2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melimpahnya (Kosa Kata) Air dalam Bahasa dan Wacana Bali: Yeh, Banyeh, Peceh, Enceh, Loloh…

tatkala by tatkala
February 8, 2022
in Khas
Melimpahnya (Kosa Kata) Air dalam Bahasa dan Wacana Bali: Yeh, Banyeh, Peceh, Enceh, Loloh…

Putu Eka Guna Yasa (gambar tengah)

Peradaban manusia Bali di masa lalu sangat erat dan dekat dengan keberadaan air. Hal itu dibuktikan dengan melimpahkan kosa kata atau kata-kata yang berkaitan dengan air, baik yang biasa digunakan dalam sastra tulis maupun dalam komunikasi lisan sehari-hari masyarakat Bali.

“Kosakata dalam bahasa Bali, mulai dari aksara hingga wacana, sangat banyak yang berbicara mengenai air (toya, yeh, wa, tirta),”  kata Putu Eka Guna Yasa, SS, M.Hum.

Putu Eka Guna Yasa adalah  dosen Universitas Udayana (Unud) yang berbicara dalam Widyatula (Seminar) dengan topik  “Widya Basa (Ekolinguistik) Toya” Senin (7/2/2022) yang berlangsung secara daring.

Seminar serangkaian Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 ini juga menghadirkan narasumber Dr. Ketut Paramarta, dosen Undiksha Singaraja, dengan moderator Dr. I Ntoman Suwija, M.Hum.

 Guna Yasa memaparkan, ekolinguistik adalah cabang ilmu yang mempelajari keterkaitan (linguistik) dan lingkungan (ekologi). Tujuan utamanya adalah supaya bisa meminimalkan perilaku negatif yang dapat merusak atau mencemari lingkungan, sebaliknya dapat meningkatkan perilaku yang mengupayakan pemeliharaan terhadap lingkungan. “Dengan mendiskusikan bahasa yang utama berkaitan dengan air, tentu akan mampu membangun kesadaran untuk tidak berbuat atau berperilaku yang dapat mencemari air,” ujar Guna Yasa.

Dia menguraikan, berbagai pustaka lontar seperti Parama Tattwa Suksma, Tutur Aji Saraswati, dan Tutur Tirta Kamandalu memuat bahwa ada aksara yang menjadi simbol air. Dari pustaka itu dapat diketahui, keberadaan aksara sebagai simbol air tersebut terbagi ke dalam bentuk aksara wreastra swalalita, bijaksara, dan modre.

Menurut Geguritan Parama Tattwa Suksma, di dalam wreastra, aksara yang menjadi simbol air adalah suku kembung. “Suku kembung jika dicari asal bangun aksaranya adalah Wa. Asal kata Wa itu di dalam Tantrayana disebut Jala Tattwa,” ujar Guna Yasa yang dalam seminar ini membawakan makalah “Jala Wyakarana: Kosabasa Basa Bali Pinaka Pangendag Budi Cita Ngraksa Toya”.

Di dalam swalalita, lanjutnya, aksara yang menyimbolkan air tiada lain aksara U kara. Simbol air dengan U Kara umum dipahami berkaitan dengan Tri Aksara yakni A sebagai simbol api (Bhatara Brahma), U sebagai simbol air (Bhatara Wisnu), dan Ma sebagai simbol angin (Bhatara Siwa). “Selain di dalam aksara swalalita, ada juga air yang disimbolkan dengan aksara bijaksara. Geguritan Parama Tatwa Suksma dan Tutur Sang Hyang Aji Saraswati menyebutkan bahwa air disimbolkan dengan bijaksara Ah,” tuturnya.

Yang terakhir, leluhur Bali juga menyimbolkan air dengan bentuk aksara modre. Pustaka Tutur Tirta Kamandalu yang berisikan tentang keberadaan aksara modre yang melambangkan air, hujan, danau, laut, dan lainnya. Aksara-aksara modre tersebutlah sebagai sarana yang akan dipakai oleh orang yang ingin melakukan nerang (menghalau hujan).

Lebih lanjut Guna Yasa mengatakan, akar kata yang berkaitan dengan air juga terdapat dalam berbagai kosakata bahasa Bali seperti warih, we, luwah, dan lainnya. Selain itu, karena asal kata yang berkaitan dengan air adalah Ah, maka kemudian terbentuk berbagai kata yang berarti atau berkaitan dengan air seperti  yeh, apah, banyeh, kayeh, peceh, peluh, panyuh, baseh, enceh, kuah, loloh, maceceh, wangsuh, pasih, seduh, dan lainnya.

Kalimat-kalimat yang berkaitan dengan air juga banyak dipakai dalam pergaulan orang Bali yang ditemukan dalam ungkapan atau peribahasa. Peribahasa-peribahasa yang menggunakan kata yeh (air) antara lain buka yehe di don candunge; buka nyuwun yeh mawadah jun, abedik embuhan misi nglencok; buka masuluh di yehe puek; buka nulisin yeh, tusing matampak angan gigis. Ada pula pribahasa buka kecoran yeh pancoran matatakan batu, ane di sampingne maan kripisan; buka pajalan yehe, dija lebah ditu lakuna membah; dan lainnya.

 Demikian pula wacana tentang keutamaan air banyak ditemukan dalam karya sastra Bali dan Kawi. Beberapa di antaranya pustaka berjudul Mosala Parwa, Rogha Sanghara Gumi, Geguritan Tirta Yatra milik Puri Agung Denpasar-Bangli, Geguritan Bali Tattwa yang menceritakan perjalanan Ida Resi Markandeya di Bali, dan lainnya. Misalnya dalam Geguritan Tirta Yatra, berbicara beragam tempat tirta yatra, tentu tujuannya untuk menghilangkan kekotoran dan mala di badan secara sakala-niskala. Dalam geguritan itu juga berbicara keindahan dan keasrian kondisi alam di sungai tempat petirtaan tersebut. “Itu berarti bahwa sungai dan tempat petirtan yang hening adalah lanskap estetik yang sepatutnya selalu dirawat. Namun kenyataannya sekarang, banyak sungai yang tercemar, bangunan beton berdiri, sehingga mengurangi keindahan lanskap estetik tersebut,” katanya.

Guna Yasa menambahkan, Pemprov Bali pun sudah mengeluarkan Pergub No. 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Tujuannya adalah agar masyarakat Bali menjaga keberadaan sumber-sumber mata air agar tetap lestari dan asri.  Menurutnya, upaya-upaya tersebut harus didukung bersama. “Oleh karena itu, sastra yang berpesan akan pelestarian air patut untuk terus disebarluaskan, dikampanyekan kepada segenap masyarakat Bali, supaya semakin tumbuh kesadarannya untuk menjaga air. Apabila air di bumi ini terjaga, tentu air yang ada di badan manusia juga dapat menghidupi. Sebaliknya, apabila air di bumi tercemar, tentu juga air yang masuk ke badan akan meracuni diri,” katanya.

Narasumber lain, Ketut Paramarta, dalam acara Widyatula itu menyajikan materi berjudul “Krakah (etimologi) Basa Toya: Teges miwah Suksmanyane Makapakerti Ngardi Jagadita”. Dia mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Perda Bali No. 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Melalui seminar ini diharapkan dapat semakin meningkatkan pemahaman bagi penutur bahasa Bali tentang keutamaan berbahasa Bali sehingga pemakaian bahasa Bali semakin berkembang.

Paramarta mengungkapkan, air sangat erat dengan perkembangan kebudayaan manusia. Keberadaan air tidak tergantikan dalam kebudayaan dan lingkungan. Berkaitan tema Bulan Bahasa Bali tahun ini, dia menjelaskan, UNESCO dalam peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional pada tahun 2019 lalu juga mengambil tema tentang air, yang diangkat dari peribahasa Cina,  “When you drink water, think of the source ~ Saat Anda minum air, pikirkan sumbernya.” “Toya atau dalam bahasa purwa waSiR yang kemudian berkembang menjadi bermacam-macam kosakata dalam berbagai rumpun bahasa Austronesia menjadi bukti bahwa air merupakan sesuatu yang purba dan mendasar dalam bahasa dan kehidupan manusia,” katanya.  [T][Ado/*]

Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa BaliEkolinguistikperadaban air
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud Artisan Market, Berpameran Sambil Menuntut Ilmu

Next Post

Beda Rezim Beda Gaya Ketum KONI Buleleng: Dari Ketua DPRD, Bupati, Dirut, Kini Wartawan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Beda Rezim Beda Gaya Ketum KONI Buleleng: Dari Ketua DPRD, Bupati, Dirut, Kini Wartawan

Beda Rezim Beda Gaya Ketum KONI Buleleng: Dari Ketua DPRD, Bupati, Dirut, Kini Wartawan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co