13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan HUT Kosala: Bersatulah Sastrawan-sastrawan Bumi Serombotan Klungkung

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 14, 2023
in Khas
Perayaan HUT Kosala: Bersatulah Sastrawan-sastrawan Bumi Serombotan Klungkung

Para sastrawan Klungkung dalam perayaan HUT Komala di SMAN 2 Semarapura

UMBU LANDU PARANGGI, penyair yang biasa disebut sebagai mahaguru oleh sebagian besar penyair di Bali, punya perhatian besar kepada Kabupaten Klungkung, terutama dalam hal pengembangan sastra.

Pada tahun 1980-an hingga pertengahan tahun 1990-an, Umbu, dalam sejumlah kesempatan tak pernah lepas bicara kepada penyair-penyair muda di Bali tentang para penyair-penyair baik hati dari Klungkung. Sang mahaguru akan menyebut Sanggar Binduana dan sejumlah nama, seperti Wayan Suartha dan Ida Bagus Parwita.

Pada satu kolom di halaman Bali Post Minggu, Umbu seringkali memasang agenda kegiatan sastra di Klungkung, dan tak lupa menulis nama-nama penyair dari Bumi Serombotan itu. Maka, para penyair muda akan berdatangan ke Klungkung, entah memang benar ada acara sastra atau sekadar provokasi semata.

Tapi, dulu, Wayan Suartha  bersama Sanggar Binduana, memang kerap menggelar acara sastra dengan mengundang para sastrawan tua dan muda dari luar Klungkung. Acaranya bisa di pusat kota, di sekitar monument yang cukup mencolok itu, atau acaranya digelar di tepi pantai. Pokoknya acara itu selalu berlangsung secara guyub.

Syahdan, Kamis, 13 April 2023, pada laman media sosial, terutama facebook, berseliweran tulisan-tulisan pendek tentang perayaan sastra di Klungkung. Nama-nama yang dulu bersinar, kini disebut-sebut kembali.

“Bermain-mainlah dengan sungguh-sungguh”, karena sejatinya “sastra itu menyenangkan”, maka “berbahagialah dengan sastra”…  Selamat untuk Komunitas Sastra Lentera yang merayakan hari jadi ke-15.

Itu adalah tulisan pendek I Made Sujaya di laman facebook-nya. Dan ia juga memasang orang-orang membaca puisi. Dan orang-orang itu adalah penyair-penyair Bumi Serombotan yang sering disebut-sebut namanya oleh Umbu sekira tahun 1980-an dan 1990-an.

Made Sujaya adalah sastrawan Bumi Serombotan juga. Ia lahir belakangan dari Wayan Suarta dan Ida Bagus Purwita. Namun Sujaya mengaku nama-nama itulah yang dianggapnya sebagai guru yang memberi pengaruh pada dirinya untuk kemudian menekuni sastra.

Sujaya berada dalam acara baca-baca puisi itu tentu karena ia kangen pada acara sastra, terutama acara sastra di daerah kelahirannya.

Wayan Suartha baca puisi | Foto: Sujaya

Acara baca-baca puisi itu juga diposting oleh sastrawan Mas Ruscitadewi di laman facebook-nya. Selain menebarkan foto-foto orang baca puisi, Mas Ruscitadewi juga menyebut-nyebut sejumlah nama yang cukup akrab di telinga penyair muda sekira tahun 19980-an dan 1990-an. Antara lain, ya, itu, Wayan Suartha dan Ida Bagus Parwita. Juga nama Ida Bagus Widiasa Keniten dan Ida Bagus Pawanasuta.

Rupanya, acara-acara baca puisi itu berkaitan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Komunitas Sastra Lentera atau biasa juga disebut Kosala. HUT itu dirayakan di aula SMAN 2 Semarapura, markas dari Kosala sendiri.

“Untuk HUT Kosala, ini sebetulnya tanggal 22 Maret 2023 yang ke -15. Tapi puncaknya kemarin Bli. Nah dalam rangkaian peringatannya, ada lomba internal antar anggota Kosala. Ada lomba mengaktingkan cerpen, lomba menulis cerita mini dan lomba cover lagu. Lombanya sudah dimulai sejak 22 Maret,” kata Ida Bagus Pawanasuta, bos Komala, melalui Whatshap.

Mas Ruscitadewi baca puisi | Foto: Sujaya

Ida Bagus Parwita baca puisi | Foto: Sujaya

Pawanasuta kemudian menuturkan, lomba yang digelar Kosala berlangsung meriah. Yang unik dari lomba ini adalah lintas divisi. Anggota Kosala divisi musikalisasi puisi tidak boleh ikut lomba cover lagu, yang anggota divisi menulis sastra tidak boleh ikut di lomba menulis cerita mini, dan anggota yang sudah sering ikut kegiatan pentas monolog/teater tidak boleh lomba mengaktingkan cerpen.

Dan pada puncak peringatannya, Rabu, 12 April 2023, datangkah sesepuh Mas Ruscitadewi dari Denpasar, Wayan Suartha, Ida bagus Parwita, Ida Bagus Kenien dan Made Sujaya. Acaranya menjadi makin ramai dan guyub. Para penyair itu saling berbalas baca puisi.

Dengan acara semacam itu, tentu saja semua penyair merasa gembira. Mereka seperti larut dalam nostalgia, dan seakan-akan hendak mengembalikan aura sastra pada hal-hal yang menyenangkan. Seperti kata Sujaya, “Bermain-mainlah dengan sungguh-sungguh”, karena sejatinya “sastra itu menyenangkan”, maka “berbahagialah dengan sastra”.

Ida Bagus Widasa Keniten baca puisi | Foto: Sujaya

Dengan peristiwa sastra yang seru semacam itu, Kosala bisa dianggap sebagai wadah yang bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak muda yang hendak belajar soal sastra dan hal-hal kreatif lain yang berhubungan dengan sastra. Kosala juga bisa menjadi wadah untuk mempertemukan kembali penyair yang hidup dalam lintas zaman, lintas generasi, dan lintas pergaulan.

Maka, bersatulah seniman-seniman Bumi Serombotan. Teruslah bermain-main dengan serius.

Ida Bagus Pawanasuta menerangkan Kosala sendiri berdiri 22 Maret 2008. Pada awalnya komunitas itu didirikan untuk mewadahi anak-anak yang suka bermain musik. Kemudian dari bermain musik, kegiatan bergeser menjadi memusikkan puisi.

“Dan perjalanannya pun  kembang kempis karena anggotanya anak sekolahan, datang dan pergi seiring ada yang tamat, ada anak baru lagi,” kata Pawanasuta.

Selama perjalanan bermusik puisi, Kosal sempat meraih sempat juara 3 dan juara harapan 1 lomba musikalisasi puisi di Balai Bahasa Provinsi Bali. Pernah juga meraih juara harapan 3 dalam lomba musikalisaai puisi Rumah Sakit Sanglah, serta juara 1 Lomba musikalisasi puisi SMA/SMK di Unud.

“Mulailah anak-anak lebih inten bermusik puisi. Semenjak 2018, saya juga perhatikan ada anggota yang memiliki bakat berakting, lalu saya juga kembangkan divisi teater,” kata Pawanasuta.

Ida Bagus Pawanasuta | Foto: Sujaya

Di bidang teater, Kosala sempat mendapat juara 1 lomba teater se-SMA/SMK di Kungkung tahun 2019. Lalu semakin bertambahlah anak-anak yang bergabung ke Kosala.

“Dan di masa pandemi 2020, saya buka divisi menulis sastra, lebih banyak menulis puisi dan cerpen. Langsung di akhir 2020 saya buat tantangan semua anggota menulis puisi. Setelah itu puisi dikurasi oleh IB Widiasa Keniten, dan saya terbitkanlah antologi puisi mereka berjudul ‘Menyemai Kata, Merayakan Makna’,” kata pawanasuta.

Semakin berkembang dan semakin ada yang mengenal Kosala sehingga banyak mendapatkan kesempatan untuk pentas. Akhirnya di beberapa kegiatan di Kungkung, seperti Festival Semarapura Kelod dan Festival Semarapura Tengah, Kosala diundang untuk bermain musikalisasi puisi dan mendramakan puisi.

Kosala terus berkembang sehingga iklim pergaulan sastra di Klungkung kembali terbentuk, meski secara perlahan. Buktinya, sastrawan-satrawan senior pun tergoda untuk turun gunung. Selamat Kosala. [T]

Para sastrawan Klungkung dan anak-anak Komunitas Sastra Lentera

Tags: Klungkungsastrasastrawan baliUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tolak Israel, PDIP Uji Ganjar?

Next Post

Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co