23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Gegeni di Desa Ngadiwono di Lereng Bromo

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 13, 2022
in Tualang
Menikmati Gegeni di Desa Ngadiwono di Lereng Bromo

Gegeni di Desa Ngadiwono: ngobrol dengan kehangatan api dari kayu yang dibakar

KETIKA GUNUNG SEMERU masih menyemburkan asap pertanda situasinya masih siaga,Selasa, 6 Desember 2022,  saya berada di Kota Malang, Jawa Timur. Saya bermalam beberapa jam saja, sebelum berangkat menuju Desa Ngadiwono.

Sebenarnya ini bukan acara plesiran atau jalan-jalan. Meskipun pada setiap tempat saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan, mengetahui alam sekitar, bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal.

Perjalanan saya ke Desa Ngadiwono adalah perjalanan kolaboratif  bersama anak-anak muda yang penuh indpirasi dan inisiatif. Kelompok anak muda itu membuat sebuah gerakan bernama Jaring Jiwa, sebuah gerakan yang baru lahir dengan misi dan visi mulia dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular atau kemasyarakatan.

Sejatinya merekalah yang mengajak saya. Dan saya menerima ajakan untuk kolaborasi sekaligus sharing seputar kegiatan pariwisata. Mereka tahu saya melakukan gerakan pariwisata di desa saya sendiri, di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Untuk itulah saya diajak. Selain membagi pengalaman, saya juga mendengar dan merasakan bagaimana potensi dan tantangan pengembangan wisata di Desa Ngadiwono.

Anak-anak muda Jaring Jiwa di Desa Nagdiwono, Pasuruan, Jawa Timur

Desa Ngadiwono adalah sebuah desa di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan , Jawa Timur. Dari Kota Malang, saya bersama seorang teman berkendara dengan sepeda motor ke desa itu. Desa itu adalah desa yang merupakan salah satu tempat bermukimnya Suku Tengger.

Dari Kota Malang, arah yang dilewati menuju Pasuruan via Nongkojajar, Desa Wonosari. Setelah 90 menit, kami sampai.

Suasana pegunungan sudah sangat terasa ketika di sekeliling jalan penuh dengan hutan pinus, perkebunan sayur mayur dan aktifitas para petani yang lalu lalang mencari rumput untuk ternak. Sesampai di Ngadiwono, saya dan tim Jaring Jiwa bertemu Catur Putra Pamungkas.

Laki-laki itu usainya 22 tahun.  Ia sangat bersemangat untuk menjadi guide wisata sekaligus penuh gairah untuk mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata.

“Saya masih mengikuti pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi tour guide,” tutur Catur.

Catur mengajak kami berkeliling desa. Memperlihatkan potensi pertanian hortikultura semisal kentang, kubis, kol hingga brokoli. Tidak hanya melihat, saya juga mendapat penjelasan bagaimana cara dan kebiasaan petani ketika berkebun.

Ia juga memperkenalkan tentang alat-alat apa saja peralatan yang digunakan para petani dalam berkebun. Peralatan itu disimpan di sebuah pondok di tengah kebun, seperti keranjang sebagai wadah kentang saat panen, keranjang tempat menaruh pakan ternak, sampai berbagai jenis dan ukuran cangkul untuk menanam dan fungsi-fungsinya.

Setelahnya saya diajak berkeliling desa, melihat bagaimana Desa Ngadiwono dari ketinggian.Dari ketinggian Desa Ngadiwono tampak indah, kebun berjajar dan rumah penduuduk yang masih tampak alami.

Berfoto bersama di sudut Desa Ngadiwono

Setelah beristrahat sejenak menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke peternakan Cak Setiyoni.  Setiyoni dengan keramahan khas warga desa menjelaskan bagaimana kebiasaan masyarakat dalam beternak sapi. Jenis sapi yang dipelihara adalah sapi jawa yang secara perawakan sangat besar.

Uniknya kandang sapi di desa itu menyerupai sebuah pondok. Ketika berkunjung hujan pun turun dan Cak Setiyoni mengumpulkan beberapa potongan kayu untuk dibakar.

Nah, kegiatan membakar potongan kayu saat hujan atau pada hari-hari biasa ini dikenal dengan istilah Gegeni di Ngadiwono.  Diterpa hangat api, obrolan mengalir ditemani seketel kopi lokal yang disangrai sendiri.

Gegeni adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan umumnya menjelang petang. Bertujuan untuk menghangatkan badan sambil bercerita. Dan cerita diskusi malam di Ngadiwono terakhir terjadi di Tana Layu.

Tana Layu adalah sebuah pondok wisata. Tana Layu sendiri adalah sebutan dari bunga edelweiss yang memang banyak tumbuh di daerah itu. Banyak orang menyebut bunga edelweiss juga dengan sebutan bunga keabadian.

Biar tidak ngelantur,  pada saat tutur asyik malam itu, menjelang hari berganti, Catur Putra Pamungkas dan kawan-kawan dari Jaring jiwa akhirnya sepakat untuk membuat sebuah peta jalan wisata Ngadiwono.

Obrolan ini lebih serius karena kedatangan kami memang untuk melakukan sharing tentang bagaiaman mengembangkan Desa Ngadiwono sebagai daerah wisata berkelanjutan.

Mencoba merasakan pakaian khas Ngadiwono

Peta wisata disusun sebagai petunjuk bagi orang-orang yang datang ke desa itu. Peta dimuai dengan memperkenalkan pelancong dengan para petani. Pelancong bisa melihat dan mendengar pengalaman bagaimana warga Tengger hidup dengan bertani, hidup dengan budaya sehari-hari. Misalnya, diperkenalkan tentang budaya berpakaian warga desa.

Yang juga akan menjadi menu wisata, sekaligus juga menjadi bonus sebanyak-banyaknya adalah udara segar jauh dari polusi dan cukup dengan 10 menit orang-orang bisa ke penanjakan Bromo, Gunung Semeru dan Penangugan pun tampak berdiri dengan gagah dan sesekali berasap.

Saya banyak belajar dari Ngadiwono. Jangan sampai semua petani berhenti, untuk bekerja di kebun, lalu bekerja di hotel, villa atau tanahnya dibangun villa atau hotel. Petani harus menjadi pelaku wisata yang sebenar-benarnya, jangan hanya di jadikan objek foto selfie. [T]

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata
Lulus Kuliah Tak Pulang, Putu Angga Mayobhayu Jual Sate Lilit di Kota Malang
Guntur Juniarta dan Mai Kubu, Branding Anak Muda dari Anyaman Bambu Tigawasa
Tags: Desa Ngadiwonodesa wisataGunung BromoJawa TimurKabupaten PasuruanPariwisata BerkelanjutanSuku Tengger
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Curik Bali, Maskot Pemilu 2024 Itu Dilepas 60 Ekor di Alam Liar Hutan Bali Barat

Next Post

Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co