13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi yang Hidup:  Wayang Ramayana dan Kreativitasnya

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
September 12, 2023
in Esai
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

WAYANG Ramayana merupakan salah satu dari berbagai jenis pertunjukan wayang yang sangat populer di Bali. Kisah epik Ramayana yang dipentaskan dalam wayang ini telah memikat hati masyarakat Bali. Keindahan visual wayang kulit yang hidup, diiringi oleh musik gamelan yang memukau, menciptakan pengalaman pertunjukan yang luar biasa.

Wayang Ramayana melalui kisah ramayananya memiliki pesan mendalam dan memberikan petuah berharga bagi penikmatnya. Kisah tentang kebaikan, kesetiaan, dan perjuangan melawan kejahatan yang dihadirkan dalam cerita Ramayana memberikan inspirasi dan pelajaran moral yang berharga bagi masyarakat Bali.

Oleh karena itu, Wayang Ramayana bukan hanya pertunjukan wayang biasa, melainkan juga sebuah warisan budaya yang memperkaya dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai hidup dan spiritualitas di Bali.

Sebelum Wayang Ramayana muncul ada Wayang Parwa yang tak kalah populernya, menceritakan kisah epik Mahabharata yang musik iringannya hanya menggunakan empat buahgender wayang sebagai pendukungnya dramatik.

Pengamatan saya, Dari sajian Wayang Parwa menuju Wayang Ramayana mengalami perkembangan melalui olah kreativitas yang menjadi bukti nyata bagaimana seniman dalam terdahulu dapat mengembangkan dan memperkaya sebuah tradisi seni yang telah ada.

Perkembangan dalam Wayang Ramayana ini bukan hanya mengenai unsur cerita dan aspek musiknya saja, tetapi juga secara signifikan meningkatkan keseluruhan pengalaman pertunjukan. Musik yang lebih dinamis dan mengesankan menciptakan nuansa yang berbeda dan menambah semarak cerita epik Ramayana, hal ini mencerminkan upaya seniman untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam untuk menggugah hati penonton.

Oleh karena itu, Wayang Ramayana adalah contoh sempurna bagaimana seniman dengan kreativitasnya memberikan warna baru dan kehidupan yang tak terlupakan kepada seni pertunjukan Bali.

Saya mengira para dalang Wayang Ramayana di Bali dahulu bukan hanya berjalan dalam keseniman, tetapi juga jiwa penggagas sebuah revolusi seni pertunjukan yang memukau. Mereka memiliki visi kreatif yang memandang pertunjukan Wayang Ramayana agar lebih dari sekadar hiburan dan sebagai sebuah persembahan seni yang menghidupkan kisah epik Ramayana dengan cara yang tak tertandingi. Dengan semangat inovasi, mereka memutuskan untuk menciptakan sebuah genre baru yang benar-benar unik dan mengesankan.

Salah satu langkah terpenting dalam perjalanan ini adalah pengembangan Gamelan Batel dalam Wayang Ramayana, formulasi instrumen musik yang mencakup kendang krumpungan, tawa-tawa, kecek, trenteng, suling Bali, kempur, dan kelenang Ini adalah langkah luar biasa yang melahirkan Wayang Ramayana yang secara fundamental menghadirkan iringan musik yang lebih dinamis dan mendalam.

Hasilnya adalah pengalaman seni yang lebih kompleks, menghadirkan suasana yang mengetarkan dan emosional yang tak terlupakan bagi penonton. Inovasi ini tidak hanya berdampak pada musik, tetapi juga pada seluruh pertunjukan Wayang Ramayana di Bali.

Analisa saya tentang Wayang Ramayana sebagai hasil dari kreativitas ini mengungkapkan bagaimana seniman selalu berusaha untuk melampaui batas-batas dan menciptakan sesuatu yang lebih indah. Mereka menghormati tradisi sambil menghadirkan sesuatu yang segar dan menarik bagi penonton. Wayang Ramayana adalah bukti bahwa seni adalah proses yang selalu berkembang dan terus memberikan makna yang mendalam dalam budaya dan kehidupan masyarakat Bali.

Tempo mengguncang adrenalin

Wayang Ramayana salah satunya gaya Bebadungan memang dikenal dengan ciri khasnya yang mencolok, yaitu kecepatan dan ketegangan yang mampu menghipnotis penontonnya pada setiap adegannya.

Tempo yang mengguncang adrenalin menjadi tanda pengenal utama dari gaya Ramayana Bebadungan ini. Meskipun ada beberapa adegan yang mungkin menggunakan tempo pelan, namun yang mendominasi keseluruhan pertunjukan adalah tempo yang sangat cepat.

Saya mengira kecepatan dan tempo yang gencang dalam pagelaran Wayang Ramayana gaya Bebadungan ini memang di formulasi untuk memberikan sentuhan dramatis yang kuat. Kehadiran karakter palawaga atau para kera yang mendominasi, yang dikenal dengan gerakan cepat mereka dari satu pohon ke pohon lainnya menjadi salah satu elemen penting yang menambah intensitas pertunjukan.

Gerakan yang cepat ini tidak hanya mencerminkan kecepatan fisik karakter tersebut, tetapi juga meningkatkan dramatisme adegan dan meningkatkan ekspektasi penonton. Dengan demikian, tempo yang gencar dalam pertunjukan ini memang berperan besar dalam memberikan semangat dan intensitas pada pagelaran Wayang Ramayana gaya Bebadungan.

Pengamatan saya, penggunaan tempo yang cepat dalam wayang Ramayana gaya Bebadungan ini memang bisa dianggap sebagai sebuah inovasi oleh seniman pendahulu sebelumnya yang unik dalam dunia pewayangan Bali. Hal ini mungkin telah dipikirkan dengan matang untuk menciptakan perbedaan yang jelas antara genre Wayang Ramayana dengan genre wayang lainnya. Dengan demikian, gaya ini menjadi semacam “signature” atau identitas yang kuat bagi pertunjukan wayang Ramayana gaya bebadungan tersebut, dan secara efektif menghidupkan elemen dramatikal dalam dunia pewayangan Bali.

Wayang Rame (Ramai)

Ketika saya mendampingi Dosen saya Dr. Ketut Kodi, dalam kelas Wayang Ramayana di Program Studi Seni Pedalangan, ISI Denpasar, beliau sempat menyatakan bahwa Wayang Ramayana juga dapat dijuluki sebagai “Wayang Ramai” karena riuhnya musik gamelan yang mengiringi pertunjukan ini.

Gamelan Wayang Ramayana memang sangat dinamis dan penuh gairah ini menghadirkan atmosfer yang memikat selama pertunjukan. Dengan demikian, rasa ngantuk penikmatnya seolah sirna saat mereka terpikat dan terikat oleh irama gamelan yang menggugah semangat.

Penggemar seni pertunjukan Bali akan dengan mudah mengenali suara yang mendominasi iringan pementasan Wayang Ramayana dari suara instrumen kempur yang begitu ajeg, khas dan menggetarkan. Suara instrumen kempur ini adalah elemen penting yang memberikan identitas unik pada pertunjukan Wayang Ramayana.

Musik gamelan yang khas ini bukan hanya pelengkap, tetapi juga menjadi bagian integral dari pengalaman Wayang Ramayana, menghidupkan setiap momen dalam kisah epik Ramayana dan memperkaya keseluruhan pertunjukan. Sehingga, julukan “Wayang Rame (ramai)” menggambarkan betapa bergairah dan menghiburnya pertunjukan ini, menjadikannya salah satu seni pertunjukan yang sangat dicintai dan dihargai di Bali.

kreativitas para dalang telah memainkan peran sentral dalam mengembangkan dan memperkaya tradisi seni ini. Dari awalnya hanya menggunakan empat tungguh gender wayang sebagai musik pengiring, mereka telah mengintegrasikan berbagai pernak Pernik instrumen musik gamelan hingga kini kita kenal sebagai gamelan batel.

Perkembangan dalam pertunjukan Wayang Ramayana menggambarkan sejauh mana seni tradisi dapat berkembang dan terus memberikan makna yang mendalam dalam budaya Bali. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Imajinasi dan Dalang
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Tags: Dalangkesenian baliRamayanawayangWayang Ramayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ida: Perempuan, Sajak dan Visi Literer Chairil Anwar

Next Post

Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co