2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Garis I Gusti Nyoman Lempad Menyimpulkan Narasi | Dari Diskusi Pameran “Darkness is White”

Satria Aditya by Satria Aditya
July 24, 2023
in Pameran
Garis I Gusti Nyoman Lempad Menyimpulkan Narasi | Dari Diskusi Pameran “Darkness is White”

Pameran karya-karya I Gusti Nyoman Lempad di c|artspace, Nusa Dua, Bali, 21 Juli 2023

PAMERAN lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad diselenggarakan di c|artspace, Nusa Dua, Bali, 21 Juli 2023. Beberapa karyanya ditampilkan di sebuah museum seni, antara lain berupa sebuah ukiran bade tumpang dari kayu.

Ditampilkan juga lukisan-lukisannya sebelum dan setelah mewinten dan juga beberapa karya dari I Nyoman Darta – cucu Lempad. Pameran akan berlangsung hingga 5 Agustus 2023.

Sebelum memasuki area pameran, pada acara pembukaan, para pengunjung diajak melewati sesi diskusi tentang karya-karya Lempad.

Diskusi ini dimoderatori oleh Yoke Darmawan dengan dua pembiacara yaitu Jean Couteau dan I Gusti Nyoman Darta.

PAMERAN lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad diselenggarakan di c|artspace, Nusa Dua, Bali,. Pameran dibuka 21 Juli hingga 5 Agustus 2023 | Foto: Dede

Seharusnya pada diskusi ini, ada tiga pembicara. Tetapi satu pembicara tidak hadir yaitu Daniel Yusuf yang juga sebagai salah satu pengoleksi karya Lempad.

Jean Couteau yang dikenal sebagai pakar antropologi dan budaya ini menuturkan dari awal sejarah Lempad melukis sampai ia meninggal.

Menurut Jean, garis adalah salah satu kekuatan dan elemen utama dari karya Lempad. Ada unsur ruang di seputar garis. Garis menyimpulkan narasi.

Bahkan semua karya Lempad tak ada yang tidak bercerita. Ada benang merah sastra di setiap karyanya. Entah kehidupan masyarakat, kehidupan puri dan kehidupan-kehidupan sacral lainnya.

Jean mengatakan bahwa garis seni rupa mulai hadir dari Lempad, dan ada unsur naratif dari cerita.

Bahkan saat itu, Lempad adalah salah satu orang yang disukai pihak Puri. Lempad sering melukiskan karya-karyanya untuk Puri Ubud kala itu.

 “Lempad tidak sebagai seniman individu, tetapi sebagai alat dari puri itu. Ketika memakai lukisan itu ada kekuatan sprititual untuk melayani puri dan raja-rajanya,” kata Jean.

Diskusi sebelum pameran dibuka | Foto: Dede

Karya-karya Lempad membenangi sebuah sastra. “Dia dididik oleh dunia teater, arja, topeng dan wayang. Juga dari pembacaan kekawin. Lempad tidak bisa baca tulis. Dari sana (dunia teater) ia belajar. Dari sana juga memproduksi simbol untuk filosofi kebudayaan Bali” kata Jean.

Dari penuturan Jean Couteau, kita bisa tahu bahwa Lempad adalah seniman yang kekuatannya ada pada garis setiap lukisannya. Begitu pula dari setiap cerita-cerita di dalam lukisannya, ada sebuah kisah di dalamnya.

Pembicaraan tentang karya Lempad dilanjutkan I Gusti Nyoman Darta. Ia adalah salah satu cucu dari I Gusti Nyoman Lempad.

Darta menuturkan bagaimana ia diajarkan langsung melukis oleh kakeknya Lempad, melihat proses kreatifnya dan juga sejarah-sejarah dari lukisan-lukisannya.

“Begitu lempad menuangkan pensil di kertas, semua diri lempad ada dalam garis. Tidak ada yang berani menganggu dan harus konsentrasi,” katanya.

Ia begitu pelan menuturkan bahwa kakeknya, Lempad, sangat khusyuk ketika sedang melukis. “Kadang tak bisa diganggu jika sedang melukis,” ujarnya.

I Gusti Nyoman Darta juga menuturkan bagaimana proses kreatif sang kakek ketika sedang melukis. Ini adalah salah satu proses kreatif yang unik ketika kita mendengar seorang seniman besar ketika sedang melukis.

“Ia sering menyapu halaman dulu, setelah itu ngopi, baru duduk merenung dan setelah emosi keluar, baru ia menggambar. Ketika menggambar seperti yoga, runcingkan pensil, bersihkan kertas dan menjernihkan pikira. Semua lukisannya termasuk filososif entah itu nyata atau tidak nyata. Ada pula lukisan kama sutra. Itu kekuatan lempad, semua garis mengandung makna atau bertsksu. Sering dilakukan setiap hari ketika tidak dipanggil ke puri,” tutur Nyoman Darta.

Salah satu karya yang dipemaerkan | Foto: Dede

Darta juga menuturkan bahwa semua lukisan Lempad tak ada yang selesai, jika lukisannya selesai berarti dirirnya sudah tiada. Nyoman Darta di akhir pembicaraannya mengatakan bahwa, “Lempad tidak pernah menjual lukisannya, jika ada tamu yang senang dengan lukisannya, ia akan memberikannya secara cuma-cuma.”

Usai diskusi, pengunjung lantas diajak untuk melihat-lihat karya Lempad yang ada di tengah ruangan yang terkesan sunyi. Seperti judulnya, Darksness is White, di dalam ruangan itu sangat gelap, kita akan mengikuti lampu yang ditujukan oleh beberapa orang guide.

Di dalam ruangan, satu persatu lampu menyala dan meredup seperti kita mengikuti perjalanan lukisan Lempad dari tahun ke tahun. Tak hanya lukisan Lempad, di sana juga terdapat beberapa lukisan seniman lain, salah satunya adalah lukisan I Gusti Nyoman Darta. Di akhir sesi, penikmat pameran disuguhi tontonan sebuah film documenter perjalanan Lempad. [T]

Antara Keindahan dan Kekuatan Jiwa: Dari Pameran Multimedia Karya I Gusti Nyoman Lempad
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Tags: I Gusti Nyoman LempadPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

Next Post

Diskusi Film di Sela-sela Lovina Festival: Menjadikan Buleleng Sebagai Pusat Produksi Film International

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Diskusi Film di Sela-sela Lovina Festival: Menjadikan Buleleng Sebagai Pusat Produksi Film International

Diskusi Film di Sela-sela Lovina Festival: Menjadikan Buleleng Sebagai Pusat Produksi Film International

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co