23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Ragu, Pulang, Pulanglah ke Laut Lepas! — Kisah Haru Tiga Lumba-Lumba

Dian Suryantini by Dian Suryantini
September 14, 2022
in Khas
Jangan Ragu, Pulang, Pulanglah ke Laut Lepas! — Kisah Haru Tiga Lumba-Lumba

Johnny, Rocky dan Rambo | Foto: Dok. Dolphinproject.com

Barangkali tak pernah terbayangkan di benak Johnny, Rocky dan Rambo, bahwa pada akhirnya mereka bisa berenang dan pulang ke laut lepas—rumah mereka yang sebenarnya.  

Bertahun-tahun lalu, mereka bertualang dari kota ke kota, dari arena ke arena, dan berakhir di kolam sebuah hotel. Ketika berada di kolam, tentu kecil kemungkinan mereka bisa kembali pulang ke tengah laut. Barangkali hidupnya berakhir dalam kolam dengan kandungan klorin, zat pembersih dan pembasmi kuman, yang berdosis tinggi.

Johnny, Rocky dan Rambo, adalah lumba-lumba. Dulu, mereka pemain sirkus yang dipertunjukkan di kota ke kota, dari panggung sirkus ke panggung sirkus yang lain. Hidupnya dipenuhi riak tawa dan riuh tepuk tangan dari penonton.  Tiga lumba-lumba itu memang mantan pemain sirkus sebelum dijual ke Hotel Melka di kawasan Lovina, Buleleng, Bali.  

Sampai di hotel, ketiganya kembali melakukan atraksi untuk menghibur wisatawan yang datang tiada henti. Tiga lumba-lumba itu ditangkar di sebuah kolam. Sementara teman-teman satwa lainnya diletakkan di sebuah kandang di beberapa sudut. Ada buaya, beberapa jenis burung dan ada sebangsa lutung yang ditangkar dalam kandang besi cukup besar.

Selama 10 tahun hidup di dalam kolam, Johnny, Rocky dan Rambo seakan menghentikan sonar mereka. Tahun demi tahun gigi Johnny jadi ompong diduga akibat terpapar kandungan klorin dalam air kolam.

Johnny | Foto Dok:. Dolphinproject.com)

Matanya buta sebelah. Kemungkinan karena gesekan pada tandu yang mengangkutnya keliling Indonesia sebelumnya, saat aktif bermain sirkus. Apalagi ia ditempatkan dalam kolam berklorin, penglihatannya pun semakin memburuk. Belum lagi siripnya terluka karena bergesekan dengan serpihan keramik yang tajam dalam kolam.

Rocky dan Rambo juga tidak baik-baik saja. Kulit mereka berjamur karena paparan klorin. Terkadang mereka merasa tidak nyaman saat berada dalam kolam. Sering terlihat berenang mondar-mandir tanpa henti. Tapi apa yang bisa mereka lakukan? Mereka bahkan tidak punya kaki untuk melarikan diri.

Begitulah mereka menjalani hidup. Tahun 2019, hotel tempat mereka mukim itu pailit. Semua satwa dievakuasi dan diserahkan ke BKSDA Bali.

Satwa terakhir yang dievakuasi adalah tiga sekawan lumba-lumba ini. selain membutuhkan teknik yang lebih detail, ternyata instrukturnya belum ikhlas untuk berpisah. Saat evakuasi terjadi, Wahyu salah satu instruktur Johnny, Rocky dan Rambo sangat terpukul. Dengan berurai air mata ia mencoba untuk tetap berada di samping anak-anak asuhnya itu.

BACA JUGA:

  • Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto
  • Bandara dan Lumba-Lumba

Beberapa lama kemudian akhirnya, tim dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) serta BKSDA Bali berhasil mengevakuasi tiga mamalia laut itu. Ketiganya diboyong menuju Denpasar sembari menunggu tempat rehabilitasi di Teluk Banyuwedang.

Tak sampai satu bulan, tempat rehabilitasi yang dinamakan Umah Lumba itu jadi. Tiga lumba-lumba yang sebelumnya dibawa ke Depasar kembali meluncur ke Bali Utara. Mereka langsung ditempatkan dalam seapen di Umah Lumba itu. Tentu saja mereka ditemani juga oleh ibu asuhnya, Wahyu.

Johnny, Rocky dan Rambo kembali diasuh oleh Wahyu di tempat yang berbeda dengan treatment yang berbeda pula. Ia tidak sendiri. Ia ditemani Femke Den Haas yang merupakan Founder dari Umah Lumba. Berhari-hari. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mereka melakukan perawatan terhadap tiga lumba-lumba yang sakit itu.

Wahyu saat bersama lumba-lumba | Foto: Dok. Dolphinproject.com

Perlahan, Johnny, Rocky dan Rambo kondisinya membaik. Perubahan pesat dialami Johnny. Ia lumba-lumba paling tua di antara ketiganya. Usianya kini 30 tahun. Saat dibawa ke Umah Lumba, Johnny mengalami kondisi buruk. Gigi ompong, buta sebelah serta sirip yang tak sembuh-sembuh. Kadar garam pada kulitnya juga sangat rendah.

Ketika dirawat di Umah Lumba, Johnny perlahan mulai bisa melihat. Luka pada siripnya sembuh dan kadar garam pada tubuhnya meningkat bahkan normal. Perubahan juga terjadi pada Rocky dan Rambo. Insting liar dari hewan tersebut kembali muncul. Sonar yang sebelumnya lama vacum kembali berfungsi sebagai alat navigasi dan alat komunikasi mereka.

Tiga tahun berada di Umah Lumah dengan kondisi yang dapat diikatakan pulih, tiba saatnya mereka bertiga kembali pulang. Jaring pada seapen dilepaskan agar mereka bisa berenang bebas.

Dan pada Sabtu 4 September 2022, Johnny, Rocky dan Rambo perlahan melewati seapen 1 menuju seapen 2. Di seapen 2 mereka terlihat bermain-main. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama mereka tidak keluar dari seapen 2 itu.

Orang-orang di sekitar seapen bingung.

Ada apa Johnny? Ada apa Rocky? Ada apa Rambo? Kenapa kalian tidak mendekat ke pintu keluar? Keluar saja. Berenang saja. Tak apa, itu rumah kalian. Jangan ragu.

Rocky | Foto: Dok. Dolphinproject.com)

Tapi tiga lumba-lumba hidung botol ini tetap bergerak pelan-pelan. Mereka memilih lebih berhati-hati. Mereka rupanya masih beradaptasi dengan kehidupan tanpa tirai. Seolah-olah mengidentifikasi ada apa di luar sana.

Apakah jika melewati kolam ini hidupnya akan baik-baik saja? Secara berulang-berulang ketiganya jauh-mendekat ke pintu keluar. Sesekali mereka muncul ke permukaan seolah melirik Wahyu dan Femke. Mungkin mereka ingin mengetahui apa yang terjadi.

Setelah sekian lama tiga sekawan ini jauh-mendekat ke pintu keluar, akhirnya Femke memutuskan untuk turut berenang dalam seapen 2. Ia lantas melepaskan beberapa pelampung yang terpasang pada seapen.

Sesaat setelah dilepaskan, perlahan lumba-lumba mulai mendekat. Jonny memimpin jalan untuk Rocky dan Rambo. Sebagai kawan tertua a sakan meyakinkan kawan lainnya bahwa semua baik-baik saja. Johnny berenang memimpin keluar dari seapen diikuti Rocky dan Rambo.

Seluruh tim bersorak haru. Wahyu dan Femke terlihat menangis. Usaha mereka untuk memulihkan tiga lumba-lumba akhirnya terbayar. air mata kebahagiaan tak dapat dibendung.

Rambo | Foto: Dok. Dolphinproject.com

Di kejauhan, Johnny, Rocky dan Rambo masih tetap mengapung di permukaan tak jauh dari seapen. Beberapa menit mereka enggan berenang lebih jauh. Saya seperti merasakan hubungan emosional antara mamalia laut itu dengan beberapa tim JAAN.

Setelah menoleh ke arah seapen barang sesaat, ketiganya berenang. Lalu muncul kembali dan menoleh lagi. Saya rasa mereka mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa walau ada keraguan untuk berenang lebih dan lebih jauh lagi. Bertemu dengan koloni mereka.

Tidak apa-apa Johnny, Rocky, Rambo. Pulanglah. Kembalilah. Berenanglah. [T]

Tags: faunalingkunganlumba-lumba
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Laris Manis Prodi PGSD di Perguruan Tinggi, Hitung-hitung Bisa Cepat Balik Modal

Next Post

“Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
“Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

"Read Aloud" di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co