3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mie Instan, Susu, dan Masa Depan

Jaswanto by Jaswanto
March 17, 2022
in Esai
Mie Instan, Susu, dan Masa Depan

Ilustrasi diolah dari sumber gambar di Google

Setelah kembali menjalani kehidupan di kontrakan lama, sesekali saya kembali makan mie instan. Bukan karena saya tidak ingin sehat, tapi memang hanya itu yang bisa—dan mampu—saya makan. Beberapa orang memang sangat anti terhadap mie instan. Walaupun lebih banyak yang memujanya.

Saya tidak hendak membicarakan dikotomi itu. Tapi lebih kepada cara kita hidup dan nostalgia terhadap mie instan. Dulu, semasa masih kecil, saya sudah terbiasa makan mie instan. Tapi tidak sebungkus. Hanya sebungkus dibagi dua. Setengah untuk saya, setengahnya untuk adik saya. Itu pun bukan menjadi makanan utama, tapi menjadi lauk untuk nasi kami. Jadi, kami tetap makan nasi tapi lauknya mie instan. Itu menjadi hidangan yang sangat istimewa pada zamannya.

Saat saya terserang sakit—demam atau yang lain—selain membelikan saya bakso, Emak sering membuatkan saya mie instan rasa soto, sebab saat sakit, saya tidak bisa memakan nasi. Saat sakit, saya lebih senang memakan makanan yang berkuah, tur pedas.

Pada hari ini, sudah banyak produk yang konon bisa menjadi pengganti susu atau mie instan, bahkan rokok. Seperti kata ahli, David Rietz, misalnya. “Semua susu sapi mengandung lima puluh sembilan kolesterol, dioksin-dioksin, bakteri, dan virus-virus.”

BACA JUGA:

Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang
Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang

Semasa saya kecil, saat imunisasi, ibu bidan selalu mengingatkan kebapa Emak saya tentang kalsium (kata yang tidak ada dalam perbendaharaan Emak). Kata bu bidan, kalsium bagus sekali untuk pertumbuhan tulang-tulang saya; tetapi David Rietz lebih canggih daripada ibu bidan yang bertugas di kampung saya dulu: “Kalsium? Dari mana sapi memperoleh kalsium untuk tulang-tulang mereka yang besar? Ya, dari tumbuh-tumbuhan!” Jadi, produk-produk baru pengganti susu itu sudah pasti berbahan dasar tumbuhan.

Dan protein? David tidak tanggung-tanggung: “Susu bisa dianggap sebagai ‘daging cair’ (Yang benar saja! Tapi saya yakin dia lebih tahu tentang itu) dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi. Tetapi proteinlah yang bisa benar-benar menyedot kalsium dari dalam tubuh. Negara-negara yang mengkonsumsi makanan-makanan berprotein tinggi juga memiliki tingkat penderita osteoporosis paling banyak.

Zaman sudah berubah. Yang dulu dipuji, sekarang dicaci. Saya, misalnya, berasal dari generasi yang biasa merakit layangan sendiri (saya tidak tahu bagaimana menjelaskan ini kepada generasi zaman sekarang—pokoknya merakit layangan sendiri itu keren pada masanya). Lalu kami berlomba menerbangkan layangan rakitan kami sendiri. Saat salah satu layangan kami putus; kami mengejarnya beramai-ramai; kami jatuh terguling-guling, lecet-lecet, tetapi sangat bangga petualangan lari-larian ini.

BACA JUGA:

“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…
Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga

Pada masa itu belum ada telepon seluler, jadi orang tua kami tidak bisa menelpon untuk mengecek di mana kami berada—mana mungkin? Waktu masih kecil, kami selalu disalahkan, kadang-kadang kami dihukum, tetapi kami tidak pernah mengalami masalah-masalah psikologis, perasaan ditolak atau tidak disayang. Di sekolah ada murid-murid yang rajin dan ada juga yang malas; murid-murid yang rajin naik kelas, sedangkan yang malas harus rela mengulang setahun lagi, tinggal kelas. Tidak ada psikolog yang dipanggil untuk menyelidiki kasus ini—murid-murid yang payah sekadar disuruh mengulang lagi pada tahun berikutnya.

Meski demikian, kami bisa bertahan hanya dengan sedikit lecet-lecet di lutut dan beberapa trauma saja. Kami bukan hanya bertahan, kami mengenang dengan perasaan nostalgia, masa-masa ketika mie instan dan susu tidak dianggap racun, ketika anak kecil diharapkan menyelesaikan sendiri masalah-masalahnya, tanpa bantuan dari luar, kalau perlu dengan berkelahi; dan tidak ada mainan-mainan canggih untuk menghabiskan waktu sehari-hari, yang ada hanya kreatifitas, kami menciptakan permainan-permainan sendiri.

BACA JUGA:

Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?
Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Tapi marilah kita kembali ke topik semula. Saya memutuskan untuk kembali mengonsumsi mie instan dengan kadar seajarnya.

Sampai di sini saya khawatir tentang anak-anak di masa depan; mereka punya permainan-permainan komputer, orangtua mereka punya telpon genggam, para psikolog selalu siap membantu kalau mereka gagal dalam sesuatu, dan terutama, mereka dipaksa meminum atau memakan “ramuan ajaib” pengganti mie instan atau susu, yang akan membebaskan mereka dari kolesterol, osteoporosis, dan aman dari lima puluh sembilan hormon aktif serta toksin-toksin.

Anak-anak ini akan sangat sehat dan seimbang, dan setelah dewasa mereka akan menemukan mie instan atau susu (jangan-jangan pada masa itu mie instan dianggap ilegal). Barangkali di tahun 2080 nanti ada seorang ilmuan yang berinisiatif menyelamatkan sesuatu yang sudah dimakan atau diminum orang-orang sejak permulaan waktu? Atau mie instan hanya bisa dibeli dari para pengedar narkoba? Saya tidak pernah belajar ilmu menerawang masa depan. [T]

BACA JUGA:

Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa
Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa
Tags: filosofikulinermahasiswaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak Pupuk Bawang Sedang Memupuk Kebunnya

Next Post

Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co