14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sathya Kori Mancika, Mahasiswa Komunikasi, Suka Dongeng, Suka Ikan Cupang

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
October 9, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Sathya Kori Mancika, Mahasiswa Komunikasi, Suka Dongeng, Suka Ikan Cupang

Kadek Sathya Kori Mancika saat mendongeng di panggung Komunitas Mahima, Singaraja, Bali | Foto: Komunitas Mahima

Kadek Sathya Kori Mancika melangkah ke atas panggung. Di atas panggung ia mengeluarkan dua boneka kertas. Pipih. Sebut saja wayang dari kertas.

Satu wayang berbentuk kepiting, yang satu lagi berwujud lobster. Yang kepiting namanya Kepi. Yang lobster namanya Lobi.  

“Kepi dan Lobi bersiap untuk mengikuti pesta di dasar laut,” kata Kori mengawali dongengnya. Dan penonton yang hadir di Rumah Belajar Komunitas Mahima pun menyimak dengan khusyuk.

Malam itu, Rabu, 5 Oktober 2022, Kadek Sathya Kori Mancika—panggil saja Kori—memang sedang mendongeng. Ia adalah juara satu lomba mendongeng selangkaian Festival Mendongeng Mahima se-Indonesia untuk katagori umum yang diselenggarakan oleh Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.

Sebagai juara satu, ia didaulat untuk mendongeng pada malam penutupan festival sekaligus malam penyerahan hadiah di Ruah Belajar Komunitas Mahima. Dan ia mendongeng dengan judul Kepi Si Penyelamat Lautan. Itu adalah dongeng yang sama saat ia bawakan dalam lomba.

Diceritakan, Kepi dan Lobi tiba di tengah pesta di dasar lautan. Pesta sudah dihadiri oleh ribuan ikan cantik warna warni. Di tengah pesta, Kepi memamerkan ketajaman capitnya di hadapan ribuan ikan warna itu.

Kepi mengacungkan capit dan cangkangnya yang tajam dan kuat. Ia kemdian memotong rumput, “Krek, krek, krek!” Rumput terpotong dan ikan-ikan pun tepuk tangan.

Giliran Lobi memamerkan keunggulannya dalam hal berlari cepat. Lobi melesat di dasar laut, larinya sangat cepat. Dan ia mendapat tepuk tangan meriah.

Kadek Sathya Kori Mancika membawakan dongeng Kepi Si Penyelamat Lautan di Rumah Belajar Komunitas Mahima Singaraja | Foto: Komunitas Mahima

Lobi kemudian mengejek Kepi yang tak bisa berlari cepat dan hanya bisa bergeser-geser ke kanan dan ke kiri, Ikan-ikan tertawa. Kepi yang malu kemudian keluar dari pesta. Ia menyendiri di suatu tempat.

Ketika makhluk laut itu sedang asyik berpesta, tanpa disadari meluncurlah perahu nelayan di atas lautan. Nelayan itu menebarkan jala yang besar dan kuat hingga ke dasar lautan. Ikan-ikan dan Lobi berusaha lari sekuat tenaga untuk menghindari jala, tapi jala itu lebih kuat. Ikan-ikan dan Lobi pun terjaring dalam jala.

Kepi yang kebetulan melihat teman-temannya terperangkap dalam jalan dengan cepat melakukan pertolongan. Kepi dengan cepat memotong jala dengan capitnya yang kuat dan tajam itu. Tali-tali jala terpotong, dan ikan-ikan, termasuk Lobi pun bisa keluar dari jala dengan selamat.

Lobi merasa bersalah telah mengejek Kepi, dan ia minta maaf. Suasana lautan kembali ceria.

[][][]

Kadek Sathya Kori Mancika menceritakan dongeng itu dengan apik dan menarik. Ia punya kemampuan memainakan wayang dan kemampuan untuk mengubah suara sesuai dengan karakter tokoh-tokohnya. Suara Kepi dan suara Lobi dibuat berbeda. Begitu pun narasi yang dibangun oleh Kori juga sangat tenang tapi kuat.

Tentu saja. Karena urusan olah vokal, urusan public speaking, memang sudah dikuasai dengan baik oleh Kori.

Kori yang mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini telah membuktikan bahwa ia memang punya potensi besar berbicara di atas panggung di hadapan publik.

Kori adalah peraih juara 3 pada Lomba Dharma Wacana Tingkat Nasional tahun 2021 dan juara 1 pada Lomba Dharma Gita Wacana Jnana Dharma Digital Tingkat Nasional 2022. Prestasi lainnya di bidang olah suara juga banyak. Sehingga tak heran ia mendapat juara satu dalam Lomba Mendongeng Mahima 2022,

Kadek Sathya Kori Mancika menerima hadiah yang diserahkan oleh perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Buleleng | Foto: Komunitas Mahima

Kori merupakan anak kedua dari enam  bersaudara. Lahir di Tejakula, 21 Januari 2003. Terlahir dari pasangan suami istri, Gede Sukas Jaya  dan Kadek Helvy Sapariyani Ningsih. Ibunya adalah seorang pegawai negeri, bertugas di Pemkab Buleleng. Ayahnya adalah seorang sommelier atau ahli wine.

Yang banyak memberi Kori inspirasi adalah kakeknya.“Kakek memberikan banyak wejangan agar Kori tak salah langkah dalam menjalani hidup,” kata Kori.

Kori sejak keciul memang suka membaca, terutama membaca sloka-sloka dalam kitab suci Weda. Dari sloka-sloka itu ia mengaku banyak belajar, terutama berkaitan dengan kehidupan yang ia jalani saat ini.

[][][]

Bisa ditebak Kori juga suka keindahan dan belajar dari keindahan sekaligus menularkan keindahan kepada teman-temannya.

Ia suka ikan cupang. Dan ia memeliharanya di rumah. Ikan cupang itu ia pandangi menjelang ke kampus atau saat datang dari kampus. Dan itu, bagi dia, adalah sesuatu yang menyenangkan.

 “Ikan cupang membuat saya merasa tenang, apalagi melihat keindahan warna-warna cantik dari ikan cupang itu sama rasanya dengan melihat bunga-bunga indah bermekaran,” katanya.

Tentu bukan karena ikan cupang yang membuat ia memilih kuliah di jurusan Ilmu Komnukasi di STAHN Mpu Kuturan. Ia memilih menempuh kuliah di jurusan ilmu komunikasi karna ia telah menyadari bahwa kemampuannya di bidang komunikasi sudah ia rasanya sejak ia duduk di bangku SMAN 4 Singaraja. Bahkan kesenangan berbicara sudah ia rasakan sejak di bangku SDN 1 Banyuning dan di SMPN 3 Singaraja.

Dengan potensi yang dimiliki, Kori memantapkan rencananya jika lulus S1 nanti akan melanjutkan kuliah ke jenjang S2. Tentu untuk meraih cita-citanya sebagai seorang dosen.

Kadek Sathya Kori Mancika bersama pemenang lain dalam Festival Mendongeng Mahima 2022 | Foto: Komunitas Mahima

Kori optimis bisa meraih cita-citanya. Ia memang orang optimis, dan memiliki prinsip hidup yang tinggi. Ia memiliki jiwa bergaul yang tinggi, dan selalu mencoba menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Karena kelak sang adik akan mengikuti jejaknya, maka ia harus menjadi cermin yang baik.

“Berbuat baik untuk rekam jejak yang baik,” kata Kori. Dan  kalimat inilah yang selalu mendorong dan menyadarkannya,  bahwa sebagai manusia yang hidup di dunia selalu terikat dengan karma.

Dengan jalan berbuat baiklah maka setidaknya seseorang dapat membayar hutang-hutangnya di masa lalu. Tentu saja berbuat baik dengan dilandasi keikhlasan tanpa berharap suatu balasan.

Satu hal yang pasti, kata dia, “Jangan pernah takut mencoba, gagal hal biasa namun hal pentingnya adalah kita bisa mencicipi setiap pengalamannya.” [T]

Festival Mendongeng Mahima se-Indonesia: Juaranya Dari Jambi, Ungaran, Palembang dan Bali
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?
Pertempuran Kepiting | Dongeng dari Filipina
Tags: dongengilmu komunikasiKomunitas MahimaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kue dan Camilan Luh Buleleng, Yang Ringan dan Sehat dari Bali Utara

Next Post

Guru dan Serapan Pengetahuan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Cahaya Semesta Semakin Cemerlang

Guru dan Serapan Pengetahuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co