1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Beda Rezim Beda Gaya Ketum KONI Buleleng: Dari Ketua DPRD, Bupati, Dirut, Kini Wartawan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 8, 2022
in Khas
Beda Rezim Beda Gaya Ketum KONI Buleleng: Dari Ketua DPRD, Bupati, Dirut, Kini Wartawan

Ilustrasi tatkala.co

Ada hal menarik pada dinamika kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng, terutama pada era reformasi saat ini. Setelah pernah dipimpin Ketua DPRD, lalu Bupati, lalu dipimpin direktur perusahaan daerah, kini organisasi olahraga terbesar di Buleleng ini dipimpin seorang wartawan, yakni Ketut Wiratmaja, yang dilantik sebagai ketua umum (ketum) di Lobi Kantor Bupati Buleleng, Selasa, 8 Februari 2022.

Meski bukan sesuatu yang baru di Indonesia, terdaulatnya seorang wartawan untuk memimpin KONI Kabupaten Buleleng tentu fenomena yang menarik. Selain bisa dianggap sebagai cerminan semangat reformasi yang sejak awal dibebani banyak harapan, tampilnya wartawan bisa dianggap sebagai pembaruan dalam gaya dan formula kepemimpinan dalam tubuh oraganisasi olahraga terbesar di sebuah kabupaten.

Janganlah bicara soal zaman Orde Baru, bahkan pada awal-awal era reformasi pun masih banyak kepemimpinan oraganisasi olahraga ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan politik dan birokrasi dan kepentingan-kepentingan di luar olahraga. Ada kesan, atlet sepertinya hanya “domba-domba” yang digembalakan oleh orang-orang di luar dunia olahraga, semisal politikus dan kalangan birokrat.   

Di tubuh KONI Buleleng, terpilihnya Nyoman Sudarmaja Duniaji pada tahun 2000 menjadi ketua umum, yang mana saat itu ia sebagai Ketua DPRD, mungkin tak bisa dihindarkan dari pertimbangan-pertimbangan politik. Apalagi saat itu Sudarmaja juga menjadi pucuk pimpinan PDIP Buleleng, di mana PDIP saat itu sedang menjadi pemenang Pemilu.

Setelah Sudarmaja, tahun 2004, tampillah Putu Bagiada memimpin KONI Buleleng. Kita tahu Bagiada saat itu sudah duduk di kursi Bupati Buleleng. Bagiada memimpin KONI selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-2013. Keterpilihan ini juga sulit dikatakan bersih dari pertimbangan politik, karena bagaimana pun kuasa anggaran, termasuk anggaran untuk KONI, berada di tangan seorang Bupati.

Kepemimpinan yang ditentukan dengan pertimbangan politik dan birokrasi tentu bukan hal yang melulu buruk. Tak bisa dijamin juga, jika organisasi olahraga dipimpin oleh seorang atlet berprestasi, lalu otomatis organisasi itu akan menjadi baik, lalu prestasi olaharaga otomatis bisa langsung meroket. Pengelolaan organisasi ditentukan oleh jiwa pengabdian, juga profesionalisme yang ketat,  meski gaya kerjanya bisa saja berbeda-beda.

Kepemimpinan yang bertumpu pada rezim politik kekuasaan tentu punya dua sisi. Satu sisi, kekuasaan politik bisa memudahkan sejumlah urusan, salah satunya pengelontoran anggaran dan mobilisasi orang-orang. Namun di sisi lain, kekuasaan politik kadang-kadang, secara halus atau kasar, bisa memasukkan bias kepentingan politik yang amat praktis, semisal penggalangan suara politik dengan memanfaatkan tangan-tangan organisasi.

Apakah KONI Buleleng saat dipimpin Nyoman Sudarmaja dan Putu Bagiada—yang pada zamannya berada pada tampuk kekuasaan politik—disusupi kepentingan-kepentingan politik? Tentu saja ini hanya diketahui dan dirasakan sendiri oleh pengurus lain, pengurus cabang olahraga, atlet dan official yang bekerja dan bergerak pada zaman itu. Dan artikel ini tidak hendak bicara soal itu.

Gaya Kepemimpinan dan Hal-hal yang Dicapai

Mari kita bicara soal gaya dan kemajuan-kemajuan yang dicapai seorang pemimpin, baik dari kalangan politik dan birokrat maupun dari kalangan non politik. Seorang politikus atau seorang birokrat yang memimpin organisasi olahraga tentu saja berbeda gaya dengan seorang pengusaha atau wartawan. Ini yang menarik.  

Dari sejumlah obrolan dengan mantan pengurus atau pengurus yang masih berada di KONI saat ini, memang ada kesan biroraktis dalam kepemimpinan Nyoman Sudarmaja dan Putu Bagiada. Dalam artian, pengurus harian rapat dan bergiat di lapangan, dan ketua umum lebih sering menerima laporan, lalu memutuskannya.

Namun diakui oleh sejumlah sumber di Buleleng bahwa gaya dan proses kerja semacam itu tak pernah menimbulkan masalah besar. Apalagi, sangat bisa dimaklumi, seorang ketua umum yang juga seorang Ketua DPRD atau seorang Bupati tentu memiliki banyak pekerjaan penting di kantornya, pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut kehidupan warga yang lebih luas.

Jangan kemudian diartikan bahwa “menerima laporan” artinya pasif. Baik Sudarmaja maupun Bagiada pada zamannya tetap aktif dengan gaya masing-masing, bahkan bisa disebut “penuh perjuangan” untuk membuktikan KONI Buleleng bisa bekerja baik dan atlet-atlet binaan di Buleleng bisa mendulang prestasi tinggi.  

Wayan Merta, seorang pecinta olahraga yang setia menjadi pengurus KONI Buleleng dari zaman kepemimpinan Sudarmaja hingga kepemimpinan Ketut Wiratmaja saat ini, menyebutkan bahwa Sudarmaja dan Bagaiada adalah ketua umum yang tak bisa diragukan dedikasinya terhadap kemajuan olahraga di Buleleng, meski keduanya dikenal sebagai tokoh politik saat itu. .

Begitu Sudarmaja menjadi ketua umum, ia selalu menggenjot pengurus cabang untuk secara gencar melakukan pembinaan atlet. Bibit-bibit atlet dicari terus. Atlet-atlet muda digembleng untuk menjadi atlet professional dan berprestasi.

“Pada saat kepemimpinan Pak Komang Sudarmaja banyak atlet-atlet baru dan berprestasi muncul. Iin itu muncul sebagai pecatur muda berprestasi pada saat kepemimpinan Pak Komang Sudarmaja,” kata Wayan Merta. Iin yang dimaksud adalah Iin Dwijayanti, pecatur asal Buleleng yang namanya selalu diperhitungkan di tingkat nasional.        

Pada zaman Sudarmaja pula KONI Buleleng bisa mendapatkan anggaran untuk pembinaan olahraga jauh lebih besar dari sebelum-sebelumnya. “Jika sebelum-sebelumnya anggarannya 30 juta, 50 juta, pada saat kepemimpinan Sudarmaja anggarannya bisa mencapai dua miliar,” kata Merta.

Jika pada zaman Sudarmaja hal yang menonjol adalah soal pembinaan, pada saat kepemimpinan Putu Bagiada kemajuan tampak menonjol pada pembangunan dan perbaikan sarana-sarana olahraga. Banyak tempat dan sarana olahraga dibangun pada saat kepemimpinan Putu Bagiada, terutama perbaikan sentra olahraga di kawasan lapangan dan stadion di Jalan Udayana.

“Pak Bagiada, meski sebagai bupati, cukup rajin melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau pekerjaan di lapangan. Seringkali saya diajak sidak malam-malam,” kata Merta.

Bagaimana dengan kemimpinan Artha Widnyana?

“Wah, Pak Artha Widnyana itu orangnya total. Dia selalu berada di tengah pengurus lainnya dalam bekerja demi kemajuan olahraga,” kata Wayan Merta.

Hal senada juga disampaikan Nyoman Suasana alias Jenggo yang menjadi pengurus pada zaman kepemimpinan Artha Widnyana. Kata Jenggo, “KONI yang dipimpin Artha Widnyana sangat guyub, penuh semangat, penuh kekeluargaan, dan tetap profesional menuju target kemajauan, juga dalam penggunaan anggaran.”

Apa yang dikatakan Merta dan Jenggo tentu bisa dipahami. Artha Widnyana bukan pejabat politik atau birokrat. Ia adalah pengusaha, meski bekerja pada perusahaan daerah milik Pemkab Buleleng. Sebagai seorang direktur utama, gayanya bisa ditebak, tak akan jauh-jauh dari kerja sesuai perencanaan dan disiplin dalam menuntaskan target yang hendak dicapai. Jika di perusahaan targetnya keuntungan materi, maka di KONI targetnya adalah prestasi.

Sebagai orang yang bukan birokrat, dan tak memiliki kekuasaan politik, Artha Widnyana tentu harus mengeluarkan energi lebih banyak untuk mengejar anggaran ke pemerintahan, sekaligus penuh tanggungjawab dalam penggunaannya. Maka tak heran, kosakata yang sering muncul di Gedung KONI saat kepemimpinan Artha Widayana adalah kosa kata “kinerja” dan “prestasi”.

Untuk urusan prestasi, KONI zaman Artha Widnyana membuktikan perjuangannya saat Porprov di Tabanan. Sebelumnya, pada Porprov 2017, Buleleng berada di peringkat keempat. Lalu tekad dikuatkan untuk naik peringkat pada Porprov 2019. Dan Buleleng berhasil naik ke peringkat ketiga.

Nah, kini tiba saat Wiratmaja, seorang wartawan, memimpin KONI Buleleng. Gaya kepemimpinannya mungkin tak jauh-jauh dari gaya Artha Widnyana, karena Wiratmaja selama dua periode mendampingi Artha Widnyana sebagai pengurus. Dan karena ia seorang wartawan mungkin gayanya juga bisa berbeda untuk sejumlah hal dari pendahulunya itu.

Sebagai orang yang terbiasa bekerja cepat dengan deadline yang ketat sebagai wartawan, Wiratmaja tentu tak akan pernah menunda-nunda pekerjaan. Apa yang bisa dilakukan dengan cepat, hal itu akan segera dilakukan tanpa menunggu besok atau lusa.

Buktinya, sebelum dilantik secara resmi, Wiratmaja bekerja. Ia sudah melakukan pendekatan-pendekatan dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta, untuk melakukan kerjasama dalam pengembangan olahraga di Buleleng. Ia melakukan pendekatan kepada Yayasan Bhaktiyasa demi bisa meminjam gedung sekolah untuk dijadikan tempat pembinaan atlet yudo dan sejenisnya.

Bukan Lagi Bicara Peringkat, Tapi Small is Gold

Lalu, setelah dilantik, apa target yang ingin dicapai Wiratmaja dalam kepemimpinannya?

“KONI Buleleng tidak lagi berbicara peringkat. Pengurus baru ini sedang bertekad untuk meraih medali emas sebanyak mungkin. Sesuai dengan motto Small is Gold. Dengan mendapat banyak medali emas, otomatis peringkat akan mengikuti,” kata Wiratmaja usai dilantik secara resmi, Selasa siang.

Bicara soal Porprov 2022, rencananya, ada tiga tahap seleksi penjaringan atlet Buleleng untuk Porprov Bali tahun 2022.  Pertama, di bulan Maret 2022 dilakukan seleksi fisik. Kemudian, seleksi dilanjutkan pada bulan JUni dan Agustus 2022. Seluruh rangkaian seleksi akan melibatkan ahli. Tidak hanya di bidang teknis melainkan juga akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja khususnya yang ahli pada bidang sport science.

 “Juga akan ada tes psikologi. Sehingga, mereka yang akan tampil pada setiap kejuaraan adalah mereka yang benar-benar siap untuk meraih medali emas. Bukan sekedar jalan-jalan,” imbuh Wiratmaja. 

Sementara Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengajak pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng masa bakti 2021-2025 untuk siap ngayah (bekerja tanpa mengharapkan imbalan).

Agus Suradnyana menjelaskan, dari segi prestasi dalam bentuk juara ataupun medali di sebuah daerah, fluktuasi tidak bisa dihindari. Ada kalanya prestasi naik dan ada kalanya turun. Menurut Agus Suradnyana, capaian tersebut tergantung dari para pengurus KONI sendiri. Itu dikarenakan para pengurus KONI bekerja secara ngayah tanpa gaji. “Jadi, kalau para pengurus ini semangat ngayah nya tinggi, pasti hasilnya bagus,” jelasnya.

Di samping itu, pengurus KONI diminta untuk terus membumikan olahraga. Ini bertujuan untuk mengolahragakan masyarakat. Jika olahraga menjadi suatu kebiasaan dari masyarakat, hidupnya akan menjadi lebih sehat. Pengurus KONI Kabupaten Buleleng yang bau dilantik diajak untuk melakukan hal tersebut. Dengan tetap memperhatikan olahraga-olahraga yang digandrungi masyarakat khususnya masyarakat Buleleng seperti voli dan sepakbola.

“Tidak pula melupakan cabang olahraga yang lain. Sehingga di samping prestasi dalam bentuk medali, kita bisa meraih prestasi dalam mengolahragakan masyarakat. Kan itu yang paling penting,” kata Agus Suradnyana.[T]

Tags: KONI Bulelengolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melimpahnya (Kosa Kata) Air dalam Bahasa dan Wacana Bali: Yeh, Banyeh, Peceh, Enceh, Loloh…

Next Post

Donor Darah di DPRD Buleleng, Sehatkan Sesama, Sehatkan Diri

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails
Next Post
Donor Darah di DPRD Buleleng, Sehatkan Sesama, Sehatkan Diri

Donor Darah di DPRD Buleleng, Sehatkan Sesama, Sehatkan Diri

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co