16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

Jaswanto by Jaswanto
September 12, 2023
in Persona
Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

Gede Rimbawa | Dok. Jas

DARI BANYUNING sampai Air Sanih itu tidak dekat, sekitar 15 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 28 menit menggunakan sepeda motor dan 3 jam lebih jika ditempuh jalan kaki atau lari-lari kecil. Namun, jika orang pada umumnya pasti lebih memilih menggunakan motor, lain dengan Agus, ia memilih lari. Sebab, lari memang bagus untuk pernapasan seorang atlet tinju.

“Itu latihan yang diberikan bapak kepada saya. Bahkan kadang dari Banyuning sampai Penimbangan,” kata Agus.

Agus merupakan seorang atlet tinju yang lahir dari keluarga atlet. Kakek dan bapaknya sama-sama petinju—bapaknya bahkan pernah beberapa kali bertanding di luar negeri. Sedangkanya ibunya merupakan seorang atlet renang.

Tetapi, ini bukan tentang Agus atau yang lain, ini tentang bapaknya yang bernama Gede Rimbawa, seorang atlet tinju legendaris dari Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Pak Bawa, sebagaimana ia akrab dipanggil, lahir di Banyuning, 21 Juni 1966. Lelaki paruh baya yang kini tinggal di Jl. Pulau Menjangan samping lampu merah Banyuning itu, dulu adalah seorang atlet tinju pilih tanding—meski jika dilihat dari fisiknya, ia lebih cocok sebagai atlet lari. Benar. Tubuhnya tinggi dan berat badannya tak sampai 60 kg. Namun, untuk menjadi atlet tinju, fisik bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi, tapi juga skill dan mental, tentu saja.

Jauh sebelum menjadi atlet, Pak Bawa mulai tertarik berlatih tinju sejak ia dirundung di sekolahnya di SDN 1 Banyuning (waktu itu ia masih kelas 3). Ia mengaku pernah dikeroyok enam orang. Wajar, katanya, ia murid pindahan dari Lombok. “Mungkin karena saya murid baru,” jelasnya kepada tatkala.co saat dikunjungi di kediamannya, Senin (11/9/2023) sore.

Gede Rimbawa berpose dengan sarung tinju dan beberapa medali yang diraihnya / Foto: Dok. Jas

Atlet yang sudah berkepala dua itu, sebelum belajar tinju, ia pernah belajar silat dengan pamannya di Lombok. “Tapi bapak yang mengajarkan tinju kepada saya,” ujarnya, tegas. Ya, bapaknya juga seorang atlet tinju tahun 60an.

Seperti dalam film Dangal (2016)—film India yang mengisahkan perjuangan seorang ayah bernama Mahavir Singh Phogat (Aamir Khan), pegulat senior India, dalam melatih anak perempuannya Geeta Phogat (Fatima Sana Shaikh) menjadi atlet gulat dan memenangkan medali pertama India di Commonwealth Games 2010—Pak Bawa juga mendapatkan latihan yang serius dari bapaknya. Sepulang sekolah, ia harus lari keliling Banyuning, setiap hari.

“Latihan tinju itu berat, sakit. Tapi menyenangkan,” katanya.

Pak Bawa memulai kariernya sebagai petinju amatir junior pada tahun 70an. Di bawah bimbingan bapaknya, beberapa kali ia memenangkan pertandingan.

“Bapak saya memiliki motivasi yang sangat tinggi. Ketika saya kalah bertanding, ia akan lebih giat melatih saya. Bahkan, bapak selalu mencernati calon lawan-lawan saya. Itu dilakukannya untuk mengetahui kelemahan lawan,” terangnya menggebu-gebu.

Bapaknya tidak main-main. Ia mau anak laki-lakinya menjadi atlet tinju yang hebat. Maka dari itu, selain latihan fisik, mental, dan teknik, ia juga memberi Pak Bawa vitamin seperti susu, telur, dan suplemen lainnya. Perlakuan tersebut membuat Pak Bawa semakin termotivasi untuk terus latihan.

Tak hanya bertanding di Buleleng, Pak Bawa juga diajak bapaknya untuk bertanding di daerah lain seperti Denpasar dan Jembrana. Bersama bapaknya ia kerab menempuh perjalanan jauh dan melelahkan.

“Dulu bapak punya sepeda motor. Itu yang kami pakai ke mana-mana, termasuk seleksi PON XI di Denpasar,” ujarnya.

Pada tahun 1982, Pak Bawa meraih juara 1 Tinju Kelas Terbang Madia se-Bali di Negara. Dan tiga tahun kemudian, ia meraih juara 2 dalam Kejuaraan Tinju Amatir Sarung Tinju Emas Nasional (STEN) X 1985 di Manado, Sulawesi Utara. Di tahun yang sama, ia meraih medali emas dalam Kejurnas Junior V di Jakarta untuk kelas 54 KG setelah menumbangkan 27 peserta, termasuk atlet dari Sumatera Utara dalam babak final. Ia menang angka.

Piagam penghargaan Gede Rimbawa saat mendapat juara 1 dalam Kejuaraan Antar Sasana se-Bali tahun 1982 / Foto: Dok. Jas

Saat bertanding di Probolinggo, Jawa Timur, sekitar tahun 80an, Pak Bawa pernah diteriaki dengan sebutan “Leak Bali. Leak Bali. Leak Bali” karena berhasil menumbangkan atlet tuan rumah kurang dari satu menit. “Dia KO. Sampai tak sadarkan diri. Dan kabarnya dilarikan ke rumah sakit,” jelas Pak Bawa sesaat setelah meneguk minuman isotoniknya.

Tak hanya bertanding di tingkat nasional, Pak Bawa juga pernah merasakan atmosfir ring internasional. Ia pernah bertanding di Thailand dan Rumania. “Pertandingan di luar negeri itu sangat keras. Kami harus benar-benar siap. Apalagi kalau bertemu sama orang Rusia,” ungkapnya.

Menurut Pak Bawa, atlet yang bertanding di internasional tentu bukan atlet sembarangan. Mereka adalah atlet yang sudah lolos seleksi dari sekian banyak atlet di negera masing-masing. Jadi, porsi latihannya pun berbeda dengan latihan saat menghadapi kejuaraan di daerah maupun nasional.

“Pertandingan yang paling berkesan bagi saya adalah saat di Thailand, Piala Raja, sekitar tahun 90an.”

Saat bertanding di Thailand, lawan terberat bagi Pak Bawa adalah atlet dari Uganda dan Kenya. Menurutnya, kualitas pukulan mereka sangat keras, lain dengan rata-rata atlet dari Indonesia. Padahal, dari ketahanan napas dan fisik, Indonesia tak kalah dari negara asal Robert Wangila—petinju dari Kenya yang membuat sejarah dengan menjadi orang Afrika pertama yang memenangkan medali emas Olimpiade ketika mengalahkan Laurent Bouduani dari Prancis di final—itu.

Selain pernah bertanding di Thailand, seperti yang sudah sempat disinggung di atas, Pak Bawa juga pernah bertanding, bahkan berlatih, di Rumania. Ia mengaku pernah berlatih selama lima bulan di sana. Dan berkat pengalaman berlatih selama di negara yang terletak di bagian utara Semenanjung Balkan itulah, Pak Bawa merasa percaya diri untuk melatih tinju di Buleleng.

Selama menjadi atlet, cedera terparah yang pernah didapatkan Pak Bawa hanya saat mengikuti kejuaraan di Denpasar. Waktu ia kepalanya sampai bocor, berdarah, terkena gigi lawan. “Pelindung giginya dia terlepas. Ini bekas jahitannya masih ada,” katanya sambil meraba kepalanya, mencoba meyakinkan.

Gede Rimbawa saat menerima penghargaan dari KONI Buleleng / Foto: Dok. Rimbawa

Saat ini, Pak Bawa masih aktif melatih tinju di sasana miliknya, Sasana Panca Satria Boxing Camp, namanya. Sasana yang terletak di Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, itu, sudah mencetak beberapa atlet tinju, termasuk anaknya sendiri.

Dan pada momen peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2023, KONI Buleleng memberikan penghargaan kepada Pak Bawa, Jumat (8/9/2023). Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi dan pengabdiannya di dunia tinju selama ini. “Saya sangat senang, karena pemerintah masih mengingat kami. Saya memberi dua jempol,” ucapnya, penuh haru.

Pak Bawa, selain sebagai seorang petinju dan pelatih, ia juga orang tua. Sebagai orang tua, ia berharap bakatnya, dunianya, bisa diteruskan oleh anaknya—atau setidaknya anak-anak yang berlatih tinju di sasana miliknya.

Masa Depan Tinju

Mengobrol tentang keadaan tinju di Indonesia saat ini. Menurut Pak Bawa, dibandingkan dengan periode 1970-1980an, popularitas tinju kini telah jauh menurun. Pada masa itu kompetisi tingkat nasional bisa diadakan hingga belasan kali per tahun, dengan penyelenggara bermacam-macam, mulai dari pemerintah hingga Komando Daerah Militer atau Kodam.

Sekarang, petinju Indonesia banyak yang bergantung pada undangan bertanding dari luar negeri. Promotor juga tinggal sedikit. Dari 78 promotor Indonesia yang tercatat dalam database situs Boxrec.com, saat ini hanya 17 yang aktif.

Benar, 80an seperti tahun emas olahraga tinju. Nama bintang seperti Mike Tyson bisa lebih terkenal daripada presiden suatu negara. Apalagi setelah hook kiri Mike tepat menghantam rahang Trevor Berbick dalam laga perebutan gelar juara tinju kelas berat WBC yang berlangsung di Las Vegas. Hook kiri itu amat bertenaga dan membuat Berbick ambruk tiga kali dalam waktu berdekatan.

Di Indonesia, saat ini tinju tak sepopuler bulu tangkis, voli, atau sepak bola. Berbeda dengan era petinju legendaris Ellyas Pical tahun 1980an. Dilansir dari Harian Kompas, pada saat Ellyas meraih sabuk juara dunia IBF Super Flyweight, yel-yel “Hidup Ely, Viva Ely, Ely manise!” bergemuruh di lokasi pertarungan yang dihadiri sekitar 12.000 penonton. Sekarang, cabang olahraga tinju di Indonesia bisa dibilang meredup.

Persatuan Tinju Seluruh Indonesia (Pertina) pada 2018 mengaku tak ada lagi petinju-petinju yang menjadi ikon yang mampu mempertahankan prestasinya seperti Syamsul Anwar atau Cris John.

Menurut pengamat tinju Hengky Sitalang, saat ini karena kurangnya pembinaan membuat cabor tinju seolah turun pamor. Program pembinaan yang digalakkan oleh Pertina juga diakuinya membutuhkan waktu.

Sedangkan menurut Pak Bawa, jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka kita tidak akan memiliki atlet yang bagus. Ia menambahkan, tak hanya pembinaan, kemajuan olahraga tinju juga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah melalui dana. Sebab menurutnya, sejauh ini pemerintah tak sepenuhnya serius memberikan perhatiannya.

Dan Martines dos Santos, pengamat tinju Indonesia dan mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina), dilansir dari Tirto.id, menyatakan bahwa dana, sarana, dan prasarana adalah faktor terpenting untuk menciptakan para petinju hebat. Menurut dia, sekalipun melibatkan pelatih-pelatih yang mumpuni, tanpa ketiga hal itu pembinaan akan sukar sekali.

Di tengah meredupnya tinju, cabang olahraga lain yang sama-sama bertanding di atas ring, tarung bebas atau MMA, justru seolah sedang menemukan momentumnya. Acara MMA di televisi memang cukup digemari. Pada 2017, One Pride—kompetisi MMA yang ditayangkan tvOne—mendapat penghargaan Panasonic Gobel sebagai program pertandingan olahraga terfavorit. Ia mengalahkan acara olahraga yang sudah terlebih dulu mapan, semisal GoJek Traveloka dan Piala Presiden (sepakbola), dan BCA Indonesia Open dari bulu tangkis.

“Rating One Pride cukup tinggi untuk acara olahraga,” kata Ardi Bakrie, Presiden Komisaris PT. VIVA Media Baru dan pendiri Komite Olahraga Beladiri Indonesia.

Maka, sampai di sini, apa yang ditulis oleh Nuran Wibisono bisa jadi benar, bahwa “Tinju adalah masa lalu, tarung bebas adalah masa depan.”[T]

Baca juga artikel terkait TOKOH atau tulisan menarik lainnya JASWANTO

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Tags: banyuningKONI Bulelengtokoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi yang Hidup:  Wayang Ramayana dan Kreativitasnya

Next Post

Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co