23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sena Andiyana | Dari Kuliah Pariwisata Jatuh ke Tempat Sampah

Gading Ganesha by Gading Ganesha
October 3, 2021
in Khas
Sena Andiyana | Dari Kuliah Pariwisata Jatuh ke Tempat Sampah

Sena Andiyana

Pemuda dari Desa Bondalem, Buleleng, Bali, ini mungkin akan menambah lagi cerita orang-orang kuliah yang “salah jurusan”. Bagaimana tidak.  Kadek Sena Andiyana, begitu nama pemuda itu, kuliah di jurusan pariwisata, tapi setelah lulus malah bekerja di tempat sampah. Tepatnya, ia menikmati menjadi pengelola sampah.

Ketika bertemu pemuda ini di Rumah Plastik, Singaraja, beberapa waktu lalu, dia begitu serius menjelaskan seperti apa pengelolaan sampah yang dilakukannya. Dalam pandangan saya, anak muda yang berbadan cukup kekar ini tidak nampak seperti orang yang bekerja di tempat sampah.

Penampilanannya jauh dari kesan “orang sampah” seperti teman-teman di dunia persampahan yang saya kenal.  Gaya berpakainnya sangat rapi, dengan baju kemeja, dan celana panjang kain yang necis. Seperti pekerja kantoran.

Usai Kadek Sena Andiyana  27 tahun tepat September ini. Masih muda. Sena begitu panggilan akrabnya. Ia terlihat cukup fasih menjelaskan pengelolaan sampah yang dilakukannya di Bumdesa Sejahtera Bondalem.

Sena bercerita, ia memang bekerja di Bumdesa itu sebagai Bisnis Development Unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Saya sebenarnya tidak begitu paham betul seperti apa pekerjaannya tapi terlihat Sena sangat percaya diri dengan pekerjaannya itu. Tidak banyak anak muda yang saya lihat begitu bangganya bekerja di desa ditambah yang dikerjakan adalah urusan sampah.

Ia lulusan D3 Perhotelan Undiksha dan D4 Pariwisata Universitas Udayana. Ia mulai menekuni pekerjaan pengelolaan sampah sejak 2020 ketika pandemi sedang melanda Indonesia. Sebelumnya,  Sena pernah bekerja sebagai Bisnis Consultant dan HRD Coco Group Bali.

Ketika ditanya kenapa terjun ke dunia persampahan, Sena mengatakan karena dirinya melihat sampah sebagai sumber masalah disebagian besar titik lingkungan dan masih rendahnga tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dari sampah yg dihasilkan setiap harinya.

“Saya pribadi sangat ingin mengubah pandangan masyarakat untuk dapat mengubah sampah menjadi profit tambahan dilingkungan sekitar. Selain sebagai upaya untuk mengajak masyarakat untuk dapat menambah penghasilan tambahan melalui sampah, dampak yang sangat besar adalah menjaga lingkungan dari sampah yang selama ini menjadi masalah di lingkungan kita,” ungkap pria yang menjadikan Bob Sadino sebagai sosok pengusaha panutannya.

Sena tinggal di Banjar Dinas Kelod Kangin Desa Bondalem. Ia mengungkapkan pengalamannya dalam pengelolaan sampah yang menurutnya cukup unik. “Pengalaman mengelola sampah menurut saya sangat unik, karena dilihat dari bahan baku yang saya kelola adalah bahan baku yang terkesan sangat kotor,” katanya.

Namun meskipun begitu, yang namanya perjalanan bisnis tentu tetap harus dilakukan dengan strategi yang tepat, layaknya perjalanan bisnis lainnya.  Pengalamannya bekerja sebagai bisnis konsultan sepertinya membuat Sena punya strategi yang terukur dalam pengelolaan sampahnya.

TPST Bondalem sendiri melayani 665 pelanggan dengan kategori Rumah Tangga, Lembaga Pendidikan, Kantor dan Villa atau Bungalow dengan volume sampah yang diterima baik organik, non organik dan residu mencapai 4 Ton perhari.

Pengelolaan sampah yang dilakukan di TPST diceritakan Sena adalah pengelolaan sampah organik dan  non-organik. “Sampah organik dikelola menjadi Pupuk Organik bernilai jual dan sampah non-organik kami lakukan pemilahan untuk meningkatkan harga jual dan sesekali kami juga membeli sampah non organik dari masyarakat dan desa lain,” tutur penghobi musik tersebut.

Pupuk Organik atau Kompos yang dihasilkan mencapai 2,5 ton perharinya serta sudah dikemas dalam karung isian 10 kg dengan harga  jual 15.000 rupiah perkemasannya. Kompos yang dihasilkan sudah dijual ke warga desa Bondalem, warung-warung lokal di Kecamatan Tejakula sebagai reseller, stand bunga di Bedugul, Renon, Dalung, Petang,  bahkan hingga beberapa desa di Karangasem dan Jembrana.

Sementara untuk sampah non organik, TPST mengelola sampah hingga 2 ton per bulan. Sampah non organik tersebut dikirim ke Rumah Plastik di singaraja . “Untuk sampah non organik sebulan ada 2 ton, tapi penjualannya kita lakukan seminggu sekali ke Rumah Plastik, untuk menutupi biaya operasional TPST juga,” katanya.

Dalam usahanya menekuni pengelolaan sampah, pemuda yang pada tahun 2016 pernah menjadi Management Consultant Top Asia menceritakan sejumlah  tantangan yang dialaminya. Misalnya, bagaimana memahami sampah,  karena untuk melakukan penanganan yang baik, harus memahami dulu jenis-jenis sampahnya.

“Tantangan yang saya temui tentu harus mempelajari semua jenis sampah yang ada, terlebih saya tidak ada sama sekali pengalaman mengelola sampah sebelumnya karena belajarnya di dunia pariwisata. Jadi terkait semua jenis sampah harus saya pelajari dari rekan-rekan yang sudah berpengalaman mengelola sampah untuk dapat saya aplikasikan di tempat saya ,” ujarnya

Tapi bersyukur, kata dia, tidak ada penolakan dari keluarga dan pacar terkait usaha yang dilakukan, yakni beralih dari bekerja di bidang pariwisata ke tempat sampah. “Orang-orang tercinta mendukung saya,” katanya.

Di akhir obrolan saya dengannya, Sena mengungkapkan harapannya untuk pengelolaan sampah yang dia percayai bisa jadi bisnis yang menjanjikan.

“Harapan saya ke depan tentu ingin melihat pengelolaan sampah ini mampu menjadi bisnis yang menjanjikan untuk mengatasi sumber masalah dilingkungan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat khususnya di Desa Bondalem,” tutupnya.[T]

Tags: Bank SampahbulelengBumdesDesa Bondalempengelolaan sampahSampahsampah plastikTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Olah Kulit Kopi Demi Industri Kopi yang Zero Waste

Next Post

Open Border | Art Camp 2021 Wianta Foundation di Desa Apuan, Tabanan

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Open Border | Art Camp 2021 Wianta Foundation di Desa Apuan, Tabanan

Open Border | Art Camp 2021 Wianta Foundation di Desa Apuan, Tabanan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co