14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Jani Nugraha 2022 | Sthiraprana Duarsa, Dokter dan Kesetiaan Pada Puisi

tatkala by tatkala
November 29, 2022
in Persona
Bali Jani Nugraha 2022 | Sthiraprana Duarsa, Dokter dan Kesetiaan Pada Puisi

Sthiraprana Duarsa | Sumber foto: IG Sthiraprana Duarsa

Nama panjangnya Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa. Di kalangan sastrawan di Bali ia dikenal dengan nama Sthiraprana Duarsa, akrab dipanggil Ary. Di kalangan dokter ia dipanggil Dokter Ary.

Ia memang seorang dokter, Tapi namanya sebagai penyair tetap kukuh, sejajar dengan penyair-penyair lain di Bali, juga di Indonesia. Ia menulis sejak SMP, dan ketika menjadi dokter, yang kini bertugas di RSUP Sanglah, ia tetap menulis puisi, juga cerpen, dan menerbitkan buku-buku puisi dan cerpen.

Ia bahkan masih memiliki waktu untuk bermain teater, seperti saat muda dulu. Bahkan, di usianya yang tergolong senior itu, ia mantap bermain teater. Ia sempat bermain monolog di halaman parkir RSUP Sanglah ketika Festival Monolog 100 Putu Wijaya tahun 2018.

Puisi seakan tak bisa lepas dari dalam dirinya hingga menjadi Kepala Humas dan Hukum Rumah Sakit Sanglah.

Pria kelahiran, Denpasar, 9 Februari 1964 ini memiliki pengalaman panjang dalam dunia sastra. Ia lahir dari seorang ibu rumah tangga, dan ayah seorang Guru Sekolah Pendidikjan Guru (SPG) yang memiliki kebiasaan membaca dan menulis.

Kebiasaan ayahnya itu barangkali menurun padanya, sehingga ketika duduk di bangku SMP Negeri 1 Denpasar, ia dipercaya mengurus Majalah Dinding. Ia memilih karya-karya teman-teman yang pantas masuk dalam Majalah Dinding sekolah.

“Mulai saat itu, saya kemudian tertarik dengan sastra. Walau saat itu, menulis sedikit-sedikit,” kata Ary.

Kegiatan sastra kemudian berlanjut kejenjang pendidikan SMA. Ketika menjadi siswa SMA Negeri 1 Denpasar, ia dipercaya mengurus majalah sekolah. Ia memasukan puisi-puisi hasil karya teman-temannya, juga karyanya sendiri.

Puisi-puisi itu, bukan hanya menghiasi majalah dinding SMA Negeri 1 Denpasar, tetapi juga dimuat di Bali Post.

“Saat itu ada teman yang mengajak untuk mengirim puisi ke Bali Post. Saya sesungguhnya tidak mengerti, tetapi ikut saja. Ternyata puisi saya dimuat dalam rubric “Pawai Sekolah”. Wah, senang sekali rasanya saat puisi bisa dimuat,” kenangnya.

Sejak itu, ayah dari tiga putra ini menjadi lebih semangat menulis puisi. Apalagi, Alm. Umbu Landu Paranggi, pengasuh rubrik tersebut begitu lihai mencambuk semangat anak-anak muda dalam menulis puisi.

Ia kemudian terus mengirim puisi ke Bali Post, sehingga awalnya dimuat dalam rubrik Pawai Sekolah, lalu masuk dalam kompetisi, selanjutnya masuk kompetisi promosi yang akhirnya masuk rubrik budaya yang keterusan sampai saat ini. Ary yang kreatif juga memiliki komunitas sesama penulis, sehingga setelah tamat SMA tahun 1982, ia selalu menjaga kebersamaan itu.

Kebersamaan itu, ditandai dengan kegiatan gradag-grudug di SPG Denpasar sekitar 1985. Ia mendengar ada lomba drama modern se Bali, sehingga sepakat untuk ikut. Hanya saja, teater sudah terbentuk itu belum memiliki nama. Karena mendesak, ia bersama teman-temannya sepakat memberi nama “Sanggar Minum Kopi” karena sering ngopi-ngopi.

Saat lomba itu, Ary sendiri bertugas sebagai sutradara yang memainkan naskah yang sudah disiapkan panitia. Saat itu, Ary terpilih sebagai sutradara terbaik III. Semenjak itu, Sanggar Minum Kopi semakin namanya besar dan mengema ke seluruh Indonesia. Itu karena setiap tahunnya melaksanakan lomba baca puisi, dan penulissan puisi.

“Sayangnya, pada 1995 Sanggar Minum Kopi fakum secara permanen karena kesibukan masing-masing,” katanya.

Sanggar Minum Kopi yang didirikannya bersama teman-temannya itu ibarat sebagai kompor yang memantik bangkitnya kelompok-kelopok sastra lainnya. Sanggar Minum Kopi tak hanya local, tetapi terdengar di Indonesia.

“Ketika menggelar lomba penulisan puisi, pesertanya selalu membludak yang datang langsung ke Bali,” sebutnya.

Sanggar Minum Kopi juga membuat Bulletin Sastra, sebagai sarana untuk menampilkan karya-karya sastra. Sayangnya, baru 3 atau 4 pernerbitan, bulletin itu kemudaian macet. Saat itu susah, karena semua biaya mencari sendiri. Namun, semangat itu terus berlanjut, maka lahir “Cak” yang juga memuat karya sastra. Penerbitan buletan ini dalam bentuk yang lebih mewah.

Saat itu, Ary hanya mengisi saja, karena setelah tamat Kedokteran Universitas Udayana 1989, ia mendapat penempatan pertama di Sulawesi Utara. “Saya yang berangkat ke Sulawesi Utara pada Agustus 1990 itu, lalu teman-tema yang lain melanjutkan,” imbuhnya.

Walau sedang bertugas di Puskesmas Momalia, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, namun kegiatan menulis puisi tak pernah putus. Bahkan, kegiatan itu semakin aktif sebagai pengisi waktu disaat santai. Ia bahkan sempat mengikuti lomba menulis puisi yang diselenggarakan Yayasan Taraju Sumatera Barat, dan berhasil masuk 10 besar.

Pengalaman batin menghadapi sistuasi yang berbeda itu akhirnya banyak melahirkan karya-karya puisi. Ary bahkan menerbitkan buku kumpulan puisi “Bagian dari Dunia” pertama di Sulawesi pada 1994. Selanjutnya, Ary pulang ke Bali pada 1995 dan bertugas di Rumah Sakit Sanglah.

Buku kumpulan puisi kedua, kemudian terbit pada 2007, judulnya “Pulang Kampung”. Buku itu lahir setelah ia mengalami kefakuman menusli puisi yang begitu lama. Disana ada kerinduan untuk menulis puisi, maka ia pulang kampung puisi.

Ketika sudah berada di kampung, ia lalu membuat buku kumpulan cerpen pada 2014. Membuat cerpen bukan hal aneh baginya, sebab Ary sebelumnya beberapa kali telah memenangkan lomba cerpen. Karya-karya cerpennya juga sering dimuat di Bali Post. Berselang lima tahun kemudian, tepatnya pada 2019 lalu Ary menulis buku kumpulan puisi tunggal ke-3 berjudul “Otobiografi Kejahatan”.

Bukan hanya urusan menulis, diusianya yang semakin senja itu, alumnus Magister Manajemen Undiknas Denpasar ini juga aktif bermain teater. Ia tampil memeriahkan 1100 pentas monolog yang digagas Putu Satria. Ia sempat tampil bermain teater di Lapangan Parkir Rumah Sakit Sanglah, dan kedua bermain teater di SMP 1 Denpasar bertajuk Monolog 3 Dokter bersama dr Sahadewa dan Eka Kusmawan.

“Dokter menekuni sastra, itu tidak aneh, dan profesi dokter dan sebagai penyair itu bukan berlamawanan arah,” ujarnya.

Dokter itu, penting memilik art and science (seni dan ilmu). Dalam dunia kedokteran juga ada seni. Dokter yang melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan pasien itu dilakukan dengan seni. Seorang dokter tidak melakukan science secara full.

“Memang, tak semua dokter melakukan hal itu, tergantung dari cara mereka berkomunikasi karena masing-masing memiliki cara seninya. Dalam metetapkan diagnose juga ada seninya. Missal pasien panas, nah untuk mencari penyakitnya itulah seni. Disana perlu kepekaan dan intuisi yang terasah,” papar Ary.

Dengan menggeluti puisi itu, akan dapat melatih kepekaan. Ketika melihat kejadian, fakta dan pengalaman itu yang kemudian dituangkan ke dalam tulisan. Kalau tidak peka melihat sesuatu kejadian, maka tidak akan bisa menulis. Walau Ary sering bergelut dan memiliki segudang pengalaman dalam dunia medis, namun puisi-piusi yang ia lahirkan cukup beragam. Pengalaman hidup sehari-hari yang bisa ia tulis.

“Apapun bisa ditulis. Puisi tentang rumah sakit, pada saat pandemik Covid-19 juga bisa ditulis,” imbuh penulis puisi “Menginggalnya Seorang Dokter” ini.

Karena itu, pertimbangan Ary Duarsa memilih kuliah kedokteran. Profesi sebagai dokter tidak menghambat kesenian, justru menambah wawasan. Selain itu, kuliah kedokteran memang harpan orang tua. Kebetulan juga saudara-saudaranya juga banyak yang menjadi dokter. Semua puisi-puisinya berkesan karena yang ditulis merupakan repleksi dari perasaannya.

“Saya merasakan sesuatu yang berkesan, kalau tak berkesan maka tak mungkin menuangkan ke dalam tulisan,” katanya.

Dalam menggeluti sastra, Ary Duarsa telah menerbitkan buku Bagian Dari Dunia, Antologi Puisi tunggal (1994), Pulang Kampung, Antologi Puisi tunggal (2007), Rumah Kenangan, Kumpulan Cerita Pendek tunggal (2014), Autobiografi Kejahatan, Kumpulan Puisi tunggal (2019), Sajak-Sajak Refleksi Setengah Abad Indonesia, Antologi puisi bersama (1995), Menegeria 4, Antologi puisi bersama (2000), Bali, The Morning After, Antologi puisi bersama (2000), Antologi Puisi Bali, Antologi puisi bersama (2006), Cinta Disucikan Kehidupan Dirayakan, Antologi puisi bersama (2007), Dendang Denpasar Nyiur Sanur, Antologi puisi bersama (2012), When The Days Were Raining, Antologi puisi bersama (2019) dan Blengbong, Antologi puisi bersama (2021).

Ary Duarsa juga sempat meraih penghargaan Taraju Award (1994) dan Widya Pataka (2014).

Atas pengabdian, kegigihan dan keteguhan dr.Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan seni sastra dan budaya Bali tanpa mengenal lelah dan putus asa , Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi dengan memberikan penghargaan Bali Jani Nugraha Tahun 2022. [T][Ole/*]

Bali Jani Nugraha 2022 | Putu Wijaya dan Spirit Tradisi Bali
Bali Jani Nugraha 2022 | Dhenok Kristianti dan Hembusan Napas Bali dalam Puisi-puisinya
Bali Jani Nugraha 2022 | Mas Ruscitadewi Dalam Dunia Cerita Anak-anak
Tags: Festival Seni Bali Jani 2022kesenian baliPuisisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Putu Wijaya dan Spirit Tradisi Bali

Next Post

Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co