3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pak (Bupati) Suwirta, Baang Bonuuuuuuuus!” | Betapa Lucu-lucu “Suryak Siu” Penonton PKB

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 17, 2022
in Khas
“Pak (Bupati) Suwirta, Baang Bonuuuuuuuus!” | Betapa Lucu-lucu “Suryak Siu” Penonton PKB

Suasana penonton di panggung Ardha Candra, Pesta Kesenian Bali 2022

Suryak artinya bersorak, Siu artinya seribu, Suryak Siu artinya bersorak dengan seribu orang, atau bersorak beramai-ramai. Kerap kita jumpai dipertandingan sepak bola, basket, voli, badminton dan tinju.

Pada arena Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Budaya Bali, Denpasar, juga ada Suryak Siu lengkap dengan celetukan-celetukan jenaka. Karena iseng dan lucu, saya mencatat beberapa peristiwa suryak siu dan kalimat celetukan tersebut.

Setidaknya dari tanggal 13 Juni hingga 15 Juni saya mendapat sejumlah peristiwa. Akan saya jabarkan berdasarkan kronologi waktunya. Pang cara tulisan sistematis jurnal-jurnal ilmiah-lah dik.

Senin, 13 Juni 2022

Ini terjadi pada lomba Baleganjur di panggung terbuka Ardha Candra. Penonton sudah memadati area tribun, namun tamu undangan belum datang. Setiap ada tamu undangan memasuki tempat duduk. Semua penonton bersorak dan tepuk tangan.

Bagaimana ya cara menuliskan sorakan ini? Yang jelas, ada teriakan “oeeeeeeee” (berulang-ulang), kemudian disusul tepuk tangan saling bersahutan. Jika penonton di tribun kanan yang mulai, penonton yang di tengah dan kiri, akan menyambutnya.

Setiap ada tamu yang datang, baik itu bupati, wakil bupati, atau siapa pun. Sorak sorai akan memenuhi udara Ardha Candra.

Belasan menit menuju 19.00 Wita, kuantitas sorakan semakin banyak. Apapun pergerakan di panggung yang kosong akan menjadi perhatian untuk disoraki. Misalnya ketika dua pemangku sedang memercikan tirta di area panggung, semua bersorak.

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Saat seorang teknisi memasang stand mike untuk MC, semua bersorak. Lampu menyala menyorot ke tempat MC, semua bersorak. Pembacaan nama-nama tim produksi, juga bersorak. Mendengar tabuh dipukul dan bertalu di belakang panggung, semua bersorak.

Celetukan yang saya paling ingat  waktu itu:

“Badung ne, Bos, Badung, Badung!” Lalu ditimpali dengan sorakan semua penonton.

Atau saat melihat tarian, gerakan, atau komposisi yang menarik, penonton akan bersorak, sambil mengatakan “uuuuooooo uoooooo, ne kel tagih?”

Selasa, 14 Juni 2022

Ini terjadi pada Lomba Baleganjur di panggung terbuka Ardha Candra. Saat itu hujan deras mengguyur Art Centre. Awalnya penonton sudah berkumpul, namun karena hujan, mereka memilih untuk keluar berteduh. Aneh, saat mau berteduh, mereka menggerutu, tapi sambil bersorak.

Menjelang pukul 19.30 hujan tampak reda, lantas dengan sigap kami semua mencari tempat duduk. Saya nyempil di antara kerumunan.

Ketika kontingen Gianyar bermain ada seorang penonton dekat saya berteriak, “Gianyar ne, Bos, Gianyar!” Tentu dengan suara lantang dan keras. Penonton yang lain sampai menoleh kepadanya.

Saat giliran kontingen Klungkung unjuk kebolehan, ia berteriak lagi,  “Klungkung bersemiiiii, Klungkung neee!” Juga dengan suara tidak kalah lantangnya.

Seorang penonton mungkin merasa aneh, kenapa setiap kontingen ia teriyaki. Penonton itu  kemudian bertanya kepada Bli yang berteriak-teriak lantang itu.

“Bli emangnya kamu dari mana?”

“Cang uli Buleleng!” Jawabnya

Yang mendengar jawaban itu tertawa termasuk saya. Klee lucu Bli besik ne.

Saat kontingen Kelungkung di panggung, hujan tiba-tiba turun, kontingen tetap memainkan gamelannya. Penonton hening, mungkin di dalam pikiran mereka bertanya pada diri sendiri, apakah harus hujan-hujanan, atau meninggalkan tempat duduk.

Saya melihat ada yang langsung membuka payung. Dalam keheningan itu, seseorang nyeletuk keras

“Mbak Rara, tolong dibantu!” teriaknya. Sumber suara saya rasa di tengah panggung.

Sontak yang mendengar tertawa terbahak-bahak, lalu bersorak lagi. Setidaknya Bli itu sudah berhasil mencairkan suasana di antara pilihan harus menetap atau mencari tempat berteduh.

Tim Kelungkung terus melanjutkan repertoarnya. Saya bergegas bangun, karena hujan bertambah deras.  Banyak yang diam di tempat, sambil hujan-hujanan.  Saat tim Klungkung usai beraksi di tengah hujna, ada seseorang berteriak.

“Pak Suwirta, baang bonuuuuuuus!” ujarnya keras

Pak Suwirta yang dimaksud tentu saja Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Teriakan itu adalah bentuk simpati kepada kontingen Klungkung yang tetap memainkan repertoarnya meski hujan turun di atas panggung, dan untuk itu sudah selayaknya seniman itu diberi bonus oleh Bupati.

Saya dan dua orang teman yang berteriak itu tertawa mendengar celetukan itu. Kami berkenalan, sambil terus tertawa. Mungkin sedang menertawakan diri sendiri, karena basah kuyup. Terus terang saya membawa alat lengkap, laptop, alat perekam, kamera, buku, takut basah semuanya.

Rabu, 15 Juni 2022

Saat menonton lomba Bapang Barong Ket di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI Denpasar. Ada kejadian yang membuat penonton berteriak cukup keras dan marah. Saat penampilan Sanggar Seni Surya Art, Banjar Pengenderan, Desa Adat Kedonganan, Kelurahan Kedonganan, Kuta – Badung, tiba-tiba sound yang berguna untuk memperbesar bunyi kendang mati. Seketika bunyi kendang hilang penonton pun berteriak

“Woi engken tooooo?”

“Woi mik, mik, mik!”

“Weeeeeeeeee…”

Kebetulan saya dekat dengan FOH (front of house), dua teknisinya kalang kabut untuk memperbaiki sound. Sampai akhir pementasan, sound tidak bisa diperbaiki, lalu diganti dengan sound lain. Selesai Barong Ket menari beberapa orang berteriak lagi.

“Kedonganan neee, nyen bani?”

“Badung, kedonganan neeeee?”

“Badung neee, Bos, Badung ne, Bos!”

Duga-Duga Suryak Siu

Dalam satu diskusi di luar pementasan, saya sempat menanyakan tentang suryak siu ini kepada beberapa teman seniman yang terbiasa mengikuti PKB. Minov, seorang kawan dari Gianyar, pernah mendapat teriakan untuk dirinya saat tampil di PKB.

“Waktu itu saya maju ke panggung, lalu ada orang bilang ‘Luwung, luwung, luwung’, sambil tepuk tangan. Lalu beberapa detik kemudian teriakan itu dilanjutkan dengan kalimat, ‘Luwungan nengil’. Saya langsung nggak bisa bergerak,” ujar Minov sambil tertawa.

Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB, Diolas…, Jangan Diulangi!

Sementara Gus Febri, seniman lain, menjelaskan bahwa setiap ada barungan, itu menjadi hal yang ditunggu. Bahkan sejumlah celetukan ada yang ngerespon, kemudian mengundang tawa, seperti:

“Nyen Bani, ne lawaaaaan!” Kemudian ada yang menjawab, “Sing bani”. Lalu disambut dengan tawa.

Benar juga kata Gus Febri, lebih baik diplesetkan untuk menjadi lucu, daripada ditanggapi serius. Kemudian Agus Jr, seniman lain, menjelaskan bagaimana sebenarnya ruang-ruang kebudayaan ini memiliki daya kompetisi yang sudah dari dulu tertanam. Kompetisi itu tertanam di kepala masing-masing, seolah itu adalah jalan yang biasa-biasa saja, padahal seharusnya diluruskan agar kompetisinya aman.

Tapi sependek pengetahuan saya, celetukan-celetukan tersebut terjadi saat kedua kelompok bertemu saja, kejadian itu akan pecah di sana. Tidak dibawa ke mana-mana, saya belum pernah mendengar tawuran antar kelompok supporter di PKB.

Kemudian saya mencoba mengaitkan dengan kebudayaan manusia Bali yang suka berkompetisi plus dengan sorak-sorainya.

Misalnya seperti tajen, kan penuh dengan teriakan, kodenya juga berdasarkan kata yang diteriakkan. Jadi sudah mendarah daging celetukan dan berteriak, kayak DNA yang akan diturunkan pada generasi berikutnya .

“Artinya rage siap ne toh (kita ayam petaruh ini), Bli Jong?” tanya Agus Jr pada saya.

“Nah kira-kira begitulah, Gus, cang tukang toh ne (saya tukang bertaruh saja),” jawab saya sambil nyeruput kopi dan makan kacang adamame.[T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Darkness Visible”, Pameran Tunggal Rowan E. Cassidy di Titik Dua Ubud

Next Post

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co