2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ito Joyoatmojo Mengenang Eddy Soetriyono: Majalah Tempo, Edith Piaf, dan Warna Lukisan

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
October 15, 2021
in Khas
Ito Joyoatmojo Mengenang Eddy Soetriyono:  Majalah Tempo, Edith Piaf, dan  Warna Lukisan

Eddy Soetriyono

9 Oktober 2021 jagat seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya Eddy Soetriyono yang dikenal sebagai penulis, kurator seni rupa, kritikus dan pengamat seni. Kecelakaan tunggal telah merenggut nyawanya.

Berita duka itu saya dengar saat menonton pembukaan pameran lukisan di salah satu gallery seni di Bali. Banyak ucapan belasungkawa dituliskan di beragai beranda media sosial kawan kawan seniman, penulis, maupun pencinta seni.

Ada salah satu tulisan ucapan bela sungkawa yang mengetuk hati saya. Itu tulisan  yang dibuat seniman Ito Joyoatmojo mengenai persahabatannya dengan Eddy Soetriyono.

Saya kemudian menghubungi Ito Joyoatmojo.  Saya bertanya dan ingin tahu lebih banyak mengenai Eddy Soetriyono yang ditulis dalam status ucapan bela sungkawa yang begitu panjang itu. Tulisan itu bercerita masa kenangannya bekerja di Majalah Tempo pimpinan Goenawan Mohamad, sebelum Ito Joyoatmojo menetap di Swiss.  Ito bercerita tentang masa lalu Eddy sebelum menjadi kurator sekaligus bercerita mengenai kenangannya bekerja di majalah Tempo .

Ito Joyoatmojo

Diceritakan, tahun 1975 Eddy kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain Jurusan Tekstil  ITB. Pada masa kuliah di ITB, Eddy sangat tertarik dengan dunia sastra, drama dan kegiatan tulis-menulis, serta kegiatan teater yang dipimpin Remy Sylado.

Eddy pernah menjadi asisten dosen dan pada masa kuliahnya banyak membantu kawan-kawannya dalam penulisan skripsi di kampusnya. Ia  juga gemar menulis lirik lagu.

Sempat dikabarkan menjadi kandidat kuat menjadi dosen filsafat seni dan sejarah kebudayaan di almamaternya. Sempat menempuh pendidikan, namun akhirnya Eddy hijrah ke Jakarta berkerja di Majalah Tempo dan di Graffiti Pers.

Eddy sempat menjadi salah seorang redaktur pelaksana  di majalah SWASEMBADA (SWA) juga menulis buku tentang tokoh pebisnis top Indonesia, Liem Sioe Liong. Tahun 2005 pernah menjadi pinpinan Visual Arts, majalah seni di Indonesia.

Nah, Ito Joyoatmojo bertemu Eddy pada tahun 1979.  Pertemuan Ito Joyoatmojo bermula ketika ia bekerja di majalah Tempo.  Ito menggambarkan bagaimana situasi dia berkerja saat itu yang bekerja di ruangan tertutup di Proyek Senen yang kala itu merupakan proyek pertokoan dan pasar dalam ruangan tertutup. Semburan udara dingin dari AC yang memaksanya harus menggunakan jaket pada saat bekerja.

Ito Joyoatmojo bekerja di bidang tata muka, atau yang kita kenal sekarang design grafis dan Eddy sebagai kontrol editor. Ito mengungkapkan kekagumannya atas sosok Eddy Soetriyono, atas ketelitainya dan kesabarannya mengikuti deretan huruf dalam setiap artikel yang akan dicetak.   Itu memang tugas sebagai penjaga gawang terakhir agar tidak terjadi kesalahan pada saat majalah tersebut di cetak. Apalagi setiap artikel ditulis dengan speed yang tinggi.

“Pada saat saat piket,  malam Selasa dan Kamis, adalah masa menegangkan mereka bekerja waktu itu. Harus standby sepanjang malam, untuk menjaga bila ada breaking news yang penting yang harus disiapkan, apalagi saat itu banyak pekerjaan dikerjakan manual, tidak menggunakan computer to plate seperti saat ini,” ujar Ito.

Di sela-sela lembur Ito sering mendengarkan musik yang mereka  gemari bersama Eddy yaitu Edith Piaf, musisi jalanan dari Parris, dan saling tukar cassette tape (pita kaset) untuk didengarkan melalui walkman, sambil membicarakan perkembangan seni rupa di Indonesia.

Pada suatu ketika, Ito sempat berdiskusi mengenai karya lukisannya yang abstrak, yang kebanyakan warnanya hitam putih. Diskusi itu diwarnai perdebatan yang berlarut-larut.  Eddy mengkritik Ito atas pendapatnya tentang kenapa pilihan warnanya hitam putih.

Ito menjelaskan bahwa ia tidak percaya dengan warna. Dan sambil mengembalikan walkman dan album baru Edith Piaf,  Eddy Soetriyono pun memberi ucapan terkhir malam itu sebelum pulang lembur, “ Ito, berwarna itu kan penting, dan tidak ada urusanya berwarna atau tidak. Kamu dengar lagunya Edith Piat, bagaimana dan apa jadinya kalau lagunya tidak ada warnanya?”

Kata-kata itu masih membekas sampai sekarang di benak Ito. Saat itu Eddy belum menjadi kurator seni maupun kritikus seni, tapi bakatnya sudah muncul saat itu.

Selang beberapa bulan selanjutnya Ito pun melanjutkan kariernya bekerja di Swiss. Puluhan tahun Ito dan Eddy tidak saling berkabar, karena waktu Itu Eddy masih kos, masih pindah-pindah, begitu juga Ito di Swiss belum mempunyai handphone dan belum tukaran nomor telepon rumah. Pada saat menetap di Swiss, studio dan rumah tempat tinggal Ito beberapa kali sempat menjadi tempat singgah seniman di Indonesia, antara lain  Made Wianta dan Eddie Hara.

Alm Made Wianta bersama Ito Joyoatmojo di Swis

Tiga puluh tahun kemudian Ito Joyoatmojo pulang ke Indonesia dan bertemu kembali Eddy Soetriyono di sebuah pameran di Jakarta. Saat itu Eddy sudah menjadi kurator seni rupa, dan kritikus seni. Mereka saling bertegur sapa saking lamanya tidak bertemu.

Eddy menawari Ito makan bersama sambil  melanjutkan obrolan tentang penyanyi jalanan Edith Piaf. Mereka juga saling berkisah tentang kehidupan Ito di Swiss dan kisah perjalanan Eddy sampai akhirnya menjadi kritikus seni, dan kurator kondang di Indonesia. Mereka saling memuji kehebatan masing-masing, dan saling mengingat masa lalu saat bekerja lembur dan menggunakan jaket tebal karena dinginnya AC di Tempo.  Tak lupa mereka mengenang masa muda saat kos dan kegemaran mendengarkan musik, diselangi cerita keluarga dan anak-anaknya. Dan itulah pertemuan terakhir Ito Joyoatmojo dengan Eddy Soetriyono.

Eddy Sutriyono sempat mengirim fotografer ke kediamanya Ito Joyoatmojo untuk memotret Ito dengan karya lukisannya. Entah mau diapakan foto itu. Rencananya, hasil foto itu dikirimkan juga kepada Ito. Namun sampai sekarang Ito masih bertanya-tanya tentang foto itu.

Sampai akhirnya Ito mendengar berita kecelakaan itu. Ito merasakan duka yang amat mendalam atas kepergian sahabatnya itu. Semoga damai menyertai Pak Eddy Soetriyono, dan semua keluarga tabah menghadapi cobaan ini. [T]

Jimbaran 14 Oktober 2021

Tags: Eddy Soetriyonoin memoriamIto JoyoatmojoSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Next Post

Tentang Tanaman: Babat Dulu, Lestarikan Kemudian

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Tentang Tanaman: Babat Dulu, Lestarikan Kemudian

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co