24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 25, 2022
in Khas
Melamunkan Lamun dari Laut Bali Utara | Catatan Diskusi Angkringan Mula Keto

Dr. Gede Iwan Setiabudi memberi penjelasan tentang lamun di Angkringan Mula Keto Singaraja

Lamun ternyata memang benar berasal dari kata melamun. Saya sendiri baru tahu apa itu Lamun. Lamun begitu banyak manfaatnya, antara lain menjaga lingkungan dan kelestarian laut.

Lamun adalah kata indonesia dari Seagrass. Agar tidak sama dengan Seaweed yang berarti rumput laut, dicarilah kata indonesia dari seagras. Ketemulah kata lamun oleh sesorang peneliti yang sedang melamun di era 1980-an.

Saya tertarik dengan lamun tiba-tiba. Ketertarikan itu seakan menemukan gayung bersambut kerika sahabat saya, Kardian Narayana, mengirimkan poster unuk acara sharing session alias diskusi di Angkringan Mula Keto, Singaraja, Rabu 24 Agustus 2022. Angkringan itu memang milik Kardian, sahabat saya itu.

Saya memang begitu tertarik untuk datang karena judulnya, Lamun. Terus ditambahkan sebagai mitigasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Sebagai orang yang mendalami dunia persampahan, hal itu menarik minat saya. Selain memang sudah rindu pula menikmati teh secang di Angkringan Mula Keto.

Jam menunjukkan pukul 7 malam saya pun berpamitan kepada istri.  Bergegas ke Angkringan Mula Keto di Jalan Wr. Supratman No. 210 Banyuning. Sesuai jadwal acara diskusi itu dimulai pukul 7 malam. Sekira 15 menit perjalan dari Panji, rumah saya, untuk sampai di lokasi. Setibanya saya, acara belum mulai. Syukur tidak terlambat.

Saya mengambil posisi duduk dekat dengan narasumber. Hanya dipisahkan oleh Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada yang juga hadir bersama rombongan tim desanya. Setelah semua duduk melingkar, minuman lalu disajikan, segelas teh secang. Acara diskusi pun dimulai.

Dipandu oleh moderator owner Mule Keto, Kardian Narayana, memperkenalkan narasumber seorang Doktor Muda dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Gede Iwan Setiabudi. Lulusan Ilmu Kelautan IPB Bogor.

Pak Iwan begitu saya menyapa dia,  begitu lugas dan jelas bercerita tentang lamun. Ia mulai dengan mengatakan lamun ini anak pungut yang diabaikan dalam konservasi lautan. Setelah karang yang menjadi anak emas, lalu mangrove sebagai anak kesayangan. Lamun sering dilupakan padahal lamun tidak kalah bermanfaat.

Dr. Gede Iwan Setiabudi. Lulusan Ilmu Kelautan IPB Bogor menjelaskan tentang lamun di Angkringan Mula Keto Singaraja | Foto: Gading Ganesha

Satu persatu Pak Iwan bercerita tentang bagaimana baiknnya “Anak Pungut” ini. Dari sebagai penenang dan penjernih air laut, sumber makanan penyu dan dugong, tempat pembesaran biota laut, hingga Blue Carbon.  Blue Carbon inilah yang sangat mampu berdampak pada mitigasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya keberadaan padang lamun di Pantai Bali Utara sangat mungkin dikembangkan. Seperti yang telah ia dan teman-teman Kelompok Masyarakat Pengawas di Pantai Penimbangan mulai lakukan. Kondisi pantai di Buleleng sangat layak untuk tempat tumbuhnya lamun.

Dikatakannya, lamunlah yang membuat lebih banyak ada ikan di laut Penimbangan, dibanding pantai di Buleleng bagian timur.  Begitu pula dengan keberadaan penyu yang begitu bersahabat di Pantai Penimbangan.  Maka ia dan Pokmawas Penimbangan dibantu pemerintah Desa Baktiseraga melakukan upaya penamanan lamun. Bersinergi dengan upaya konservasi penyu dan karang yang telah lebih dulu dilakukan.

Targetnya adalah 30% dari luasan Pantai Penimbangan tertutupi padang lamun. Kondisi estuari di penimbangan juga cukup berpihak dalam tumbuhnya lamun. Lamun yang dikembangkan berada di kedalaman 3 meter. Sehingga Pantai Penimbangan tetap nyaman untuk masyarakat yang mandi di pantai.

Pak Iwan menambahkan, jika semua luasan pantai di Bali Utara mampu dimaksimalkan dengan keberadaan padang lamun, diyakini Buleleng akan memanen limpahan manfaat. Semakin betahnya lumba-lumba di Buleleng, semakin indahnya Biodiversitas pantai di Buleleng. Bisa  menarik orang ingin berlama-lama di Bumi Panji Sakti ini.

Selain itu juga bisa dilakukannya Carbon Trading atau perdagangan karbon, yang sekarang sedang banyak diperbincangkan, dibahas oleh para pemimpin dunia. Buleleng bisa berperan untuk perbaikan iklim dan lingkungan dunia. Buleleng di atas punya hutan sebagai Green Carbon, Buleleng di bawah punya Blue Carbon. Di tengah-tengah bisa ada Brown Carbon.

“Meski kondisi Pantai Buleleng yang begitu perpihak pada lamun, ia punya musuh besar yang membuatnya tak mampu bertahan. Yakni sampah plastik dan banyaknya pengerukan di lautan,” ujar Pak Iwan yang Dosen Program Studi Aquakultur ini.

Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada (pegang mik) | Foto: Gading Ganesha

Sampah plastik menghalangi sinar matahari. Padang lamun tak bisa melakukan fotosistesis, sehingga tak bisa tumbuh dengan baik dan perlahan mati. Dengan begitu, kepingan surga yang jatuh di Pantai Penimbangan ini bisa hilang.

“Kepingan Surga di Bali Utara” begitu ia menganalogikan keindahan bawah laut  Pantai Penimbangan. Namun, hanya orang luar yang banyak menikmatinya. Sementara barisan orang lokal yang sempat menyelami hanya para tour guide saja.

Saya jadi sedikit tercubit akan hal itu. Jarak Pantai Penimbangan dan Desa Panji, tempat saya tinggal, sangat dekat, dekat sekali. Sudah lama sekali sejak SMA terakhir mandi di Penimbangan. Sisanya ke sana hanya untuk menikmati hiruk pikuk manusianya. Lupa menikmati dalam lautnya.

Bukan karena tidak benar-benar tahu. Samar-samar dua tahun ini sudah saya dengar indahnya bawah laut di sana. Hanya saja semakin ramainya Pantai Penimbangan, membuat saya tidak begitu nyaman mandi di pantai ini.

Pikiran saya jadi melamum ke sana kemari gara-gara lamun ini. Sepertinya lamun begitu menarik sebagai alat untuk  mitigasi perubahan iklim dan percemaran lingkungan di Buleleng. Apalagi pesisir Bali Utara adalah habitat terbaik.

“Jangan diganggu saja, tidak perlu melakukan apa-apa sebenarnya,” kata Pak Iwan di akhir diskusi.

Tentang bagaimana menjaga lamun ini tumbuh, jangan buang sampah sembarangan ke laut. Terutama sampah plastik. Begitu Pak Iwan mengingatkan.

Peserta diskusi merasa puas setelah mendengar berbagi hal tentang lamun | Foto: Gading Ganesha

Tidak sabar rasanya melihat bagaimana Dr. Iwan Setiabuti bersama Perbekel Baktiseraga Gusti Puti Armada dan Tim Pokmawas Pantai Penimbangan melakukan upaya penamanan Lamun yang telah dimulai itu. Program Blue Carbon Initiative.

Jika tertarik melihatnya, Perbekel Gusti Armada mengundang saya dan beberapa teman untuk ikut kegiatannya di setiap hari Rabu pagi. Sesekali sepertinya memang harus melihat kepingan surga di bawah laut Bali Utara ini.

Diskusi malam tentang lamunpun akhirnya berakhir melewati batas waktu. Setelah menikmati sebungkus nasi jingo be pindang khas Mula Keto dan segelas teh rosela. Saya segera pulang kembali ke rumah. Sudah ada yang menanti. [T]

Tags: bulelenglingkunganlingkungan lautpadang lamunPantai Penimbangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Geguritan Cetrung | Sebuah Renungan

Next Post

Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Dari Jiwa Merdeka ke Jiwa Pemberani: Refleksi Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co