12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Wahyudi Prasancika by Wahyudi Prasancika
April 24, 2020
in Esai
Obrolan Mahasiswa Matematika dan Sales Obat: Apa Artinya Dosis 3×1?

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Saya hendak membagikan sedikit catatan mengenai obrolan saya dengan seorang teman yang kebetulan saat ini bekerja menjadi seorang sales obat dari sebuah perusahaan farmasi. Obrolan ini terjadi begitu saja, mengalir dalam candaan dan pertanyaan-pertanyaan konyol yang saya keluarkan.

Ini terjadi hari Kamis, 23 April 2020 saat semua orang menjadi lebih peduli soal kesehatan karena pandemi Covid-19 termasuk juga saya. Saya jadi ingat beberapa pikiran konyol saya dari pengamatan yang terjadi di lingkungan saya soal obat dan kesehatan. Munculah pertanyaan yang kira-kira seperti di bawah.

Bagaimana obat dengan dosis 3×1 bekerja dalam tubuh?

Seringkali orang tidak mengikuti dosis yang diberikan ini. Misalnya, pagi hari meminum obat efeknya sudah lebih baik, siang meminum obat dan sudah terasa sehat, untuk malam tidak minum obat lagi. Selain itu, obat yang tersisa bisa ditabung sebagai langkah penghematan obat (kalau sakit bisa tidak membeli lagi). Toh juga sudah sehat.

Tetapi dari obrolan ini teman saya bercerita untuk salah satu obat kira-kira seperti ini kerjanya,

  • Obat pertama yang masuk ke tubuh akan membuat bakteri (penyebab penyakit) dalam tubuh pusing. Maka dari itu seringkali kita sudah ada efek lebih baik setelah obat pertama.
  • Obat kedua yang masuk ke tubuh akan membuat bakteri pingsan. Efeknya makin baik, seolah sudah sehat.
  • Obat ketiga yang masuk ke tubuh barulah membunuh bakteri ini. Efeknya jelas untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit ini agar sembuh.

Lantas bagaimana bahayanya ketika tidak mengikuti dosis atau misalnya berhenti saat obat kedua? Saat kita berhenti meminum obat ketika bakteri hanya pingsan (karena kita pikir tubuh sudah sehat), maka ada kemungkinan bakteri ini membentuk sistem imun yang lebih kuat dan bisa bertahan lebih lama di tubuh. Dengan kata lain obat yang sebelumnya diberikan akan tidak mempan lagi.  Jadi malah makin parah.

Bagaimana pengaturan waktu minum obat dengan dosis 3×1?

Ketika obat diberikan, informasi pengiringnya seringkali hanya sebatas berapa kali sehari dan apakah sesudah/sebelum makan. Dalam obrolan ini, kita mengambil contoh dengan dosis 3×1.

Sebagai seorang mahasiswa matematika dan sejak dulu memang tertarik dengan hitung-menghitung, saya pernah berpikir jika 1 hari ada 24 jam, dengan dosis 3×1 maka akan ada jeda 8 jam untuk setiap meminum obat.

Jika pertama saya meminum pukul 7 pagi, maka yang kedua seharusnya pukul 3 sore dan yang ketiga seharusnya pukul 11 malam. Tetapi, walaupun saya sudah menghitung sedemikian, tetap saja saya meminum obat sesuai perintah orang tua (takut dimarah juga) yaitu saat saya selesai makan (pagi, siang, sore/malam). Jeda antara meminum obat pertama, obat kedua dan obat ketiga jelas tidak teratur.  Tetapi apakah ini menjadi masalah ketika jamnya tidak teratur? Dari obrolan ini ternyata ada logika bahwa tidak teratur meminum obat bisa menjadi salah.

Ketika obat bekerja dalam tubuh dalam 5 jam, dan jika sebelum 5 jam kita sudah masukkan obat lagi maka logikannya dalam tubuh akan ada dosis yang berlebihan. Efek overdosis yang serem-serem adalah penyebab kematian. Tapi saya tidak tahu ini berlaku untuk obat apa saja, hehe.

Jika logika dalam menerjemahkan 3×1 ini sesederhana yang penting 3 kali dalam sehari, mungkin akan kacau. Semisal kita minum di jam 8 pagi, 11 siang dan mungkin jam 1 siang, maka bagaimana obat itu bekerja dalam tubuh? Tetapi karena tidak disampaikan aturan waktu, ini menjadi hal yang dibenarkan karena 3 kali dalam sehari. Tetapi saya pikir ini tidak sesederhana itu dan perlu keterangan tambahan dari yang mengerti.

Kebiasaan-kebiasan ini sangat dekat dengan lingkungan saya atau mungkin pembaca juga. Jika sebelumnya keliru mungkin elok untuk diperbaiki. Ucapan terima kasih saya pribadi sampaikan untuk dokter/bidan yang telah memberikan intruksi lengkap hingga jam meminum obatnya. Juga menjadi rekomendasi nih buat dokter/bidan yang masih belum rinci memberi keterangan.

Ketakutan saya, karena sudah lumrah (walaupun salah), kebiasaan ini malah dibenarkan. Obrolan ditutup dengan kalimat pemberian obat haruslah obat yang tepat, dosis yang tepat, dan sosis yang tepat (Kata teman saya karena dia baca di rumah sakit). Setelah itu saya googling ternyata ada lebih banyak indikator lainnya yang harus diperhatikan juga dalam pemberian obat ini selain tiga aspek yang telah disampaikan. Tetapi jelas bahwa ada waktu yang tepat yang seharusnya dipenuhi. Untuk pembaca yang kebetulan mengerti soal kesehatan, semoga dimaklumi tulisan ini.

Jadi sekiranya itu catatan dari obrolan saya si orang awam dengan teman saya seorang sales obat. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan semua. [T]

Tags: kesehatanmatematikaobat
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Lika-Liku Laku Jomblo di Masa Pandemi, Dari Nonton Drakor Hingga Stalking Mantan

Next Post

Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Wahyudi Prasancika

Wahyudi Prasancika

Mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika di Undiksha, pemain teater, sedang belajar menulis

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co