2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Krisna Satya, Sikut Satak, dan Usaha Menerjemahkan Arsitektur dalam Anatomi Tubuh

Bryan Ferguson by Bryan Ferguson
September 7, 2022
in Persona
Krisna Satya, Sikut Satak, dan Usaha Menerjemahkan Arsitektur dalam Anatomi Tubuh

Tanggal 18-24 Juli 2022 yang lalu, saya bersama peserta rajangan barung tempo lalu mendapat kesempatan untuk menjadi LO peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 sekaligus menjadi “peserta kelas ekonomis”— kami dapat mengobservasi kegiatan yang diselenggarakan secara tidak langsung.

Ada 5 peserta yang saya handle pada saat itu. Salah satunya adalah I Nyoman Krisna Satya Utama. Ia adalah seorang koreografer dan juga penari di Sanggar Seni Saydanco. Banyak prestasi yang telah ia capai, beberapa di antaranya: ia pernah mengikuti tur dan residensi bersama Cie Express Company dan menjadi peserta di dalam program Koreografer Muda Potensial. Dan, Krisna Satya menjadi salah satu peserta dalam kegiatan yang diadakan Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan ini.

Krisna Satya (berbaju hitam tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka

Krisna Satya (berbaju hitam tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka

Malam itu, Ubud cukup dingin dan saya menghampiri Krisna yang baru saja selesai bercengkrama dengan anggota lainnya. Saya yang sudah mengenal Krisna sebelumnya dari acara Rajangan Barung oleh Teater Kalangan langsung menghampiri dirinya dan menanyakan perihal keberlangsungan acara sejauh itu. Tidak lupa juga saya bertanya-tanya tentang kehidupannya sebagai, karena sebelumnya kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk berbicara empat mata. Maklum, jadwal kami cukup padat. Dan, Krisna bisa dikatakan sebagai seseorang yang irit bicara.

Obrolan santai itu membawa kami ke dalam topik yang tidak pernah kami bicarakan sebelumnya. Pada saat itu saya mengetahui bahwa Krisna masuk ke dunia seni tari karena posisi rumahnya yang dekat dengan pura, sehingga ia sering melihat sendratari yang diadakan di sana. Ia sangat terinspirasi dari tokoh-tokoh yang dimainkan oleh para penari pura. Dan, dari situ, diam-diam, Krisna mulai menari tanpa sepengetahuan orang tuanya. Sampai suatu ketika, ia terjatuh karena lantai yang licin dan menangis. Tapi lucunya, ia menyembunyikan hal itu dari orangtuanya.

Sesungguhnya, kreativitas Krisna tidak berhenti di tari saja. Ia juga membuat propertinya sendiri dan menggunakan kaleng-kalengan sebagai gamelan untuk dimainkan bersama teman-temannya. Hal ini juga yang menjadi salah satu pemicu Krisna untuk menjadi seorang seniman. Krisna muda menganggap pelajaran SMA sulit. Dan, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Sukawati, lalu ISI Denpasar dengan jurusan Program Studi Seni Tari.

Krisna Satya dan peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur dalam worskshop Cak Rina

Penampilan Krisna Satya dan Ela Mutiara dalam sesi Kunjungan Budaya, Desa Teges

Merasa jenuh dengan pakem-pakem tari tradisi Bali, Krisna Satya akhirnya mulai merambah ke tari kontemporer yang lebih lebar membuka ruang kemungkinan. Dari situ ia juga mulai menciptakan tariannya sendiri dan menjadi seorang koreografer. Dari tarian yang ia ciptakan, ia menjadi lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini tercermin dari setiap gagasan garapan yang ia ceritakan.

Salah satu garapan Krisna yang menurut saya cukup menarik adalah Sikut Awak, yang berangkat dari pengetahuan tentang cara mengukur dalam membuat bangunan. Sikut Awak sendiri berfokus pada korelasi tubuh dan ruang, tubuh sebagai matrik yang menentukan ukuran ruang bangunan. Hal ini dimulai dari proses pembagian lahan hingga pembuatan bangunan itu sendiri. Hal yang membuat Sikut Awak menjadi menarik adalah unsur arsitektur Bali dalam menghitung dan menentukan luas dan bentuk bangunan yang kemudian ditranslasi menjadi bentuk tarian.

Saya sendiri cukup terkesan, bagaimana bisa ada orang yang bisa memasukan unsur arsitektur yang kaku ke dalam sebuah gerakan tubuh manusia yang dinamis, lebih-lebih tari. Beruntungnya, saya dapat melihat langsung pertunjukan “Sikut Awak” ketika Krisna Satya membawakannya di hari ke-4 Temu Seni Tari ini. Ia membawakan pertunjukan ini dibantu oleh Ela Mutiara Jaya Waluya.

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Ketiadaan lagu yang mengalun dalam pertunjukan Krisna, membuat seisi panggung menjadi senyap. Properti bambu yang diseret oleh Krisna dan Ela mengeluarkan suara yang mengisi ambiens panggung, dan membuat saya terfokus pada setiap gerakan yang dibawakan Krisna Satya. Bambu yang dibawa oleh Krisna Satya menjadi properti tari sekaligus menjadi ekstensi tubuhnya. Banyak sekali referensi gerakan ukur-mengukur yang ditunjukan, seperti mengukur tanah, dan mengukur anggota tubuh penari lainnya. Tidak hanya itu, yang menjadi menarik bagi saya dari pertunjukan ini adalah terdapatnya suatu terma bentuk di mana Krisna dan Ela sedang mengukur langkah kaki. Hal ini cukup fundamental karena gerak dan ruang merupakan elemen penting bagi seorang penari.

    Krisna Satya (kiri tengah) dalam pertunjukan tari berjudul “Secret Coco”

    Pertunjukan yang dibawakan oleh Krisna menjadi sesuatu yang membuka mata saya, bahwasanya inspirasi untuk membuat suatu gerakan tarian tidak harus terpaku oleh objek yang bergerak; tidak harus melulu berangkat dari fenomena alam di mana laut yang bergerak atau kijang yang melompat menjadi inspirasi gerakan tari—sebagaimana yang saya lihat pada kebanyakan koreografer, terinspirasi dari benda-benda yang bergerak. Kadang dari sebuah batu bangunan yang diam pun juga bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan tarian.

    Bagi krisna sendiri, Sikut Awak menjadi salah satu pertunjukan yang berkesan baginya. Karena Sikut Awak merupakan salah satu karya awal yang ia pernah buat secara original dan pernah didokumentasikan dalam bentuk video. Video ini pernah dipublikasikan dalam Helatari Salihara di tahun 2021. Dari sana, ia juga belajar bagaimana mengedit sebuah tarian ke dalam sinematografi yang dimana ia bisa bereksperimen untuk menunjukan apa yang bisa ia masukan ke dalam setiap shot dan perspektif kamera.

    Untuk proyek selanjutnya, Krisna Satya yang saat ini sedang sibuk mengembangkan sebuah sanggar, berencana untuk mengangkat isu sampah yang berada di sekitaran Beji (tempat pemandian untuk membersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual). Hal ini dilakukan karena ketertarikannya terhadap lingkungan, khususnya lingkungan yang berada di Bali. [T]

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Taman, Halaman Belakang, dan Tahi Ayam

    Next Post

    Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim

    Bryan Ferguson

    Bryan Ferguson

    Aktor dan penari, Jakarta-Badung

    Related Posts

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim

    Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
    Esai

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
    Khas

    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

    Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

    by Rusdy Ulu
    October 1, 2026
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
    Esai

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
    Panggung

    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

    PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
    Pop

    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

    ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Manusia Purba di Kota Denpasar
    Esai

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
    Khas

    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

    “CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 1, 2026
    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
    Olahraga

    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

    KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

    by Jaswanto
    October 1, 2026
    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
    Esai

    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

    by Agung Sudarsa
    September 30, 2026
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
    Esai

    Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

    DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

    by Chusmeru
    September 30, 2026
    Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
    Budaya

    Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

    TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

    by Rusdy Ulu
    September 30, 2026
    Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
    Opini

    Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

    PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

    by Dini Nastiti Wardani
    September 30, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co