11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Doa Bersama Desa Sumberklampok: Mengenang Perjuangan dan Memupuk Rasa Kebersamaan Umat Beragama

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
November 9, 2023
in Khas
Tradisi Doa Bersama Desa Sumberklampok: Mengenang Perjuangan dan Memupuk Rasa Kebersamaan Umat Beragama

Suasana kebersamaan antarumat beragama di acara doa bersama Desa Sumberklampok | Foto: Kadek Sri

PULUHAN orang mulai memadati areal balai banjar Desa Sumberklampok yang terletak di sebelah kiri sebuah pura yang memiliki sejarah panjang dan sangat sarat akan maknanya itu. Pura itu bernama Pura Perjuangan, dibangun masyarakat Sumberklampok—khususnya masyarakat Hindu dan Muslim—pada tahun 1991. Di area itulah, semenjak Pura Perjuangan dibangun, selalu diselenggarakan doa bersama antarumat beragama.

Doa bersama antara umat Hindu dan Muslim merupakan sebuah tradisi unik dan sangat menarik di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi ini berlangsung setiap satu tahun sekali, bertepatan dengan hari ulang tahun Desa Sumberklampok, yaitu pada tanggal 7 November.

Dan tahun ini, pada hari Selasa (7/11/2023) kemarin, telah dilangsungkan kembali tradisi doa bersama tersebut dengan mengundang Pj Bupati Buleleng, yang pada saat itu diwakili oleh staf ahli teknis, kemudian DPRD dapil Gerokgak, para tokoh ulama dari agama Islam, dan para pemangku atau pinandita sebagai tokoh agama Hindu.

Uniknya, doa bersama antara umat Hindu dan Muslim Sumberklampok itu dilakukan dalam satu tempat, yaitu di balai banjar desa. Ketika melangsungkan doa bersama, mereka melakukan proses persembahyangan sesuai dengan agamanya masing-masing.

Umat Hindu melakukan persembahyangan di areal pura sebelah kanan balai banjar, sedangkan umat Muslim melakukan doa bersama di sebelah kiri balai banjar, sesuai dengan keyakinan mereka.

Umat Hindu Sumberklampok saat melakukan doa bersama / Foto: Kadek Sri

Sebelum acara doa bersama diselenggarakan, umat Muslim dan Hindu Sumberklampok terlihat sangat antusias, mereka saling membantu dalam mempersiapkan tempat persembahyangan yang akan digunakan. Mulai dari bersih-bersih di area balai banjar, pemasangan wastra putih-kuning pada pelinggih pura, hingga pembuatan dan pendirian terop tenda untuk umat Muslim supaya nyaman saat melangsungkan doa bersama.

Sungguh, hal ini merupakan sebuah momen yang sangat unik dan menarik. Di tengah isu perselisihan umat beragama di Indonesia, umat Hindu dan Muslim Sumberklampok membuktikan bahwa antarumat beragama dapat melakukan kewajiban, menyembah dan memuja Tuhan yang Maha Esa secara berdampingan.

Bahkan, di tempat yang sama, mereka tidak merasa terusik satu sama lain; proses yang berbeda tidak menjadi masalah karena tujuan mereka sama, yaitu untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Sumberklampok.

“Pada tahun 1990, Desa Sumberklampok hampir dihapus atau dikosongkan oleh gubernur dalam kurun waktu 3 bulan, sehingga seluruh masyarakat desa berkumpul dan melakukan doa bersama di tempat yang sekarang menjadi Pura Perjuangan ini. Orang tua kami dulu memohon kepada Tuhan yang Maha Esa, agar perkara pengosongan desa dapat dibatalkan,” ujar Kelian Adat Desa Sumberklampok, I Putu Artana.

Umat Muslim Sumberklampok saat melakukan doa bersama / Foto: Kadek Sri

Dahulu, masyarakat Desa Sumberklampok, baik agama Hindu maupun Muslim, dengan semangat terus memperjuangkan daerahnya. Hingga pada tahun 2000 perjuangan mereka tidak sia-sia, membuahkan hasil sesuai dengan harapan, Desa Sumberklampok akhirnya menjadi desa definitif.

Penataan desa dilakukan pada tahun 2000 hingga tahun 2010. Kemudian, doa bersama yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetap dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga kesatuan masyarakat desa yang kira-kira 60%-nya merupakan masyarakat Hindu dan 40% masyarakat Muslim.

Sebagai Bentuk Pengingat

Dalam prosesi doa bersama yang dilakukan di Pura Perjuangan, masyarakat dari kedua agama tersebut dipimpin oleh pemimpin agama masing-masing. Ustaz untuk Muslim dan pemangku adat desa untuk yang Hindu.

Iring-iringan gamelan tradisional khas Bali dan gendang khas umat Muslim saling bersahutan sesaat sebelum upacara doa bersama dilakukan. Hingga pada saat acara utama, doa bersama sedang berlangsung, masyarakat mengikutinya dengan penuh khidmat.

Menurut I Wayan Sawitra Yasa, Perbekel Desa Sumberklampok, pelaksanaan doa bersama ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa perjuangan tokoh terdahulu dalam memperjuangkan keberadaan desa hingga sampai seperti saat ini sangatlah panjang dan tidak dapat dianggap remeh.

“Keberanian yang sangat luar biasa itu hendaknya dapat menjadi cerminan untuk para anak muda agar bisa menjadi generasi yang berani menyuarakan pendapat demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Pada dasarnya, keberanian dalam menyuarakan pendapat sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi, jika hal tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas. Keberanian dan semangat perjuangan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Sumberklampok terdahulu sangat bagus untuk dijadikan contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia—walaupun berbeda agama, suku maupun ras, tetapi tidak menyurutkan semangat kebersamaan.

Suasana kebersamaan antarumat beragama di acara doa bersama Desa Sumberklampok / Foto: Kadek Sri

Tak hanya kepala desa, salah seorang tokoh Muslim yang sekaligus menjabat sebagai sekretaris BPD Sumberklampok, Rahabit, juga mengharapkan hal yang sama.

Katanya, sebagai penerus tradisi doa bersama yang telah ada sejak zaman dahulu, ia berharap momen-momen kebersamaan seperti ini tetap dilaksanakan sampai kapan pun. Artinya tidak hanya berhenti sampai saat ini, akan tetapi dapat terus berlanjut hingga ke generasi yang akan datang.

“Karena doa bersama ini memiliki makna yang sangat dalam terhadap perjuangan pendahulu desa kami” ujar Rahabit.

Selain untuk memperingati dan mengenang perjuangan masyarakat desa terdahulu dalam memperjuangkan tanah, doa bersama tetap dilakukan tiap satu tahun sekali dengan tujuan memupuk toleransi antarumat beragama di Desa Sumberklampok dan sebagai wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Perjuangan yang telah dilakukan orang-orang terdahulu menemui banyak rintangan, lika-liku, dan permasalahan yang dihadapi, sehingga melalui doa bersama tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya rasa saling menghargai dan menghormati untuk mencapai tujuan bersama.[T]

Reporter: Kadek Sri Widiastuti
Penulis: Kadek Sri Widiastuti
Editor: Jaswanto

Kabar Baik dari Sumberklampok: Habis Bersitegang, Terbitlah Kerukunan
3 Berita Baik dari Buleleng Barat, Setelah Ribut-ribut Nyepi di Sumberklampok
Tags: Desa SumberklampokGerokgakhinduIslam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas

Next Post

Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Carma Mira dan Gerip Maurip yang Menumbuhkan Semangat Baru dalam Menulis Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co