24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Krisna Satya, Sikut Satak, dan Usaha Menerjemahkan Arsitektur dalam Anatomi Tubuh

Bryan Ferguson by Bryan Ferguson
September 7, 2022
in Persona
Krisna Satya, Sikut Satak, dan Usaha Menerjemahkan Arsitektur dalam Anatomi Tubuh

Tanggal 18-24 Juli 2022 yang lalu, saya bersama peserta rajangan barung tempo lalu mendapat kesempatan untuk menjadi LO peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 sekaligus menjadi “peserta kelas ekonomis”— kami dapat mengobservasi kegiatan yang diselenggarakan secara tidak langsung.

Ada 5 peserta yang saya handle pada saat itu. Salah satunya adalah I Nyoman Krisna Satya Utama. Ia adalah seorang koreografer dan juga penari di Sanggar Seni Saydanco. Banyak prestasi yang telah ia capai, beberapa di antaranya: ia pernah mengikuti tur dan residensi bersama Cie Express Company dan menjadi peserta di dalam program Koreografer Muda Potensial. Dan, Krisna Satya menjadi salah satu peserta dalam kegiatan yang diadakan Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan ini.

Krisna Satya (berbaju hitam tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka

Krisna Satya (berbaju hitam tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka

Malam itu, Ubud cukup dingin dan saya menghampiri Krisna yang baru saja selesai bercengkrama dengan anggota lainnya. Saya yang sudah mengenal Krisna sebelumnya dari acara Rajangan Barung oleh Teater Kalangan langsung menghampiri dirinya dan menanyakan perihal keberlangsungan acara sejauh itu. Tidak lupa juga saya bertanya-tanya tentang kehidupannya sebagai, karena sebelumnya kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk berbicara empat mata. Maklum, jadwal kami cukup padat. Dan, Krisna bisa dikatakan sebagai seseorang yang irit bicara.

Obrolan santai itu membawa kami ke dalam topik yang tidak pernah kami bicarakan sebelumnya. Pada saat itu saya mengetahui bahwa Krisna masuk ke dunia seni tari karena posisi rumahnya yang dekat dengan pura, sehingga ia sering melihat sendratari yang diadakan di sana. Ia sangat terinspirasi dari tokoh-tokoh yang dimainkan oleh para penari pura. Dan, dari situ, diam-diam, Krisna mulai menari tanpa sepengetahuan orang tuanya. Sampai suatu ketika, ia terjatuh karena lantai yang licin dan menangis. Tapi lucunya, ia menyembunyikan hal itu dari orangtuanya.

Sesungguhnya, kreativitas Krisna tidak berhenti di tari saja. Ia juga membuat propertinya sendiri dan menggunakan kaleng-kalengan sebagai gamelan untuk dimainkan bersama teman-temannya. Hal ini juga yang menjadi salah satu pemicu Krisna untuk menjadi seorang seniman. Krisna muda menganggap pelajaran SMA sulit. Dan, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Sukawati, lalu ISI Denpasar dengan jurusan Program Studi Seni Tari.

Krisna Satya dan peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur dalam worskshop Cak Rina

Penampilan Krisna Satya dan Ela Mutiara dalam sesi Kunjungan Budaya, Desa Teges

Merasa jenuh dengan pakem-pakem tari tradisi Bali, Krisna Satya akhirnya mulai merambah ke tari kontemporer yang lebih lebar membuka ruang kemungkinan. Dari situ ia juga mulai menciptakan tariannya sendiri dan menjadi seorang koreografer. Dari tarian yang ia ciptakan, ia menjadi lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini tercermin dari setiap gagasan garapan yang ia ceritakan.

Salah satu garapan Krisna yang menurut saya cukup menarik adalah Sikut Awak, yang berangkat dari pengetahuan tentang cara mengukur dalam membuat bangunan. Sikut Awak sendiri berfokus pada korelasi tubuh dan ruang, tubuh sebagai matrik yang menentukan ukuran ruang bangunan. Hal ini dimulai dari proses pembagian lahan hingga pembuatan bangunan itu sendiri. Hal yang membuat Sikut Awak menjadi menarik adalah unsur arsitektur Bali dalam menghitung dan menentukan luas dan bentuk bangunan yang kemudian ditranslasi menjadi bentuk tarian.

Saya sendiri cukup terkesan, bagaimana bisa ada orang yang bisa memasukan unsur arsitektur yang kaku ke dalam sebuah gerakan tubuh manusia yang dinamis, lebih-lebih tari. Beruntungnya, saya dapat melihat langsung pertunjukan “Sikut Awak” ketika Krisna Satya membawakannya di hari ke-4 Temu Seni Tari ini. Ia membawakan pertunjukan ini dibantu oleh Ela Mutiara Jaya Waluya.

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Ketiadaan lagu yang mengalun dalam pertunjukan Krisna, membuat seisi panggung menjadi senyap. Properti bambu yang diseret oleh Krisna dan Ela mengeluarkan suara yang mengisi ambiens panggung, dan membuat saya terfokus pada setiap gerakan yang dibawakan Krisna Satya. Bambu yang dibawa oleh Krisna Satya menjadi properti tari sekaligus menjadi ekstensi tubuhnya. Banyak sekali referensi gerakan ukur-mengukur yang ditunjukan, seperti mengukur tanah, dan mengukur anggota tubuh penari lainnya. Tidak hanya itu, yang menjadi menarik bagi saya dari pertunjukan ini adalah terdapatnya suatu terma bentuk di mana Krisna dan Ela sedang mengukur langkah kaki. Hal ini cukup fundamental karena gerak dan ruang merupakan elemen penting bagi seorang penari.

    Krisna Satya (kiri tengah) dalam pertunjukan tari berjudul “Secret Coco”

    Pertunjukan yang dibawakan oleh Krisna menjadi sesuatu yang membuka mata saya, bahwasanya inspirasi untuk membuat suatu gerakan tarian tidak harus terpaku oleh objek yang bergerak; tidak harus melulu berangkat dari fenomena alam di mana laut yang bergerak atau kijang yang melompat menjadi inspirasi gerakan tari—sebagaimana yang saya lihat pada kebanyakan koreografer, terinspirasi dari benda-benda yang bergerak. Kadang dari sebuah batu bangunan yang diam pun juga bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan tarian.

    Bagi krisna sendiri, Sikut Awak menjadi salah satu pertunjukan yang berkesan baginya. Karena Sikut Awak merupakan salah satu karya awal yang ia pernah buat secara original dan pernah didokumentasikan dalam bentuk video. Video ini pernah dipublikasikan dalam Helatari Salihara di tahun 2021. Dari sana, ia juga belajar bagaimana mengedit sebuah tarian ke dalam sinematografi yang dimana ia bisa bereksperimen untuk menunjukan apa yang bisa ia masukan ke dalam setiap shot dan perspektif kamera.

    Untuk proyek selanjutnya, Krisna Satya yang saat ini sedang sibuk mengembangkan sebuah sanggar, berencana untuk mengangkat isu sampah yang berada di sekitaran Beji (tempat pemandian untuk membersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual). Hal ini dilakukan karena ketertarikannya terhadap lingkungan, khususnya lingkungan yang berada di Bali. [T]

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Taman, Halaman Belakang, dan Tahi Ayam

    Next Post

    Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim

    Bryan Ferguson

    Bryan Ferguson

    Aktor dan penari, Jakarta-Badung

    Related Posts

    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    by Made Adnyana Ole
    October 17, 2026
    0
    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

    Read moreDetails

    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    by Wayan Jengki Sunarta
    October 9, 2026
    0
    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

    Read moreDetails

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails
    Next Post
    Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim

    Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

    SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

    by I Made Pria Dharsana
    October 21, 2026
    Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
    Pendidikan

    Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

    ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

    by Nyoman Budarsana
    October 21, 2026
    Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
    Pariwisata

    Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

    DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

    by Nyoman Budarsana
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co