12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Lebih Jauh Tokoh Jro Mangku Dalang I Made Persib

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
July 28, 2022
in Khas
Mengenal Lebih Jauh Tokoh Jro Mangku Dalang I Made Persib

Made Persib (kiri) bersama penulis

Tokoh seniman I Made Persib memang tidak asing lagi kita dengar dan kita kenal. I Made Persib, lahir 31 Desember 1957. Ia adalah seorang tokoh multitalent menguasai seni sastra, pedalangan, karawitan dan seni tari.

Darah seninya mengalir dari kedua orang tuannya.  Ayahnya selain seorang Pemangku, juga mencintai dan mengeluti kesenian. Ibunya adalah seorang penembang saat nyungsung tapakan (menarikan) Barong Landung.

Kiprah I Made Persib di bidang Karawitan Bali dimulai sejak anak-anak. Berkesenian dimulainya ketika masa-masa (SD) Sekolah Dasar tahun 1965-1968. Memasuki masa SMP (1969-1972), I Made Persib juga dikenal sebagai anak yang cerdas. Terbukti dari beberapa kali prestasi yang ia raih dan kerap menjadi juara dikelasnya.

Pengenalan dan pengalaman berkeseniannya, diperolehnya dari aktivitas adat di lingkungannya. Ritus adat yang berlangsung di Pura Dalem Majapahit dengan sesuhunan petapakan Barong Landung, Wayang Wong (Bajra Citta), iringan gamelan Batel membius I Made Persib untuk larut di dalamnya. Kegiatan seni yang terbungkus dalam ritual ini, membangun intiusinya dalam berkesenian.

Guna mengasah kemampuannya dalam bidang seni, I Made Persib memilih sekolah di KOKAR (Konservatori Karawitan) yang beralamat di Jalan Ratna, Denpasar dari tahun 1973-1977).

Sebelumnya, ia berkeinginan untuk bersekolah di sekolah guru (SGO), dan juga pernah mencoba masuk pada sekolah umum SMA Negeri 2 Denpasar. Namun, hatinya tergugah melihat sekolah KOKAR yang megah dan dipenuhi dengan kesibukan aktivitas berkesenian kala itu. Seketika I Made Persib, mengubah keinginannya dan memutuskan untuk bersekolah di KOKAR.

Perjalanan dari rumahnya di Banjar Beneh Kawan, Desa Blahkiuh, Abiansemal menuju KOKAR ditempuhnya dengan naik sepeda. I Made Persib memilih jurusan Pedalangan di KOKAR Bali. Guru pertama yang mengajarkannya mendalang adalah Bapak I Nyoman Sumandhi, salah satu seniman Pedalangan yang berasal dari Desa Tunjuk, Tabanan. Setelah tamat KOKAR, dia diangkat menjadi guru honorer sembari melanjutkan pendidikannya di ASTI (Akademi Seni Tari) Denpasar dari tahun 1978-1982.

Pengabdian bidang seni di desanya, diawali dengan membangun dan membeli seperangkat gamelan Gong Kebyar, tahun 1980 secara swadaya dari urunan sukarela. Kreativitasnya di bidang pedalangan dimulai dari ketertarikannya dengan dunia bermain anak-anak yang ia amati. Aktivitas anak-anak ini mengilhami daya kreatif I Made Persib untuk mewujudkannya dalam karya seni.

Cerita-cerita tradisional anak-anak Bali, dikemasnya menjadi sebuah pertunjukan Wayang Tantri dengan penyampian pesan filsafat melalui alur cerita atau tutur. Karya ini disajikan dalam Festival Seni di Kota Bandung tahun 1980 yang diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Selain menciptakan karya, I Made Persib juga banyak memberikan masukan-masukan ide dalam karya lainnya, seperti karya Eka Dasa Rudra ciptaan I Komang Astita. I Made Persib juga memberikan masukan kepada penggarap tentang sentuhan vocal dan tata artistic sebagai penguat pertunjukan.

Guna menuntaskan pendidikannya di ASTI Denpasar, I Made Persib membuat karya seni “Wayang Sapuleger” yang disajikan dalam rangka Ujian Tugas Akhir Mahasiswa kala itu. Inovasi dari karya ini tidak saja dari pengkemasan pertunjukan wayangnya, dan juga penonton yang menyaksikan pertunjukan ini diajak ikut terlibat memainkan peran didalamnya. Karya ini mendapat sambutan dari tokoh A.A Djelantik.

Selain mencipta, I Made Persib juga kerap diundang menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. I Made Persib diundang menjadi pembicara dalam pertemuan dalang seluruh Indonesia yang bertempat di Art Centre Denpasar tahun 1983 dengan tema “Wayang dan Teknologi”. Materi yang dibawakannya menyangkut peran teknologi dalam pertunjukan wayang. Ide gagasan ini disampaikan dalam vorum itu. Imbuhnya, “Wayang harus berkembang seiring berkembangnya teknologi” ujar I Made Persib (wawancara, 25 Juli 2022).

Setelah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di KOKAR Bali dari tahun 1981 hingga memasuki masa purna tugas tahun 2017, I Made Persib banyak melahirkan pendalang, di antaranya I Nyoman Sedana, I Ketut Kodi, I Made Aryasa (Cemagi), I Made Mendrawan (Blahkiuh), dan alainnya.

Konsepsi seorang dalang, menurut dia adalah peragaan siwa. Seorang calon dalang harus mendapat “tampak guru” restu dari seorang Jro Dalang untuk menjadi dalang, disamping proses ritual yang harus dilalui, seperti pawintenan.

Seorang dalang dalam belajar wayang, menurut  I Made Persib harus mempunyai 2 syarat; pertama, ada bakat dan kedua memang senang dari dalam dirinya. Dahulu dalam belajar wayang, harus didahului dengan belajar sastra (kekawin, satua, dan sejenisnya). Ini memerlukan waktu yang lama, sehingga untuk menjadi Dalang terasa agak susah. Namun, saat ini telah banyak berkembang metode pengajaran wayang.

Belajar ngewayang, dilakukan dengan mempraktekan permainan wayang secara langsung, tentunya juga perlu penguasaan cerita yang dibawakan. Cara belajar ngewayang yang dilakukan oleh I Made Persib yakni dengan memperhatikan gurunya ketika melakukan pertunjukan wayang. Metode ini disebut dengan istilah “Nyantrik”. Mengintip seorang dalang dari melihat gerak-geriknya dalam melakukan pertunjukan wayang, termasuk kehidupannya, prilakukanya, dan pengabdiannya di bidang pewayangan. Ini akan banyak memberikan gambaran pada seorang dalang dalam mendalang, tuturnya.  

Guru-guru I Made Persib dalam belajar ngewayang (mendalang), di antaranya Ida Bagus Sarga (Dalang Bongkasa) dan I Nyoman Rajeg (Dalang Tunjuk). Kedua guru ini sangat berpengaruh terhadap diri I Made Persib dalam memainkan wayangnya. Namun, sebagai seorang seniman, tentunya ia ingin menunjukan kekhasan atau karateristik yang ia punya. Kemasan dan ide dalam memainkan wayang dalam pertunjukan wayangnya, membuat dia memiliki corak warna tersendiri sebagai seorang dalang Mangku Persib.

Kiprah I Made Persib dalam berkesenian diantaranya:

  1. Tahun 1978 mengawali mendalang Sendratari “Nara Kusuma”.
  2. Tahun 1980. Mengajar gamelan di Umajero, Buleleng.
  3. Tahun 1987/1988, membuat karya “Pupuh Kaduung” yang bertemakan Perasan Jatuh Cinta, tertusuk asmara. Karya ini juga dikembangkan menjadi karya Gegitan yang disajikan pada PKB tahun 1988, yang diwakilkan oleh Br. Lambing, Abiansemal, Badung. Konsepsi karya ini menggabungkan antara pertunjukan Parwa dengan Arja.
  4. Tahun 1988 membuat sanggar “Cili Mekar”. Sanggar tari Bali dan Permainan Tradisional Anak. Sanggar ini juga bekerja sama dengan tokoh I Made Taro (Sanggar Kukuruyuk) dan Anom Ranuara (Teater Mini Badung), sama-sama mendidik dan melatih kepercayaan diri anak-anak dan penguat karakter diri.
  5. Tahun 1990 melatih dolanan pertama yang diringi oleh Penabuh Wanita dari B. Kedampal, Abiansemal, Badung. Disajikan dalam rangka PKB tahun 1990.
  6. Tahun 1990 mengajar Gong Kebyar dengan mencipta iringan tari Legong di Desa Munduk, Buleleng.
  7. Tahun 1991 mengajar gamelan dan Koor Paduan Suara, di Desa Pakaten, Buleleng. Disajikan dalam rangka Festival Buleleng.
  8. Tahun 1995 membuat Ide Cerita serta sebagai Juru Tandak pada Ciptaan Legong Supraba Duta bersama I Wayan Sinti.
  9. Tahun 1996 mengajar gamelan di Tegalalang, Gianyar dengan menuangkan materi Legong Supraba Duta.
  10. Tahun 2005 menggarap Vokal Fragemantari “Dandang Riman” pendukung karya KOKAR (SMK N 3 Sukawati). Disajikan dalam rang PKB tahun 2005, sebagai duta Kabupaten Gianyar.

Foto: Jro Mangku Dalang I Made Persib | Dokumentasi oleh I Made Aristanaya, Tahun 2022

Kekhasan wayang di Badung menurut Jro Mangku Persib dibedakan menjadi 2, yakni Wayang style Buduk (Ida Bagus Ngurah) dengan kekhasannya dengan Wayang Parwa (Astadasa Parwa), dengan karakter “Guru Suara” dan Wayang khas Bongkasa (Wayang Bongkasa, Jro Dalang Ida Bagus Sarga) “Jaya Suara” dengan kekhasan pertunjukan wayangnya berlakon Ramayana.

Wayang Parwa memakai epos Mahaberatha, yang diiringi dengan seperangkat gamelan Gender Wayang, secara instrumentasi terdiri dari 4 buah gender (2 Pemade, dan 2 barangan). Secara filosofi ini juga mengandung makna tertentu (baca Buku Gender Wayang, I Nyoman Mariyana). Sedangkan pertunjukan wayang yang memakai epos Ramayana, iringannya memakai gamelan Batel (Instrumen utamanya adalah Gender Wayang, dilengkapi dengan instrument kecek, sepasang kendang kerumpungan, klenang, kemong, kajar, suling, dan Gong/Kempur).

Jro Mangku Dalang I Made Persib, juga memberikan wejangan tentang pemaknaan dan pengertian dari “wayang lemah”. Wayang lemah adalah pertunjukan wayang yang dimainkan di tanah, ten metingga (tanpa menggunakan tempat duduk sejenis taban/stager).

Wayang Lemah khusus dimainkan untuk upacara Bhuta Yadnya sebagai penyomia Bhuta menetralisir kekuatan yang tidak baik menjadi baik. Penyeimbang kekuatan antara Bhuana Agung dengan Bhuana Alit. Cerita yang dimainkan Jro Dalang biasanya memakai cerita Ketatwan Kala (Kala Tatwa). Kala hanya mampu dilebur oleh Ki Dalang.

Dahulu, berkesenian tidak menerima upah, kebahagian terbesarnya adalah ketika karyanya mampu memberikan hiburan dan dapat dinikmati oleh penikmatnya (Ngayah tanpa Bayah, Buka Ngayah Mebayah). [T]

Tags: DalangSeniseni pertunjukanseniman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Next Post

Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co