1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Doa Bersama Desa Sumberklampok: Mengenang Perjuangan dan Memupuk Rasa Kebersamaan Umat Beragama

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
November 9, 2023
in Khas
Tradisi Doa Bersama Desa Sumberklampok: Mengenang Perjuangan dan Memupuk Rasa Kebersamaan Umat Beragama

Suasana kebersamaan antarumat beragama di acara doa bersama Desa Sumberklampok | Foto: Kadek Sri

PULUHAN orang mulai memadati areal balai banjar Desa Sumberklampok yang terletak di sebelah kiri sebuah pura yang memiliki sejarah panjang dan sangat sarat akan maknanya itu. Pura itu bernama Pura Perjuangan, dibangun masyarakat Sumberklampok—khususnya masyarakat Hindu dan Muslim—pada tahun 1991. Di area itulah, semenjak Pura Perjuangan dibangun, selalu diselenggarakan doa bersama antarumat beragama.

Doa bersama antara umat Hindu dan Muslim merupakan sebuah tradisi unik dan sangat menarik di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi ini berlangsung setiap satu tahun sekali, bertepatan dengan hari ulang tahun Desa Sumberklampok, yaitu pada tanggal 7 November.

Dan tahun ini, pada hari Selasa (7/11/2023) kemarin, telah dilangsungkan kembali tradisi doa bersama tersebut dengan mengundang Pj Bupati Buleleng, yang pada saat itu diwakili oleh staf ahli teknis, kemudian DPRD dapil Gerokgak, para tokoh ulama dari agama Islam, dan para pemangku atau pinandita sebagai tokoh agama Hindu.

Uniknya, doa bersama antara umat Hindu dan Muslim Sumberklampok itu dilakukan dalam satu tempat, yaitu di balai banjar desa. Ketika melangsungkan doa bersama, mereka melakukan proses persembahyangan sesuai dengan agamanya masing-masing.

Umat Hindu melakukan persembahyangan di areal pura sebelah kanan balai banjar, sedangkan umat Muslim melakukan doa bersama di sebelah kiri balai banjar, sesuai dengan keyakinan mereka.

Umat Hindu Sumberklampok saat melakukan doa bersama / Foto: Kadek Sri

Sebelum acara doa bersama diselenggarakan, umat Muslim dan Hindu Sumberklampok terlihat sangat antusias, mereka saling membantu dalam mempersiapkan tempat persembahyangan yang akan digunakan. Mulai dari bersih-bersih di area balai banjar, pemasangan wastra putih-kuning pada pelinggih pura, hingga pembuatan dan pendirian terop tenda untuk umat Muslim supaya nyaman saat melangsungkan doa bersama.

Sungguh, hal ini merupakan sebuah momen yang sangat unik dan menarik. Di tengah isu perselisihan umat beragama di Indonesia, umat Hindu dan Muslim Sumberklampok membuktikan bahwa antarumat beragama dapat melakukan kewajiban, menyembah dan memuja Tuhan yang Maha Esa secara berdampingan.

Bahkan, di tempat yang sama, mereka tidak merasa terusik satu sama lain; proses yang berbeda tidak menjadi masalah karena tujuan mereka sama, yaitu untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Sumberklampok.

“Pada tahun 1990, Desa Sumberklampok hampir dihapus atau dikosongkan oleh gubernur dalam kurun waktu 3 bulan, sehingga seluruh masyarakat desa berkumpul dan melakukan doa bersama di tempat yang sekarang menjadi Pura Perjuangan ini. Orang tua kami dulu memohon kepada Tuhan yang Maha Esa, agar perkara pengosongan desa dapat dibatalkan,” ujar Kelian Adat Desa Sumberklampok, I Putu Artana.

Umat Muslim Sumberklampok saat melakukan doa bersama / Foto: Kadek Sri

Dahulu, masyarakat Desa Sumberklampok, baik agama Hindu maupun Muslim, dengan semangat terus memperjuangkan daerahnya. Hingga pada tahun 2000 perjuangan mereka tidak sia-sia, membuahkan hasil sesuai dengan harapan, Desa Sumberklampok akhirnya menjadi desa definitif.

Penataan desa dilakukan pada tahun 2000 hingga tahun 2010. Kemudian, doa bersama yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetap dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga kesatuan masyarakat desa yang kira-kira 60%-nya merupakan masyarakat Hindu dan 40% masyarakat Muslim.

Sebagai Bentuk Pengingat

Dalam prosesi doa bersama yang dilakukan di Pura Perjuangan, masyarakat dari kedua agama tersebut dipimpin oleh pemimpin agama masing-masing. Ustaz untuk Muslim dan pemangku adat desa untuk yang Hindu.

Iring-iringan gamelan tradisional khas Bali dan gendang khas umat Muslim saling bersahutan sesaat sebelum upacara doa bersama dilakukan. Hingga pada saat acara utama, doa bersama sedang berlangsung, masyarakat mengikutinya dengan penuh khidmat.

Menurut I Wayan Sawitra Yasa, Perbekel Desa Sumberklampok, pelaksanaan doa bersama ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa perjuangan tokoh terdahulu dalam memperjuangkan keberadaan desa hingga sampai seperti saat ini sangatlah panjang dan tidak dapat dianggap remeh.

“Keberanian yang sangat luar biasa itu hendaknya dapat menjadi cerminan untuk para anak muda agar bisa menjadi generasi yang berani menyuarakan pendapat demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Pada dasarnya, keberanian dalam menyuarakan pendapat sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi, jika hal tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas. Keberanian dan semangat perjuangan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Sumberklampok terdahulu sangat bagus untuk dijadikan contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia—walaupun berbeda agama, suku maupun ras, tetapi tidak menyurutkan semangat kebersamaan.

Suasana kebersamaan antarumat beragama di acara doa bersama Desa Sumberklampok / Foto: Kadek Sri

Tak hanya kepala desa, salah seorang tokoh Muslim yang sekaligus menjabat sebagai sekretaris BPD Sumberklampok, Rahabit, juga mengharapkan hal yang sama.

Katanya, sebagai penerus tradisi doa bersama yang telah ada sejak zaman dahulu, ia berharap momen-momen kebersamaan seperti ini tetap dilaksanakan sampai kapan pun. Artinya tidak hanya berhenti sampai saat ini, akan tetapi dapat terus berlanjut hingga ke generasi yang akan datang.

“Karena doa bersama ini memiliki makna yang sangat dalam terhadap perjuangan pendahulu desa kami” ujar Rahabit.

Selain untuk memperingati dan mengenang perjuangan masyarakat desa terdahulu dalam memperjuangkan tanah, doa bersama tetap dilakukan tiap satu tahun sekali dengan tujuan memupuk toleransi antarumat beragama di Desa Sumberklampok dan sebagai wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Perjuangan yang telah dilakukan orang-orang terdahulu menemui banyak rintangan, lika-liku, dan permasalahan yang dihadapi, sehingga melalui doa bersama tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya rasa saling menghargai dan menghormati untuk mencapai tujuan bersama.[T]

Reporter: Kadek Sri Widiastuti
Penulis: Kadek Sri Widiastuti
Editor: Jaswanto

Kabar Baik dari Sumberklampok: Habis Bersitegang, Terbitlah Kerukunan
3 Berita Baik dari Buleleng Barat, Setelah Ribut-ribut Nyepi di Sumberklampok
Tags: Desa SumberklampokGerokgakhinduIslam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas

Next Post

Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co