24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Mekar Smansa Singaraja by Mekar Smansa Singaraja
October 27, 2023
in Khas
Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Henry Manampiring (kanan)

PENGETAHUAN akan selalu berkembang, panca indra manusia akan terus menerima informasi, tetapi pikiran manusia yang menetukan akan ditindaklanjuti seperti apa informasi tersebut. Apabila pikiran dapat kita taklukan maka segala informasi bisa bermanfaat, sebaliknya apabila pikiran yang menaklukan seseorang maka segala kehancuran akan kita alami.

“Rasionalitas manusia seperti meteran. Jika meteran meleset maka akan ada banyak masalah pada bangunannya,” ujar Henry Manampiring, penulis buku Filosofi Teras, pada agenda bedah buku pada ajang Singaraja Literary Festival, 30 September 2023, di kawasan Gedong Kirtya Singaraja.

Manampiring bicara tentang bukunya yang berjudul Filosofi Teras utamanya membahas tentang stoisisme, yaitu kebahagiaan berasal dari dalam diri yang bisa kita kendalikan.

Di hari yang cerah dengan antusias penonton yang menonjol, namun juga tidak menggebu, Henry Manampiring menjabarkan sedikit perihal ilmu yang ia dapat dari berkarir sebagai penulis. Ilmu stoisisme pada khususnya telah ia bahas  secara lengkap pada buku Filosofi Teras. Ketika mendengarnya pembahasan secara langsung semakin membuka dan mengulik logika kita.

Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh pendengar workshop tersebut, diantaranya adalah bagaimana cara kita dapat mengendalikan emosi agar mencapai kedamaian dalam diri? Ada 4 hal yang disebutkan oleh Henry Manampiring, yaitu melatih mindfulness, berdialog dengan diri sendiri, menganalogikan rasionalitas manusia seperti meteran, dan orang berilmu stoisisme adalah orang yang non-judgmental.

Jawaban tersebut mengarah pada ilmu Yunani Kuno yang dikenal dengan nama stoic atau stoisisme. Singkatnya, apabila kita mengaplikasikan ilmu tersebut maka kita akan hidup jauh lebih tenang, meskipun kita berada di dunia yang ribut dan padat aktivitas.

.

Sebagai manusia yang hidup dan dibesarkan oleh stigma masyarakat, terkadang kita melupakan jati diri kita, melupakan kekuasaan jiwa kita yang seharusnya mengontrol badan kasar kita. Sehingga, rasa cemas, marah, khawatir, curiga, dan lain sebagainya turut menghampiri pikiran kita dan mengurung diri kita pada lingkup emosi negatif.

Apabila kita mampu mengontrol emosi kita, dimana hal ini dapat dilatih dengan hal-hal yang telah disebutkan oleh Henry Manampiring pada kalimat sebelumnya, maka apapun situasinya kita akan tetap berdiri tegap, tidak melambung ke atas ataupun terjun ke bawah, tetapi berada di tengah- tengah dan seimbang.

Ilmu stoisisme mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, tidak berekspetasi, dan tidak mengejar kebahagiaan. Dimana hal ini bertolak belakang dengan kepercayaan yang akhir-akhir ini tengah ramai diperbincangkan masyarakat, yaitu manifesting ataupun law of attraction.

Gagasan utama dari manifestasi dan juga law of attraction atau yang juga disebut LOA, adalah manusia dan alam semesta terhubung melalui hukum tarik-menarik. Apabila frekuensi kita rendah, yaitu cenderung berpikiran negatif maka yang akan datang kepada kita adalah yang yang buruk juga, dan sebaliknya.

Hal ini menumbuhkan kepercayaan dalam kehidupan sosial masyarakat bahwa kita bisa mendapatkan segala hal yang kita inginkan asalkan kita yakin bahwa itu adalah hal yang mudah digapai dan memposisikan diri kita seolah-olah sudah berada dan sedang melaksanakan kehidupan yang kita dambakan.

Misalnya, kita ingin hidup sejahtera, maka kita akan memvisualisasikan diri kita memiliki rumah yang besar dan tidak kekurangan secara finansial, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita akan berusaha untuk tidak merasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kita inginkan, karena kita sedang menyesuaikan frekuensi diri kita agar dapat menarik frekuensi kehidupan yang kita dambakan.

Namun ternyata, seperti yang dikatakan oleh Henry Manampiring, bahwa sejak dulu beliau tak mengimplementasikan ilmu manifestasi dan LOA ini dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalani hidup yang tenang, beliau percaya bahwa mengikuti alur takdir yang diberikan Sang Pencipta adalah jalan yang terbaik. Manifestasi mendatangkan ekspetasi, dan ekspetasi apabila tidak dalam ukuran yang tepat juga akan mendatangkan rasa cemas yang bisa menjadi sumber ketidaktenangan dalam kehidupan.

Serta, ia juga menyatakan bahwa manusia itu bukan bos yang bisa meminta kepada alam semesta untuk mengabulkan ini dan itu demi kesenangan manusia itu sendiri. Tuhan tahu apa yang setiap individu butuhkan, dan itu dapat berbeda satu sama lain, oleh karenanya lebih baik kita percaya kepada takdir Tuhan agar tidak membohongi dan mengecewakan diri sendiri.

“Manusia itu adaptif dan rasional,” ujar Henry Manampiring sambil tersenyum hangat menatap para audiensnya kala itu.

Kita pasti saja akan melewati hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak sesuai dengan apa yang telah kita manifestasikan. Tapi kita sebagai manusia diciptakan untuk mampu beradaptasi dan segala hal yang kita lalui dapat masuk ke akal logika kita.

Ilmu stoisisme tidak bisa kita pahami hanya melalui satu buku bacaan saja, melainkan kita perlu mengekspansi pengetahuan kita tentang ilmu tersebut melalui berbagai sumber. Serta ilmu stoisisme apabila tidak dipahami dengan tepat juga bisa mendatangkan kekacauan, sehingga tetaplah menjadi manusia yang teliti, menganalisa, dan rasional dalam menerima setiap informasi. [T]

  • Penulis : Adna Kineta, Jurnalistik Mekar Smansa Singaraja
  • Liputan ini diselenggarakan atas kerjasama Jurnalistik Mekar SMAN 1 Singaraja, Komunitas Mahima dan tatkala.co pada ajang Singaraja Literary Festival, 29 September – 1 Oktober 2023
Singaraja Sebagai Destinasi Pariwisata Sastra
Lomba Baca Puisi Sebagai Sarana Literasi Remaja Masa Kini
Tags: filsafatSingaraja Literary FestivalSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Baca Puisi Sebagai Sarana Literasi Remaja Masa Kini

Next Post

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Mekar Smansa Singaraja

Mekar Smansa Singaraja

Media Kreativitas Remaja SMA Negeri 1 Singaraja, yang dikenal dengan nama MEKAR, merupakan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Singaraja di bidang jurnalistik. Sampai saat ini ekstra tersebut berfokus pada bidang penulisan populer dan juga kegiatan jurnalistik, meliputi wawancara dan juga pembuatan artikel berita.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co