23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi yang Hidup:  Wayang Ramayana dan Kreativitasnya

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
September 12, 2023
in Esai
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

WAYANG Ramayana merupakan salah satu dari berbagai jenis pertunjukan wayang yang sangat populer di Bali. Kisah epik Ramayana yang dipentaskan dalam wayang ini telah memikat hati masyarakat Bali. Keindahan visual wayang kulit yang hidup, diiringi oleh musik gamelan yang memukau, menciptakan pengalaman pertunjukan yang luar biasa.

Wayang Ramayana melalui kisah ramayananya memiliki pesan mendalam dan memberikan petuah berharga bagi penikmatnya. Kisah tentang kebaikan, kesetiaan, dan perjuangan melawan kejahatan yang dihadirkan dalam cerita Ramayana memberikan inspirasi dan pelajaran moral yang berharga bagi masyarakat Bali.

Oleh karena itu, Wayang Ramayana bukan hanya pertunjukan wayang biasa, melainkan juga sebuah warisan budaya yang memperkaya dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai hidup dan spiritualitas di Bali.

Sebelum Wayang Ramayana muncul ada Wayang Parwa yang tak kalah populernya, menceritakan kisah epik Mahabharata yang musik iringannya hanya menggunakan empat buahgender wayang sebagai pendukungnya dramatik.

Pengamatan saya, Dari sajian Wayang Parwa menuju Wayang Ramayana mengalami perkembangan melalui olah kreativitas yang menjadi bukti nyata bagaimana seniman dalam terdahulu dapat mengembangkan dan memperkaya sebuah tradisi seni yang telah ada.

Perkembangan dalam Wayang Ramayana ini bukan hanya mengenai unsur cerita dan aspek musiknya saja, tetapi juga secara signifikan meningkatkan keseluruhan pengalaman pertunjukan. Musik yang lebih dinamis dan mengesankan menciptakan nuansa yang berbeda dan menambah semarak cerita epik Ramayana, hal ini mencerminkan upaya seniman untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam untuk menggugah hati penonton.

Oleh karena itu, Wayang Ramayana adalah contoh sempurna bagaimana seniman dengan kreativitasnya memberikan warna baru dan kehidupan yang tak terlupakan kepada seni pertunjukan Bali.

Saya mengira para dalang Wayang Ramayana di Bali dahulu bukan hanya berjalan dalam keseniman, tetapi juga jiwa penggagas sebuah revolusi seni pertunjukan yang memukau. Mereka memiliki visi kreatif yang memandang pertunjukan Wayang Ramayana agar lebih dari sekadar hiburan dan sebagai sebuah persembahan seni yang menghidupkan kisah epik Ramayana dengan cara yang tak tertandingi. Dengan semangat inovasi, mereka memutuskan untuk menciptakan sebuah genre baru yang benar-benar unik dan mengesankan.

Salah satu langkah terpenting dalam perjalanan ini adalah pengembangan Gamelan Batel dalam Wayang Ramayana, formulasi instrumen musik yang mencakup kendang krumpungan, tawa-tawa, kecek, trenteng, suling Bali, kempur, dan kelenang Ini adalah langkah luar biasa yang melahirkan Wayang Ramayana yang secara fundamental menghadirkan iringan musik yang lebih dinamis dan mendalam.

Hasilnya adalah pengalaman seni yang lebih kompleks, menghadirkan suasana yang mengetarkan dan emosional yang tak terlupakan bagi penonton. Inovasi ini tidak hanya berdampak pada musik, tetapi juga pada seluruh pertunjukan Wayang Ramayana di Bali.

Analisa saya tentang Wayang Ramayana sebagai hasil dari kreativitas ini mengungkapkan bagaimana seniman selalu berusaha untuk melampaui batas-batas dan menciptakan sesuatu yang lebih indah. Mereka menghormati tradisi sambil menghadirkan sesuatu yang segar dan menarik bagi penonton. Wayang Ramayana adalah bukti bahwa seni adalah proses yang selalu berkembang dan terus memberikan makna yang mendalam dalam budaya dan kehidupan masyarakat Bali.

Tempo mengguncang adrenalin

Wayang Ramayana salah satunya gaya Bebadungan memang dikenal dengan ciri khasnya yang mencolok, yaitu kecepatan dan ketegangan yang mampu menghipnotis penontonnya pada setiap adegannya.

Tempo yang mengguncang adrenalin menjadi tanda pengenal utama dari gaya Ramayana Bebadungan ini. Meskipun ada beberapa adegan yang mungkin menggunakan tempo pelan, namun yang mendominasi keseluruhan pertunjukan adalah tempo yang sangat cepat.

Saya mengira kecepatan dan tempo yang gencang dalam pagelaran Wayang Ramayana gaya Bebadungan ini memang di formulasi untuk memberikan sentuhan dramatis yang kuat. Kehadiran karakter palawaga atau para kera yang mendominasi, yang dikenal dengan gerakan cepat mereka dari satu pohon ke pohon lainnya menjadi salah satu elemen penting yang menambah intensitas pertunjukan.

Gerakan yang cepat ini tidak hanya mencerminkan kecepatan fisik karakter tersebut, tetapi juga meningkatkan dramatisme adegan dan meningkatkan ekspektasi penonton. Dengan demikian, tempo yang gencar dalam pertunjukan ini memang berperan besar dalam memberikan semangat dan intensitas pada pagelaran Wayang Ramayana gaya Bebadungan.

Pengamatan saya, penggunaan tempo yang cepat dalam wayang Ramayana gaya Bebadungan ini memang bisa dianggap sebagai sebuah inovasi oleh seniman pendahulu sebelumnya yang unik dalam dunia pewayangan Bali. Hal ini mungkin telah dipikirkan dengan matang untuk menciptakan perbedaan yang jelas antara genre Wayang Ramayana dengan genre wayang lainnya. Dengan demikian, gaya ini menjadi semacam “signature” atau identitas yang kuat bagi pertunjukan wayang Ramayana gaya bebadungan tersebut, dan secara efektif menghidupkan elemen dramatikal dalam dunia pewayangan Bali.

Wayang Rame (Ramai)

Ketika saya mendampingi Dosen saya Dr. Ketut Kodi, dalam kelas Wayang Ramayana di Program Studi Seni Pedalangan, ISI Denpasar, beliau sempat menyatakan bahwa Wayang Ramayana juga dapat dijuluki sebagai “Wayang Ramai” karena riuhnya musik gamelan yang mengiringi pertunjukan ini.

Gamelan Wayang Ramayana memang sangat dinamis dan penuh gairah ini menghadirkan atmosfer yang memikat selama pertunjukan. Dengan demikian, rasa ngantuk penikmatnya seolah sirna saat mereka terpikat dan terikat oleh irama gamelan yang menggugah semangat.

Penggemar seni pertunjukan Bali akan dengan mudah mengenali suara yang mendominasi iringan pementasan Wayang Ramayana dari suara instrumen kempur yang begitu ajeg, khas dan menggetarkan. Suara instrumen kempur ini adalah elemen penting yang memberikan identitas unik pada pertunjukan Wayang Ramayana.

Musik gamelan yang khas ini bukan hanya pelengkap, tetapi juga menjadi bagian integral dari pengalaman Wayang Ramayana, menghidupkan setiap momen dalam kisah epik Ramayana dan memperkaya keseluruhan pertunjukan. Sehingga, julukan “Wayang Rame (ramai)” menggambarkan betapa bergairah dan menghiburnya pertunjukan ini, menjadikannya salah satu seni pertunjukan yang sangat dicintai dan dihargai di Bali.

kreativitas para dalang telah memainkan peran sentral dalam mengembangkan dan memperkaya tradisi seni ini. Dari awalnya hanya menggunakan empat tungguh gender wayang sebagai musik pengiring, mereka telah mengintegrasikan berbagai pernak Pernik instrumen musik gamelan hingga kini kita kenal sebagai gamelan batel.

Perkembangan dalam pertunjukan Wayang Ramayana menggambarkan sejauh mana seni tradisi dapat berkembang dan terus memberikan makna yang mendalam dalam budaya Bali. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Imajinasi dan Dalang
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Tags: Dalangkesenian baliRamayanawayangWayang Ramayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ida: Perempuan, Sajak dan Visi Literer Chairil Anwar

Next Post

Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

Gede Rimbawa: Petinju, Pelatih, dan Orang Tua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co