2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Lebih Jauh Tokoh Jro Mangku Dalang I Made Persib

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
July 28, 2022
in Khas
Mengenal Lebih Jauh Tokoh Jro Mangku Dalang I Made Persib

Made Persib (kiri) bersama penulis

Tokoh seniman I Made Persib memang tidak asing lagi kita dengar dan kita kenal. I Made Persib, lahir 31 Desember 1957. Ia adalah seorang tokoh multitalent menguasai seni sastra, pedalangan, karawitan dan seni tari.

Darah seninya mengalir dari kedua orang tuannya.  Ayahnya selain seorang Pemangku, juga mencintai dan mengeluti kesenian. Ibunya adalah seorang penembang saat nyungsung tapakan (menarikan) Barong Landung.

Kiprah I Made Persib di bidang Karawitan Bali dimulai sejak anak-anak. Berkesenian dimulainya ketika masa-masa (SD) Sekolah Dasar tahun 1965-1968. Memasuki masa SMP (1969-1972), I Made Persib juga dikenal sebagai anak yang cerdas. Terbukti dari beberapa kali prestasi yang ia raih dan kerap menjadi juara dikelasnya.

Pengenalan dan pengalaman berkeseniannya, diperolehnya dari aktivitas adat di lingkungannya. Ritus adat yang berlangsung di Pura Dalem Majapahit dengan sesuhunan petapakan Barong Landung, Wayang Wong (Bajra Citta), iringan gamelan Batel membius I Made Persib untuk larut di dalamnya. Kegiatan seni yang terbungkus dalam ritual ini, membangun intiusinya dalam berkesenian.

Guna mengasah kemampuannya dalam bidang seni, I Made Persib memilih sekolah di KOKAR (Konservatori Karawitan) yang beralamat di Jalan Ratna, Denpasar dari tahun 1973-1977).

Sebelumnya, ia berkeinginan untuk bersekolah di sekolah guru (SGO), dan juga pernah mencoba masuk pada sekolah umum SMA Negeri 2 Denpasar. Namun, hatinya tergugah melihat sekolah KOKAR yang megah dan dipenuhi dengan kesibukan aktivitas berkesenian kala itu. Seketika I Made Persib, mengubah keinginannya dan memutuskan untuk bersekolah di KOKAR.

Perjalanan dari rumahnya di Banjar Beneh Kawan, Desa Blahkiuh, Abiansemal menuju KOKAR ditempuhnya dengan naik sepeda. I Made Persib memilih jurusan Pedalangan di KOKAR Bali. Guru pertama yang mengajarkannya mendalang adalah Bapak I Nyoman Sumandhi, salah satu seniman Pedalangan yang berasal dari Desa Tunjuk, Tabanan. Setelah tamat KOKAR, dia diangkat menjadi guru honorer sembari melanjutkan pendidikannya di ASTI (Akademi Seni Tari) Denpasar dari tahun 1978-1982.

Pengabdian bidang seni di desanya, diawali dengan membangun dan membeli seperangkat gamelan Gong Kebyar, tahun 1980 secara swadaya dari urunan sukarela. Kreativitasnya di bidang pedalangan dimulai dari ketertarikannya dengan dunia bermain anak-anak yang ia amati. Aktivitas anak-anak ini mengilhami daya kreatif I Made Persib untuk mewujudkannya dalam karya seni.

Cerita-cerita tradisional anak-anak Bali, dikemasnya menjadi sebuah pertunjukan Wayang Tantri dengan penyampian pesan filsafat melalui alur cerita atau tutur. Karya ini disajikan dalam Festival Seni di Kota Bandung tahun 1980 yang diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Selain menciptakan karya, I Made Persib juga banyak memberikan masukan-masukan ide dalam karya lainnya, seperti karya Eka Dasa Rudra ciptaan I Komang Astita. I Made Persib juga memberikan masukan kepada penggarap tentang sentuhan vocal dan tata artistic sebagai penguat pertunjukan.

Guna menuntaskan pendidikannya di ASTI Denpasar, I Made Persib membuat karya seni “Wayang Sapuleger” yang disajikan dalam rangka Ujian Tugas Akhir Mahasiswa kala itu. Inovasi dari karya ini tidak saja dari pengkemasan pertunjukan wayangnya, dan juga penonton yang menyaksikan pertunjukan ini diajak ikut terlibat memainkan peran didalamnya. Karya ini mendapat sambutan dari tokoh A.A Djelantik.

Selain mencipta, I Made Persib juga kerap diundang menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. I Made Persib diundang menjadi pembicara dalam pertemuan dalang seluruh Indonesia yang bertempat di Art Centre Denpasar tahun 1983 dengan tema “Wayang dan Teknologi”. Materi yang dibawakannya menyangkut peran teknologi dalam pertunjukan wayang. Ide gagasan ini disampaikan dalam vorum itu. Imbuhnya, “Wayang harus berkembang seiring berkembangnya teknologi” ujar I Made Persib (wawancara, 25 Juli 2022).

Setelah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di KOKAR Bali dari tahun 1981 hingga memasuki masa purna tugas tahun 2017, I Made Persib banyak melahirkan pendalang, di antaranya I Nyoman Sedana, I Ketut Kodi, I Made Aryasa (Cemagi), I Made Mendrawan (Blahkiuh), dan alainnya.

Konsepsi seorang dalang, menurut dia adalah peragaan siwa. Seorang calon dalang harus mendapat “tampak guru” restu dari seorang Jro Dalang untuk menjadi dalang, disamping proses ritual yang harus dilalui, seperti pawintenan.

Seorang dalang dalam belajar wayang, menurut  I Made Persib harus mempunyai 2 syarat; pertama, ada bakat dan kedua memang senang dari dalam dirinya. Dahulu dalam belajar wayang, harus didahului dengan belajar sastra (kekawin, satua, dan sejenisnya). Ini memerlukan waktu yang lama, sehingga untuk menjadi Dalang terasa agak susah. Namun, saat ini telah banyak berkembang metode pengajaran wayang.

Belajar ngewayang, dilakukan dengan mempraktekan permainan wayang secara langsung, tentunya juga perlu penguasaan cerita yang dibawakan. Cara belajar ngewayang yang dilakukan oleh I Made Persib yakni dengan memperhatikan gurunya ketika melakukan pertunjukan wayang. Metode ini disebut dengan istilah “Nyantrik”. Mengintip seorang dalang dari melihat gerak-geriknya dalam melakukan pertunjukan wayang, termasuk kehidupannya, prilakukanya, dan pengabdiannya di bidang pewayangan. Ini akan banyak memberikan gambaran pada seorang dalang dalam mendalang, tuturnya.  

Guru-guru I Made Persib dalam belajar ngewayang (mendalang), di antaranya Ida Bagus Sarga (Dalang Bongkasa) dan I Nyoman Rajeg (Dalang Tunjuk). Kedua guru ini sangat berpengaruh terhadap diri I Made Persib dalam memainkan wayangnya. Namun, sebagai seorang seniman, tentunya ia ingin menunjukan kekhasan atau karateristik yang ia punya. Kemasan dan ide dalam memainkan wayang dalam pertunjukan wayangnya, membuat dia memiliki corak warna tersendiri sebagai seorang dalang Mangku Persib.

Kiprah I Made Persib dalam berkesenian diantaranya:

  1. Tahun 1978 mengawali mendalang Sendratari “Nara Kusuma”.
  2. Tahun 1980. Mengajar gamelan di Umajero, Buleleng.
  3. Tahun 1987/1988, membuat karya “Pupuh Kaduung” yang bertemakan Perasan Jatuh Cinta, tertusuk asmara. Karya ini juga dikembangkan menjadi karya Gegitan yang disajikan pada PKB tahun 1988, yang diwakilkan oleh Br. Lambing, Abiansemal, Badung. Konsepsi karya ini menggabungkan antara pertunjukan Parwa dengan Arja.
  4. Tahun 1988 membuat sanggar “Cili Mekar”. Sanggar tari Bali dan Permainan Tradisional Anak. Sanggar ini juga bekerja sama dengan tokoh I Made Taro (Sanggar Kukuruyuk) dan Anom Ranuara (Teater Mini Badung), sama-sama mendidik dan melatih kepercayaan diri anak-anak dan penguat karakter diri.
  5. Tahun 1990 melatih dolanan pertama yang diringi oleh Penabuh Wanita dari B. Kedampal, Abiansemal, Badung. Disajikan dalam rangka PKB tahun 1990.
  6. Tahun 1990 mengajar Gong Kebyar dengan mencipta iringan tari Legong di Desa Munduk, Buleleng.
  7. Tahun 1991 mengajar gamelan dan Koor Paduan Suara, di Desa Pakaten, Buleleng. Disajikan dalam rangka Festival Buleleng.
  8. Tahun 1995 membuat Ide Cerita serta sebagai Juru Tandak pada Ciptaan Legong Supraba Duta bersama I Wayan Sinti.
  9. Tahun 1996 mengajar gamelan di Tegalalang, Gianyar dengan menuangkan materi Legong Supraba Duta.
  10. Tahun 2005 menggarap Vokal Fragemantari “Dandang Riman” pendukung karya KOKAR (SMK N 3 Sukawati). Disajikan dalam rang PKB tahun 2005, sebagai duta Kabupaten Gianyar.

Foto: Jro Mangku Dalang I Made Persib | Dokumentasi oleh I Made Aristanaya, Tahun 2022

Kekhasan wayang di Badung menurut Jro Mangku Persib dibedakan menjadi 2, yakni Wayang style Buduk (Ida Bagus Ngurah) dengan kekhasannya dengan Wayang Parwa (Astadasa Parwa), dengan karakter “Guru Suara” dan Wayang khas Bongkasa (Wayang Bongkasa, Jro Dalang Ida Bagus Sarga) “Jaya Suara” dengan kekhasan pertunjukan wayangnya berlakon Ramayana.

Wayang Parwa memakai epos Mahaberatha, yang diiringi dengan seperangkat gamelan Gender Wayang, secara instrumentasi terdiri dari 4 buah gender (2 Pemade, dan 2 barangan). Secara filosofi ini juga mengandung makna tertentu (baca Buku Gender Wayang, I Nyoman Mariyana). Sedangkan pertunjukan wayang yang memakai epos Ramayana, iringannya memakai gamelan Batel (Instrumen utamanya adalah Gender Wayang, dilengkapi dengan instrument kecek, sepasang kendang kerumpungan, klenang, kemong, kajar, suling, dan Gong/Kempur).

Jro Mangku Dalang I Made Persib, juga memberikan wejangan tentang pemaknaan dan pengertian dari “wayang lemah”. Wayang lemah adalah pertunjukan wayang yang dimainkan di tanah, ten metingga (tanpa menggunakan tempat duduk sejenis taban/stager).

Wayang Lemah khusus dimainkan untuk upacara Bhuta Yadnya sebagai penyomia Bhuta menetralisir kekuatan yang tidak baik menjadi baik. Penyeimbang kekuatan antara Bhuana Agung dengan Bhuana Alit. Cerita yang dimainkan Jro Dalang biasanya memakai cerita Ketatwan Kala (Kala Tatwa). Kala hanya mampu dilebur oleh Ki Dalang.

Dahulu, berkesenian tidak menerima upah, kebahagian terbesarnya adalah ketika karyanya mampu memberikan hiburan dan dapat dinikmati oleh penikmatnya (Ngayah tanpa Bayah, Buka Ngayah Mebayah). [T]

Tags: DalangSeniseni pertunjukanseniman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Next Post

Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co