3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB, Diolas…, Jangan Diulangi!

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 14, 2022
in Khas
Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB,  Diolas…, Jangan Diulangi!

Atraksi seru peserta Lomba Baleganjur PKB 2022

Teman-teman tahukah jika ada tontonan atau lomba Bleganjur di PKB, berapa orang yang akan datang?

Menurut Bapak Kepala Dinas Kebudayan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha kalau tribun penonton penuh di Ardha Candra , isinya kira-kira 8000 orang. Kalau sampai ada penonton berdiri karena kehabisan tempat duduk, sekitar 10.000 orang yang datang.

“Data ini pernah dihitung oleh tim, makanya saya harap yang datang 8000 orang saja, biar tidak desak-desakan,”ujar Gede Arya Sugiartha saat saya jumpai di jumpa pers beberapa hari lalu.

Saya ulang bin pok ya.  Dasa tali jlemane teke. Sepuluh ribu manusia yang datang.

Bisa dibayangkan berapa banyaknya itu? Dan bisa dibayangkan juga, bagaimana pengaruh psikologi manusia hari ini, yang jarang ketemu orang, sekarang harus berjubel demi menonton kelompok Bleganjur sedang berlomba.

Jadi begini, teruntuk kamu mbok-mbok atau bli-bli yang membuat janji temu dengan teman untuk menonton Bleganjur, jangan pernah membuat janji ketemu langsung di Ardha Candra.

Saya mediolas jangan itu dilakukan, lebih baik kumpul dulu di satu tempat tertentu, seperti CK, Alfamart, Indomaret, atau di rumah seorang teman, barulah secara kolektif berangkat menuju Ardha Candra. Karena janji temu di venue dapat menganggu kenyamanan penonton lainnya.

Ah masak gitu?

Mari saya ceritakan pengalaman saya, saat menonton Bleganjur di Ardha Candra-Art Centre dalam rangka lomba yang diadakan oleh Pesta Kesenian Bali 2022, Senin 13 Juni 2022.Malam itu, tiga daerah yang berlomba adalah sekaa baleganjur duta Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar. Lomba berlangsung seru. Ribuan penonton silih berganti mendukung ketiganya..

Tentang serunya Lomba Baleganjur antara Badung, Tabanan dan Denpasar itu, baca berita berikut ini:

Lomba Baleganjur PKB 2022 | Badung & Tabanan Mainkan Air Terjun, Denpasar Ceritakan Karesian

Saya berangkat bersama Agha Praditya dan Malika (anak dari Agha yang umurnya baru menginjak  4 tahun). Menuju tempat lomba, saya sudah membayangkan lautan manusia akan memenuhi tribun, dan benar saja manusia-manusia berjubel melihat panggung. Setiap orang pasti mengajak sanak keluarga, atau temannya.  Ada hal kocak saya lihat,  hampir sebagian orang yang saya jumpai,  tegang mengutak ngatik gawainya, untuk berkordinasi titik kordinat janji temu dengan teman lainnya.

“Aku di belakang lampu panggung, ke sini saja, ada bangku kosong, APA…. !! APA… !!APA…!! Aku di be..la.. kang…lampu pang..gung.. ke sini saja. APA…APA..APA. Neh mati lagi, emang susah sinyal,” kata seorang bapak yang saya lewati.

Mohon maaf sebesar-besarnya Bli, jelas saja provider Bli-nya susah sinyal, ini yang menonton 8000 – 10.000 orang, dan saya yakin semuanya membawa gawai. Pastilah terjadi benturan sinyal-sinyal yang tak kasat mata. Seperti kita menonton ogoh-ogoh, saat semua tumpah ruah di jalanan, pasti rusak sinyal dan susah untuk mendapatkan sinyal stabil.  

Selain itu,  itu arahan Bli-nya sungguhlah menyesatkan. Di belakang lampu yang mana Bli? Kalau Bli perhatikan itu ada 4 titik lampu, yang berada pada kiri dan kanan panggung. Bli itu di belakang lampu yang mana? Dan satu hal lagi, suara Bli-nya sungguhlah memekakkan, plus terbata-terbata karena berusaha mendengar lawan bicara. Tindakan Bli itu  dapat mengejutkan penonton di sebelah anda, Bli.

Biasanya tipe seperti Bli ini, tidak akan pernah putus asa. Potong saja telinga saya, jika Bli-nya tidak menelpon lagi, lagi dan lagi. Ia akan terus menelpon, sampai misi pertemuan benar-benar terselesaikan. Dan sering kali akan tampak panik, seperti orang yang menahan buang air besar dari perjalanan menuju pulang.  Sampai rumah, akan sangat lega jika kamar mandi kosong, nah kalau ada orangnya.

Waduh jangan ditanya kemalangan orang itu. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa sih tidak ketemu di luar dulu, jangan jauh-jauh di luarnya, paling di tangga, atau di dagang sate, atau di kalangan Angsoka atau Ayodya, kan bisa ?!

Foto: Ibu Putri Koster berada di tengah ribuan penonton baleganjur

Selain menggunakan jurus teriak, ada juga yang menggunakan taktik simbol cahaya layar gawai. Biasanya taktik ini dilakukan seseorang sambil mengacungkan tangan, lalu bergerak ke kiri dan ke kanan, pastikan gawai menghadap ke depan. Tidak hanya temannya yang mengetahui titik kordinat itu, tapi seluruh  penonton akan melihat, termasuk saya. Terhitung ada lebih dari 5 orang, menggunakan taktik ini.

Spekulasi saya begini, taktik ini akan berhasil jika teman yang melihat kode berada di depan pemberi kode, alamat salah jika penerima kode berada di belakang cahaya. Bisa-bisa tidak akan bertemu sampai akhir hayat pertunjukan Bleganjur.

Taktik ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi, yang jadi masalahnya adalah penerima kode akan berusaha menuju tempat sinyal cahaya. Ia akan menerobos kaki-kaki penonton yang sedang selonjoran, dengan kalimat “Nyilang jebos, Nyilang Jebos!” Artinya pinjam (jalan) sebentar.

Bayangkan saja betapa kesalnya penonton yang dilewati itu, sedang asik-asiknya selonjoran, isi makan kacang rebus, dik, mengobrol bersama teman, dik, memperhatikan pengunjung yang datang, dik, sekarang harus terganggu dengan orang yang tengah kebingungan mencari temannya.

Nah yang lebih parah lagi, jika teman yang dituju tidak menyiapkan tempat duduk untuknya. Dua saja pilihannya, pertama ia harus duduk di bawah tempat duduk dengan resiko tidak menonton dengan khidmat.  Kedua ia harus balik, karena kalau diam di situ akan menganggu penglihatan penonton lainnya, harus balik lagi artinya melewati bapak-bapak yang kakinya tengah berselonjor itu.

Lalu, apa fungsi kode cahaya barusan, jika si penerima pesan tidak bisa duduk. Cukup saja sebenarnya dengan sama-sama mengetahui bahwa keduanya sudah ada di Ardha Candra. Kemudian pertemuannya bisa dilanjutkan setelah usai menonton, di kedai kopi di Arena pasar malam Kedaton atau di arena penjual makanan. Belajar lah ikhlas teman-teman di saat seperti itu. Daripada membuat tidak nyaman orang lain.

Foto: Walikota Denpasar Jayanegara turut mendukung duta Denpasar saat lomba baleganjur PKB, Senin malam

Untuk itu beberapa tips akan saya berikan untuk menonton Bleganjur bersama teman-teman, jika ingin menikmati bersama-sama ya.

Pertama, datanglah lebih awal, setidaknya 3 jam sebelum pementasan di mulai, jika ada teman yang akan datang, berikan tanda atau simbol di bangku, agar tempat duduk itu tidak dicuri orang. Bisa diisi tas , totebag, nasi kotak, batu bata, beton, atau apa pun.

Kedua, kalau terdesak untuk ketemu di venue, cukup berikan foto tentang keberadaanmu dengan deskripsi rinci tempat kamu duduk, plus informasi apakah tempat duduk  di sekitar mu masih kosong.

Ketiga, bawa bekal, minum-makanan ringan. Jangan harap ada pedagang asong lewat, itu sudah ditertibkan oleh pihak pengamanan. Karena pementasan akan berlangsung 2 jam, jangan sampai masuk dan keluar hanya untuk membeli makanan ringan. Bisa-bisa wajah dan namamu diingat oleh fans fanatik, nggak mau mesepek jadi penonton Bleganjur kan?

Foto: Ekspresi semangat peserta lomba baleganjur PKB

Saya menonton semua peserta lomba, setelah pementasan usai saya bergegas untuk pulang. Kami bertiga lupa membawa makanan dan minuman jadi harus menahan lapar selama menonton. Itu tips nomor tiga, berdasarkan pengalaman langsung lho. Malam itu kami menuju salah satu penjual ayam geprek di Tukad Barito Denpasar. Membeli makan malam, dengan lahap memakannya.

“Om Jong, Lika mau belajar nari ya, kayak kakak-kakak tadi,” kata Lika kepada saya

Waah untunglah, di tengah emosi sesaat karena penonton yang saya ceritakan di atas, ada anak kicik yang sedang menumbuhkan benih kecintaannya terhadap kebudayaan. [T]

Tags: baleganjurPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Baleganjur PKB 2022 | Badung & Tabanan Mainkan Air Terjun, Denpasar Ceritakan Karesian

Next Post

Tentang Nasi Padang Haram | Inilah Wawancara Eksklusif Saya Dengan Babi

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Arak Bali Belum Sepenuhnya Legal, Tapi Tenang Saja…

Tentang Nasi Padang Haram | Inilah Wawancara Eksklusif Saya Dengan Babi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co