6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Komang Sujana by Komang Sujana
January 30, 2023
in Ulas Buku
Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

PUISI MERUPAKAN karya sastra yang dibangun dari diksi atau kata-kata pilihan. Pemilihan diksi yang tepat akan menjadikan puisi memiliki kekuatan secara struktur dan isi. Seperti puisi-puisi karya I Made Suarsa. Rima akhir puisinya selalu terjaga. Pun tentu dengan isinya yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam sedalam kekuatan diksi-diksinya.

I Made Suarsa adalah sastrawan Bali yang lahir tanggal 15 Mei 1954 di Banjar Gelulung, Sukawati Gianyar. Ia adalah putra kedua dari tujuh bersaudara dari sastrawan Bali anyar Made Sanggra.

I Made Suarsa adalah sastrawan yang sangat produktif di bidang sastra Bali purwa dan sastra Bali anyar (modern). Karyanya di bidang sastra Bali purwa, seperti geguritan, kidung, dan kekawin. Karya satua Bali yang berjudul Pan Demi lan Pak Sin, geguritan Korona, Karana, lan Kirana, dan kidung Pamarisudha Gering Agung berhasil meraih juara pada ajang Sastra Saraswati Sewana yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud tahun 2021

Di bidang sastra Bali anyar, I Made Suarsa telah banyak menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media cetak di Bali, seperti Bali Post, Nusa Bali, dan majalah Suara Saking Bali.

Karya sastra Bali anyar yang sudah dibukukan adalah antologi puisi Bali Ang Ah lan Ah Ang yang mengantarkannya meraih Rancage tahun 2005. Cerpen-cerpennya yang terangkum dalam buku Gede Ombak Gede Angin mendapatkan hadiah Rancage tahun 2007.

Antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” adalah antologi puisi Bali anyar terbarunya. Kumpulan puisi ini meraih juara tiga pada lomba menulis naskah cerpen ‘Gerip Maurip’ yang diselenggarakan oleh Pustaka Ekspresi tahun 2022.

Bulan Februari identik dengan bulan kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coklat dan bunga biasanya menjadi bagian perayaannya. Namun, di bulan yang juga diperingati sebagai bulan bahasa Bali di Bali ini, buku antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” sangat cocok untuk alternatif hadiah bagi orang-orang yang kita sayangi

Puisi-puisi dalam buku ini dibangun dari diksi-diksi pilihan yang menjadikan setiap bait puisinya memiliki rima akhir yang kuat, sangat indah layaknya buket bunga valentine. Juga seperti coklat, puisi-puisinya sangat enak dibaca. Manis isi puisinya terasa sampai ke lubuk hati.

Menurut Arif Bagus Prasetyo, sastra dapat dapat memulihkan kesadaran. Begitu juga dalam 51 puisi yang terangkum dalam buku puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin”. Puisi-puisi I Made Suarsa memulihkan kesadaran akan pentingnya kasih sayang, rasa saling menyayangi dengan sesama dan alam sesuai dengan judul antologinya Ngiring Sayang-Manyayangin (Mari Sayang Menyayangi).

Bali adalah pulau yang menjadi destinasi pariwisata dunia karena budayanya yang kuat serta masyarakatnya yang dikenal sangat ramah. Tidak salah kemudian Bali disebut sebagai pulau seribu pura (pulau dewata) dan pulau yang aman dan damai. Namun, fenomena belakangan tidak jarang tersiar kabar di media massa dan digital tentang kasus-kasus kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, dan kriminal di Bali. Ini menandakan filsafat Hindu Tat Twam Asi (Saya adalah Anda, Anda adalah Saya) mulai tidak ajek dipraktikkan oleh masyarakat Bali.

I Made Suarsa merespons fenomena ini dengan mengingatkan kembali pentingnya rasa saling asah (saling mendidik), asih (mengasihi), dan asuh (bujuk/peduli) sehingga terciptanya kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai di dalam keluarga dan antarkrama Bali. Pesan ini tersirat dalam puisi yang berjudul Ngiring Sayang Manyayangin. Berikut petikan empat baris pada bait ketiga.

Ngiring saling sayang manyayangin
suka duka sareng garangin
….
Maurip wantah saling dagingin
tan jua saling nglintangin

[Mari saling sayang menyayangi
Suka dan duka dihadapi bersama
Hidup adalah saling mengisi
Bukan saling menghalangi]

Pentingnya kasih sayang dalam kehidupan juga disampaikan pada puisi yang berjudul Salinggah Pasih Sategeh Kahyang. Dalam puisi ini kasih dan sayang akan menyebabkan hidup menjadi damai dan terhindar dari kegelapan. Juga dalam puisi yang berjudul milenial, sayang sakayang-kayang, dan sepi.

wusan amunika gaal-gaal
ring margi-marginé masual
magenepan bakat galgal
ngranayang anak tios sial
Angkihan timpal dados tumbal

[Cukup sudah bersuara lantang tidak karuan
Ugal-ugalan di jalan
Merusak segalanya
Penyebab orang terkena bencana
Nyawa teman menjadi korban]

Baris puisi di atas merupakan bait ketiga puisi yang berjudul Milenial memiliki amanat khususnya kepada generasi muda agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain, seperti melakukan tindakan kriminal atau ugal-ugalan di jalan. Itu adalah cara menyayangi diri untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Komodifikasi kebudayaan Bali juga tidak luput dari perhatian I Made Suarsa. Joged bumbung yang dulu adalah salah satu seni pertunjukan yang bermartabat belakangan ini justru dijuluki “joged ngebor” atau “joged jaruh”. Hal ini dikarenakan penarinya lebih menonjolkan “goyang maut”, gerakan-gerakan yang tidak senonoh. Jauh dari kesan tari Bali yang etis dan estetis.

wenten joged melahluung
wenten joged malalung

(ada joged baik dan indah
ada joged yang telanjang)

wentem pragina taksu
wenten pragina tampu

(ada penari bertaksu
ada penari yang kehilangan taksu)

Empat baris puisi di atas merupakan kutipan dari puisi yang berjudul joged dan pragina. Melalui puisi-puisi itu, I Made Suarsa berusaha menyadarkan masyarakat Bali untuk untuk mencintai kebudayaan Bali yang adi luhung dengan tidak merubah pakem seni demi kepentingan ekonomi. Komodifikasi itu akan menyebabkan budaya Bali menjadi kehilangan taksu atau daya magisnya.

I Made Suarsa juga menyadarkan masyarakat Bali untuk mencintai budaya Bali dengan berbusana adat ke pura sesuai dengan pakemnya. Dalam puisi Kidung Kebaya diungkapkan bahwa dulu ciri busana adat ke pura menggunakan kain kebaya yang tebal dengan model lengan panjang, serta kamben yang sampai menutupi mata kaki. Belakangan wanita Bali banyak yang menggunakan kain kebaya yang tipis atau transparan, serta kamben yang gantut (pendek). Gaya berbusana seperti ini dapat memperlihatkan lekuk tubuh bagian depan dan paha. Jelas ini tidak sejalan dengan ciri budaya Bali yang etis dan estetis.

Selain itu, I Made Suarsa juga menyadarkan perlunya rasa mencintai Bali yang sungguh-sungguh sehingga budaya Bali ajek dan lestari. Dalam puisi yang berjudul Perda 4/2019, I Made Suarsa menyadarkan krama Bali agar tidak terlibat konflik dengan sesama krama Bali. I Made Suarsa mengingatkan masyarakat Bali untuk mencintai bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui puisi yang berjudul Pergub 80/2018.

Dalam puisi canang Sarinem diungkapkan banyak krama Bali yang membeli canang dari pedagang yang kadang bukan orang Hindu Bali. I Made Suarsa menyadarkan krama Bali khususnya generasi muda agar mampu membuat canang sebagai wujud cinta akan budaya Bali. Apalagi canang adalah sarana upakara yang tidak bida dilepaskan dalam kegiatan ritual di Bali.

Begitulah puisi-puisi I Made Suarsa. Diksi-diksinya indah dan penuh isi. Isinya dapat memulihkan kesadaran. Kesadaran tentang perlunya kita menyayangi diri dan menyayangi Bali. Dalam konsep agama Hindu diri manusia disebut bhuana alit, sedangkan alam semesta disebut bhuana agung. Jadi, dengan mencintai dan menyayangi bhuana alit dan bhuana agung dalam hal ini Bali dengan segala isinya akan dapat menciptakan kehidupan yang santi (damai)dan jagadhita (sejahtera). [T]

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik
Romantisme Puisi-puisi Wayan Jengki Sunarta dalam Buku Jumantara
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Tags: Bahasa Balibuku kumpulan cerpenbuku puisisastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Fakta Campak dan Dampaknya

Next Post

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

by Luqi Aditya Wahyu Ramadan
February 11, 2026
0
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

SUDAH setahun lebih maestro puisi Indonesia, Joko Pinurbo, berpulang ke rumah yang sesungguhnya, meninggalkan jejak yang sunyi namun abadi dalam...

Read moreDetails

“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

by Dede Putra Wiguna
January 31, 2026
0
“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

“Aku belajar bahwa kunci untuk bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan untuk menerima.” Demikian salah satu penggalan...

Read moreDetails

Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

by Radha Dwi Pradnyani
January 29, 2026
0
Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

Judul Buku: 23:59 Penulis Buku: Brian Khrisna Penerbit: Media Kita Tahun Terbit: 2023 Halaman: 232 hlm “Tidak ada yang lebih...

Read moreDetails

Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

by Yahya Umar
January 26, 2026
0
Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 DOKTER seperti apa...

Read moreDetails

Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

by I Nengah Juliawan
January 20, 2026
0
Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Aksamayang atas kedangkalan yang saya miliki. Saya mencoba menantang diri dengan membaca dan memberikan pandangan pada buku kumpulan puisi "Memilih...

Read moreDetails

Mengepak di Tengah Badai 

by Ahmad Fatoni
January 19, 2026
0
Mengepak di Tengah Badai 

Judul : Kepak Sayap Bunda: “Anak Merah Putih Tak Takut Masalah!” Penulis : A. Kusairi, dkk. Editor : Dyah Nkusuma...

Read moreDetails

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

by Luh Putu Anggreny
January 13, 2026
0
Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

ADA jenis luka yang tidak berdarah, tetapi bergaung lebih lama dari suara jeritan. Ia hidup dalam ingatan, dalam rasa bersalah...

Read moreDetails

Jeda di Secangkir Kopi

by Angga Wijaya
January 2, 2026
0
Jeda di Secangkir Kopi

SIANG di Dalung, Badung, Bali, di penghujung 2025, bergerak pelan. Jalanan tidak benar-benar lengang, tapi cukup memberi ruang bagi pikiran...

Read moreDetails
Next Post
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co