2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pak (Bupati) Suwirta, Baang Bonuuuuuuuus!” | Betapa Lucu-lucu “Suryak Siu” Penonton PKB

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 17, 2022
in Khas
“Pak (Bupati) Suwirta, Baang Bonuuuuuuuus!” | Betapa Lucu-lucu “Suryak Siu” Penonton PKB

Suasana penonton di panggung Ardha Candra, Pesta Kesenian Bali 2022

Suryak artinya bersorak, Siu artinya seribu, Suryak Siu artinya bersorak dengan seribu orang, atau bersorak beramai-ramai. Kerap kita jumpai dipertandingan sepak bola, basket, voli, badminton dan tinju.

Pada arena Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Budaya Bali, Denpasar, juga ada Suryak Siu lengkap dengan celetukan-celetukan jenaka. Karena iseng dan lucu, saya mencatat beberapa peristiwa suryak siu dan kalimat celetukan tersebut.

Setidaknya dari tanggal 13 Juni hingga 15 Juni saya mendapat sejumlah peristiwa. Akan saya jabarkan berdasarkan kronologi waktunya. Pang cara tulisan sistematis jurnal-jurnal ilmiah-lah dik.

Senin, 13 Juni 2022

Ini terjadi pada lomba Baleganjur di panggung terbuka Ardha Candra. Penonton sudah memadati area tribun, namun tamu undangan belum datang. Setiap ada tamu undangan memasuki tempat duduk. Semua penonton bersorak dan tepuk tangan.

Bagaimana ya cara menuliskan sorakan ini? Yang jelas, ada teriakan “oeeeeeeee” (berulang-ulang), kemudian disusul tepuk tangan saling bersahutan. Jika penonton di tribun kanan yang mulai, penonton yang di tengah dan kiri, akan menyambutnya.

Setiap ada tamu yang datang, baik itu bupati, wakil bupati, atau siapa pun. Sorak sorai akan memenuhi udara Ardha Candra.

Belasan menit menuju 19.00 Wita, kuantitas sorakan semakin banyak. Apapun pergerakan di panggung yang kosong akan menjadi perhatian untuk disoraki. Misalnya ketika dua pemangku sedang memercikan tirta di area panggung, semua bersorak.

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Saat seorang teknisi memasang stand mike untuk MC, semua bersorak. Lampu menyala menyorot ke tempat MC, semua bersorak. Pembacaan nama-nama tim produksi, juga bersorak. Mendengar tabuh dipukul dan bertalu di belakang panggung, semua bersorak.

Celetukan yang saya paling ingat  waktu itu:

“Badung ne, Bos, Badung, Badung!” Lalu ditimpali dengan sorakan semua penonton.

Atau saat melihat tarian, gerakan, atau komposisi yang menarik, penonton akan bersorak, sambil mengatakan “uuuuooooo uoooooo, ne kel tagih?”

Selasa, 14 Juni 2022

Ini terjadi pada Lomba Baleganjur di panggung terbuka Ardha Candra. Saat itu hujan deras mengguyur Art Centre. Awalnya penonton sudah berkumpul, namun karena hujan, mereka memilih untuk keluar berteduh. Aneh, saat mau berteduh, mereka menggerutu, tapi sambil bersorak.

Menjelang pukul 19.30 hujan tampak reda, lantas dengan sigap kami semua mencari tempat duduk. Saya nyempil di antara kerumunan.

Ketika kontingen Gianyar bermain ada seorang penonton dekat saya berteriak, “Gianyar ne, Bos, Gianyar!” Tentu dengan suara lantang dan keras. Penonton yang lain sampai menoleh kepadanya.

Saat giliran kontingen Klungkung unjuk kebolehan, ia berteriak lagi,  “Klungkung bersemiiiii, Klungkung neee!” Juga dengan suara tidak kalah lantangnya.

Seorang penonton mungkin merasa aneh, kenapa setiap kontingen ia teriyaki. Penonton itu  kemudian bertanya kepada Bli yang berteriak-teriak lantang itu.

“Bli emangnya kamu dari mana?”

“Cang uli Buleleng!” Jawabnya

Yang mendengar jawaban itu tertawa termasuk saya. Klee lucu Bli besik ne.

Saat kontingen Kelungkung di panggung, hujan tiba-tiba turun, kontingen tetap memainkan gamelannya. Penonton hening, mungkin di dalam pikiran mereka bertanya pada diri sendiri, apakah harus hujan-hujanan, atau meninggalkan tempat duduk.

Saya melihat ada yang langsung membuka payung. Dalam keheningan itu, seseorang nyeletuk keras

“Mbak Rara, tolong dibantu!” teriaknya. Sumber suara saya rasa di tengah panggung.

Sontak yang mendengar tertawa terbahak-bahak, lalu bersorak lagi. Setidaknya Bli itu sudah berhasil mencairkan suasana di antara pilihan harus menetap atau mencari tempat berteduh.

Tim Kelungkung terus melanjutkan repertoarnya. Saya bergegas bangun, karena hujan bertambah deras.  Banyak yang diam di tempat, sambil hujan-hujanan.  Saat tim Klungkung usai beraksi di tengah hujna, ada seseorang berteriak.

“Pak Suwirta, baang bonuuuuuuus!” ujarnya keras

Pak Suwirta yang dimaksud tentu saja Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Teriakan itu adalah bentuk simpati kepada kontingen Klungkung yang tetap memainkan repertoarnya meski hujan turun di atas panggung, dan untuk itu sudah selayaknya seniman itu diberi bonus oleh Bupati.

Saya dan dua orang teman yang berteriak itu tertawa mendengar celetukan itu. Kami berkenalan, sambil terus tertawa. Mungkin sedang menertawakan diri sendiri, karena basah kuyup. Terus terang saya membawa alat lengkap, laptop, alat perekam, kamera, buku, takut basah semuanya.

Rabu, 15 Juni 2022

Saat menonton lomba Bapang Barong Ket di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI Denpasar. Ada kejadian yang membuat penonton berteriak cukup keras dan marah. Saat penampilan Sanggar Seni Surya Art, Banjar Pengenderan, Desa Adat Kedonganan, Kelurahan Kedonganan, Kuta – Badung, tiba-tiba sound yang berguna untuk memperbesar bunyi kendang mati. Seketika bunyi kendang hilang penonton pun berteriak

“Woi engken tooooo?”

“Woi mik, mik, mik!”

“Weeeeeeeeee…”

Kebetulan saya dekat dengan FOH (front of house), dua teknisinya kalang kabut untuk memperbaiki sound. Sampai akhir pementasan, sound tidak bisa diperbaiki, lalu diganti dengan sound lain. Selesai Barong Ket menari beberapa orang berteriak lagi.

“Kedonganan neee, nyen bani?”

“Badung, kedonganan neeeee?”

“Badung neee, Bos, Badung ne, Bos!”

Duga-Duga Suryak Siu

Dalam satu diskusi di luar pementasan, saya sempat menanyakan tentang suryak siu ini kepada beberapa teman seniman yang terbiasa mengikuti PKB. Minov, seorang kawan dari Gianyar, pernah mendapat teriakan untuk dirinya saat tampil di PKB.

“Waktu itu saya maju ke panggung, lalu ada orang bilang ‘Luwung, luwung, luwung’, sambil tepuk tangan. Lalu beberapa detik kemudian teriakan itu dilanjutkan dengan kalimat, ‘Luwungan nengil’. Saya langsung nggak bisa bergerak,” ujar Minov sambil tertawa.

Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB, Diolas…, Jangan Diulangi!

Sementara Gus Febri, seniman lain, menjelaskan bahwa setiap ada barungan, itu menjadi hal yang ditunggu. Bahkan sejumlah celetukan ada yang ngerespon, kemudian mengundang tawa, seperti:

“Nyen Bani, ne lawaaaaan!” Kemudian ada yang menjawab, “Sing bani”. Lalu disambut dengan tawa.

Benar juga kata Gus Febri, lebih baik diplesetkan untuk menjadi lucu, daripada ditanggapi serius. Kemudian Agus Jr, seniman lain, menjelaskan bagaimana sebenarnya ruang-ruang kebudayaan ini memiliki daya kompetisi yang sudah dari dulu tertanam. Kompetisi itu tertanam di kepala masing-masing, seolah itu adalah jalan yang biasa-biasa saja, padahal seharusnya diluruskan agar kompetisinya aman.

Tapi sependek pengetahuan saya, celetukan-celetukan tersebut terjadi saat kedua kelompok bertemu saja, kejadian itu akan pecah di sana. Tidak dibawa ke mana-mana, saya belum pernah mendengar tawuran antar kelompok supporter di PKB.

Kemudian saya mencoba mengaitkan dengan kebudayaan manusia Bali yang suka berkompetisi plus dengan sorak-sorainya.

Misalnya seperti tajen, kan penuh dengan teriakan, kodenya juga berdasarkan kata yang diteriakkan. Jadi sudah mendarah daging celetukan dan berteriak, kayak DNA yang akan diturunkan pada generasi berikutnya .

“Artinya rage siap ne toh (kita ayam petaruh ini), Bli Jong?” tanya Agus Jr pada saya.

“Nah kira-kira begitulah, Gus, cang tukang toh ne (saya tukang bertaruh saja),” jawab saya sambil nyeruput kopi dan makan kacang adamame.[T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Darkness Visible”, Pameran Tunggal Rowan E. Cassidy di Titik Dua Ubud

Next Post

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co