2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 25, 2022
in Khas
Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto

Dr. Gede Iwan Setiabudi memberi penjelasan tentang lamun di Angkringan Mula Keto Singaraja

Lamun ternyata memang benar berasal dari kata melamun. Saya sendiri baru tahu apa itu Lamun. Lamun begitu banyak manfaatnya, antara lain menjaga lingkungan dan kelestarian laut.

Lamun adalah kata indonesia dari Seagrass. Agar tidak sama dengan Seaweed yang berarti rumput laut, dicarilah kata indonesia dari seagras. Ketemulah kata lamun oleh sesorang peneliti yang sedang melamun di era 1980-an.

Saya tertarik dengan lamun tiba-tiba. Ketertarikan itu seakan menemukan gayung bersambut kerika sahabat saya, Kardian Narayana, mengirimkan poster unuk acara sharing session alias diskusi di Angkringan Mula Keto, Singaraja, Rabu 24 Agustus 2022. Angkringan itu memang milik Kardian, sahabat saya itu.

Saya memang begitu tertarik untuk datang karena judulnya, Lamun. Terus ditambahkan sebagai mitigasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Sebagai orang yang mendalami dunia persampahan, hal itu menarik minat saya. Selain memang sudah rindu pula menikmati teh secang di Angkringan Mula Keto.

Jam menunjukkan pukul 7 malam saya pun berpamitan kepada istri.  Bergegas ke Angkringan Mula Keto di Jalan Wr. Supratman No. 210 Banyuning. Sesuai jadwal acara diskusi itu dimulai pukul 7 malam. Sekira 15 menit perjalan dari Panji, rumah saya, untuk sampai di lokasi. Setibanya saya, acara belum mulai. Syukur tidak terlambat.

Saya mengambil posisi duduk dekat dengan narasumber. Hanya dipisahkan oleh Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada yang juga hadir bersama rombongan tim desanya. Setelah semua duduk melingkar, minuman lalu disajikan, segelas teh secang. Acara diskusi pun dimulai.

Dipandu oleh moderator owner Mule Keto, Kardian Narayana, memperkenalkan narasumber seorang Doktor Muda dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Gede Iwan Setiabudi. Lulusan Ilmu Kelautan IPB Bogor.

Pak Iwan begitu saya menyapa dia,  begitu lugas dan jelas bercerita tentang lamun. Ia mulai dengan mengatakan lamun ini anak pungut yang diabaikan dalam konservasi lautan. Setelah karang yang menjadi anak emas, lalu mangrove sebagai anak kesayangan. Lamun sering dilupakan padahal lamun tidak kalah bermanfaat.

Dr. Gede Iwan Setiabudi. Lulusan Ilmu Kelautan IPB Bogor menjelaskan tentang lamun di Angkringan Mula Keto Singaraja | Foto: Gading Ganesha

Satu persatu Pak Iwan bercerita tentang bagaimana baiknnya “Anak Pungut” ini. Dari sebagai penenang dan penjernih air laut, sumber makanan penyu dan dugong, tempat pembesaran biota laut, hingga Blue Carbon.  Blue Carbon inilah yang sangat mampu berdampak pada mitigasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya keberadaan padang lamun di Pantai Bali Utara sangat mungkin dikembangkan. Seperti yang telah ia dan teman-teman Kelompok Masyarakat Pengawas di Pantai Penimbangan mulai lakukan. Kondisi pantai di Buleleng sangat layak untuk tempat tumbuhnya lamun.

Dikatakannya, lamunlah yang membuat lebih banyak ada ikan di laut Penimbangan, dibanding pantai di Buleleng bagian timur.  Begitu pula dengan keberadaan penyu yang begitu bersahabat di Pantai Penimbangan.  Maka ia dan Pokmawas Penimbangan dibantu pemerintah Desa Baktiseraga melakukan upaya penamanan lamun. Bersinergi dengan upaya konservasi penyu dan karang yang telah lebih dulu dilakukan.

Targetnya adalah 30% dari luasan Pantai Penimbangan tertutupi padang lamun. Kondisi estuari di penimbangan juga cukup berpihak dalam tumbuhnya lamun. Lamun yang dikembangkan berada di kedalaman 3 meter. Sehingga Pantai Penimbangan tetap nyaman untuk masyarakat yang mandi di pantai.

Pak Iwan menambahkan, jika semua luasan pantai di Bali Utara mampu dimaksimalkan dengan keberadaan padang lamun, diyakini Buleleng akan memanen limpahan manfaat. Semakin betahnya lumba-lumba di Buleleng, semakin indahnya Biodiversitas pantai di Buleleng. Bisa  menarik orang ingin berlama-lama di Bumi Panji Sakti ini.

Selain itu juga bisa dilakukannya Carbon Trading atau perdagangan karbon, yang sekarang sedang banyak diperbincangkan, dibahas oleh para pemimpin dunia. Buleleng bisa berperan untuk perbaikan iklim dan lingkungan dunia. Buleleng di atas punya hutan sebagai Green Carbon, Buleleng di bawah punya Blue Carbon. Di tengah-tengah bisa ada Brown Carbon.

“Meski kondisi Pantai Buleleng yang begitu perpihak pada lamun, ia punya musuh besar yang membuatnya tak mampu bertahan. Yakni sampah plastik dan banyaknya pengerukan di lautan,” ujar Pak Iwan yang Dosen Program Studi Aquakultur ini.

Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada (pegang mik) | Foto: Gading Ganesha

Sampah plastik menghalangi sinar matahari. Padang lamun tak bisa melakukan fotosistesis, sehingga tak bisa tumbuh dengan baik dan perlahan mati. Dengan begitu, kepingan surga yang jatuh di Pantai Penimbangan ini bisa hilang.

“Kepingan Surga di Bali Utara” begitu ia menganalogikan keindahan bawah laut  Pantai Penimbangan. Namun, hanya orang luar yang banyak menikmatinya. Sementara barisan orang lokal yang sempat menyelami hanya para tour guide saja.

Saya jadi sedikit tercubit akan hal itu. Jarak Pantai Penimbangan dan Desa Panji, tempat saya tinggal, sangat dekat, dekat sekali. Sudah lama sekali sejak SMA terakhir mandi di Penimbangan. Sisanya ke sana hanya untuk menikmati hiruk pikuk manusianya. Lupa menikmati dalam lautnya.

Bukan karena tidak benar-benar tahu. Samar-samar dua tahun ini sudah saya dengar indahnya bawah laut di sana. Hanya saja semakin ramainya Pantai Penimbangan, membuat saya tidak begitu nyaman mandi di pantai ini.

Pikiran saya jadi melamum ke sana kemari gara-gara lamun ini. Sepertinya lamun begitu menarik sebagai alat untuk  mitigasi perubahan iklim dan percemaran lingkungan di Buleleng. Apalagi pesisir Bali Utara adalah habitat terbaik.

“Jangan diganggu saja, tidak perlu melakukan apa-apa sebenarnya,” kata Pak Iwan di akhir diskusi.

Tentang bagaimana menjaga lamun ini tumbuh, jangan buang sampah sembarangan ke laut. Terutama sampah plastik. Begitu Pak Iwan mengingatkan.

Peserta diskusi merasa puas setelah mendengar berbagi hal tentang lamun | Foto: Gading Ganesha

Tidak sabar rasanya melihat bagaimana Dr. Iwan Setiabuti bersama Perbekel Baktiseraga Gusti Puti Armada dan Tim Pokmawas Pantai Penimbangan melakukan upaya penamanan Lamun yang telah dimulai itu. Program Blue Carbon Initiative.

Jika tertarik melihatnya, Perbekel Gusti Armada mengundang saya dan beberapa teman untuk ikut kegiatannya di setiap hari Rabu pagi. Sesekali sepertinya memang harus melihat kepingan surga di bawah laut Bali Utara ini.

Diskusi malam tentang lamunpun akhirnya berakhir melewati batas waktu. Setelah menikmati sebungkus nasi jingo be pindang khas Mula Keto dan segelas teh rosela. Saya segera pulang kembali ke rumah. Sudah ada yang menanti. [T]

Tags: bulelenglingkunganlingkungan lautpadang lamunPantai Penimbangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Geguritan Cetrung | Sebuah Renungan

Next Post

Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co