3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sapi Gerumbungan: Wujud Rasa Syukur Petani Buleleng di Musim Panen

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
August 4, 2023
in Budaya
Sapi Gerumbungan: Wujud Rasa Syukur Petani Buleleng di Musim Panen

Kesenian Sapi Gerumbungan di Lovina Festival 2023

LOVINA FESTIVAL bulan lalu memberi kesan tersendiri bagi masyarakat Buleleng. Bukan saja karena beragam mata acaranya, tapi juga soal nyaris semua sektor ikut terdampak, termasuk pelaku kesenian Sapi Gerumbungan, yang merupakan salah satu tradisi gumi Panji Sakti.

Dalam perhelatan Lovina Festival 2023, terdapat lima kelompok pelaku kesenian Sapi Gerumbungan yang mengikuti eksibisi tersebut. Kelompok tersebut berasal dari Buleleng Timur, Tengah, dan Barat.

Mengenai kesenian Sapi Gerumbungan, Ketut Susila, Ketua Kelompok Sapi Gerumbungan Pasupala Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng, menerangkan bahwa tradisi ini merupakan warisan turun-temurun. “Kami sendiri termasuk generasi ketujuh yang masih melestarikan tradisi ini,” ujarnya menerangkan disela kesibukan mempersiapkan perlengkapan aksesoris Sapi Gerumbungan.

Kelompok Pasupala Desa Lemukih telah dikukuhkan secara resmi sejak tahun 2010 silam dan sudah memenuhi kategori rombongan induk untuk bertahan memelihara Sapi Gerumbungan.

Menurut Susila, dahulu, kesenian Sapi Gerumbungan lahir dan menjadi bagian dari masyarakat agraris Buleleng. Masyarakat Buleleng, dulu, selain mengandalkan hasil laut sebagai mata pencaharian, juga mengandalkan tanah (bercocok tanam) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan dalam sejarahnya, Sapi Gerumbungan dijadikan simbol sebagai wujud rasa syukur petani atas hasil panen yang melimpah.

“Menurut cerita tetua kami, Sapi Gerumbungan ini sebagai pembayar kaul (nawur sesangi) kalau hasil panen bagus. Hingga sekarang kadang masih dijadikan sebagai salah satu cara membayar kaul, selain sebagai seni pertunjukan seperti sekarang ini,” jelas Susila.

Bukan Sapi Sembarangan

Mengenai sapi yang digunakan, Susila menjelaskan, bahwa tidak sembarang sapi bisa digunakan dalam kesenian ini. Kata dia, yang bisa digunakan adalah sapi pilihan yang istimewa. Sapi yang digunakan dalam kesenian ini biasanya sudah memiliki ciri khas sejak lahir—yang biasanya dapat dilihat pada tampilan fisik, yaitu dari sisi gerakan kepala, ekor yang tegak, dan gerakan kaki.

Oleh karena itu, untuk menyiapkan Sapi Gerumbungan yang memiliki kualitas baik, pihaknya menyebutkan sapi harus dirawat dengan spesial.  Majikan harus memijat dan mengelus setiap hari serta memastikan sapi mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sapi biasanya akan dijemur saat pagi dan dimandikan pada siang hari. Sapi-sapi ini, setelah dilatih dan mendapat perlakukan khusus, akan siap ditampilkan untuk atraksi sampi gerumbungan dari umur 12 bulan ke atas.

“Sapi Gerumbungan ini sejak lahir sudah diketahui ciri-cirinya, dan kami sebagai majikan harus memperlakukannya sesuai mood—karena setiap sapi memiliki karakterisitik berbeda. Di situlah tantangannya untuk menjinakkannya,” terangnya.

Untuk harga bibit Sapi Gerumbungan, menurut Susila, lebih mahal dibanding sapi biasa. Jika bibit sapi biasanya dibandrol sekitar Rp9.000.000 per ekor, bibit sapi gerumbungan bisa sampai Rp11.000.000 per ekor. Hal tersebut yang membuat perlakuan khusus harus selalu diberikan untuk sapi tersebut.

Kelompok Pelestari

Sebagai tradisi kesenian warisan leluhur, Sapi Gerumbungan sebenarnya memang harus terus dilestarikan. Dan dalam hal ini,  Susila menyatakan berkomitmen untuk melanjutkan tradisi warisan leluhur tersebut.

Sepertinya Susila tidak sedang omong kosong. Soal komitmen tersebut, kita dapat melihat dari persiapannya ketika hendak mengikuti kegiatan besar. Kelompok Pasupala, pada hari biasa, melaksanakan latihan 2 minggu sekal. Sedangkan pada saat mempersiapkan event, mereka akan latihan lebih intens lagi menjadi 2 hari sekali.

“Kami termotivasi karena sudah menjadi kesenangan untuk melanjutkan warisan leluhur kami,” tandasnya.

Sekadar informasi, selain Kelompok Pasupala, di Buleleng ada beberapa kelompok yang masih melestarikan Sapi Gerumbungan. Di Buleleng Timur, misalnya, ada kelompok Baga Sebali yang terdiri dari kelompok Desa Sawan, Menyali, Lemukih, Galungan, dan Bebetin.

Sedangkan di Buleleng Tengah, Sapi Gerumbungan ada di Desa Panji, Desa Sambangan di Kecamatan Sukasada, dan Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng. Sementara itu, di Buleleng Barat Sapi Gerumbungan masih dilestarikan di Desa Kaliasem dan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar.

Sebab masih ada kelompok pelestari Sapi Gerumbungan, sudah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Buleleng segera mengambil tindakan pelestarian dengan menguatkan ekosistem kesenian Sapi Gerumbungan—yang mencakup tentang kreasi, manajemen produksi, distribusi, konsumsi, sampai apresiasinya.

Jangan sampai kesenian leluhur ini hanya sebatas menjadi cerita dikemudian hari. Mengingat, belakangan ini atraksi itu nyaris punah seiring dengan perubahan cara orang bertani di Bali, yang dulunya membajak sawah menggunakan sapi, kini lebih banyak menggunakan traktor. Sapi untuk membajak pun menjadi langka.[T][Jas/*]

Menghidupkan Kembali Atraksi Sapi Gerumbungan dalam Lovina Festival 2023
“Sampi Gerumbungan”, Bukti Bali (Pernah) Menjadi Tanah Agraris
Tags: Festival Lovinakesenian baliLovinasapi baliSapi GrumbunganTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Next Post

Yang Harus Dilakukan Indonesia untuk Mengatasi Pemanasan Global

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails
Next Post
Yang Harus Dilakukan Indonesia untuk Mengatasi Pemanasan Global

Yang Harus Dilakukan Indonesia untuk Mengatasi Pemanasan Global

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co