2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ito Joyoatmojo Mengenang Eddy Soetriyono: Majalah Tempo, Edith Piaf, dan Warna Lukisan

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
October 15, 2021
in Khas
Ito Joyoatmojo Mengenang Eddy Soetriyono:  Majalah Tempo, Edith Piaf, dan  Warna Lukisan

Eddy Soetriyono

9 Oktober 2021 jagat seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya Eddy Soetriyono yang dikenal sebagai penulis, kurator seni rupa, kritikus dan pengamat seni. Kecelakaan tunggal telah merenggut nyawanya.

Berita duka itu saya dengar saat menonton pembukaan pameran lukisan di salah satu gallery seni di Bali. Banyak ucapan belasungkawa dituliskan di beragai beranda media sosial kawan kawan seniman, penulis, maupun pencinta seni.

Ada salah satu tulisan ucapan bela sungkawa yang mengetuk hati saya. Itu tulisan  yang dibuat seniman Ito Joyoatmojo mengenai persahabatannya dengan Eddy Soetriyono.

Saya kemudian menghubungi Ito Joyoatmojo.  Saya bertanya dan ingin tahu lebih banyak mengenai Eddy Soetriyono yang ditulis dalam status ucapan bela sungkawa yang begitu panjang itu. Tulisan itu bercerita masa kenangannya bekerja di Majalah Tempo pimpinan Goenawan Mohamad, sebelum Ito Joyoatmojo menetap di Swiss.  Ito bercerita tentang masa lalu Eddy sebelum menjadi kurator sekaligus bercerita mengenai kenangannya bekerja di majalah Tempo .

Ito Joyoatmojo

Diceritakan, tahun 1975 Eddy kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain Jurusan Tekstil  ITB. Pada masa kuliah di ITB, Eddy sangat tertarik dengan dunia sastra, drama dan kegiatan tulis-menulis, serta kegiatan teater yang dipimpin Remy Sylado.

Eddy pernah menjadi asisten dosen dan pada masa kuliahnya banyak membantu kawan-kawannya dalam penulisan skripsi di kampusnya. Ia  juga gemar menulis lirik lagu.

Sempat dikabarkan menjadi kandidat kuat menjadi dosen filsafat seni dan sejarah kebudayaan di almamaternya. Sempat menempuh pendidikan, namun akhirnya Eddy hijrah ke Jakarta berkerja di Majalah Tempo dan di Graffiti Pers.

Eddy sempat menjadi salah seorang redaktur pelaksana  di majalah SWASEMBADA (SWA) juga menulis buku tentang tokoh pebisnis top Indonesia, Liem Sioe Liong. Tahun 2005 pernah menjadi pinpinan Visual Arts, majalah seni di Indonesia.

Nah, Ito Joyoatmojo bertemu Eddy pada tahun 1979.  Pertemuan Ito Joyoatmojo bermula ketika ia bekerja di majalah Tempo.  Ito menggambarkan bagaimana situasi dia berkerja saat itu yang bekerja di ruangan tertutup di Proyek Senen yang kala itu merupakan proyek pertokoan dan pasar dalam ruangan tertutup. Semburan udara dingin dari AC yang memaksanya harus menggunakan jaket pada saat bekerja.

Ito Joyoatmojo bekerja di bidang tata muka, atau yang kita kenal sekarang design grafis dan Eddy sebagai kontrol editor. Ito mengungkapkan kekagumannya atas sosok Eddy Soetriyono, atas ketelitainya dan kesabarannya mengikuti deretan huruf dalam setiap artikel yang akan dicetak.   Itu memang tugas sebagai penjaga gawang terakhir agar tidak terjadi kesalahan pada saat majalah tersebut di cetak. Apalagi setiap artikel ditulis dengan speed yang tinggi.

“Pada saat saat piket,  malam Selasa dan Kamis, adalah masa menegangkan mereka bekerja waktu itu. Harus standby sepanjang malam, untuk menjaga bila ada breaking news yang penting yang harus disiapkan, apalagi saat itu banyak pekerjaan dikerjakan manual, tidak menggunakan computer to plate seperti saat ini,” ujar Ito.

Di sela-sela lembur Ito sering mendengarkan musik yang mereka  gemari bersama Eddy yaitu Edith Piaf, musisi jalanan dari Parris, dan saling tukar cassette tape (pita kaset) untuk didengarkan melalui walkman, sambil membicarakan perkembangan seni rupa di Indonesia.

Pada suatu ketika, Ito sempat berdiskusi mengenai karya lukisannya yang abstrak, yang kebanyakan warnanya hitam putih. Diskusi itu diwarnai perdebatan yang berlarut-larut.  Eddy mengkritik Ito atas pendapatnya tentang kenapa pilihan warnanya hitam putih.

Ito menjelaskan bahwa ia tidak percaya dengan warna. Dan sambil mengembalikan walkman dan album baru Edith Piaf,  Eddy Soetriyono pun memberi ucapan terkhir malam itu sebelum pulang lembur, “ Ito, berwarna itu kan penting, dan tidak ada urusanya berwarna atau tidak. Kamu dengar lagunya Edith Piat, bagaimana dan apa jadinya kalau lagunya tidak ada warnanya?”

Kata-kata itu masih membekas sampai sekarang di benak Ito. Saat itu Eddy belum menjadi kurator seni maupun kritikus seni, tapi bakatnya sudah muncul saat itu.

Selang beberapa bulan selanjutnya Ito pun melanjutkan kariernya bekerja di Swiss. Puluhan tahun Ito dan Eddy tidak saling berkabar, karena waktu Itu Eddy masih kos, masih pindah-pindah, begitu juga Ito di Swiss belum mempunyai handphone dan belum tukaran nomor telepon rumah. Pada saat menetap di Swiss, studio dan rumah tempat tinggal Ito beberapa kali sempat menjadi tempat singgah seniman di Indonesia, antara lain  Made Wianta dan Eddie Hara.

Alm Made Wianta bersama Ito Joyoatmojo di Swis

Tiga puluh tahun kemudian Ito Joyoatmojo pulang ke Indonesia dan bertemu kembali Eddy Soetriyono di sebuah pameran di Jakarta. Saat itu Eddy sudah menjadi kurator seni rupa, dan kritikus seni. Mereka saling bertegur sapa saking lamanya tidak bertemu.

Eddy menawari Ito makan bersama sambil  melanjutkan obrolan tentang penyanyi jalanan Edith Piaf. Mereka juga saling berkisah tentang kehidupan Ito di Swiss dan kisah perjalanan Eddy sampai akhirnya menjadi kritikus seni, dan kurator kondang di Indonesia. Mereka saling memuji kehebatan masing-masing, dan saling mengingat masa lalu saat bekerja lembur dan menggunakan jaket tebal karena dinginnya AC di Tempo.  Tak lupa mereka mengenang masa muda saat kos dan kegemaran mendengarkan musik, diselangi cerita keluarga dan anak-anaknya. Dan itulah pertemuan terakhir Ito Joyoatmojo dengan Eddy Soetriyono.

Eddy Sutriyono sempat mengirim fotografer ke kediamanya Ito Joyoatmojo untuk memotret Ito dengan karya lukisannya. Entah mau diapakan foto itu. Rencananya, hasil foto itu dikirimkan juga kepada Ito. Namun sampai sekarang Ito masih bertanya-tanya tentang foto itu.

Sampai akhirnya Ito mendengar berita kecelakaan itu. Ito merasakan duka yang amat mendalam atas kepergian sahabatnya itu. Semoga damai menyertai Pak Eddy Soetriyono, dan semua keluarga tabah menghadapi cobaan ini. [T]

Jimbaran 14 Oktober 2021

Tags: Eddy Soetriyonoin memoriamIto JoyoatmojoSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Next Post

Tentang Tanaman: Babat Dulu, Lestarikan Kemudian

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Tentang Tanaman: Babat Dulu, Lestarikan Kemudian

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co