2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan HUT Kosala: Bersatulah Sastrawan-sastrawan Bumi Serombotan Klungkung

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 14, 2023
in Khas
Perayaan HUT Kosala: Bersatulah Sastrawan-sastrawan Bumi Serombotan Klungkung

Para sastrawan Klungkung dalam perayaan HUT Komala di SMAN 2 Semarapura

UMBU LANDU PARANGGI, penyair yang biasa disebut sebagai mahaguru oleh sebagian besar penyair di Bali, punya perhatian besar kepada Kabupaten Klungkung, terutama dalam hal pengembangan sastra.

Pada tahun 1980-an hingga pertengahan tahun 1990-an, Umbu, dalam sejumlah kesempatan tak pernah lepas bicara kepada penyair-penyair muda di Bali tentang para penyair-penyair baik hati dari Klungkung. Sang mahaguru akan menyebut Sanggar Binduana dan sejumlah nama, seperti Wayan Suartha dan Ida Bagus Parwita.

Pada satu kolom di halaman Bali Post Minggu, Umbu seringkali memasang agenda kegiatan sastra di Klungkung, dan tak lupa menulis nama-nama penyair dari Bumi Serombotan itu. Maka, para penyair muda akan berdatangan ke Klungkung, entah memang benar ada acara sastra atau sekadar provokasi semata.

Tapi, dulu, Wayan Suartha  bersama Sanggar Binduana, memang kerap menggelar acara sastra dengan mengundang para sastrawan tua dan muda dari luar Klungkung. Acaranya bisa di pusat kota, di sekitar monument yang cukup mencolok itu, atau acaranya digelar di tepi pantai. Pokoknya acara itu selalu berlangsung secara guyub.

Syahdan, Kamis, 13 April 2023, pada laman media sosial, terutama facebook, berseliweran tulisan-tulisan pendek tentang perayaan sastra di Klungkung. Nama-nama yang dulu bersinar, kini disebut-sebut kembali.

“Bermain-mainlah dengan sungguh-sungguh”, karena sejatinya “sastra itu menyenangkan”, maka “berbahagialah dengan sastra”…  Selamat untuk Komunitas Sastra Lentera yang merayakan hari jadi ke-15.

Itu adalah tulisan pendek I Made Sujaya di laman facebook-nya. Dan ia juga memasang orang-orang membaca puisi. Dan orang-orang itu adalah penyair-penyair Bumi Serombotan yang sering disebut-sebut namanya oleh Umbu sekira tahun 1980-an dan 1990-an.

Made Sujaya adalah sastrawan Bumi Serombotan juga. Ia lahir belakangan dari Wayan Suarta dan Ida Bagus Purwita. Namun Sujaya mengaku nama-nama itulah yang dianggapnya sebagai guru yang memberi pengaruh pada dirinya untuk kemudian menekuni sastra.

Sujaya berada dalam acara baca-baca puisi itu tentu karena ia kangen pada acara sastra, terutama acara sastra di daerah kelahirannya.

Wayan Suartha baca puisi | Foto: Sujaya

Acara baca-baca puisi itu juga diposting oleh sastrawan Mas Ruscitadewi di laman facebook-nya. Selain menebarkan foto-foto orang baca puisi, Mas Ruscitadewi juga menyebut-nyebut sejumlah nama yang cukup akrab di telinga penyair muda sekira tahun 19980-an dan 1990-an. Antara lain, ya, itu, Wayan Suartha dan Ida Bagus Parwita. Juga nama Ida Bagus Widiasa Keniten dan Ida Bagus Pawanasuta.

Rupanya, acara-acara baca puisi itu berkaitan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Komunitas Sastra Lentera atau biasa juga disebut Kosala. HUT itu dirayakan di aula SMAN 2 Semarapura, markas dari Kosala sendiri.

“Untuk HUT Kosala, ini sebetulnya tanggal 22 Maret 2023 yang ke -15. Tapi puncaknya kemarin Bli. Nah dalam rangkaian peringatannya, ada lomba internal antar anggota Kosala. Ada lomba mengaktingkan cerpen, lomba menulis cerita mini dan lomba cover lagu. Lombanya sudah dimulai sejak 22 Maret,” kata Ida Bagus Pawanasuta, bos Komala, melalui Whatshap.

Mas Ruscitadewi baca puisi | Foto: Sujaya

Ida Bagus Parwita baca puisi | Foto: Sujaya

Pawanasuta kemudian menuturkan, lomba yang digelar Kosala berlangsung meriah. Yang unik dari lomba ini adalah lintas divisi. Anggota Kosala divisi musikalisasi puisi tidak boleh ikut lomba cover lagu, yang anggota divisi menulis sastra tidak boleh ikut di lomba menulis cerita mini, dan anggota yang sudah sering ikut kegiatan pentas monolog/teater tidak boleh lomba mengaktingkan cerpen.

Dan pada puncak peringatannya, Rabu, 12 April 2023, datangkah sesepuh Mas Ruscitadewi dari Denpasar, Wayan Suartha, Ida bagus Parwita, Ida Bagus Kenien dan Made Sujaya. Acaranya menjadi makin ramai dan guyub. Para penyair itu saling berbalas baca puisi.

Dengan acara semacam itu, tentu saja semua penyair merasa gembira. Mereka seperti larut dalam nostalgia, dan seakan-akan hendak mengembalikan aura sastra pada hal-hal yang menyenangkan. Seperti kata Sujaya, “Bermain-mainlah dengan sungguh-sungguh”, karena sejatinya “sastra itu menyenangkan”, maka “berbahagialah dengan sastra”.

Ida Bagus Widasa Keniten baca puisi | Foto: Sujaya

Dengan peristiwa sastra yang seru semacam itu, Kosala bisa dianggap sebagai wadah yang bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak muda yang hendak belajar soal sastra dan hal-hal kreatif lain yang berhubungan dengan sastra. Kosala juga bisa menjadi wadah untuk mempertemukan kembali penyair yang hidup dalam lintas zaman, lintas generasi, dan lintas pergaulan.

Maka, bersatulah seniman-seniman Bumi Serombotan. Teruslah bermain-main dengan serius.

Ida Bagus Pawanasuta menerangkan Kosala sendiri berdiri 22 Maret 2008. Pada awalnya komunitas itu didirikan untuk mewadahi anak-anak yang suka bermain musik. Kemudian dari bermain musik, kegiatan bergeser menjadi memusikkan puisi.

“Dan perjalanannya pun  kembang kempis karena anggotanya anak sekolahan, datang dan pergi seiring ada yang tamat, ada anak baru lagi,” kata Pawanasuta.

Selama perjalanan bermusik puisi, Kosal sempat meraih sempat juara 3 dan juara harapan 1 lomba musikalisasi puisi di Balai Bahasa Provinsi Bali. Pernah juga meraih juara harapan 3 dalam lomba musikalisaai puisi Rumah Sakit Sanglah, serta juara 1 Lomba musikalisasi puisi SMA/SMK di Unud.

“Mulailah anak-anak lebih inten bermusik puisi. Semenjak 2018, saya juga perhatikan ada anggota yang memiliki bakat berakting, lalu saya juga kembangkan divisi teater,” kata Pawanasuta.

Ida Bagus Pawanasuta | Foto: Sujaya

Di bidang teater, Kosala sempat mendapat juara 1 lomba teater se-SMA/SMK di Kungkung tahun 2019. Lalu semakin bertambahlah anak-anak yang bergabung ke Kosala.

“Dan di masa pandemi 2020, saya buka divisi menulis sastra, lebih banyak menulis puisi dan cerpen. Langsung di akhir 2020 saya buat tantangan semua anggota menulis puisi. Setelah itu puisi dikurasi oleh IB Widiasa Keniten, dan saya terbitkanlah antologi puisi mereka berjudul ‘Menyemai Kata, Merayakan Makna’,” kata pawanasuta.

Semakin berkembang dan semakin ada yang mengenal Kosala sehingga banyak mendapatkan kesempatan untuk pentas. Akhirnya di beberapa kegiatan di Kungkung, seperti Festival Semarapura Kelod dan Festival Semarapura Tengah, Kosala diundang untuk bermain musikalisasi puisi dan mendramakan puisi.

Kosala terus berkembang sehingga iklim pergaulan sastra di Klungkung kembali terbentuk, meski secara perlahan. Buktinya, sastrawan-satrawan senior pun tergoda untuk turun gunung. Selamat Kosala. [T]

Para sastrawan Klungkung dan anak-anak Komunitas Sastra Lentera

Tags: Klungkungsastrasastrawan baliUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tolak Israel, PDIP Uji Ganjar?

Next Post

Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co