13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Gegeni di Desa Ngadiwono di Lereng Bromo

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 13, 2022
in Tualang
Menikmati Gegeni di Desa Ngadiwono di Lereng Bromo

Gegeni di Desa Ngadiwono: ngobrol dengan kehangatan api dari kayu yang dibakar

KETIKA GUNUNG SEMERU masih menyemburkan asap pertanda situasinya masih siaga,Selasa, 6 Desember 2022,  saya berada di Kota Malang, Jawa Timur. Saya bermalam beberapa jam saja, sebelum berangkat menuju Desa Ngadiwono.

Sebenarnya ini bukan acara plesiran atau jalan-jalan. Meskipun pada setiap tempat saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan, mengetahui alam sekitar, bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal.

Perjalanan saya ke Desa Ngadiwono adalah perjalanan kolaboratif  bersama anak-anak muda yang penuh indpirasi dan inisiatif. Kelompok anak muda itu membuat sebuah gerakan bernama Jaring Jiwa, sebuah gerakan yang baru lahir dengan misi dan visi mulia dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular atau kemasyarakatan.

Sejatinya merekalah yang mengajak saya. Dan saya menerima ajakan untuk kolaborasi sekaligus sharing seputar kegiatan pariwisata. Mereka tahu saya melakukan gerakan pariwisata di desa saya sendiri, di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Untuk itulah saya diajak. Selain membagi pengalaman, saya juga mendengar dan merasakan bagaimana potensi dan tantangan pengembangan wisata di Desa Ngadiwono.

Anak-anak muda Jaring Jiwa di Desa Nagdiwono, Pasuruan, Jawa Timur

Desa Ngadiwono adalah sebuah desa di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan , Jawa Timur. Dari Kota Malang, saya bersama seorang teman berkendara dengan sepeda motor ke desa itu. Desa itu adalah desa yang merupakan salah satu tempat bermukimnya Suku Tengger.

Dari Kota Malang, arah yang dilewati menuju Pasuruan via Nongkojajar, Desa Wonosari. Setelah 90 menit, kami sampai.

Suasana pegunungan sudah sangat terasa ketika di sekeliling jalan penuh dengan hutan pinus, perkebunan sayur mayur dan aktifitas para petani yang lalu lalang mencari rumput untuk ternak. Sesampai di Ngadiwono, saya dan tim Jaring Jiwa bertemu Catur Putra Pamungkas.

Laki-laki itu usainya 22 tahun.  Ia sangat bersemangat untuk menjadi guide wisata sekaligus penuh gairah untuk mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata.

“Saya masih mengikuti pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi tour guide,” tutur Catur.

Catur mengajak kami berkeliling desa. Memperlihatkan potensi pertanian hortikultura semisal kentang, kubis, kol hingga brokoli. Tidak hanya melihat, saya juga mendapat penjelasan bagaimana cara dan kebiasaan petani ketika berkebun.

Ia juga memperkenalkan tentang alat-alat apa saja peralatan yang digunakan para petani dalam berkebun. Peralatan itu disimpan di sebuah pondok di tengah kebun, seperti keranjang sebagai wadah kentang saat panen, keranjang tempat menaruh pakan ternak, sampai berbagai jenis dan ukuran cangkul untuk menanam dan fungsi-fungsinya.

Setelahnya saya diajak berkeliling desa, melihat bagaimana Desa Ngadiwono dari ketinggian.Dari ketinggian Desa Ngadiwono tampak indah, kebun berjajar dan rumah penduuduk yang masih tampak alami.

Berfoto bersama di sudut Desa Ngadiwono

Setelah beristrahat sejenak menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke peternakan Cak Setiyoni.  Setiyoni dengan keramahan khas warga desa menjelaskan bagaimana kebiasaan masyarakat dalam beternak sapi. Jenis sapi yang dipelihara adalah sapi jawa yang secara perawakan sangat besar.

Uniknya kandang sapi di desa itu menyerupai sebuah pondok. Ketika berkunjung hujan pun turun dan Cak Setiyoni mengumpulkan beberapa potongan kayu untuk dibakar.

Nah, kegiatan membakar potongan kayu saat hujan atau pada hari-hari biasa ini dikenal dengan istilah Gegeni di Ngadiwono.  Diterpa hangat api, obrolan mengalir ditemani seketel kopi lokal yang disangrai sendiri.

Gegeni adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan umumnya menjelang petang. Bertujuan untuk menghangatkan badan sambil bercerita. Dan cerita diskusi malam di Ngadiwono terakhir terjadi di Tana Layu.

Tana Layu adalah sebuah pondok wisata. Tana Layu sendiri adalah sebutan dari bunga edelweiss yang memang banyak tumbuh di daerah itu. Banyak orang menyebut bunga edelweiss juga dengan sebutan bunga keabadian.

Biar tidak ngelantur,  pada saat tutur asyik malam itu, menjelang hari berganti, Catur Putra Pamungkas dan kawan-kawan dari Jaring jiwa akhirnya sepakat untuk membuat sebuah peta jalan wisata Ngadiwono.

Obrolan ini lebih serius karena kedatangan kami memang untuk melakukan sharing tentang bagaiaman mengembangkan Desa Ngadiwono sebagai daerah wisata berkelanjutan.

Mencoba merasakan pakaian khas Ngadiwono

Peta wisata disusun sebagai petunjuk bagi orang-orang yang datang ke desa itu. Peta dimuai dengan memperkenalkan pelancong dengan para petani. Pelancong bisa melihat dan mendengar pengalaman bagaimana warga Tengger hidup dengan bertani, hidup dengan budaya sehari-hari. Misalnya, diperkenalkan tentang budaya berpakaian warga desa.

Yang juga akan menjadi menu wisata, sekaligus juga menjadi bonus sebanyak-banyaknya adalah udara segar jauh dari polusi dan cukup dengan 10 menit orang-orang bisa ke penanjakan Bromo, Gunung Semeru dan Penangugan pun tampak berdiri dengan gagah dan sesekali berasap.

Saya banyak belajar dari Ngadiwono. Jangan sampai semua petani berhenti, untuk bekerja di kebun, lalu bekerja di hotel, villa atau tanahnya dibangun villa atau hotel. Petani harus menjadi pelaku wisata yang sebenar-benarnya, jangan hanya di jadikan objek foto selfie. [T]

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata
Lulus Kuliah Tak Pulang, Putu Angga Mayobhayu Jual Sate Lilit di Kota Malang
Guntur Juniarta dan Mai Kubu, Branding Anak Muda dari Anyaman Bambu Tigawasa
Tags: Desa Ngadiwonodesa wisataGunung BromoJawa TimurKabupaten PasuruanPariwisata BerkelanjutanSuku Tengger
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Curik Bali, Maskot Pemilu 2024 Itu Dilepas 60 Ekor di Alam Liar Hutan Bali Barat

Next Post

Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co