12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pak (Bupati) Suwirta, Baang Bonuuuuuuuus!” | Betapa Lucu-lucu “Suryak Siu” Penonton PKB

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 17, 2022
in Khas
“Pak (Bupati) Suwirta, Baang Bonuuuuuuuus!” | Betapa Lucu-lucu “Suryak Siu” Penonton PKB

Suasana penonton di panggung Ardha Candra, Pesta Kesenian Bali 2022

Suryak artinya bersorak, Siu artinya seribu, Suryak Siu artinya bersorak dengan seribu orang, atau bersorak beramai-ramai. Kerap kita jumpai dipertandingan sepak bola, basket, voli, badminton dan tinju.

Pada arena Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Budaya Bali, Denpasar, juga ada Suryak Siu lengkap dengan celetukan-celetukan jenaka. Karena iseng dan lucu, saya mencatat beberapa peristiwa suryak siu dan kalimat celetukan tersebut.

Setidaknya dari tanggal 13 Juni hingga 15 Juni saya mendapat sejumlah peristiwa. Akan saya jabarkan berdasarkan kronologi waktunya. Pang cara tulisan sistematis jurnal-jurnal ilmiah-lah dik.

Senin, 13 Juni 2022

Ini terjadi pada lomba Baleganjur di panggung terbuka Ardha Candra. Penonton sudah memadati area tribun, namun tamu undangan belum datang. Setiap ada tamu undangan memasuki tempat duduk. Semua penonton bersorak dan tepuk tangan.

Bagaimana ya cara menuliskan sorakan ini? Yang jelas, ada teriakan “oeeeeeeee” (berulang-ulang), kemudian disusul tepuk tangan saling bersahutan. Jika penonton di tribun kanan yang mulai, penonton yang di tengah dan kiri, akan menyambutnya.

Setiap ada tamu yang datang, baik itu bupati, wakil bupati, atau siapa pun. Sorak sorai akan memenuhi udara Ardha Candra.

Belasan menit menuju 19.00 Wita, kuantitas sorakan semakin banyak. Apapun pergerakan di panggung yang kosong akan menjadi perhatian untuk disoraki. Misalnya ketika dua pemangku sedang memercikan tirta di area panggung, semua bersorak.

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Saat seorang teknisi memasang stand mike untuk MC, semua bersorak. Lampu menyala menyorot ke tempat MC, semua bersorak. Pembacaan nama-nama tim produksi, juga bersorak. Mendengar tabuh dipukul dan bertalu di belakang panggung, semua bersorak.

Celetukan yang saya paling ingat  waktu itu:

“Badung ne, Bos, Badung, Badung!” Lalu ditimpali dengan sorakan semua penonton.

Atau saat melihat tarian, gerakan, atau komposisi yang menarik, penonton akan bersorak, sambil mengatakan “uuuuooooo uoooooo, ne kel tagih?”

Selasa, 14 Juni 2022

Ini terjadi pada Lomba Baleganjur di panggung terbuka Ardha Candra. Saat itu hujan deras mengguyur Art Centre. Awalnya penonton sudah berkumpul, namun karena hujan, mereka memilih untuk keluar berteduh. Aneh, saat mau berteduh, mereka menggerutu, tapi sambil bersorak.

Menjelang pukul 19.30 hujan tampak reda, lantas dengan sigap kami semua mencari tempat duduk. Saya nyempil di antara kerumunan.

Ketika kontingen Gianyar bermain ada seorang penonton dekat saya berteriak, “Gianyar ne, Bos, Gianyar!” Tentu dengan suara lantang dan keras. Penonton yang lain sampai menoleh kepadanya.

Saat giliran kontingen Klungkung unjuk kebolehan, ia berteriak lagi,  “Klungkung bersemiiiii, Klungkung neee!” Juga dengan suara tidak kalah lantangnya.

Seorang penonton mungkin merasa aneh, kenapa setiap kontingen ia teriyaki. Penonton itu  kemudian bertanya kepada Bli yang berteriak-teriak lantang itu.

“Bli emangnya kamu dari mana?”

“Cang uli Buleleng!” Jawabnya

Yang mendengar jawaban itu tertawa termasuk saya. Klee lucu Bli besik ne.

Saat kontingen Kelungkung di panggung, hujan tiba-tiba turun, kontingen tetap memainkan gamelannya. Penonton hening, mungkin di dalam pikiran mereka bertanya pada diri sendiri, apakah harus hujan-hujanan, atau meninggalkan tempat duduk.

Saya melihat ada yang langsung membuka payung. Dalam keheningan itu, seseorang nyeletuk keras

“Mbak Rara, tolong dibantu!” teriaknya. Sumber suara saya rasa di tengah panggung.

Sontak yang mendengar tertawa terbahak-bahak, lalu bersorak lagi. Setidaknya Bli itu sudah berhasil mencairkan suasana di antara pilihan harus menetap atau mencari tempat berteduh.

Tim Kelungkung terus melanjutkan repertoarnya. Saya bergegas bangun, karena hujan bertambah deras.  Banyak yang diam di tempat, sambil hujan-hujanan.  Saat tim Klungkung usai beraksi di tengah hujna, ada seseorang berteriak.

“Pak Suwirta, baang bonuuuuuuus!” ujarnya keras

Pak Suwirta yang dimaksud tentu saja Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Teriakan itu adalah bentuk simpati kepada kontingen Klungkung yang tetap memainkan repertoarnya meski hujan turun di atas panggung, dan untuk itu sudah selayaknya seniman itu diberi bonus oleh Bupati.

Saya dan dua orang teman yang berteriak itu tertawa mendengar celetukan itu. Kami berkenalan, sambil terus tertawa. Mungkin sedang menertawakan diri sendiri, karena basah kuyup. Terus terang saya membawa alat lengkap, laptop, alat perekam, kamera, buku, takut basah semuanya.

Rabu, 15 Juni 2022

Saat menonton lomba Bapang Barong Ket di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI Denpasar. Ada kejadian yang membuat penonton berteriak cukup keras dan marah. Saat penampilan Sanggar Seni Surya Art, Banjar Pengenderan, Desa Adat Kedonganan, Kelurahan Kedonganan, Kuta – Badung, tiba-tiba sound yang berguna untuk memperbesar bunyi kendang mati. Seketika bunyi kendang hilang penonton pun berteriak

“Woi engken tooooo?”

“Woi mik, mik, mik!”

“Weeeeeeeeee…”

Kebetulan saya dekat dengan FOH (front of house), dua teknisinya kalang kabut untuk memperbaiki sound. Sampai akhir pementasan, sound tidak bisa diperbaiki, lalu diganti dengan sound lain. Selesai Barong Ket menari beberapa orang berteriak lagi.

“Kedonganan neee, nyen bani?”

“Badung, kedonganan neeeee?”

“Badung neee, Bos, Badung ne, Bos!”

Duga-Duga Suryak Siu

Dalam satu diskusi di luar pementasan, saya sempat menanyakan tentang suryak siu ini kepada beberapa teman seniman yang terbiasa mengikuti PKB. Minov, seorang kawan dari Gianyar, pernah mendapat teriakan untuk dirinya saat tampil di PKB.

“Waktu itu saya maju ke panggung, lalu ada orang bilang ‘Luwung, luwung, luwung’, sambil tepuk tangan. Lalu beberapa detik kemudian teriakan itu dilanjutkan dengan kalimat, ‘Luwungan nengil’. Saya langsung nggak bisa bergerak,” ujar Minov sambil tertawa.

Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB, Diolas…, Jangan Diulangi!

Sementara Gus Febri, seniman lain, menjelaskan bahwa setiap ada barungan, itu menjadi hal yang ditunggu. Bahkan sejumlah celetukan ada yang ngerespon, kemudian mengundang tawa, seperti:

“Nyen Bani, ne lawaaaaan!” Kemudian ada yang menjawab, “Sing bani”. Lalu disambut dengan tawa.

Benar juga kata Gus Febri, lebih baik diplesetkan untuk menjadi lucu, daripada ditanggapi serius. Kemudian Agus Jr, seniman lain, menjelaskan bagaimana sebenarnya ruang-ruang kebudayaan ini memiliki daya kompetisi yang sudah dari dulu tertanam. Kompetisi itu tertanam di kepala masing-masing, seolah itu adalah jalan yang biasa-biasa saja, padahal seharusnya diluruskan agar kompetisinya aman.

Tapi sependek pengetahuan saya, celetukan-celetukan tersebut terjadi saat kedua kelompok bertemu saja, kejadian itu akan pecah di sana. Tidak dibawa ke mana-mana, saya belum pernah mendengar tawuran antar kelompok supporter di PKB.

Kemudian saya mencoba mengaitkan dengan kebudayaan manusia Bali yang suka berkompetisi plus dengan sorak-sorainya.

Misalnya seperti tajen, kan penuh dengan teriakan, kodenya juga berdasarkan kata yang diteriakkan. Jadi sudah mendarah daging celetukan dan berteriak, kayak DNA yang akan diturunkan pada generasi berikutnya .

“Artinya rage siap ne toh (kita ayam petaruh ini), Bli Jong?” tanya Agus Jr pada saya.

“Nah kira-kira begitulah, Gus, cang tukang toh ne (saya tukang bertaruh saja),” jawab saya sambil nyeruput kopi dan makan kacang adamame.[T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Darkness Visible”, Pameran Tunggal Rowan E. Cassidy di Titik Dua Ubud

Next Post

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co