2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB, Diolas…, Jangan Diulangi!

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 14, 2022
in Khas
Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB,  Diolas…, Jangan Diulangi!

Atraksi seru peserta Lomba Baleganjur PKB 2022

Teman-teman tahukah jika ada tontonan atau lomba Bleganjur di PKB, berapa orang yang akan datang?

Menurut Bapak Kepala Dinas Kebudayan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha kalau tribun penonton penuh di Ardha Candra , isinya kira-kira 8000 orang. Kalau sampai ada penonton berdiri karena kehabisan tempat duduk, sekitar 10.000 orang yang datang.

“Data ini pernah dihitung oleh tim, makanya saya harap yang datang 8000 orang saja, biar tidak desak-desakan,”ujar Gede Arya Sugiartha saat saya jumpai di jumpa pers beberapa hari lalu.

Saya ulang bin pok ya.  Dasa tali jlemane teke. Sepuluh ribu manusia yang datang.

Bisa dibayangkan berapa banyaknya itu? Dan bisa dibayangkan juga, bagaimana pengaruh psikologi manusia hari ini, yang jarang ketemu orang, sekarang harus berjubel demi menonton kelompok Bleganjur sedang berlomba.

Jadi begini, teruntuk kamu mbok-mbok atau bli-bli yang membuat janji temu dengan teman untuk menonton Bleganjur, jangan pernah membuat janji ketemu langsung di Ardha Candra.

Saya mediolas jangan itu dilakukan, lebih baik kumpul dulu di satu tempat tertentu, seperti CK, Alfamart, Indomaret, atau di rumah seorang teman, barulah secara kolektif berangkat menuju Ardha Candra. Karena janji temu di venue dapat menganggu kenyamanan penonton lainnya.

Ah masak gitu?

Mari saya ceritakan pengalaman saya, saat menonton Bleganjur di Ardha Candra-Art Centre dalam rangka lomba yang diadakan oleh Pesta Kesenian Bali 2022, Senin 13 Juni 2022.Malam itu, tiga daerah yang berlomba adalah sekaa baleganjur duta Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar. Lomba berlangsung seru. Ribuan penonton silih berganti mendukung ketiganya..

Tentang serunya Lomba Baleganjur antara Badung, Tabanan dan Denpasar itu, baca berita berikut ini:

Lomba Baleganjur PKB 2022 | Badung & Tabanan Mainkan Air Terjun, Denpasar Ceritakan Karesian

Saya berangkat bersama Agha Praditya dan Malika (anak dari Agha yang umurnya baru menginjak  4 tahun). Menuju tempat lomba, saya sudah membayangkan lautan manusia akan memenuhi tribun, dan benar saja manusia-manusia berjubel melihat panggung. Setiap orang pasti mengajak sanak keluarga, atau temannya.  Ada hal kocak saya lihat,  hampir sebagian orang yang saya jumpai,  tegang mengutak ngatik gawainya, untuk berkordinasi titik kordinat janji temu dengan teman lainnya.

“Aku di belakang lampu panggung, ke sini saja, ada bangku kosong, APA…. !! APA… !!APA…!! Aku di be..la.. kang…lampu pang..gung.. ke sini saja. APA…APA..APA. Neh mati lagi, emang susah sinyal,” kata seorang bapak yang saya lewati.

Mohon maaf sebesar-besarnya Bli, jelas saja provider Bli-nya susah sinyal, ini yang menonton 8000 – 10.000 orang, dan saya yakin semuanya membawa gawai. Pastilah terjadi benturan sinyal-sinyal yang tak kasat mata. Seperti kita menonton ogoh-ogoh, saat semua tumpah ruah di jalanan, pasti rusak sinyal dan susah untuk mendapatkan sinyal stabil.  

Selain itu,  itu arahan Bli-nya sungguhlah menyesatkan. Di belakang lampu yang mana Bli? Kalau Bli perhatikan itu ada 4 titik lampu, yang berada pada kiri dan kanan panggung. Bli itu di belakang lampu yang mana? Dan satu hal lagi, suara Bli-nya sungguhlah memekakkan, plus terbata-terbata karena berusaha mendengar lawan bicara. Tindakan Bli itu  dapat mengejutkan penonton di sebelah anda, Bli.

Biasanya tipe seperti Bli ini, tidak akan pernah putus asa. Potong saja telinga saya, jika Bli-nya tidak menelpon lagi, lagi dan lagi. Ia akan terus menelpon, sampai misi pertemuan benar-benar terselesaikan. Dan sering kali akan tampak panik, seperti orang yang menahan buang air besar dari perjalanan menuju pulang.  Sampai rumah, akan sangat lega jika kamar mandi kosong, nah kalau ada orangnya.

Waduh jangan ditanya kemalangan orang itu. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa sih tidak ketemu di luar dulu, jangan jauh-jauh di luarnya, paling di tangga, atau di dagang sate, atau di kalangan Angsoka atau Ayodya, kan bisa ?!

Foto: Ibu Putri Koster berada di tengah ribuan penonton baleganjur

Selain menggunakan jurus teriak, ada juga yang menggunakan taktik simbol cahaya layar gawai. Biasanya taktik ini dilakukan seseorang sambil mengacungkan tangan, lalu bergerak ke kiri dan ke kanan, pastikan gawai menghadap ke depan. Tidak hanya temannya yang mengetahui titik kordinat itu, tapi seluruh  penonton akan melihat, termasuk saya. Terhitung ada lebih dari 5 orang, menggunakan taktik ini.

Spekulasi saya begini, taktik ini akan berhasil jika teman yang melihat kode berada di depan pemberi kode, alamat salah jika penerima kode berada di belakang cahaya. Bisa-bisa tidak akan bertemu sampai akhir hayat pertunjukan Bleganjur.

Taktik ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi, yang jadi masalahnya adalah penerima kode akan berusaha menuju tempat sinyal cahaya. Ia akan menerobos kaki-kaki penonton yang sedang selonjoran, dengan kalimat “Nyilang jebos, Nyilang Jebos!” Artinya pinjam (jalan) sebentar.

Bayangkan saja betapa kesalnya penonton yang dilewati itu, sedang asik-asiknya selonjoran, isi makan kacang rebus, dik, mengobrol bersama teman, dik, memperhatikan pengunjung yang datang, dik, sekarang harus terganggu dengan orang yang tengah kebingungan mencari temannya.

Nah yang lebih parah lagi, jika teman yang dituju tidak menyiapkan tempat duduk untuknya. Dua saja pilihannya, pertama ia harus duduk di bawah tempat duduk dengan resiko tidak menonton dengan khidmat.  Kedua ia harus balik, karena kalau diam di situ akan menganggu penglihatan penonton lainnya, harus balik lagi artinya melewati bapak-bapak yang kakinya tengah berselonjor itu.

Lalu, apa fungsi kode cahaya barusan, jika si penerima pesan tidak bisa duduk. Cukup saja sebenarnya dengan sama-sama mengetahui bahwa keduanya sudah ada di Ardha Candra. Kemudian pertemuannya bisa dilanjutkan setelah usai menonton, di kedai kopi di Arena pasar malam Kedaton atau di arena penjual makanan. Belajar lah ikhlas teman-teman di saat seperti itu. Daripada membuat tidak nyaman orang lain.

Foto: Walikota Denpasar Jayanegara turut mendukung duta Denpasar saat lomba baleganjur PKB, Senin malam

Untuk itu beberapa tips akan saya berikan untuk menonton Bleganjur bersama teman-teman, jika ingin menikmati bersama-sama ya.

Pertama, datanglah lebih awal, setidaknya 3 jam sebelum pementasan di mulai, jika ada teman yang akan datang, berikan tanda atau simbol di bangku, agar tempat duduk itu tidak dicuri orang. Bisa diisi tas , totebag, nasi kotak, batu bata, beton, atau apa pun.

Kedua, kalau terdesak untuk ketemu di venue, cukup berikan foto tentang keberadaanmu dengan deskripsi rinci tempat kamu duduk, plus informasi apakah tempat duduk  di sekitar mu masih kosong.

Ketiga, bawa bekal, minum-makanan ringan. Jangan harap ada pedagang asong lewat, itu sudah ditertibkan oleh pihak pengamanan. Karena pementasan akan berlangsung 2 jam, jangan sampai masuk dan keluar hanya untuk membeli makanan ringan. Bisa-bisa wajah dan namamu diingat oleh fans fanatik, nggak mau mesepek jadi penonton Bleganjur kan?

Foto: Ekspresi semangat peserta lomba baleganjur PKB

Saya menonton semua peserta lomba, setelah pementasan usai saya bergegas untuk pulang. Kami bertiga lupa membawa makanan dan minuman jadi harus menahan lapar selama menonton. Itu tips nomor tiga, berdasarkan pengalaman langsung lho. Malam itu kami menuju salah satu penjual ayam geprek di Tukad Barito Denpasar. Membeli makan malam, dengan lahap memakannya.

“Om Jong, Lika mau belajar nari ya, kayak kakak-kakak tadi,” kata Lika kepada saya

Waah untunglah, di tengah emosi sesaat karena penonton yang saya ceritakan di atas, ada anak kicik yang sedang menumbuhkan benih kecintaannya terhadap kebudayaan. [T]

Tags: baleganjurPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Baleganjur PKB 2022 | Badung & Tabanan Mainkan Air Terjun, Denpasar Ceritakan Karesian

Next Post

Tentang Nasi Padang Haram | Inilah Wawancara Eksklusif Saya Dengan Babi

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Arak Bali Belum Sepenuhnya Legal, Tapi Tenang Saja…

Tentang Nasi Padang Haram | Inilah Wawancara Eksklusif Saya Dengan Babi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co