2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Ragu, Pulang, Pulanglah ke Laut Lepas! — Kisah Haru Tiga Lumba-Lumba

Dian Suryantini by Dian Suryantini
September 14, 2022
in Khas
Jangan Ragu, Pulang, Pulanglah ke Laut Lepas! — Kisah Haru Tiga Lumba-Lumba

Johnny, Rocky dan Rambo | Foto: Dok. Dolphinproject.com

Barangkali tak pernah terbayangkan di benak Johnny, Rocky dan Rambo, bahwa pada akhirnya mereka bisa berenang dan pulang ke laut lepas—rumah mereka yang sebenarnya.  

Bertahun-tahun lalu, mereka bertualang dari kota ke kota, dari arena ke arena, dan berakhir di kolam sebuah hotel. Ketika berada di kolam, tentu kecil kemungkinan mereka bisa kembali pulang ke tengah laut. Barangkali hidupnya berakhir dalam kolam dengan kandungan klorin, zat pembersih dan pembasmi kuman, yang berdosis tinggi.

Johnny, Rocky dan Rambo, adalah lumba-lumba. Dulu, mereka pemain sirkus yang dipertunjukkan di kota ke kota, dari panggung sirkus ke panggung sirkus yang lain. Hidupnya dipenuhi riak tawa dan riuh tepuk tangan dari penonton.  Tiga lumba-lumba itu memang mantan pemain sirkus sebelum dijual ke Hotel Melka di kawasan Lovina, Buleleng, Bali.  

Sampai di hotel, ketiganya kembali melakukan atraksi untuk menghibur wisatawan yang datang tiada henti. Tiga lumba-lumba itu ditangkar di sebuah kolam. Sementara teman-teman satwa lainnya diletakkan di sebuah kandang di beberapa sudut. Ada buaya, beberapa jenis burung dan ada sebangsa lutung yang ditangkar dalam kandang besi cukup besar.

Selama 10 tahun hidup di dalam kolam, Johnny, Rocky dan Rambo seakan menghentikan sonar mereka. Tahun demi tahun gigi Johnny jadi ompong diduga akibat terpapar kandungan klorin dalam air kolam.

Johnny | Foto Dok:. Dolphinproject.com)

Matanya buta sebelah. Kemungkinan karena gesekan pada tandu yang mengangkutnya keliling Indonesia sebelumnya, saat aktif bermain sirkus. Apalagi ia ditempatkan dalam kolam berklorin, penglihatannya pun semakin memburuk. Belum lagi siripnya terluka karena bergesekan dengan serpihan keramik yang tajam dalam kolam.

Rocky dan Rambo juga tidak baik-baik saja. Kulit mereka berjamur karena paparan klorin. Terkadang mereka merasa tidak nyaman saat berada dalam kolam. Sering terlihat berenang mondar-mandir tanpa henti. Tapi apa yang bisa mereka lakukan? Mereka bahkan tidak punya kaki untuk melarikan diri.

Begitulah mereka menjalani hidup. Tahun 2019, hotel tempat mereka mukim itu pailit. Semua satwa dievakuasi dan diserahkan ke BKSDA Bali.

Satwa terakhir yang dievakuasi adalah tiga sekawan lumba-lumba ini. selain membutuhkan teknik yang lebih detail, ternyata instrukturnya belum ikhlas untuk berpisah. Saat evakuasi terjadi, Wahyu salah satu instruktur Johnny, Rocky dan Rambo sangat terpukul. Dengan berurai air mata ia mencoba untuk tetap berada di samping anak-anak asuhnya itu.

BACA JUGA:

  • Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto
  • Bandara dan Lumba-Lumba

Beberapa lama kemudian akhirnya, tim dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) serta BKSDA Bali berhasil mengevakuasi tiga mamalia laut itu. Ketiganya diboyong menuju Denpasar sembari menunggu tempat rehabilitasi di Teluk Banyuwedang.

Tak sampai satu bulan, tempat rehabilitasi yang dinamakan Umah Lumba itu jadi. Tiga lumba-lumba yang sebelumnya dibawa ke Depasar kembali meluncur ke Bali Utara. Mereka langsung ditempatkan dalam seapen di Umah Lumba itu. Tentu saja mereka ditemani juga oleh ibu asuhnya, Wahyu.

Johnny, Rocky dan Rambo kembali diasuh oleh Wahyu di tempat yang berbeda dengan treatment yang berbeda pula. Ia tidak sendiri. Ia ditemani Femke Den Haas yang merupakan Founder dari Umah Lumba. Berhari-hari. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mereka melakukan perawatan terhadap tiga lumba-lumba yang sakit itu.

Wahyu saat bersama lumba-lumba | Foto: Dok. Dolphinproject.com

Perlahan, Johnny, Rocky dan Rambo kondisinya membaik. Perubahan pesat dialami Johnny. Ia lumba-lumba paling tua di antara ketiganya. Usianya kini 30 tahun. Saat dibawa ke Umah Lumba, Johnny mengalami kondisi buruk. Gigi ompong, buta sebelah serta sirip yang tak sembuh-sembuh. Kadar garam pada kulitnya juga sangat rendah.

Ketika dirawat di Umah Lumba, Johnny perlahan mulai bisa melihat. Luka pada siripnya sembuh dan kadar garam pada tubuhnya meningkat bahkan normal. Perubahan juga terjadi pada Rocky dan Rambo. Insting liar dari hewan tersebut kembali muncul. Sonar yang sebelumnya lama vacum kembali berfungsi sebagai alat navigasi dan alat komunikasi mereka.

Tiga tahun berada di Umah Lumah dengan kondisi yang dapat diikatakan pulih, tiba saatnya mereka bertiga kembali pulang. Jaring pada seapen dilepaskan agar mereka bisa berenang bebas.

Dan pada Sabtu 4 September 2022, Johnny, Rocky dan Rambo perlahan melewati seapen 1 menuju seapen 2. Di seapen 2 mereka terlihat bermain-main. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama mereka tidak keluar dari seapen 2 itu.

Orang-orang di sekitar seapen bingung.

Ada apa Johnny? Ada apa Rocky? Ada apa Rambo? Kenapa kalian tidak mendekat ke pintu keluar? Keluar saja. Berenang saja. Tak apa, itu rumah kalian. Jangan ragu.

Rocky | Foto: Dok. Dolphinproject.com)

Tapi tiga lumba-lumba hidung botol ini tetap bergerak pelan-pelan. Mereka memilih lebih berhati-hati. Mereka rupanya masih beradaptasi dengan kehidupan tanpa tirai. Seolah-olah mengidentifikasi ada apa di luar sana.

Apakah jika melewati kolam ini hidupnya akan baik-baik saja? Secara berulang-berulang ketiganya jauh-mendekat ke pintu keluar. Sesekali mereka muncul ke permukaan seolah melirik Wahyu dan Femke. Mungkin mereka ingin mengetahui apa yang terjadi.

Setelah sekian lama tiga sekawan ini jauh-mendekat ke pintu keluar, akhirnya Femke memutuskan untuk turut berenang dalam seapen 2. Ia lantas melepaskan beberapa pelampung yang terpasang pada seapen.

Sesaat setelah dilepaskan, perlahan lumba-lumba mulai mendekat. Jonny memimpin jalan untuk Rocky dan Rambo. Sebagai kawan tertua a sakan meyakinkan kawan lainnya bahwa semua baik-baik saja. Johnny berenang memimpin keluar dari seapen diikuti Rocky dan Rambo.

Seluruh tim bersorak haru. Wahyu dan Femke terlihat menangis. Usaha mereka untuk memulihkan tiga lumba-lumba akhirnya terbayar. air mata kebahagiaan tak dapat dibendung.

Rambo | Foto: Dok. Dolphinproject.com

Di kejauhan, Johnny, Rocky dan Rambo masih tetap mengapung di permukaan tak jauh dari seapen. Beberapa menit mereka enggan berenang lebih jauh. Saya seperti merasakan hubungan emosional antara mamalia laut itu dengan beberapa tim JAAN.

Setelah menoleh ke arah seapen barang sesaat, ketiganya berenang. Lalu muncul kembali dan menoleh lagi. Saya rasa mereka mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa walau ada keraguan untuk berenang lebih dan lebih jauh lagi. Bertemu dengan koloni mereka.

Tidak apa-apa Johnny, Rocky, Rambo. Pulanglah. Kembalilah. Berenanglah. [T]

Tags: faunalingkunganlumba-lumba
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Laris Manis Prodi PGSD di Perguruan Tinggi, Hitung-hitung Bisa Cepat Balik Modal

Next Post

“Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

"Read Aloud" di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co