24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mie Instan, Susu, dan Masa Depan

Jaswanto by Jaswanto
March 17, 2022
in Esai
Mie Instan, Susu, dan Masa Depan

Ilustrasi diolah dari sumber gambar di Google

Setelah kembali menjalani kehidupan di kontrakan lama, sesekali saya kembali makan mie instan. Bukan karena saya tidak ingin sehat, tapi memang hanya itu yang bisa—dan mampu—saya makan. Beberapa orang memang sangat anti terhadap mie instan. Walaupun lebih banyak yang memujanya.

Saya tidak hendak membicarakan dikotomi itu. Tapi lebih kepada cara kita hidup dan nostalgia terhadap mie instan. Dulu, semasa masih kecil, saya sudah terbiasa makan mie instan. Tapi tidak sebungkus. Hanya sebungkus dibagi dua. Setengah untuk saya, setengahnya untuk adik saya. Itu pun bukan menjadi makanan utama, tapi menjadi lauk untuk nasi kami. Jadi, kami tetap makan nasi tapi lauknya mie instan. Itu menjadi hidangan yang sangat istimewa pada zamannya.

Saat saya terserang sakit—demam atau yang lain—selain membelikan saya bakso, Emak sering membuatkan saya mie instan rasa soto, sebab saat sakit, saya tidak bisa memakan nasi. Saat sakit, saya lebih senang memakan makanan yang berkuah, tur pedas.

Pada hari ini, sudah banyak produk yang konon bisa menjadi pengganti susu atau mie instan, bahkan rokok. Seperti kata ahli, David Rietz, misalnya. “Semua susu sapi mengandung lima puluh sembilan kolesterol, dioksin-dioksin, bakteri, dan virus-virus.”

BACA JUGA:

Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang
Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang

Semasa saya kecil, saat imunisasi, ibu bidan selalu mengingatkan kebapa Emak saya tentang kalsium (kata yang tidak ada dalam perbendaharaan Emak). Kata bu bidan, kalsium bagus sekali untuk pertumbuhan tulang-tulang saya; tetapi David Rietz lebih canggih daripada ibu bidan yang bertugas di kampung saya dulu: “Kalsium? Dari mana sapi memperoleh kalsium untuk tulang-tulang mereka yang besar? Ya, dari tumbuh-tumbuhan!” Jadi, produk-produk baru pengganti susu itu sudah pasti berbahan dasar tumbuhan.

Dan protein? David tidak tanggung-tanggung: “Susu bisa dianggap sebagai ‘daging cair’ (Yang benar saja! Tapi saya yakin dia lebih tahu tentang itu) dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi. Tetapi proteinlah yang bisa benar-benar menyedot kalsium dari dalam tubuh. Negara-negara yang mengkonsumsi makanan-makanan berprotein tinggi juga memiliki tingkat penderita osteoporosis paling banyak.

Zaman sudah berubah. Yang dulu dipuji, sekarang dicaci. Saya, misalnya, berasal dari generasi yang biasa merakit layangan sendiri (saya tidak tahu bagaimana menjelaskan ini kepada generasi zaman sekarang—pokoknya merakit layangan sendiri itu keren pada masanya). Lalu kami berlomba menerbangkan layangan rakitan kami sendiri. Saat salah satu layangan kami putus; kami mengejarnya beramai-ramai; kami jatuh terguling-guling, lecet-lecet, tetapi sangat bangga petualangan lari-larian ini.

BACA JUGA:

“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…
Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga

Pada masa itu belum ada telepon seluler, jadi orang tua kami tidak bisa menelpon untuk mengecek di mana kami berada—mana mungkin? Waktu masih kecil, kami selalu disalahkan, kadang-kadang kami dihukum, tetapi kami tidak pernah mengalami masalah-masalah psikologis, perasaan ditolak atau tidak disayang. Di sekolah ada murid-murid yang rajin dan ada juga yang malas; murid-murid yang rajin naik kelas, sedangkan yang malas harus rela mengulang setahun lagi, tinggal kelas. Tidak ada psikolog yang dipanggil untuk menyelidiki kasus ini—murid-murid yang payah sekadar disuruh mengulang lagi pada tahun berikutnya.

Meski demikian, kami bisa bertahan hanya dengan sedikit lecet-lecet di lutut dan beberapa trauma saja. Kami bukan hanya bertahan, kami mengenang dengan perasaan nostalgia, masa-masa ketika mie instan dan susu tidak dianggap racun, ketika anak kecil diharapkan menyelesaikan sendiri masalah-masalahnya, tanpa bantuan dari luar, kalau perlu dengan berkelahi; dan tidak ada mainan-mainan canggih untuk menghabiskan waktu sehari-hari, yang ada hanya kreatifitas, kami menciptakan permainan-permainan sendiri.

BACA JUGA:

Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?
Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Tapi marilah kita kembali ke topik semula. Saya memutuskan untuk kembali mengonsumsi mie instan dengan kadar seajarnya.

Sampai di sini saya khawatir tentang anak-anak di masa depan; mereka punya permainan-permainan komputer, orangtua mereka punya telpon genggam, para psikolog selalu siap membantu kalau mereka gagal dalam sesuatu, dan terutama, mereka dipaksa meminum atau memakan “ramuan ajaib” pengganti mie instan atau susu, yang akan membebaskan mereka dari kolesterol, osteoporosis, dan aman dari lima puluh sembilan hormon aktif serta toksin-toksin.

Anak-anak ini akan sangat sehat dan seimbang, dan setelah dewasa mereka akan menemukan mie instan atau susu (jangan-jangan pada masa itu mie instan dianggap ilegal). Barangkali di tahun 2080 nanti ada seorang ilmuan yang berinisiatif menyelamatkan sesuatu yang sudah dimakan atau diminum orang-orang sejak permulaan waktu? Atau mie instan hanya bisa dibeli dari para pengedar narkoba? Saya tidak pernah belajar ilmu menerawang masa depan. [T]

BACA JUGA:

Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa
Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa
Tags: filosofikulinermahasiswaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak Pupuk Bawang Sedang Memupuk Kebunnya

Next Post

Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Goyang Tiktok STAH Mpu Kuturan dan Upaya Baik Menciptakan Media Seksi Pendidikan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co