23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Wahyudi Prasancika by Wahyudi Prasancika
April 24, 2020
in Esai
Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Saya hendak membagikan sedikit catatan mengenai obrolan saya dengan seorang teman yang kebetulan saat ini bekerja menjadi seorang sales obat dari sebuah perusahaan farmasi. Obrolan ini terjadi begitu saja, mengalir dalam candaan dan pertanyaan-pertanyaan konyol yang saya keluarkan.

Ini terjadi hari Kamis, 23 April 2020 saat semua orang menjadi lebih peduli soal kesehatan karena pandemi Covid-19 termasuk juga saya. Saya jadi ingat beberapa pikiran konyol saya dari pengamatan yang terjadi di lingkungan saya soal obat dan kesehatan. Munculah pertanyaan yang kira-kira seperti di bawah.

Bagaimana obat dengan dosis 3×1 bekerja dalam tubuh?

Seringkali orang tidak mengikuti dosis yang diberikan ini. Misalnya, pagi hari meminum obat efeknya sudah lebih baik, siang meminum obat dan sudah terasa sehat, untuk malam tidak minum obat lagi. Selain itu, obat yang tersisa bisa ditabung sebagai langkah penghematan obat (kalau sakit bisa tidak membeli lagi). Toh juga sudah sehat.

Tetapi dari obrolan ini teman saya bercerita untuk salah satu obat kira-kira seperti ini kerjanya,

  • Obat pertama yang masuk ke tubuh akan membuat bakteri (penyebab penyakit) dalam tubuh pusing. Maka dari itu seringkali kita sudah ada efek lebih baik setelah obat pertama.
  • Obat kedua yang masuk ke tubuh akan membuat bakteri pingsan. Efeknya makin baik, seolah sudah sehat.
  • Obat ketiga yang masuk ke tubuh barulah membunuh bakteri ini. Efeknya jelas untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit ini agar sembuh.

Lantas bagaimana bahayanya ketika tidak mengikuti dosis atau misalnya berhenti saat obat kedua? Saat kita berhenti meminum obat ketika bakteri hanya pingsan (karena kita pikir tubuh sudah sehat), maka ada kemungkinan bakteri ini membentuk sistem imun yang lebih kuat dan bisa bertahan lebih lama di tubuh. Dengan kata lain obat yang sebelumnya diberikan akan tidak mempan lagi.  Jadi malah makin parah.

Bagaimana pengaturan waktu minum obat dengan dosis 3×1?

Ketika obat diberikan, informasi pengiringnya seringkali hanya sebatas berapa kali sehari dan apakah sesudah/sebelum makan. Dalam obrolan ini, kita mengambil contoh dengan dosis 3×1.

Sebagai seorang mahasiswa matematika dan sejak dulu memang tertarik dengan hitung-menghitung, saya pernah berpikir jika 1 hari ada 24 jam, dengan dosis 3×1 maka akan ada jeda 8 jam untuk setiap meminum obat.

Jika pertama saya meminum pukul 7 pagi, maka yang kedua seharusnya pukul 3 sore dan yang ketiga seharusnya pukul 11 malam. Tetapi, walaupun saya sudah menghitung sedemikian, tetap saja saya meminum obat sesuai perintah orang tua (takut dimarah juga) yaitu saat saya selesai makan (pagi, siang, sore/malam). Jeda antara meminum obat pertama, obat kedua dan obat ketiga jelas tidak teratur.  Tetapi apakah ini menjadi masalah ketika jamnya tidak teratur? Dari obrolan ini ternyata ada logika bahwa tidak teratur meminum obat bisa menjadi salah.

Ketika obat bekerja dalam tubuh dalam 5 jam, dan jika sebelum 5 jam kita sudah masukkan obat lagi maka logikannya dalam tubuh akan ada dosis yang berlebihan. Efek overdosis yang serem-serem adalah penyebab kematian. Tapi saya tidak tahu ini berlaku untuk obat apa saja, hehe.

Jika logika dalam menerjemahkan 3×1 ini sesederhana yang penting 3 kali dalam sehari, mungkin akan kacau. Semisal kita minum di jam 8 pagi, 11 siang dan mungkin jam 1 siang, maka bagaimana obat itu bekerja dalam tubuh? Tetapi karena tidak disampaikan aturan waktu, ini menjadi hal yang dibenarkan karena 3 kali dalam sehari. Tetapi saya pikir ini tidak sesederhana itu dan perlu keterangan tambahan dari yang mengerti.

Kebiasaan-kebiasan ini sangat dekat dengan lingkungan saya atau mungkin pembaca juga. Jika sebelumnya keliru mungkin elok untuk diperbaiki. Ucapan terima kasih saya pribadi sampaikan untuk dokter/bidan yang telah memberikan intruksi lengkap hingga jam meminum obatnya. Juga menjadi rekomendasi nih buat dokter/bidan yang masih belum rinci memberi keterangan.

Ketakutan saya, karena sudah lumrah (walaupun salah), kebiasaan ini malah dibenarkan. Obrolan ditutup dengan kalimat pemberian obat haruslah obat yang tepat, dosis yang tepat, dan sosis yang tepat (Kata teman saya karena dia baca di rumah sakit). Setelah itu saya googling ternyata ada lebih banyak indikator lainnya yang harus diperhatikan juga dalam pemberian obat ini selain tiga aspek yang telah disampaikan. Tetapi jelas bahwa ada waktu yang tepat yang seharusnya dipenuhi. Untuk pembaca yang kebetulan mengerti soal kesehatan, semoga dimaklumi tulisan ini.

Jadi sekiranya itu catatan dari obrolan saya si orang awam dengan teman saya seorang sales obat. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan semua. [T]

Tags: kesehatanmatematikaobat
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Lika-Liku Laku Jomblo di Masa Pandemi, Dari Nonton Drakor Hingga Stalking Mantan

Next Post

Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Wahyudi Prasancika

Wahyudi Prasancika

Mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika di Undiksha, pemain teater, sedang belajar menulis

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co