22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Doa Bersama Desa Sumberklampok: Mengenang Perjuangan dan Memupuk Rasa Kebersamaan Umat Beragama

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
November 9, 2023
in Khas
Tradisi Doa Bersama Desa Sumberklampok: Mengenang Perjuangan dan Memupuk Rasa Kebersamaan Umat Beragama

Suasana kebersamaan antarumat beragama di acara doa bersama Desa Sumberklampok | Foto: Kadek Sri

PULUHAN orang mulai memadati areal balai banjar Desa Sumberklampok yang terletak di sebelah kiri sebuah pura yang memiliki sejarah panjang dan sangat sarat akan maknanya itu. Pura itu bernama Pura Perjuangan, dibangun masyarakat Sumberklampok—khususnya masyarakat Hindu dan Muslim—pada tahun 1991. Di area itulah, semenjak Pura Perjuangan dibangun, selalu diselenggarakan doa bersama antarumat beragama.

Doa bersama antara umat Hindu dan Muslim merupakan sebuah tradisi unik dan sangat menarik di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi ini berlangsung setiap satu tahun sekali, bertepatan dengan hari ulang tahun Desa Sumberklampok, yaitu pada tanggal 7 November.

Dan tahun ini, pada hari Selasa (7/11/2023) kemarin, telah dilangsungkan kembali tradisi doa bersama tersebut dengan mengundang Pj Bupati Buleleng, yang pada saat itu diwakili oleh staf ahli teknis, kemudian DPRD dapil Gerokgak, para tokoh ulama dari agama Islam, dan para pemangku atau pinandita sebagai tokoh agama Hindu.

Uniknya, doa bersama antara umat Hindu dan Muslim Sumberklampok itu dilakukan dalam satu tempat, yaitu di balai banjar desa. Ketika melangsungkan doa bersama, mereka melakukan proses persembahyangan sesuai dengan agamanya masing-masing.

Umat Hindu melakukan persembahyangan di areal pura sebelah kanan balai banjar, sedangkan umat Muslim melakukan doa bersama di sebelah kiri balai banjar, sesuai dengan keyakinan mereka.

Umat Hindu Sumberklampok saat melakukan doa bersama / Foto: Kadek Sri

Sebelum acara doa bersama diselenggarakan, umat Muslim dan Hindu Sumberklampok terlihat sangat antusias, mereka saling membantu dalam mempersiapkan tempat persembahyangan yang akan digunakan. Mulai dari bersih-bersih di area balai banjar, pemasangan wastra putih-kuning pada pelinggih pura, hingga pembuatan dan pendirian terop tenda untuk umat Muslim supaya nyaman saat melangsungkan doa bersama.

Sungguh, hal ini merupakan sebuah momen yang sangat unik dan menarik. Di tengah isu perselisihan umat beragama di Indonesia, umat Hindu dan Muslim Sumberklampok membuktikan bahwa antarumat beragama dapat melakukan kewajiban, menyembah dan memuja Tuhan yang Maha Esa secara berdampingan.

Bahkan, di tempat yang sama, mereka tidak merasa terusik satu sama lain; proses yang berbeda tidak menjadi masalah karena tujuan mereka sama, yaitu untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Sumberklampok.

“Pada tahun 1990, Desa Sumberklampok hampir dihapus atau dikosongkan oleh gubernur dalam kurun waktu 3 bulan, sehingga seluruh masyarakat desa berkumpul dan melakukan doa bersama di tempat yang sekarang menjadi Pura Perjuangan ini. Orang tua kami dulu memohon kepada Tuhan yang Maha Esa, agar perkara pengosongan desa dapat dibatalkan,” ujar Kelian Adat Desa Sumberklampok, I Putu Artana.

Umat Muslim Sumberklampok saat melakukan doa bersama / Foto: Kadek Sri

Dahulu, masyarakat Desa Sumberklampok, baik agama Hindu maupun Muslim, dengan semangat terus memperjuangkan daerahnya. Hingga pada tahun 2000 perjuangan mereka tidak sia-sia, membuahkan hasil sesuai dengan harapan, Desa Sumberklampok akhirnya menjadi desa definitif.

Penataan desa dilakukan pada tahun 2000 hingga tahun 2010. Kemudian, doa bersama yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetap dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga kesatuan masyarakat desa yang kira-kira 60%-nya merupakan masyarakat Hindu dan 40% masyarakat Muslim.

Sebagai Bentuk Pengingat

Dalam prosesi doa bersama yang dilakukan di Pura Perjuangan, masyarakat dari kedua agama tersebut dipimpin oleh pemimpin agama masing-masing. Ustaz untuk Muslim dan pemangku adat desa untuk yang Hindu.

Iring-iringan gamelan tradisional khas Bali dan gendang khas umat Muslim saling bersahutan sesaat sebelum upacara doa bersama dilakukan. Hingga pada saat acara utama, doa bersama sedang berlangsung, masyarakat mengikutinya dengan penuh khidmat.

Menurut I Wayan Sawitra Yasa, Perbekel Desa Sumberklampok, pelaksanaan doa bersama ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa perjuangan tokoh terdahulu dalam memperjuangkan keberadaan desa hingga sampai seperti saat ini sangatlah panjang dan tidak dapat dianggap remeh.

“Keberanian yang sangat luar biasa itu hendaknya dapat menjadi cerminan untuk para anak muda agar bisa menjadi generasi yang berani menyuarakan pendapat demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Pada dasarnya, keberanian dalam menyuarakan pendapat sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi, jika hal tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas. Keberanian dan semangat perjuangan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Sumberklampok terdahulu sangat bagus untuk dijadikan contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia—walaupun berbeda agama, suku maupun ras, tetapi tidak menyurutkan semangat kebersamaan.

Suasana kebersamaan antarumat beragama di acara doa bersama Desa Sumberklampok / Foto: Kadek Sri

Tak hanya kepala desa, salah seorang tokoh Muslim yang sekaligus menjabat sebagai sekretaris BPD Sumberklampok, Rahabit, juga mengharapkan hal yang sama.

Katanya, sebagai penerus tradisi doa bersama yang telah ada sejak zaman dahulu, ia berharap momen-momen kebersamaan seperti ini tetap dilaksanakan sampai kapan pun. Artinya tidak hanya berhenti sampai saat ini, akan tetapi dapat terus berlanjut hingga ke generasi yang akan datang.

“Karena doa bersama ini memiliki makna yang sangat dalam terhadap perjuangan pendahulu desa kami” ujar Rahabit.

Selain untuk memperingati dan mengenang perjuangan masyarakat desa terdahulu dalam memperjuangkan tanah, doa bersama tetap dilakukan tiap satu tahun sekali dengan tujuan memupuk toleransi antarumat beragama di Desa Sumberklampok dan sebagai wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Perjuangan yang telah dilakukan orang-orang terdahulu menemui banyak rintangan, lika-liku, dan permasalahan yang dihadapi, sehingga melalui doa bersama tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya rasa saling menghargai dan menghormati untuk mencapai tujuan bersama.[T]

Reporter: Kadek Sri Widiastuti
Penulis: Kadek Sri Widiastuti
Editor: Jaswanto

Kabar Baik dari Sumberklampok: Habis Bersitegang, Terbitlah Kerukunan
3 Berita Baik dari Buleleng Barat, Setelah Ribut-ribut Nyepi di Sumberklampok
Tags: Desa SumberklampokGerokgakhinduIslam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas

Next Post

Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co