14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
January 17, 2020
in Esai
Dunia Kerja Memang Tak Sesantuy Dunia Mahasiswa

Ilustrasi: Jro Adit Alamsta

Berhubung saya baru saja lulus kuliah, tepatnya lulus di bulan Agustus 2019, ya, bisa dikatakan saya masih kategori fresh graduate. Untuk itu, saya akan berbagi pengalaman-pengalaman di masa saat masih dalam dunia mahasiswa sampai pada akhirnya terjun langsung dalam dunia kerja.

Ternyata dunia kerja itu menurut saya tidak sesantuy dunia mahasiswa, Mengapa demikian?

Ketika masih menjadi mahasiswa, masihlah bisa dikatakan main-main, dalam arti main-main ini adalah masih bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah secara santuy, misalnya mem-fotocopy jawaban teman-teman, atau mengerjakan tugas hanya dalam hitungan menit menjelang dikumpulnya tugas di hari H.

Saat mahasiswa, masih bisa liat situasi kondisi, seperti ada dosen yang gaya mengajarnya tidak disukai, lalu mahasiswa tersebut lebih memilih tidak masuk saja dengan alasan klasik yang dibuat seperti alasan izin ada acara keluarga, dan tiba-tiba beralasan sakit padahal nyatanya bisa nongkrong asyik di kantin atau di tempat-tempat tongkrongan mahasiswa. Dan masih banyak juga mahasiswa yang hanya sekedar titip absen. Yaa seperti itulah dalam dunia mahasiswa yang bisa dikatakan santuy. Karena kuliahpun yang menurut jenjang contohnya Strata 1 yang seharusnya bisa ditempuh 4 tahun, namun saking santuy-nya mahasiswa bisa lebih dari 4 tahun untuk mendapat gelar.

Menurut saya, dunia mahasiswa itu mengasyikkan, karena disini masih bisa namanya menikmati masa-masa belajar bersama teman-teman dalam satu ruangan, bereksperimen, menikmati acara-acara besar di kampus, bahkan sampai menikmati masa-masa cinta lokasi alias cinlok bagaikan FTV tentang percintaan dalam satu kampus. Bahkan hal yang paling ditunggu-tunggu mahasiswa adalah ketika dosen tidak dapat hadir, karena jam kuliah kosong dan akhirnya mahasiswa tersebut bisa mempergunakan waktunya untuk jalan-jalan bersama teman-temannya, bersantuy ria, dan lain-lain.

Akan tetapi, ketika sudah mendekati masa-masa semester tua yang sudah memulai menggarap tahap Proposal dan Skripsi disinilah suasana yang paling mendebarkan, karena yang namanya menggarap skripsi harus bener-bener melakukan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan jurusan masing-masing. Seperti jurusan saya sendiri yaitu Akuntansi, jadi hal-hal yang berkaitan Akuntansi harus kita teliti mencari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dan mencari solusinya. Di tahap ini tidak sedikit mahasiswa yang mampu mengerjakan secara tepat waktu, karena penelitian skripsi ini juga tergantung pada serumit apa objek yang dijadikan bahan dalam skripsi dan juga semoodnya seperti apa mahasiswa untuk menggarap proses pengerjaan skripsi ini, karena ketika mahasiswa tiba-tiba ditengah jalan belum muncul ide lagi tambahan untuk buat skripsi maka terkadang mahasiswa itu meneyerah seketika dan melakukan kegiatan lainnya, sehingga skripsi pun tertunda. Itulah yang dinamakan arti santuy.

Dan sekarang ketika berada pertama kali dunia kerja itu benar-benar sangatlah berbeda dengan dunia mahasiswa. Mengapa demikian? Ketika masih dalam perkuliahan mengerjakan tugas saja masih bisa fotocopy jawaban teman, akan tetapi ketika dalam dunia kerja mana bisa kita menyontek kerjaan teman lain. Di dunia kerja ketika kita sudah diberikan tanggungjawab sesuai posisi atau jabatan yang kita emban disinilah kita benar-benar diajarkan mandiri, kita sebaiknya lebih mengerti arti tanggungjawab sebuah amanah alias kepercayaan seseorang yang diberikan kepada kita.

Yang dimaksudkan dalam dunia kerja tidak bisa sesantuy dunia mahasiswa contohnya  yang namanya absensi alias kehadiran itu berkaitan dengan gaji, karena kita tidak bisa asal izin tidak masuk kerja seenaknya saja, beberapa perusahaan memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan, bahkan ada perusahaan yang hanya menetapkan pegawai boleh izin 1-2 hari saja, dan yang izin pun masih tetap dikenakan potong gaji.

Berbeda halnya dengan saat kuliah, ketika kita izin tanpa ada surat pun dosen masih tetap percaya, tidak dikenakan sanksi atau hukuman lain sebagainya, sedangkan di dunia kerja bisa dikenakan potong gaji.  Kemudian dalam dunia kerja, sangat minim sekali untuk mendapat waktu libur, hanya di hari-hari tertentu saja, seperti hari Minggu, tanggal merah pada umumnya di kalender, dan pegawai hanya diberikan waktu cuti dalam setahun itu tidak banyak, ada yang hanya mendapat 12 kali cuti dalam setahun.

Sedangakan pada masa kuliah masih diberikan waktu libur panjang menjelang kenaikan semester, bisa sampai 1-2 bulan libur kuliah, sangat enak,Bukan? Kemudian di dalam dunia kerja ketika kita salah atau keliru atau kita lamban dalam mengerjakan jobdesk kita, otomatis atasan kita langsung menegur secara tegas dihadapan kita langsung dan diminta pertanggungjawaban mengapa hal ini bisa terjadi, bahkan tidak segan-segan atasan bisa memberi sanksi jika tidak sesuai maka akan dipotong gajinya, menegrikan,Bukan? Berbeda halnya dengan saat kuliah, ketika kita ada salah mengerjakan tugas, dosen pun tidak terlalu menyalahkan karena masih bisa diperbaiki sama-sama, tidak ada sanksi atau hukuman yang berat juga diterapkan untuk mahasiswanya, karena disini masih dalam kategori belajar bersama.

Dunia kerja memang tak bisa sesantuy dunia mahasiswa, selama kuliah kita masih mencari berbagai ilmu yang dapat dikatakan sebagai bekal untuk masa depan, di dalam dunia kerja baru kita mengaplikasikan ilmu yang kita miliki ke dalam lingkungan nyata untuk keberlangsungan hidup, disini kita lebih mengetahui arti tanggungjawab yang sesungguhnya dalam mengemban suatu amanah yang diberikan orang lain kepada kita. Kita dapat lebih mandiri, dapat lebih berpikir kreatif dan inovatif untuk mencapai suatu target yang telah ditetapkan dengan hasil yang memuaskan. Kehidupan masa depanmu tergantung apa yang kamu hasilkan hari ini, esok dan seterusnya. [T]

Tags: Dunia Kerjamahasiswa
Share37TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Awal Tahun Teater Kalangan: Diri Sebagai Ulat dan Memorinya

Next Post

Nadiem Makarim Menempuh Ujian Nasional

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Nadiem Makarim Menempuh Ujian Nasional

Nadiem Makarim Menempuh Ujian Nasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co