3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mie Instan, Susu, dan Masa Depan

Jaswanto by Jaswanto
March 17, 2022
in Esai
Mie Instan, Susu, dan Masa Depan

Ilustrasi diolah dari sumber gambar di Google

Setelah kembali menjalani kehidupan di kontrakan lama, sesekali saya kembali makan mie instan. Bukan karena saya tidak ingin sehat, tapi memang hanya itu yang bisa—dan mampu—saya makan. Beberapa orang memang sangat anti terhadap mie instan. Walaupun lebih banyak yang memujanya.

Saya tidak hendak membicarakan dikotomi itu. Tapi lebih kepada cara kita hidup dan nostalgia terhadap mie instan. Dulu, semasa masih kecil, saya sudah terbiasa makan mie instan. Tapi tidak sebungkus. Hanya sebungkus dibagi dua. Setengah untuk saya, setengahnya untuk adik saya. Itu pun bukan menjadi makanan utama, tapi menjadi lauk untuk nasi kami. Jadi, kami tetap makan nasi tapi lauknya mie instan. Itu menjadi hidangan yang sangat istimewa pada zamannya.

Saat saya terserang sakit—demam atau yang lain—selain membelikan saya bakso, Emak sering membuatkan saya mie instan rasa soto, sebab saat sakit, saya tidak bisa memakan nasi. Saat sakit, saya lebih senang memakan makanan yang berkuah, tur pedas.

Pada hari ini, sudah banyak produk yang konon bisa menjadi pengganti susu atau mie instan, bahkan rokok. Seperti kata ahli, David Rietz, misalnya. “Semua susu sapi mengandung lima puluh sembilan kolesterol, dioksin-dioksin, bakteri, dan virus-virus.”

BACA JUGA:

Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang
Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang

Semasa saya kecil, saat imunisasi, ibu bidan selalu mengingatkan kebapa Emak saya tentang kalsium (kata yang tidak ada dalam perbendaharaan Emak). Kata bu bidan, kalsium bagus sekali untuk pertumbuhan tulang-tulang saya; tetapi David Rietz lebih canggih daripada ibu bidan yang bertugas di kampung saya dulu: “Kalsium? Dari mana sapi memperoleh kalsium untuk tulang-tulang mereka yang besar? Ya, dari tumbuh-tumbuhan!” Jadi, produk-produk baru pengganti susu itu sudah pasti berbahan dasar tumbuhan.

Dan protein? David tidak tanggung-tanggung: “Susu bisa dianggap sebagai ‘daging cair’ (Yang benar saja! Tapi saya yakin dia lebih tahu tentang itu) dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi. Tetapi proteinlah yang bisa benar-benar menyedot kalsium dari dalam tubuh. Negara-negara yang mengkonsumsi makanan-makanan berprotein tinggi juga memiliki tingkat penderita osteoporosis paling banyak.

Zaman sudah berubah. Yang dulu dipuji, sekarang dicaci. Saya, misalnya, berasal dari generasi yang biasa merakit layangan sendiri (saya tidak tahu bagaimana menjelaskan ini kepada generasi zaman sekarang—pokoknya merakit layangan sendiri itu keren pada masanya). Lalu kami berlomba menerbangkan layangan rakitan kami sendiri. Saat salah satu layangan kami putus; kami mengejarnya beramai-ramai; kami jatuh terguling-guling, lecet-lecet, tetapi sangat bangga petualangan lari-larian ini.

BACA JUGA:

“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…
Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga

Pada masa itu belum ada telepon seluler, jadi orang tua kami tidak bisa menelpon untuk mengecek di mana kami berada—mana mungkin? Waktu masih kecil, kami selalu disalahkan, kadang-kadang kami dihukum, tetapi kami tidak pernah mengalami masalah-masalah psikologis, perasaan ditolak atau tidak disayang. Di sekolah ada murid-murid yang rajin dan ada juga yang malas; murid-murid yang rajin naik kelas, sedangkan yang malas harus rela mengulang setahun lagi, tinggal kelas. Tidak ada psikolog yang dipanggil untuk menyelidiki kasus ini—murid-murid yang payah sekadar disuruh mengulang lagi pada tahun berikutnya.

Meski demikian, kami bisa bertahan hanya dengan sedikit lecet-lecet di lutut dan beberapa trauma saja. Kami bukan hanya bertahan, kami mengenang dengan perasaan nostalgia, masa-masa ketika mie instan dan susu tidak dianggap racun, ketika anak kecil diharapkan menyelesaikan sendiri masalah-masalahnya, tanpa bantuan dari luar, kalau perlu dengan berkelahi; dan tidak ada mainan-mainan canggih untuk menghabiskan waktu sehari-hari, yang ada hanya kreatifitas, kami menciptakan permainan-permainan sendiri.

BACA JUGA:

Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?
Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Tapi marilah kita kembali ke topik semula. Saya memutuskan untuk kembali mengonsumsi mie instan dengan kadar seajarnya.

Sampai di sini saya khawatir tentang anak-anak di masa depan; mereka punya permainan-permainan komputer, orangtua mereka punya telpon genggam, para psikolog selalu siap membantu kalau mereka gagal dalam sesuatu, dan terutama, mereka dipaksa meminum atau memakan “ramuan ajaib” pengganti mie instan atau susu, yang akan membebaskan mereka dari kolesterol, osteoporosis, dan aman dari lima puluh sembilan hormon aktif serta toksin-toksin.

Anak-anak ini akan sangat sehat dan seimbang, dan setelah dewasa mereka akan menemukan mie instan atau susu (jangan-jangan pada masa itu mie instan dianggap ilegal). Barangkali di tahun 2080 nanti ada seorang ilmuan yang berinisiatif menyelamatkan sesuatu yang sudah dimakan atau diminum orang-orang sejak permulaan waktu? Atau mie instan hanya bisa dibeli dari para pengedar narkoba? Saya tidak pernah belajar ilmu menerawang masa depan. [T]

BACA JUGA:

Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa
Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa
Tags: filosofikulinermahasiswaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak Pupuk Bawang Sedang Memupuk Kebunnya

Next Post

Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co