3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sathya Kori Mancika, Mahasiswa Komunikasi, Suka Dongeng, Suka Ikan Cupang

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
October 9, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Sathya Kori Mancika, Mahasiswa Komunikasi, Suka Dongeng, Suka Ikan Cupang

Kadek Sathya Kori Mancika saat mendongeng di panggung Komunitas Mahima, Singaraja, Bali | Foto: Komunitas Mahima

Kadek Sathya Kori Mancika melangkah ke atas panggung. Di atas panggung ia mengeluarkan dua boneka kertas. Pipih. Sebut saja wayang dari kertas.

Satu wayang berbentuk kepiting, yang satu lagi berwujud lobster. Yang kepiting namanya Kepi. Yang lobster namanya Lobi.  

“Kepi dan Lobi bersiap untuk mengikuti pesta di dasar laut,” kata Kori mengawali dongengnya. Dan penonton yang hadir di Rumah Belajar Komunitas Mahima pun menyimak dengan khusyuk.

Malam itu, Rabu, 5 Oktober 2022, Kadek Sathya Kori Mancika—panggil saja Kori—memang sedang mendongeng. Ia adalah juara satu lomba mendongeng selangkaian Festival Mendongeng Mahima se-Indonesia untuk katagori umum yang diselenggarakan oleh Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.

Sebagai juara satu, ia didaulat untuk mendongeng pada malam penutupan festival sekaligus malam penyerahan hadiah di Ruah Belajar Komunitas Mahima. Dan ia mendongeng dengan judul Kepi Si Penyelamat Lautan. Itu adalah dongeng yang sama saat ia bawakan dalam lomba.

Diceritakan, Kepi dan Lobi tiba di tengah pesta di dasar lautan. Pesta sudah dihadiri oleh ribuan ikan cantik warna warni. Di tengah pesta, Kepi memamerkan ketajaman capitnya di hadapan ribuan ikan warna itu.

Kepi mengacungkan capit dan cangkangnya yang tajam dan kuat. Ia kemdian memotong rumput, “Krek, krek, krek!” Rumput terpotong dan ikan-ikan pun tepuk tangan.

Giliran Lobi memamerkan keunggulannya dalam hal berlari cepat. Lobi melesat di dasar laut, larinya sangat cepat. Dan ia mendapat tepuk tangan meriah.

Kadek Sathya Kori Mancika membawakan dongeng Kepi Si Penyelamat Lautan di Rumah Belajar Komunitas Mahima Singaraja | Foto: Komunitas Mahima

Lobi kemudian mengejek Kepi yang tak bisa berlari cepat dan hanya bisa bergeser-geser ke kanan dan ke kiri, Ikan-ikan tertawa. Kepi yang malu kemudian keluar dari pesta. Ia menyendiri di suatu tempat.

Ketika makhluk laut itu sedang asyik berpesta, tanpa disadari meluncurlah perahu nelayan di atas lautan. Nelayan itu menebarkan jala yang besar dan kuat hingga ke dasar lautan. Ikan-ikan dan Lobi berusaha lari sekuat tenaga untuk menghindari jala, tapi jala itu lebih kuat. Ikan-ikan dan Lobi pun terjaring dalam jala.

Kepi yang kebetulan melihat teman-temannya terperangkap dalam jalan dengan cepat melakukan pertolongan. Kepi dengan cepat memotong jala dengan capitnya yang kuat dan tajam itu. Tali-tali jala terpotong, dan ikan-ikan, termasuk Lobi pun bisa keluar dari jala dengan selamat.

Lobi merasa bersalah telah mengejek Kepi, dan ia minta maaf. Suasana lautan kembali ceria.

[][][]

Kadek Sathya Kori Mancika menceritakan dongeng itu dengan apik dan menarik. Ia punya kemampuan memainakan wayang dan kemampuan untuk mengubah suara sesuai dengan karakter tokoh-tokohnya. Suara Kepi dan suara Lobi dibuat berbeda. Begitu pun narasi yang dibangun oleh Kori juga sangat tenang tapi kuat.

Tentu saja. Karena urusan olah vokal, urusan public speaking, memang sudah dikuasai dengan baik oleh Kori.

Kori yang mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini telah membuktikan bahwa ia memang punya potensi besar berbicara di atas panggung di hadapan publik.

Kori adalah peraih juara 3 pada Lomba Dharma Wacana Tingkat Nasional tahun 2021 dan juara 1 pada Lomba Dharma Gita Wacana Jnana Dharma Digital Tingkat Nasional 2022. Prestasi lainnya di bidang olah suara juga banyak. Sehingga tak heran ia mendapat juara satu dalam Lomba Mendongeng Mahima 2022,

Kadek Sathya Kori Mancika menerima hadiah yang diserahkan oleh perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Buleleng | Foto: Komunitas Mahima

Kori merupakan anak kedua dari enam  bersaudara. Lahir di Tejakula, 21 Januari 2003. Terlahir dari pasangan suami istri, Gede Sukas Jaya  dan Kadek Helvy Sapariyani Ningsih. Ibunya adalah seorang pegawai negeri, bertugas di Pemkab Buleleng. Ayahnya adalah seorang sommelier atau ahli wine.

Yang banyak memberi Kori inspirasi adalah kakeknya.“Kakek memberikan banyak wejangan agar Kori tak salah langkah dalam menjalani hidup,” kata Kori.

Kori sejak keciul memang suka membaca, terutama membaca sloka-sloka dalam kitab suci Weda. Dari sloka-sloka itu ia mengaku banyak belajar, terutama berkaitan dengan kehidupan yang ia jalani saat ini.

[][][]

Bisa ditebak Kori juga suka keindahan dan belajar dari keindahan sekaligus menularkan keindahan kepada teman-temannya.

Ia suka ikan cupang. Dan ia memeliharanya di rumah. Ikan cupang itu ia pandangi menjelang ke kampus atau saat datang dari kampus. Dan itu, bagi dia, adalah sesuatu yang menyenangkan.

 “Ikan cupang membuat saya merasa tenang, apalagi melihat keindahan warna-warna cantik dari ikan cupang itu sama rasanya dengan melihat bunga-bunga indah bermekaran,” katanya.

Tentu bukan karena ikan cupang yang membuat ia memilih kuliah di jurusan Ilmu Komnukasi di STAHN Mpu Kuturan. Ia memilih menempuh kuliah di jurusan ilmu komunikasi karna ia telah menyadari bahwa kemampuannya di bidang komunikasi sudah ia rasanya sejak ia duduk di bangku SMAN 4 Singaraja. Bahkan kesenangan berbicara sudah ia rasakan sejak di bangku SDN 1 Banyuning dan di SMPN 3 Singaraja.

Dengan potensi yang dimiliki, Kori memantapkan rencananya jika lulus S1 nanti akan melanjutkan kuliah ke jenjang S2. Tentu untuk meraih cita-citanya sebagai seorang dosen.

Kadek Sathya Kori Mancika bersama pemenang lain dalam Festival Mendongeng Mahima 2022 | Foto: Komunitas Mahima

Kori optimis bisa meraih cita-citanya. Ia memang orang optimis, dan memiliki prinsip hidup yang tinggi. Ia memiliki jiwa bergaul yang tinggi, dan selalu mencoba menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Karena kelak sang adik akan mengikuti jejaknya, maka ia harus menjadi cermin yang baik.

“Berbuat baik untuk rekam jejak yang baik,” kata Kori. Dan  kalimat inilah yang selalu mendorong dan menyadarkannya,  bahwa sebagai manusia yang hidup di dunia selalu terikat dengan karma.

Dengan jalan berbuat baiklah maka setidaknya seseorang dapat membayar hutang-hutangnya di masa lalu. Tentu saja berbuat baik dengan dilandasi keikhlasan tanpa berharap suatu balasan.

Satu hal yang pasti, kata dia, “Jangan pernah takut mencoba, gagal hal biasa namun hal pentingnya adalah kita bisa mencicipi setiap pengalamannya.” [T]

Festival Mendongeng Mahima se-Indonesia: Juaranya Dari Jambi, Ungaran, Palembang dan Bali
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?
Pertempuran Kepiting | Dongeng dari Filipina
Tags: dongengilmu komunikasiKomunitas MahimaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kue dan Camilan Luh Buleleng, Yang Ringan dan Sehat dari Bali Utara

Next Post

Guru dan Serapan Pengetahuan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
Cahaya Semesta Semakin Cemerlang

Guru dan Serapan Pengetahuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co