2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Chusmeru by Chusmeru
October 28, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

TIDAK ADA kehebohan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda di Tanah Air. Kehebohan itu sudah tumpah ruah saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus tiba. Tidak ada lomba balap karung, panjat pinang, lomba makan kerupuk, dan hiburan musik pada Hari Sumpah Pemuda. Semua sudah terjadi pada peringatan Proklamasi selama sebulan suntuk.

Kegembiraan bangsa ini memang klimaks di bulan Agustus. Seolah nasionalisme anak bangsa berada saat perayaan kemerdekaan itu. Padahal Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 tak akan pernah terjadi jika ikrar Sumpah Pemuda tak digaungkan para pejuang bangsa tanggal 28 Oktober 1928.

Sejatinya Sumpah Pemuda juga menggambarkan heroisme, patriotisme, dan nasionalisme anak bangsa. Sumpah Pemuda membawa pesan komunikasi tentang nasionalisme jauh sebelum Indonesia diproklamasikan. Ada pesan politik dan sosial budaya yang ingin disampaikan para pendahulu bangsa kepada generasi penerus.

Pesan politik Sumpah Pemuda berisi pengakuan bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Pesan ini patut dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia sampai titik darah penghabisan. Tak satu pun dapat merebut Tanah Air.

Pesan sosial dari ikrar Sumpah Pemuda mengaku berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia. Hal ini mengisyarakatkan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tercerai-berai.

Sedangkan pesan budaya yang terkandung dalam Sumpah Pemuda adalah kebulatan tekad untuk menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Makna pesan komunikasi ini adalah agar seluruh rakyat Indonesia saling memahami di tengah keragaman bahasa daerah.

Nasionalisme

Nasionalisme dimaknai oleh para pendiri bangsa kala itu dengan ikrar Sumpah Pemuda. Nasionalisme adalah mempertemukan segala perbedaan. Nasionalisme adalah kompromi kebangsaan untuk bersatu. Tanpa nasionalisme, republik yang bernama Indonesia ini tak akan pernah berdiri.

 Seiring perjalanan bangsa, nasionalisme mendapat banyak tantangan. Beragam kepentingan politik dan ekonomi menjadikan nasionalisme menjadi barang mahal di Tanah Air. Nasionalisme dianggap sebagai bagian dari nostalgia masa lalu.

Sesungguhnya nasionalisme itu sangat sederhana, yaitu semangat kebangsaan. Kesetiaan tertinggi atas individu diletakkan untuk kepentingan bangsa. Mencintai segala produk dalam negeri ketimbang buatan negara lain adalah contoh sederhana nasionalisme.

Bahkan nasionalisme dalam konteks keindonesiaan bisa lebih sederhana. Berjuang untuk pelestarian lingkungan, belanja di pasar tradisional, membayar upah buruh yang layak, mengabdikan diri untuk pendidikan di pedalaman adalah bentuk nasionalisme.

 YB Romo Mangunwijaya (1996) lebih tegas menyebut nasionalisme sebagai keinginan untuk terlibat dalam pembebasan orang-orang kecil di Indonesia dari eksplorasi kaum kaya-kuasa dalam segala bentuk oleh siapa pun. Jadi nasionalisme adalah khas sekali. Wataknya adalah watak pemerdekaan, pembebasan, pertolongan, dan pengangkatan kaum kecil dan miskin.

Alangkah indahnya bumi Indonesia bila seluruh anak bangsa saling berkomunikasi untuk kerja-kerja nasionalisme. Pemanfaatan media sosial bukan hanya berisi konten flexing harta, kekayaan, dan pelesiran; tetapi juga berisi kerja-kerja kemanusiaan dan pembebasan untuk rakyat kecil.

Pluralitas

Salah satu warisan yang ditinggalkan para pendiri republik Indonesia adalah pluralitas negeri ini. Pluralitas itu ada dalam ranah budaya dan politik. Bahasa dan etnis begitu majemuk. Indonesia sangat kaya akan seni, tradisi, dan kepercayaan.

Kesenian daerah, misalnya; terbukti mampu mengakomodasi pluralitas dan menjaga nasionalisme. Kesenian daerah dapat menjadi media adaptasi, akulturasi, dan negosiasi budaya untuk meminimalisasi konflik. Salah satu contoh adalah kesenian Calengsai yang ada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kesenian Calengsai adalah akulturasi antara kesenian Calung dan Lengger dari Jawa, dan Barongsai dari China.

Berdasarkan hasil penelitian, kesenian Calengsai dapat menjadi media komunikasi antarbudaya dan juga media negosiasi antaretnis (Kusumo, Samuel Jati Jiwo, 2009). Para pemain Calengsai terdiri dari atnis Jawa dan Tionghoa yang ada di Kabupaten Banyumas. Kesenian daerah ini telah mampu mengikat jiwa nasionalisme di tengah pluralitas. Terbukti, konflik antaretnis di Kabupaten Banyumas tidak pernah terjadi hingga saat ini.

Pluaritas politik ditandai dengan jumlah partai politik di Indonesia yang banyak. Berdasar data dari Komisi Pemilihan Umum, untuk Pemilu tahun 2024 nanti diikuti oleh 24 partai politik. Konsekuensinya tentu saja akan menghasilkan anggota parlemen yang terdiri dari beragam partai politik.

Kabinet di pemerintahan nanti juga dipastikan akan terdiri dari menteri-menteri hasil koaliasi. Tidak dapat dipungkiri, koalisi di kabinet adalah representasi pluralitas politik. Namun sesungguhnya, koalisi adalah upaya untuk meminimalisasi konflik, bukan sekadar berbagi kursi menteri.

Bagaimana merawat pluralitas adalah pertanyaan berikut ketika bangsa yang beragam ini tetap ingin menjadi satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Toleransi di tengah kemajemukan menjadi kata kunci.

Toleransi adalah menghormati kebebasan sesama, demikian kata Eberhard Puntsch (1996). Toleransi berarti mengakui hak menentukan sendiri dan hak turut menentukan yang dimiliki oleh orang lain. Secara  filosofis, toleransi bukan hanya dinyatakan dengan menghargai dan menerima pendapat serta tingkah laku yang berbeda. Lebih jauh lagi, toleransi dibuktikan melalui sikap dan cara ketika berhadapan dengan pandangan dan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Nasionalisme yang dibangun di atas pluralitas jelas membutuhkan toleransi. Sedangkan pluralitas sendiri memiliki potensi terjadinya konflik yang menganggu semangat nasionalisme. Perlu dicatat, seperti dituturkan Eberhard Puntsch; orang yang memiliki toleransi akan menyesali terjadinya konflik, sedangkan orang yang tidak toleran akan mencari dan menikmati konflik. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasiPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Next Post

Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Anggaran Perubahan Daerah

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Anggaran Perubahan Daerah

Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Anggaran Perubahan Daerah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co