3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Olah Kulit Kopi Demi Industri Kopi yang Zero Waste

Yoga Ayuning Kirtanayasa by Yoga Ayuning Kirtanayasa
October 3, 2021
in Esai
Olah Kulit Kopi Demi Industri Kopi yang Zero Waste

Kopi | Foto FB/Maya Kurnia

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, kopi juga memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber devisa negara karena antusiasme negara-negara lain terhadap citarasa kopi Indonesia sangat bagus. Konsumsi kopi kini sudah menjadi gaya hidup dan tren di Indonesia. Hingga saat ini Indonesia merupakan penghasil kopi ke-4 setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Menurut Tribunnews, 2018 Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Poppy Savitri dalam artikel yang berjudul “Konsumsi Kopi Indonesia Naik 7 Persen Setahun”, konsumsi kopi dunia meningkat cukup signifikan, yaitu rata-rata 1,7 kg per kapita per tahun. Konsumsi kopi di Indonesia meningkat rata-rata lebih dari 7 % per tahunnya. Tingginya konsumsi kopi di Indonesia memberikan dampak positif dikalangan petani kopi yang membuat penghasilan mereka bertambah, namun untuk memaksimalkan potensi dari kopi, maka diperlukan penerapan konsep zero waste dalam produksi kopi.

Penerapan konsep zero waste dipandang perlu karena dalam pembuatan kopi, hanya biji kopi yang digunakan sedangkan daging buah/kulit biji kopi hanya dijadikan pupuk, padahal banyak produk yang menarik dan bermanfaat yang bisa diciptakan dari limbah industri kopi. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2020, Provinsi Jawa Tengah memproduksi kopi sebesar 24,9 ton. Dengan angka produksi yang sangat besar akan menghasilkan kulit kopi yang besar pula. Dari total 24,9 ton buah kopi akan menghasilkan limbah kulit kopi sekitar 8,71 ton. Hal ini jika tidak dimanfaatkan dengan baik diumpamakan bak uang yang dibuang, kulit biji kopi yang seharusnya bisa dimanfaatkan namun hanya dibiarkan begitu saja.

Perlu adanya pemahaman mengenai konsep zero waste dan penerapannya dalam industri pangan. Zero Waste dapat diartikan sebagai suatu kebijakan dan strategi untuk mendukung sistem tanpa limbah, dari penggunaan material tertinggi dan terbaik hingga material yang terendah.

Dalam artikel oleh Alliance, Z. W. 24 Juni 2018 yang berjudul Zero Waste Hierarchy of Highest and Best Use 7.0 menyatakan bahwa konsep zero waste ini memiliki tujuan untuk memberikan penjelasan lebih dalam tentang 3R yang diakui secara internasional (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mendorong pengurangan limbah sebagai salah satu komponen dalam pencemaran lingkungan. Dede Sulaiman dalam jurnal yang berjudul ZERO WASTE: Prinsip Menciptakan Agro-Industri Ramah Lingkungan tahun 2008, mendefinisikan zero waste sebagai aktivitas peniadaan limbah dari suatu proses produksi dengan cara pengelolaan proses dengan terintegrasi, minimisasi, segregasi dan pengolahan limbah.

Seiring dengan berkembangnya teknologi konsep zero waste saat ini semakin dilirik oleh perusahaan-perusahaan dan industri-industri baik skala besar maupun kecil dalam menciptakan produk olahan terutama dari komoditas tanaman hortikultura dan pangan. Dalam industri pangan konsep zero waste dapat diartikan sebagai suatu proses produksi yang meminimalisir adanya bahan yang terbuang dengan dilakukan pengolahan menjadi produk kreatif dan bermanfaat.

Selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah pasca pengolahan, penerapan konsep zero waste dalam industri pangan juga membuka peluang bagi produsen untuk meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan limbah tersebut.

Menurut Zainuddin, D dan Murtisari, T. dalam artikel yang berjudul “Penggunaan Limbah Agro-Industri Buah Kopi (Kulit Buah Kopi) Dalam Ransum Ayam Pedaging” halaman 71–78 tahun 1995, menyatakan bahwa limbah buah kopi biasanya berupa daging buah yang secara fisik komposisinya mencapai 48%, dimana terdiri dari 42% kulit buah dan 6% kulit biji. Dampak yang biasanya ditimbulkan oleh limbah kulit kopi adalah bau busuk yang sangat cepat muncul.

Hal ini dikarenakan kulit kopi masih memiliki kadar air yang tinggi. Selama ini kulit buah kopi tidak banyak dimanfaatkan, kulit buah kopi hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternah maupun pupuk bagi tanaman kopi, namun intensitas produksi kopi menyebabkan meningkatnya limbah buah kopi sehingga memiliki efek yang kurang bagus karena memiliki bau yang kurang bagus jika dibiarkan begitu saja.

Beberapa penelitian tentang buah kopi sudah dilakukan, menurut Sumihati et al. dalam artikel yang berjudul Utilitas Protein Pada Sapi Perah Friesian Holstein Yang Mendapat Ransum Kulit Buah Kopi Sebagai Sumber Serat Yang Diolah Dengan Teknologi Amoniasi Fermentasi, volume 15:1, halaman 1-7 tahun 2011 menyatakan bahwa kulit kopi segar mengandung 6.11 % protein kasar, 18.69 % serat kasar, 2.47 % tanin, 1.36 % kafein, 52.59 % lignin, 1.07% lemak, 9.45% abu, 0.23% kalsium dan 0.02% fosfor.

Limbah kulit kopi mengandung beberapa zat kimia berbahaya seperti alkaloid, tanin dan polipenolik, sehingga dapat membuat lingkungan lebih sulit mendegradasi secara biologi material organik. Limbah kulit kopi memberi pengaruh bagi lingkungan, oleh karena itu limbah kopi disarankan diolah agar tidak membahayakan kesehatan dan dapat dimaksimalkan potensinya.

Pemanfaatan limbah kopi saat ini masih belum maksimal, sehingga diperlukan peran aktif dari berbagai pihak seperti pemerintah, akademisi dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi tersebut, dimana seperti yang kita tau kopi memiliki potensi yang sangat besar untuk penerapan produksi secara zero waste. Limbah yang dihasilkan dari pengolahan kopi sangat potensial karena limbah tersebut merupakan kulit/daging buah dari kopi itu sendiri.

Dewasa ini banyak penelitian mengenai pemanfaatan limbah kulit buah kopi. Beberapa produk telah berhasil dibuat dan dikembangkan seperti pupuk, selai kulit kopi, teh cascara dari kulit kopi, bahkan ada yang diubah menjadi lilin aromaterapi dan dupa.

Sumadewi et al dalam jurnal yang berjudul PKM Pemanfaatan Limbah Kopi Di Desa Catur Kabupaten Bangli Volume 3. No.2 tahun 2020 bahwa beliau telah melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat yang dijalankan di UPP Catur Paramitha Kabupaten Bangli dan berhasil mensosialisasikan konsep pengolahan limbah kulit kopi sebagai dupa dan lilin aromaterapi dimana masyarakat anggota kelompok diberikan sosialisasi mengenai pembuatan dupa dan lilin aromaterapi darilimbah kulit kopi.

Selain diberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pembuatan dupa dan lilin aromaterapi, anggota kelompok juga diberikan pendampingan dalam pelabelan dan pemasaran produk, selain itu juga diserahkan bantuan alat dan bahan yang akan digunakan untuk produksi secara berkala.

Kulit buah kopi atau biasa disebut dengan cascara juga dapat dimanfaatkan sebagai teh, Pirdan Garis et al dalam artikel yang berjudul Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi (Cascara) Menjadi Teh Celup menyatakan bahwa kulit buah kopi sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai teh karena mengandung senyawa untuk menangka radikal bebas sehingga sangat bagus untuk mencegah tumbuhnya sel kanker dan menigkatkan daya tahan tubuh.

Keberadaan teh cascara ini sangat potensial dipasaran, sehingga terciptanya beberapa produk baru yang bervariasi sehingga cocok untuk masyarakat yang senang mencoba produk baru disamping dari kandungan yang ditawarkan dari teh cascara ini. Selain itu minuman teh cascara ini juga cocok untuk konsumen yang sangat fanatik terhadap kopi namun ingin mengurangi konsumsi kafein, karena teh cascara ini masih menyimpan aroma kopi walaupun tidak sepekat kopi asli.

Limbah kulit buah kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai selai, selai merupakan makanan kental yang dibuat dengan campuran daging buah, gula, asam sitrat dan pektin. Pemanfaatan limbah kulit buah kopi sebagai selai dirasa menjadi jalan keluar yang potensial dalam menyelesaikan permasalahan limbah dalam pengolahan kopi disamping sebagai bentuk penerapan secara nyata pengolahan kopi dengan konsep zero waste.

Beberapa penelitian mengenai pemanfaatan limbah kulit buah telah diterapkan diantaranya pemanfaatan limbah kulit pisang dan melon sebagai selai. Andi Nur Fajri Suloi et al dalam jurnalnya yang berjudul Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu-ibu Rumah Tangga di Desa Latimojong, Kabupaten Enrekang menyatakan bahwa pemanfaatan limbah kulit buah kopi di desa latimojong sangat kurang sehingga berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan selai dari kulit buah kopi.

Limbah kulit buah kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai briket, pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket juga telah dilakukan dengan mencampurkan limbah kulit kopi dengan serbuk kayu. Rany Puspita Dewi et al dalam jurnalnya yang berjudul Studi Potensi Limbah Kulit Kopi Sebagai Sumber Energi Terbarukan di Wilayah Jawa Tengah menjelaskan bahwa briket kulit kopi memiliki kandungan kalor yang menunjukkan bahwa kulit kopi berpotensi untuk dikonversi menjadi briket sebagai sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap energi fosil, selain itu hasil perbandingan nilai kalor dan biaya investasi briket kulit kopi dibandingkan dengan bahan bakar lain menunjukkan bahwa briket kulit kopi cukup menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Antusiasme masyarakat khususnya anggota kelompok tani tentu akan meningkat jika di berikan suatu teknologi ataupun pengetahuan tentang pemanfaatan limbah, karena selain untuk melestarikan lingkungan, pengolahan limbah juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dan pendapatan mereka. Beberapa industri pengolahan khususnya yang masih menggunakan sistem tradisional (bukan pabrik) tentu belum maksimal dalam pengelolaan limbah, hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan dan informasi mengenai pengelolaan limbah, dan minimnya teknologi atau alat yang mereka gunakan untuk menghilangkan residu dari bahan hasil pengolahan sebelum dibuang di sungai.

Penelitian di atas merupakan salah satu acuan mengapa pemanfaatan limbah kulit buah kopi sangat potensial untuk dikembangkan. Adanya inovasi-inovasi baru mengenai pemanfaatan limbah saat ini harus gencar dilakukan, ketersediaan lahan yang semakin sempit membuat kita harus memutar otak untuk mendapatkan solusi dalam mengatasi membludaknya sampah atau limbah yang dihasilkan, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan atau bahkan dapat menjadi suatu komoditas yang bernilai jual.

Pendampingan dan sosialisasi merupakan komponen yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mengolah limbah, kedepannya diharapkan baik akademisi maupun pemerintah agar melaksanakan program yang mengutamakan pada penanganan limbah karena semakin hari penduduk Indonesia semakin bertambah sehingga perlu diadakan pengelolaan limbah secara terpadu baik dalam industri pangan maupun dalam industri yang lain.

Penerapan konsep zero waste diharapkan dapat terlaksana bukan hanya pada industri pengolahan kopi namun juga pada industri pengolahan komoditi lain, kesadaran masyarakat yang bersinergi untuk mengurangi pencemaran lingkungan tentu akan lebih baik jika mendapatkan dukungan dari pemerintah. Selain itu pembentukan kelompok yang akan menaungi penyebarluasan konsep zero waste di semua bidang baik pangan maupun hal lain dirasa sangat perlu.

Peran dari pihak ahli, akademisi, praktisi juga merupakan salah satu komponen yang tidak bisa dilupakan, adanya penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat melalui pengabdian atau program kemitraan harus digencarkan untuk memaksimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indonesia. [T]

Tags: kopikopi balilimbah kulit kopiminum kopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Next Post

Sena Andiyana | Dari Kuliah Pariwisata Jatuh ke Tempat Sampah

Yoga Ayuning Kirtanayasa

Yoga Ayuning Kirtanayasa

I Gede Yoga Ayuning Kirtanayasa, Mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian-Universitas Warmadewa

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Sena Andiyana | Dari Kuliah Pariwisata Jatuh ke Tempat Sampah

Sena Andiyana | Dari Kuliah Pariwisata Jatuh ke Tempat Sampah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co