Srangan bertubi-tubi Tidak ada tempat untuk sembunyi.

Begitu juga dengan cerita di baliknya yang masih misteri-meskipun ribuan artikel telah dipublikasikan mengenai kekerasan berulang di Gaza.

Festival Film Kemanusiaan juga memberikan ruang bagi sutradara dan pembuat film untuk mengeksplorasi isu-isu sosial yang mendalam. Dengan menggunakan medium ini, para pembuat film mampu menyampaikan pesan kemanusiaan secara mendalam dan menyentuh hati penonton.

Dengan demikian, festival ini tidak hanya sekadar hiburan visual, tetapi juga sarana untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi kemanusiaan di seluruh dunia.

Panitia memberi sambutan pada Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Seperti You and I. Karya film dokumenter Fanny Chotimah yang berdurasi 72 menit itu bercerita mengenai dua orang sahabat, Kaminah dan Kusdalini, yang jadi tahanan politik.

Pertemuannya boleh dikatakan miris di penjara, walau akhirnya menjadi kisah romantis. Keduanya tidak terpisahkan selama lebih dari setengah abad. Terlepas dari perubahan dalam hidup, mereka menunjukkan indahnya bertambah usia yang memiliki konsistensi.

Tidak hanya sebagai bentuk hiburan, festival ini juga berfungsi sebagai wahana edukasi. Film-film yang diputar tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga memberikan informasi yang berharga tentang kondisi manusia di berbagai belahan dunia.

Dengan demikian, festival ini bukan hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menciptakan kesadaran akan realitas yang mungkin terabaikan.

Dua film oleh sutradara perempuan Wulan Putri dari Trilogi Awyu memberikan pemandangan akan realita yang ibaratnya tidak terjamah. Mama Lihat Awan Jatuh yang berdurasi 45 menit mengambil sudut pandang seorang perempuan-Mama Laurensia Yame dari suku Awyu.

Film ini bercerita soal kerasnya kehidupan. Tanah yang mereka tempati ribuan tahun digusur oleh raksasa sawit.

Keresahan juga tergambar pada film Asu Pemige, Sawa Pemige. Alam film ini secara umum berkisah tentang alihfungsi lahan. Ya, lahan hutan adat yang akan dijadikan ladang sawit.

Keterlibatan tokoh-tokoh utama dalam festival ini menjadi semacam perjalanan emosional bagi penonton. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan kepedihan, kegembiraan, dan keberanian yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam cerita.

Festival Film Kemanusiaan menciptakan pengalaman sinematik yang mengubah perspektif, merangsang pertanyaan, dan mengajak penonton untuk turut serta dalam perjalanan kemanusiaan.

Direktur Festifal Film Kemanusiaan Ahmad Fauzi menyebut keberagaman tema dan sudut pandang dalam festival ini juga menciptakan ruang dialog yang mendalam.

Salah satu film yang diputar dalam Festival Film Kemanusiaan di MASH Denpasar

Penonton diundang untuk menggali pemahaman lebih lanjut tentang pengalaman kemanusiaan dari sudut pandang yang beragam, sehingga mendorong toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

Festival Film Kemanusiaan membuktikan bahwa seni film memiliki kekuatan untuk merajut benang kemanusiaan, mempersatukan berbagai lapisan masyarakat dalam pemahaman yang lebih mendalam.

“Terutama tentang bagaimana kita mesti bersikap dalam penindasan dan ketidakadilan yang tak henti-hentinya terjadi, di Palestina, Papua, Indonesia, dan di batas-batas wilayah lainnya di seluruh dunia. Di mana mereka yang terpinggirkan masih terus bersitegang dengan kuasa yang dominan,” ujarnya.

Dengan demikian, Festival Film Kemanusiaan tidak hanya sekadar ajang pemutaran film, tetapi merupakan perayaan kehidupan dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui cerminan kemanusiaan dalam setiap frame, festival ini memberikan pijakan bagi penonton untuk lebih memahami, menghargai, dan merayakan kehidupan manusia dalam segala kompleksitasnya. [T]

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua
Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8
Festival Film Kemanusiaan: 3 Film Dokumenter di Art-house Cinema MASH Denpasar
“Kadillak dhe Manaferra”, Potret Perlawanan Albania 1975 | Catatan Menonton Minikino Film Week 8
Belajar Bersama Minikino | Apa Saja yang Perlu Diketahui Saat Menulis Ulasan Film Pendek?
Di Pedawa, Minikino Bikin Workshop Film, Agar Anak Muda di Desa Tua itu Kian Kreatif & Eksperimental
Tags: Festival Film KemanusiaanfilmMinikino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

Next Post

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co