29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lagu “Putri Cening Ayu” pun Bergema dalam Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional

Komang Sujana by Komang Sujana
February 14, 2023
in Panggung
Lagu “Putri Cening Ayu” pun Bergema dalam Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama para penampil dalam pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional di Jakarta, Senin, 13 Februari 2023 malam. | Foto: Tanjung Turaeni

FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU (FTBI) Nasional resmi dibuka oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Senin, 13 Februari 2023 malam.  

Pembukaan diisi dengan berbagai acara seperti mendongeng dengan bahasa daerah masing-masing dari peserta siswa SD dan SMP, serta menyanyikan lagu daerah, juga dari masing-masing peserta.

Bali diwakili oleh Komang Yenita Wulandari. Siswi kelas VI SDN  1 Banjar Jawa ini membawakan lagu Putri Cening Ayu. Suaranya yang lembut dikombinasikan dengan gerakan dasar tari Bali menjadikan lagu yang dibawakannya benar-benar dinikmati oleh seluruh peserta.

Kegiatan FTBI ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Merdeka Belajar episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2022 dan menyemarakkan peringatan hari Bahasa Ibu Internasional pada 21 Februari 2023.

Dalam sambutannya Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim  atau biasa disapa Mas Menteri menyampaikan bahwa dari 718 bahasa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, tidak semua kondisinya terkategori aman. Oleh sebab itulah Revitalisasi Bahasa Daerah dilakukan  untuk menyelamatkan bahasa-bahasa daerah dari kondisi kritis dan kepunahan.

Menurutnya Revitalisasi Bahasa Daerah yang telah dilakukan menggunakan pendekatan baru yang terdiri atas delapan aspek. Seperti, lebih fokus pada revitalisasi daripada pendokumentasian bahasa yang dilakukan melalui pembelajaran dan pendampingan berkelanjutan, partisipasi intensif seluruh pemangku kepentingan, dan model revitalisasi yang beragam menyesuaikan situasi di lapangan.

Selain itu juga penyediaan buku-buku cerita anak berbahasa daerah yang menarik untuk pengayaan pembelajaran, mendorong penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal (kelas 1-3 SD), sehingga anak-anak familiar  dengan bahasa daerah, mobilisasi guru, fasilitator, dan pegiat bahasa daerah  untuk menjadi narasumber sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan, dan penyediaan forum apresiasi berupa festival bagi penutur muda bahasa daerah yakni FTBI.

Ratusan Siswa SD dan SMP Bergembira Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di Jakarta

Aspek-aspek pendekatan baru tersebutlah yang menurut Nadiem Makarim menyebabkan Kemdikbudristek mampu merevitalisasi 39 bahasa daerah dan 8 aksara daerah dari 13 provinsi tahun 2022. Selain itu, ia mengakui bahwa suksesnya Revitalisasi Bahasa Daerah karena seluruh pemangku kebijakan, guru, kepala sekolah, pengawas, pegiat-pegiat bahasa daerah dan masyarakat turut bergerak.

“Tidak ada kebijakan yang sukses tanpa ada gerakan,” tegas Mas Menteri

Nadiem Makarim pun menyampaikan bahwa program Revitalisasi Bahasa Daerah akan berlanjut tahun ini. Sebanyak 59 bahasa di 22 provinsi akan menjadi sasaran revitalisasi di tahun 2023. Sebanyak 9 provinsi adalah provinsi sasaran baru.

Oleh sebab itu, Nadiem mengajak seluruh pemangku kebijakan, seluruh komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersemangat menggelar berbagai acara bahasa daerah sehingga semangat kearifan lokal terbakar lagi pada jiwa-jiwa anak muda.

Pada akhir sambutannya Nadiem Makarim mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kepala sekolah, guru, penggerak komunitas bahasa daerah, dan seluruh pihak yang terlibat mendukung Revitalisasi Bahasa Daerah.  Mas Menteri pun tidak lupa mengajak seluruh peserta FTBI yakni 215 pelajar SD dan SMP para pemenang FTBI tingkat provinsi untuk terus semangat menggunakan bahasa dan aksara daerah setelah mengikuti FTBI. 

Setelah selesai memberikan sambutan Nadiem Makarim kemudian meluncurkan antologi 80 cerpen anak berbahasa daerah dan film animasi. Tidak hanya itu, Mas Menteri juga menerima plakat aksara daerah, yang terdiri dari 8 aksara daerah, yaitu Bugis, Samawa, Bali, Sasak, Sunda, Jawa, Bojo, dan Dayak. Plakat ini diserahkan oleh panitia bersama anak-anak perwakilan peserta FTBI. Mereka pun sangat senang karena diajak berswafoto oleh Mas Menteri.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof.  E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa bahasa daerah adalah aset yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung nilai, pemikiran, dan pengetahuan yang adi luhung.

Namun, disampaikannya Indonesia dengan 718 bahasa daerahnya menunjukkan daya hidup dan vitalitas yang menurun baik dengan penutur bahasa yang besar dan kecil. Model dan praktik pelestarian bahasa daerah di masa lalu menurutnya lebih menekankan pada aspek pagelaran sastra daerah, bersifat sporadis dan tidak langgeng.

Maka agar tidak terjadi kehilangan kekayaan budaya, program revitalisasi bahasa daerah dengan pendekatan baru seperti yang dipaparkan oleh Mas Menteri perlu dilakukan.

Dwi Adelina dari SMPN 2 Sawan, Wakil Bali di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Pada acara ini juga menobatkan Ibu Franka Makarim sebagai Bunda Bahasa Ibu. Apresiasi ini diberikan atas inisiatif dari komunitas pelestari bahasa daerah di seluruh Indonesia karena melihat kepedulian dari Ibu Franka Makarim ikut mensukseskan program pelestarian bahasa daerah.

Dalam tayangan video singkat, Ibu Franka Makarim berpesan bahwa untuk menjadi Pelajar Pancasila anak-anak Indonesia harus memiliki karakter berkebhinekaan global. Karakter ini dapat ditumbuhkan mulai dari lingkungan rumah yakni dengan membiasakan anak-anak kita berbahasa daerah dan mengajarkan keragaman bahasa dan budaya. Dengan ini anak-anak akan memiliki karakter toleransi dan cinta akan perbedaan.

Selain karena dibuka langsung oleh Mendikbudristek, acara ini semakin meriah karena penampilan memukau para perwakilan peserta FTBI. Tiga pelajar hebat, yaitu Diska Khairani Hasibuan dari Sumatera Utara, Nursavitri Upara dari Maluku Utara, dan Nyoman Salwa Dhayanagangga dari Bali menunjukkan keterampilannya dalam mendongeng bahasa daerah.

Nyoman Salwa sendiri tampil luar biasa membawakan dongeng yang berjudul Gajah Nyapa Kadi Aku (Gajah yang Sombong). Ia tampil dengan media wayang berkarakter gajah. Suaranya menggelegar, bercerita penuh penghayatan, ditambah pakaian adat Bali kombinasi warna merah dan hitam yang membuat dirinya terlihat semakin eksotis, sehingga mampu membuat Nadiem Makarim dan seisi undangan di ballroom Hotel Sultan terkagum-kagum dan memberikannya tepuk tangan yang meriah.

Selain mendongeng, dua belas perwakilan peserta FTBI juga menghibur seluruh undangan dengan menyanyikan lagu-lagu daerahnya masing-masing. Bali diwakili oleh Komang Yenita Wulandari. Siswi kelas VI SDN  1 Banjar Jawa ini membawakan lagu Putri Cening Ayu.

Acara FTBI kali ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi X DPR RI, Ketua Bidang III DPD RI, National Officer for Education Unit UNESCO Jakarta Office, para gubernur dan bupati peraih penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah, Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemdikbudristek, Para pendamping, guru, dan orang tua peserta.

FTBI Nasional berlangsung sampai dengan tanggal 16 Februari 2023. Acara, Selasa, 14 Februari 2023, yaitu penampilan peserta FTBI.

Masing-masing peserta FTBI dari 12 provinsi diberikan kesempatan untuk menampilkan kreativitasnya menggunakan bahasa dan aksara daerah, seperti membaca puisi, mendongeng, menulis aksara, berpidato, dan lain sebagainya selama 30 menit. [T]

Tags: Bahasa Balibahasa daerahBahasa IndonesiaFestival Tunas Bahasa IbuNadiem Makarim
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada 57 Ribu UMKM di Buleleng — Gedung PLUT Bisa Jadi Pusat Inkubator Bisnis

Next Post

Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails
Next Post
Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan

Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co