22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 25, 2022
in Khas
Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto

Dr. Gede Iwan Setiabudi memberi penjelasan tentang lamun di Angkringan Mula Keto Singaraja

Lamun ternyata memang benar berasal dari kata melamun. Saya sendiri baru tahu apa itu Lamun. Lamun begitu banyak manfaatnya, antara lain menjaga lingkungan dan kelestarian laut.

Lamun adalah kata indonesia dari Seagrass. Agar tidak sama dengan Seaweed yang berarti rumput laut, dicarilah kata indonesia dari seagras. Ketemulah kata lamun oleh sesorang peneliti yang sedang melamun di era 1980-an.

Saya tertarik dengan lamun tiba-tiba. Ketertarikan itu seakan menemukan gayung bersambut kerika sahabat saya, Kardian Narayana, mengirimkan poster unuk acara sharing session alias diskusi di Angkringan Mula Keto, Singaraja, Rabu 24 Agustus 2022. Angkringan itu memang milik Kardian, sahabat saya itu.

Saya memang begitu tertarik untuk datang karena judulnya, Lamun. Terus ditambahkan sebagai mitigasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Sebagai orang yang mendalami dunia persampahan, hal itu menarik minat saya. Selain memang sudah rindu pula menikmati teh secang di Angkringan Mula Keto.

Jam menunjukkan pukul 7 malam saya pun berpamitan kepada istri.  Bergegas ke Angkringan Mula Keto di Jalan Wr. Supratman No. 210 Banyuning. Sesuai jadwal acara diskusi itu dimulai pukul 7 malam. Sekira 15 menit perjalan dari Panji, rumah saya, untuk sampai di lokasi. Setibanya saya, acara belum mulai. Syukur tidak terlambat.

Saya mengambil posisi duduk dekat dengan narasumber. Hanya dipisahkan oleh Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada yang juga hadir bersama rombongan tim desanya. Setelah semua duduk melingkar, minuman lalu disajikan, segelas teh secang. Acara diskusi pun dimulai.

Dipandu oleh moderator owner Mule Keto, Kardian Narayana, memperkenalkan narasumber seorang Doktor Muda dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Gede Iwan Setiabudi. Lulusan Ilmu Kelautan IPB Bogor.

Pak Iwan begitu saya menyapa dia,  begitu lugas dan jelas bercerita tentang lamun. Ia mulai dengan mengatakan lamun ini anak pungut yang diabaikan dalam konservasi lautan. Setelah karang yang menjadi anak emas, lalu mangrove sebagai anak kesayangan. Lamun sering dilupakan padahal lamun tidak kalah bermanfaat.

Dr. Gede Iwan Setiabudi. Lulusan Ilmu Kelautan IPB Bogor menjelaskan tentang lamun di Angkringan Mula Keto Singaraja | Foto: Gading Ganesha

Satu persatu Pak Iwan bercerita tentang bagaimana baiknnya “Anak Pungut” ini. Dari sebagai penenang dan penjernih air laut, sumber makanan penyu dan dugong, tempat pembesaran biota laut, hingga Blue Carbon.  Blue Carbon inilah yang sangat mampu berdampak pada mitigasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya keberadaan padang lamun di Pantai Bali Utara sangat mungkin dikembangkan. Seperti yang telah ia dan teman-teman Kelompok Masyarakat Pengawas di Pantai Penimbangan mulai lakukan. Kondisi pantai di Buleleng sangat layak untuk tempat tumbuhnya lamun.

Dikatakannya, lamunlah yang membuat lebih banyak ada ikan di laut Penimbangan, dibanding pantai di Buleleng bagian timur.  Begitu pula dengan keberadaan penyu yang begitu bersahabat di Pantai Penimbangan.  Maka ia dan Pokmawas Penimbangan dibantu pemerintah Desa Baktiseraga melakukan upaya penamanan lamun. Bersinergi dengan upaya konservasi penyu dan karang yang telah lebih dulu dilakukan.

Targetnya adalah 30% dari luasan Pantai Penimbangan tertutupi padang lamun. Kondisi estuari di penimbangan juga cukup berpihak dalam tumbuhnya lamun. Lamun yang dikembangkan berada di kedalaman 3 meter. Sehingga Pantai Penimbangan tetap nyaman untuk masyarakat yang mandi di pantai.

Pak Iwan menambahkan, jika semua luasan pantai di Bali Utara mampu dimaksimalkan dengan keberadaan padang lamun, diyakini Buleleng akan memanen limpahan manfaat. Semakin betahnya lumba-lumba di Buleleng, semakin indahnya Biodiversitas pantai di Buleleng. Bisa  menarik orang ingin berlama-lama di Bumi Panji Sakti ini.

Selain itu juga bisa dilakukannya Carbon Trading atau perdagangan karbon, yang sekarang sedang banyak diperbincangkan, dibahas oleh para pemimpin dunia. Buleleng bisa berperan untuk perbaikan iklim dan lingkungan dunia. Buleleng di atas punya hutan sebagai Green Carbon, Buleleng di bawah punya Blue Carbon. Di tengah-tengah bisa ada Brown Carbon.

“Meski kondisi Pantai Buleleng yang begitu perpihak pada lamun, ia punya musuh besar yang membuatnya tak mampu bertahan. Yakni sampah plastik dan banyaknya pengerukan di lautan,” ujar Pak Iwan yang Dosen Program Studi Aquakultur ini.

Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada (pegang mik) | Foto: Gading Ganesha

Sampah plastik menghalangi sinar matahari. Padang lamun tak bisa melakukan fotosistesis, sehingga tak bisa tumbuh dengan baik dan perlahan mati. Dengan begitu, kepingan surga yang jatuh di Pantai Penimbangan ini bisa hilang.

“Kepingan Surga di Bali Utara” begitu ia menganalogikan keindahan bawah laut  Pantai Penimbangan. Namun, hanya orang luar yang banyak menikmatinya. Sementara barisan orang lokal yang sempat menyelami hanya para tour guide saja.

Saya jadi sedikit tercubit akan hal itu. Jarak Pantai Penimbangan dan Desa Panji, tempat saya tinggal, sangat dekat, dekat sekali. Sudah lama sekali sejak SMA terakhir mandi di Penimbangan. Sisanya ke sana hanya untuk menikmati hiruk pikuk manusianya. Lupa menikmati dalam lautnya.

Bukan karena tidak benar-benar tahu. Samar-samar dua tahun ini sudah saya dengar indahnya bawah laut di sana. Hanya saja semakin ramainya Pantai Penimbangan, membuat saya tidak begitu nyaman mandi di pantai ini.

Pikiran saya jadi melamum ke sana kemari gara-gara lamun ini. Sepertinya lamun begitu menarik sebagai alat untuk  mitigasi perubahan iklim dan percemaran lingkungan di Buleleng. Apalagi pesisir Bali Utara adalah habitat terbaik.

“Jangan diganggu saja, tidak perlu melakukan apa-apa sebenarnya,” kata Pak Iwan di akhir diskusi.

Tentang bagaimana menjaga lamun ini tumbuh, jangan buang sampah sembarangan ke laut. Terutama sampah plastik. Begitu Pak Iwan mengingatkan.

Peserta diskusi merasa puas setelah mendengar berbagi hal tentang lamun | Foto: Gading Ganesha

Tidak sabar rasanya melihat bagaimana Dr. Iwan Setiabuti bersama Perbekel Baktiseraga Gusti Puti Armada dan Tim Pokmawas Pantai Penimbangan melakukan upaya penamanan Lamun yang telah dimulai itu. Program Blue Carbon Initiative.

Jika tertarik melihatnya, Perbekel Gusti Armada mengundang saya dan beberapa teman untuk ikut kegiatannya di setiap hari Rabu pagi. Sesekali sepertinya memang harus melihat kepingan surga di bawah laut Bali Utara ini.

Diskusi malam tentang lamunpun akhirnya berakhir melewati batas waktu. Setelah menikmati sebungkus nasi jingo be pindang khas Mula Keto dan segelas teh rosela. Saya segera pulang kembali ke rumah. Sudah ada yang menanti. [T]

Tags: bulelenglingkunganlingkungan lautpadang lamunPantai Penimbangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Geguritan Cetrung | Sebuah Renungan

Next Post

Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co