24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lalapan Pasar Burung Sanglah dan Kehangatan yang Ditawarkannya

Dedek Surya Mahadipa by Dedek Surya Mahadipa
October 14, 2021
in Khas
Lalapan Pasar Burung Sanglah dan Kehangatan yang Ditawarkannya

Lalapan Pasar Burung Sanglah | Sket Dedek

Suatu malam, saya lupa bulan apa yang jelas sebelum Pandemi Covid-19 ini menyebar dan membuat beberapa rutinitas lumpuh. Saya ingat malam setelah selesai latihan teater, bersama kawan-kawan pergi mencari makan ke Pasar Burung, letaknya di dekat Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Lebih tepatnya pada tengah-tengah Pasar Burung, pada sebuah tenda dekat dengan area parkirnya. Warung lalapan itu dikelilingi oleh bangunan pasar.

Jika pagi hingga sore Pasar Burung biasanya menjual berbagai burung juga segala kebutuhan yang menyangkut pemeliharaan hewan unggas. Saat malam tiba, pasar pun berubah menjadi tempat makan lalapan murah bagi mereka yang berkantong tipis.

Awalnya saya dan kawan-kawan sering makan di sana, selain murah rasanya pun uenak tenan. Gak bakal rugi. Gimana tidak? Dengan sepuluh ribu saya sudah mendapatkan paket komplit, nasi, udang, tempe, tahu, terong, tepung kremes, dan juga sambal. Berhubung saya tidak suka pedas jadi biasanya saya tidak memesan sambal atau saya berikan saja sambalnya ke kawan.

Sebelum pesanan datang biasanya saya di sana menunggu sangat lama hampir setengah jam. Ya wajar saja karena tempat ini selalu ramai oleh pengunjung, bahkan banyak pengunjung yang tetap bertahan sampai larut malam. Walau sudah selesai makan, biasanya mereka yang makan di sana akan tetap duduk dan berbincang hingga mereka puas atau sudah dirasa lelah dan ingin segera pulang. Entah kenapa tempat itu selalu ramai, tidak pernah saya melihat tempat itu sepi pengunjung.

Padahal kita duduk lesehan di area parkir pasar dan hanya beralaskan oleh karpet. Bangunan lalapannya pun merupakan sebuah tenda yang biasanya dipakai untuk tempat menggantung sangkar-sangkar burung ketika siang hari. Jadi sangat sederhana sebuah tenda, karpet, dan pohon yang cukup rindang menjadi atap tempat makan.

Tapi tempat itu cukup nyaman untuk menjadi tempat makan. Pertama lalapan di Pasar Burung itu tidak jauh dari jalan besar, tempat banyak orang berlalu lalang melakukan aktivitasnya di Denpasar. Tentu ini menjadi salah satu faktor yang membuat tempat itu ramai karena mudahnya akses. Bahkan dari Renon saja bisa ditempuh dalam lima sampai sepuluh menit.

Nah yang kedua, hawa tempat itu tidak begitu panas selain karena mereka buka pada malam hari. Tapi ada hal lain yang menurut saya menyebabkan tempat itu tidak panas. Dengan menggunakan tenda tanpa adanya sekat atau bisa kita sebut tempat makan outdoor membuat sirkulasi udara menjadi baik.

Ditambah lagi dengan adanya lorong-lorong kios di belakang lalapan yang juga memberikan angin sepoi-sepoi. Ada hal menarik tentang lorong-lorong ini, ketika hujan tiba lesehan yang berada pada tempat parkir kendaraan pasti tergenang air. Ya wajar saja wong tidak ada atapnya, nah lorong di mana berlalu lalang orang melihat barang dagangan di kios-kios pun disulap menjadi tempat makan.

Makan di lorong-lorong pasar pada malam hari menurut saya menjadi salah satu pengalaman makan yang cukup unik. Walaupun saya belum pernah merasakan langsung tetapi saya menantikan waktu di mana saya makan di sana bersama kawan-kawan pada lorong-lorong itu.

Jika keadaan malam hari cerah maka biasanya pengunjung akan makan di area lesehan temppat parkir motor pada siang hari. Ada sebuah pohon yang mungkin juga menjadi salah satu factor lain yang membuat area itu tidak panas. Atau jangan-jangan karena adanya pohonlah yang membuat suasana tidak begitu dingin pada malam hari? Saya kurang paham untuk persoalan ini, mungkin kalian yang membaca dapat membantu saya dalam menjawabnya.

Suhu yang tidak terlalu dingin dan panas saat malam, makanan yang enak dan murah, serta bangunan pasar yang mengelilingi lalapan membuat para pengunjung dapat menikmati makan sambil berbicara, bercakap, mengobrol, sendau gurau, berdiskusi, bahkan sampai tertawa terbahak-bahak tanpa perlu merisaukan ada yang melarang.

Mungkin dengan adanya bangunan pasar yang mengelilingi warung lalapan membuat suara-suara di dalam lalapan tidak sampai ke rumah penduduk. Atau bisa jadi karena lokasinya yang dekat pasar, keributan menjadi hal yang lumrah. Baik karena aktivitas pasar maupun karena suasana warung lalapan. Mungkin itu yang menjadi alasan kenapa tempat ini menjadi ramai, di mana pengunjung bisa ngobrol dengan leluaasa.

Obrolan-obrolan yang membuat kehangatan itu tercipta, kehangatan yang mengusir dingin malam dengan obrolan ringan sampai serius. Orang-orang biasanya makan di sana beramai-ramai membentuk lingkaran mereka sendiri karena posisi makan yang lesehan dan tidak ada penyekat dimana harus duduk seperti halnya pada meja makan di sebuah restoran.

Jadi jika kita membawa sepuluh orang atau lebih kita tidak perlu khawatir mencari tempat untuk menampung semua kawan ke dalam satu meja. Selain itu saya juga agak malas jika makan ke suatu tempat makan beramai-ramai dengan kawan. Kadang kala sulit mencari tempat duduk satu meja dan berakhir menjadi terpisah beberapa meja. Ini mungkin akan menjadi menyebalkan dan juga kita harus memilih teman untuk diajak duduk satu meja, siapa yang duduk dengan siapa. Bukankah kita datang untuk makan bersama satu meja?

Orang-orang yang makan pada warung lalapan ini tidak perlu merisaukan siapa yang duduk dengan siapa. Cukup dengan duduk lesehan dan membentuk lingkaran atau bentuk lainnya, mereka akan membuat ruang mereka sendiri. Ruang itu pun bisa besar atau kecil tergantung jumlah orang yang mereka ajak.

Di lalapan ini meja dan kursi tak akan jadi objek penyekat ruang-ruang. Orang-orang itu sendiri yang menjadi penyekat antar ruang yang ada. Jika kita biasanya mengenal dinding sebagai penyekat antar ruang di bangunan. Maka dalam ruang-ruang yang tak memiliki dinding seperti halnya warung lalapan itu, kumpulan orang yang duduk melingkar juga membentuk dinding imajinernya masing-masing.

Ruang itu pun memiliki zonanya sendiri seperti memiliki dunianya sendiri yang akan susah di masuki oleh orang luar. Di ruang itulah terjadi komunikasi antar orang, entah itu hanya sekadar menanyakan kabar, berbicara ngarul ngidul, bersenda gurau, berdiskusi, membicarakan kerja, membicarakan proyek atau gagasan-gagasan. Hal inilah yang membuat suasana lingkaran menjadi hangat di tengah malamnya kota. Menghangatkan fisik dikarenakan duduk melingkar dan berkumpul serta menghangatkan hubungan dengan bertukar kabar.

Makanan yang murah dan enak memang menjadi alasan saya pertama kali ke sana, namun ada hal lain juga yang membuat saya betah berlama-lama di sana. Ada sesuatu hal yang dimiliki tempat ini tetapi tidak dimiliki tempat makan lainnya. Sesuatu itu yang membuat saya ketagihan untuk kembali makan di sana. Sesuatu yang tidak dimiliki tempat nongkrong seperti coffee shop, starbucks, atau tempat nongkrong lainnya. Yaitu suasana yang membuat sebuah hubungan pertemanan menjadi lebih dekat dan hangat.

Dengan tempat duduk lesehan, semua menjadi setara, semua menjadi dekat. Tidak lagi dibatasi sekat meja dan kursi. Pada saat itu saya berpikir, tidak mesti sebuah warung harus memiliki arsitektur yang bagus. Cukup sederhana dan nyaman yang dapat menjadi ruang untuk menghangatkan tubuh serta hubungan. Bukankah itu memang fungsi sebuah arsitektur terbentuk? Menjadi ruang yang merekatkan hubungan penghuninya.[T]

Tags: denpasarkulinerMakan malam di DenpasarPasar Burungpedagang lalapan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Made Arya Palguna | Cerita Manusia, Wabah dan Kejenakaan Sehari-hari

Next Post

Desa Penglipuran dalam Cat Air | Menyambut Turis, Menjaga Tradisi, Menjaga Keindahan

Dedek Surya Mahadipa

Dedek Surya Mahadipa

I Wayan Dedek Surya Mahadipa. Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa. Anggota Teater Kampus Warmadewa. Mulai ingin serius mendalami teater di Teater Kalangan.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Desa Penglipuran dalam Cat Air | Menyambut Turis, Menjaga Tradisi, Menjaga Keindahan

Desa Penglipuran dalam Cat Air | Menyambut Turis, Menjaga Tradisi, Menjaga Keindahan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co