23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hindu dan Keberagaman Seni Budaya | Catatan Tawur Agung dari Candi Prambanan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 2, 2022
in Khas
Hindu dan Keberagaman Seni Budaya | Catatan Tawur Agung dari Candi Prambanan

Twur Agung di Candi Prambanan [Foto-foto: Teddy]

Pagi ini saya bangun sedikit terlambat akibat sebelumnya tidur terlalu subuh. Jangan tanyakan apa yang dibicarakan saat begadang hingga subuh itu, karena tentu tidak akan penting bagi kalian. Tapi intinya, keterlambatan saya tidak mengurangi antusias saya untuk hadir di satu acara penting yang kali pertama saya ikuti.

Hari ini, Rabu 2 Maret 2022, umat Hindu melaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga. Bagi saya yang lahir, tinggal, dan besar dengan agama Hindu dan budaya Bali tentu saja cukup akrab dengan ritual ini.

Kalau di Bali biasanya Tawur Agung akan disemarakkan dengan Pawai Ogoh-ogoh yang dibuat oleh pemuda-pemuda banjar. Ogoh-ogoh akan diarak keliling banjar dan ditarikan di Catus Pata (Simpang Empat) Desa masing-masing. Tawur Agung sendiri adalah upacara yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Suci Nyepi yang ditujukan untuk kesejahteraan dan keselarasan alam semesta (Bhuana Agung).

Tapi Tawur Agung Kesanga tahun ini menjadi berbeda bagi saya, karena saya mengikuti upacara ini di Candi Prambanan—tempat suci yang dijadikan pusat persembahyangan bagi umat Hindu, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Tentu akan banyak perbedaan yang akan terlihat, meski sebagian juga akan sama.

Tat Twam Asi Sebagai Obat Kehidupan Bermasyarakat Hari Ini

Saya mendengar sambutan dari tokoh-tokoh Hindu dalam pembukaan Tawur Agung Kesanga hari ini. Kalimat-kalimat mereka lebih banyak menekankan pada nilai-nilai Tat Twam Asi sebagai pedoman umat dalam bermasyarakat. Dalam bahasa sederhananya, Tat Twam Asi  “Aku adalah kamu, kamu adalah aku”—bagaimana kita sebagai umat manusia dapat berempati terhadap manusia lain sehingga mengutamakan kerukunan dan kebersamaan.

Kalau melihat konteks hari ini, nilai Tat Twam Asi sangatlah relevan. Coba lihat bagaimana di awal tahun 2021 umat kita diramaikan oleh pernyataan salah seorang dosen yang dulunya pernah menjadi umat Hindu. Ia mendiskreditkan agama lamanya dengan cara membandingkan dengan agama baru yang dianutnya. Padahal agama itu sendiri adalah jalan untuk menuju kepadaNya, jadi tidak perlu diributkan, cukup disiplin dengan ibadah masing-masing, maka keriuhan seperti itu tidak akan terjadi.

Lalu ada persoalan yang masih eksis hingga kini adalah dualisme yang terjadi di tubuh Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Dualisme kepengurusan hari ini mau tidak mau harus diakui juga membelah umat di daerah. Lalu siapa yang terkena dampaknya? Ya tentu umat Hindu di Indonesia.

Momen hari suci Nyepi kali ini tampak menjadi kesempatan penting bagi umat Hindu untuk kembali merekonsiliasi segala keributan yang belum selesai sebelumnya. Jadi, setelah ini kita bisa kembali fokus pada penyelesaian berbagai persoalan umat. Mulai akses pendidikan, penguatan ekonomi, hingga penguatan sradha bhakti.

Hindu dan Budaya yang Saling Menguatkan

Tidak hanya soal tema yang relevan, saya begitu bahagia melihat begitu beragamnya umat yang hadir di Candi Prambanan hari ini. Kalau biasanya saya hanya melihat umat yang menggunakan pakaian sembahyang khas Bali, kini saya melihat umat Hindu berbondong-bondong memanjatkan doa dengan pakaian khas daerahnya masing-masing. Hindu Jawa dengan blangkonnya, Hindu Kaharingan dengan ikat kepalanya yang khas, dll. Bukankah Hindu adalah agama yang menguatkan budaya tempat dirinya berpijak? Dan itulah sejatinya keindahan keberagaman.

Saya juga melihat berbagai perangkat penunjang, seperti: tari-tarian, tembang, gamelan, hingga pertunjukkan wayang yang khas dengan budaya Jawa. Hal itu tentu saja mengindikasikan bahwa akulturasi antara pengamalan ajaran-ajaran agama Hindu dengan budaya setempat berjalan dengan baik, sehingga melahirkan suatu hubungan yang harmonis.

Salah satu tarian yanh saya saksikan adalah Tari Gambyong; sebuah tarian yang diperuntukkan untuk menyambut tamu. Tarian ini berasal dari daerah Surakarta, dan lebih bahagianya saya dapat kesempatan untuk berfoto bersama dengan beberapa penari Gambyong tersebut (hahaha, hanya intermezo saja ya—mari lanjut ke topik pembahasan).

Kalau di Bali kita mengenal persembahan yang bernama Pajegan atau Gebogan, maka di Tawur Agung Kesanga yang diselenggarakan di Candi Prambanan, kita akan melihat persembahan serupa dengan nama yang berbeda. Namanya adalah Gunungan. Seperti halnya Pajegan atau Gebogan yang terdiri dari susunan buah-buahan, Gunungan pun demikian, hanya saja Gunungan berukuran lebih besar dan benar-benar disusun layaknya gunung—diameter bawah lebar lalu semakin kecil ke bagian puncaknya.

Serupa dengan Pajegan atau Gebogan yang boleh dimakan setelah dihaturkan, Gunungan pun demikian. Hanya saja ini lebih menarik dan membuat saya semakin bersemangat. Pada akhir upacara, Gunungan diarak keliling pelataran Candi Prambanan lalu di bawa ke titik tengah pelataran. Kemudian umat Hindu yang hadir dipersilakan untuk mengambil buah-buahan tersebut. Ingat, umat yang hadir itu ratusan orang, jadi saya harus berebut dengan umat yang lain agar dapat buah-buahan tersebut—naa, tradisi tersebut bernama Krebekan.

Memiliki kesempatan untuk merasakan bagaimana pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga di luar Bali bukanlah hal yang bisa didapat oleh semua orang. Tapi ketika mendapatkan kesempatan tersebut, percayalah bahwa Hindu tidak hanya hidup di pulau yang bernama Bali saja, Hindu hidup di hampir seluruh wilayah Indonesia yang menguatkan budaya-budaya setempat.

Mungkin Hindu itu sangatlah menerapkan kata pepatah yang berbunyi “dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”. Memang penuh perbedaan, tapi bukankah di sanalah letak keindahannya? Bagaimana menurut kalian? [T]

Tags: Candi PrambananHari Raya NyepiTawur Kesanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

Next Post

Dari Langse ke Boneka Beruang | Ulasan Ringan Instalasi Skullism Record di Ruang Baur Seni : Fraksi Epos

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Dari Langse ke Boneka Beruang | Ulasan Ringan Instalasi Skullism Record di Ruang Baur Seni : Fraksi Epos

Dari Langse ke Boneka Beruang | Ulasan Ringan Instalasi Skullism Record di Ruang Baur Seni : Fraksi Epos

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co