4 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ari Suandiyasa, Bermula Bankir Kini Peternak Sukses

tatkala by tatkala
December 7, 2023
in Khas
Ari Suandiyasa, Bermula Bankir Kini Peternak Sukses

Ari Suandiyasa, Bermula Bankir Kini Peternak Sukses

Penulis: Ketut Novi Suarningsih

SEORANG pria berperawakan sedang, tampak sibuk beraktivitas di sebuah kandang ayam di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng. Tangan kanannya membawa sebuah ember yang berisi pakan ayam, dan sia kemudian menuangkan konsentrat ke dalam pan feeder – wadah pakan ayam.

Pria itu adalah I Gede Ari Suandiyasa, 35. Pria yang mukim di Banjar Alas Harum, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan itu merupakan mantan bankir. Namun kini dia memilih menjadi pengusaha ternak khusus ayam pejantan.

Ari sebenarnya mengawali karir seorang bankir pada 2011. Saat usianya baru menginjak 22 tahun, dia diterima sebagai karyawan di salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pekerjaan itu menjadi idaman bagi banyak orang.

Hanya dalam kurun waktu setahun, dia mendapat promosi. Ari bertanggungjawab terhadap kredit dan tunggakan. Namun dia hanya mampu bekerja selama tiga tahun. Ari merasa pekerjaan sebagai bankir bukan hasratnya. Dia memilih mengundurkan diri pada 2014 dan memulai usaha peternakan.

Ari mengisahkan hasratnya menjadi pengusaha sebenarnya bermula saat ia bekerja sebagai karyawan bank. Tatkala itu ia bertugas melakukan survei lapangan calon penerima kredit. Beberapa pengusaha ia temui. Mulai dari pedagang, peternak babi, peternak lele, peternak ayam boiler, serta pengusaha ternak ayam pejantan.

Ia mengaku sempat bertemu dengan pengusaha ternak asal Desa Julah. Ia takjub karena melihat pengusaha ternak itu menghasilkan cuan Rp 2 juta per jam.

“Saya berpikir usaha gini enak nih. Sempat beberapa kali juga ngobrol dengan pengusaha itu, akhirnya saya memantapkan diri memulai usaha ini,”  ujar Ari saat ditemui di rumah peternak itu pada tanggal 13 Desember 2013.

Mengawali usaha bukan perkara mudah. Dia meminta restu kepada orang tuanya untuk memulai usaha peternakan ayam. Padahal saat itu Ari sudah bekerja sebagai karyawan pada bank BUMN. Ia pun berusaha meyakinkan orang tuanya bahwa menjadi wirausaha tak kalah menjanjikan.

Berbekal restu orang tua, dia pun mengawali usahanya. Dia membuat sebuah kandang khusus ayam pejantan dengan kapasitas seribu ekor ayam. Pria kelahiran Buleleng itu memutuskan bermitra dengan Wayan Nadi, seorang pengusaha ternak ayam asal Desa Julah, Kecamatan Tejakula. Tak main-main, dia mengawali usahanya dengan memelihara seribu ekor ayam.

Setahun berselang dia melakukan ekspansi kandang peternakan. Jumlah ayam yang dipelihara mencapai 7.000 ekor. Sebanyak 4.000 ekor dipelihara di dalam kandang berukuran 25×7 meter. Sementara 3.000 ekor lainnya dipelihara di dalam kandang berukuran 15×6 meter. Tatkala itu ia mampu mempekerjakan empat orang karyawan.

Sayangnya hari apes tidak pernah muncul di kalender. Pada 2019, dia rugi bandar. Ayam-ayam peliharaannya mati gegara cuaca ekstrem dan serangan virus gumboro. Ribuan ekor ayam tak berhasil diselamatkan. Total kerugian tatkala itu diperkirakan mencapai Rp 105 juta.

Rugi besar tidak membuat ia patah arang. “Prinsip saya antara menang dan kalah, jika saya tidak melanjutkan sudah pasti saya kalah,” ujar putra pertama dari pasangan (alm.) Gede Trisandi dan Ketut Armini itu.

Dia kemudian mengubah konsep kandang. Kini kandang ternaknya menggunakan konsep close house. Artinya kandang itu tertutup rapat. Tidak ada udara yang keluar masuk kandang secara bebas. Sirkulasi udara di kandang dengan menggunakan sistem blower. “Suhu kita yang atur sendiri,” jelas Ari.

Semenjak kerugian besar pada 2019 silam, Ari membenahi pondasi usahanya. Kini hanya 700 ekor ayam pejantan yang ia pelihara. Ratusan ekor ayam itu ia pelihara pada kandang berukuran 8×3 meter. Dalam sebulan ia mengklaim mengantongi omzet hingga Rp 10,5 juta.

Selain sibuk mengurus bisnisnya, Ari juga menggagas terbentuknya Kelompok Tani Ternak Milenial Bungkulan. Rekan-rekannya yang bergelut di Karang Taruna, diajak terlibat sebagai wirausahawan. Tak dinyana inisiatif itu mendapat perhatian dari Bank Indonesia.

Melihat potensi luas lahan dan usia pemuda di Desa Bungkulan, ia optimistis bila generasi muda di desanya bisa menjadi seorang wirausaha dan membuka lapangan kerja. Caranya dengan mengaplikasikan konsep digital farming.

Melalui konsep ini, peternak hanya perlu menggunakan aplikasi di smartphone untuk mengontrol suhu kandang dan vitalitas ternak. Bahkan tumbuh kembang ternak bisa dipantau melalui ponsel. [T][***]

Catatan:

  • Ketut Novi Suarningsih, mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Artikel ini adalah bagian dari tugas kuliah mahasiswa Prodi Komunikasi Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja
Dayu Kade Made, Penjaga Eksistensi Jaja Bali di Pasar Banyuasri
Luh Wisaeni, 20 Tahun Menjual Mengguh Khas Desa Les, Tejakula
Wihara Giri Manggala: Menyatukan Kearifan Hindu dan Buddha
Mengenal Unik dan Kerasnya Silat Depok dari Gede Regeg di Desa Padangbulia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyimak Bunyi-bunyian Karya Manusia dan Kecerdasan Buatan dalam konser Artificial Intelligence

Next Post

Kisah di Balik Tradisi Mabuu-buu di Desa Adat Penarukan, Buleleng

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails
Next Post
Kisah di Balik Tradisi Mabuu-buu di Desa Adat Penarukan, Buleleng

Kisah di Balik Tradisi Mabuu-buu di Desa Adat Penarukan, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot
Ulas Pentas

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

by Asmaran Dani
September 4, 2026
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja
Kuliner

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif
Ulas Rupa

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

by Hartanto
September 3, 2026
Gol versus Gul
Bahasa

Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

by I Made Sudiana
September 3, 2026
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana
Ulas Rupa

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

by I Wayan Westa
September 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co