13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Mekar Smansa Singaraja by Mekar Smansa Singaraja
October 27, 2023
in Khas
Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Henry Manampiring (kanan)

PENGETAHUAN akan selalu berkembang, panca indra manusia akan terus menerima informasi, tetapi pikiran manusia yang menetukan akan ditindaklanjuti seperti apa informasi tersebut. Apabila pikiran dapat kita taklukan maka segala informasi bisa bermanfaat, sebaliknya apabila pikiran yang menaklukan seseorang maka segala kehancuran akan kita alami.

“Rasionalitas manusia seperti meteran. Jika meteran meleset maka akan ada banyak masalah pada bangunannya,” ujar Henry Manampiring, penulis buku Filosofi Teras, pada agenda bedah buku pada ajang Singaraja Literary Festival, 30 September 2023, di kawasan Gedong Kirtya Singaraja.

Manampiring bicara tentang bukunya yang berjudul Filosofi Teras utamanya membahas tentang stoisisme, yaitu kebahagiaan berasal dari dalam diri yang bisa kita kendalikan.

Di hari yang cerah dengan antusias penonton yang menonjol, namun juga tidak menggebu, Henry Manampiring menjabarkan sedikit perihal ilmu yang ia dapat dari berkarir sebagai penulis. Ilmu stoisisme pada khususnya telah ia bahas  secara lengkap pada buku Filosofi Teras. Ketika mendengarnya pembahasan secara langsung semakin membuka dan mengulik logika kita.

Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh pendengar workshop tersebut, diantaranya adalah bagaimana cara kita dapat mengendalikan emosi agar mencapai kedamaian dalam diri? Ada 4 hal yang disebutkan oleh Henry Manampiring, yaitu melatih mindfulness, berdialog dengan diri sendiri, menganalogikan rasionalitas manusia seperti meteran, dan orang berilmu stoisisme adalah orang yang non-judgmental.

Jawaban tersebut mengarah pada ilmu Yunani Kuno yang dikenal dengan nama stoic atau stoisisme. Singkatnya, apabila kita mengaplikasikan ilmu tersebut maka kita akan hidup jauh lebih tenang, meskipun kita berada di dunia yang ribut dan padat aktivitas.

.

Sebagai manusia yang hidup dan dibesarkan oleh stigma masyarakat, terkadang kita melupakan jati diri kita, melupakan kekuasaan jiwa kita yang seharusnya mengontrol badan kasar kita. Sehingga, rasa cemas, marah, khawatir, curiga, dan lain sebagainya turut menghampiri pikiran kita dan mengurung diri kita pada lingkup emosi negatif.

Apabila kita mampu mengontrol emosi kita, dimana hal ini dapat dilatih dengan hal-hal yang telah disebutkan oleh Henry Manampiring pada kalimat sebelumnya, maka apapun situasinya kita akan tetap berdiri tegap, tidak melambung ke atas ataupun terjun ke bawah, tetapi berada di tengah- tengah dan seimbang.

Ilmu stoisisme mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, tidak berekspetasi, dan tidak mengejar kebahagiaan. Dimana hal ini bertolak belakang dengan kepercayaan yang akhir-akhir ini tengah ramai diperbincangkan masyarakat, yaitu manifesting ataupun law of attraction.

Gagasan utama dari manifestasi dan juga law of attraction atau yang juga disebut LOA, adalah manusia dan alam semesta terhubung melalui hukum tarik-menarik. Apabila frekuensi kita rendah, yaitu cenderung berpikiran negatif maka yang akan datang kepada kita adalah yang yang buruk juga, dan sebaliknya.

Hal ini menumbuhkan kepercayaan dalam kehidupan sosial masyarakat bahwa kita bisa mendapatkan segala hal yang kita inginkan asalkan kita yakin bahwa itu adalah hal yang mudah digapai dan memposisikan diri kita seolah-olah sudah berada dan sedang melaksanakan kehidupan yang kita dambakan.

Misalnya, kita ingin hidup sejahtera, maka kita akan memvisualisasikan diri kita memiliki rumah yang besar dan tidak kekurangan secara finansial, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita akan berusaha untuk tidak merasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kita inginkan, karena kita sedang menyesuaikan frekuensi diri kita agar dapat menarik frekuensi kehidupan yang kita dambakan.

Namun ternyata, seperti yang dikatakan oleh Henry Manampiring, bahwa sejak dulu beliau tak mengimplementasikan ilmu manifestasi dan LOA ini dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalani hidup yang tenang, beliau percaya bahwa mengikuti alur takdir yang diberikan Sang Pencipta adalah jalan yang terbaik. Manifestasi mendatangkan ekspetasi, dan ekspetasi apabila tidak dalam ukuran yang tepat juga akan mendatangkan rasa cemas yang bisa menjadi sumber ketidaktenangan dalam kehidupan.

Serta, ia juga menyatakan bahwa manusia itu bukan bos yang bisa meminta kepada alam semesta untuk mengabulkan ini dan itu demi kesenangan manusia itu sendiri. Tuhan tahu apa yang setiap individu butuhkan, dan itu dapat berbeda satu sama lain, oleh karenanya lebih baik kita percaya kepada takdir Tuhan agar tidak membohongi dan mengecewakan diri sendiri.

“Manusia itu adaptif dan rasional,” ujar Henry Manampiring sambil tersenyum hangat menatap para audiensnya kala itu.

Kita pasti saja akan melewati hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak sesuai dengan apa yang telah kita manifestasikan. Tapi kita sebagai manusia diciptakan untuk mampu beradaptasi dan segala hal yang kita lalui dapat masuk ke akal logika kita.

Ilmu stoisisme tidak bisa kita pahami hanya melalui satu buku bacaan saja, melainkan kita perlu mengekspansi pengetahuan kita tentang ilmu tersebut melalui berbagai sumber. Serta ilmu stoisisme apabila tidak dipahami dengan tepat juga bisa mendatangkan kekacauan, sehingga tetaplah menjadi manusia yang teliti, menganalisa, dan rasional dalam menerima setiap informasi. [T]

  • Penulis : Adna Kineta, Jurnalistik Mekar Smansa Singaraja
  • Liputan ini diselenggarakan atas kerjasama Jurnalistik Mekar SMAN 1 Singaraja, Komunitas Mahima dan tatkala.co pada ajang Singaraja Literary Festival, 29 September – 1 Oktober 2023
Singaraja Sebagai Destinasi Pariwisata Sastra
Lomba Baca Puisi Sebagai Sarana Literasi Remaja Masa Kini
Tags: filsafatSingaraja Literary FestivalSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Baca Puisi Sebagai Sarana Literasi Remaja Masa Kini

Next Post

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Mekar Smansa Singaraja

Mekar Smansa Singaraja

Media Kreativitas Remaja SMA Negeri 1 Singaraja, yang dikenal dengan nama MEKAR, merupakan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Singaraja di bidang jurnalistik. Sampai saat ini ekstra tersebut berfokus pada bidang penulisan populer dan juga kegiatan jurnalistik, meliputi wawancara dan juga pembuatan artikel berita.

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co