6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melihat Proyeksi Industri Film Bagi Pengembangan Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 19, 2021
in Opini
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Tampaknya belum banyak yang tahu rencana pembangunan industri perfilman bertaraf internasional di Bali. Belakangan rencana ini kembali mengemuka saat salah satu akun portal berita daring mengunggah infografis tentang hal tersebut. Saya pun tersenyum saat melihat dan membaca secara detail pembahasan yang tersaji di dalamnya.

Dalam infografis, disebutkan kalau industri tersebut terbangun atas kerja sama antara UMA (Indonesia) dan CAA (AS). Namun setelah saya mencari informasi, saya tidak menemukan satu pun info tentang kerja sama tersebut. Namun, saya menemukan hal yang tidak kalah menarik—rencana pembangunan industri film di Bali nyatanya sudah dimulai sejak awal tahun 2018.

Film Sebagai Media Edukasi Hingga Penanaman Ideologi

Film merupakan rangkaian gambar hidup (bergerak), sering juga disebut dengan movie. Film adalah sekadar gambar yang bergerak. Adapun pergerakannya disebut sebagai intermitten movement, gerakan yang muncul hanya karena keterbatasan kemampuan mata dan otak manusia menangkap sejumlah pergantian gambar dalam sepersekian detik.

Film menjadi media yang sangat berpengaruh, melebihi media-media lainnya. Oleh karena itu, film sejak dulu hingga kini selalu digunakan untuk berbagai kepentingan guna menyampaikan pesan si pembuat film kepada penontonnya.

Film hingga kini sangatlah digandrungi oleh banyak kalangan di segala segmentasi usia, sehingga dapat pula disebut bahwa film adalah media yang efektif untuk menyampaikan pesan tertentu. Hal ini dikarenakan film adalah salah satu bagian dari medium komunikasi massa, yaitu sebagai penyampaian berbagai jenis pesan dan peradaban modern.

Komunikasi massa sendiri merupakan jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui melalui media massa sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan dalam waktu yang singkat. Film juga memiliki kekuatan yang mampu menciptakan image di masyarakat luas serta membangun nilai-nilai karena telah ada peletakan film di tatanan murni sebagai hiburan.

Selain sebagai hiburan, film juga digunakan sebagai penggambaran terhadap keadaan dalam masyarakat. Tidak asing lagi jika film merupakan sarana yang begitu efektif dalam menyampaikan maksud baik sifatnya edukatif maupun penanaman ideologi.

Sebut saja Korea Selatan yang kini mampu menjadikan industri film mereka sebagai media untuk memperkenalkan budaya-budaya di negara mereka sehingga digandrungi di negara lainnya. Tidak hanya Korea Selatan—Jepang, China, hingga Thailand pun sukses menancapkan dan memperkenalkan budaya negara mereka di Indonesia. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Dunia perfilman di Indonesia sejatinya sudah berkembang pasca kemerdekaan. Film pun sudah banyak digunakan untuk berbagai kepentingan, baik sebagai media edukasi, penanaman ideologi, hingga alat untuk menyampaikan satire terhadap berbagai fenomena sosial. Sebut saja film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” yang diproduksi pada tahun 1984 dan disutradarai oleh Arifin C. Noer ini berhasil menjadi alat propaganda bagi pemerintah Orde Baru kala itu.

Sebuah survey tahun 2000 yang dilakukan oleh majalah TEMPO Indonesia menemukan bahwa 97% dari 1.101 siswa yang disurvei telah menyaksikan film ini dan 87% dari mereka telah menyaksikan sebanyak lebih dari sekali. Film yang menjadi tontonan wajib masyarakat Indonesia dalam kurun waktu 1985 – 1997 ini berhasil menanamkan di kepala seluruh masyarakat Indonesia tentang kekejaman PKI kala itu. Terlepas dari berbagai kontroversi yang diciptakan oleh film tersebut, nyatanya film ini berhasil mempropaganda masyarakat Indonesia.

Tidak hanya sebagai alat propaganda. Film juga digunakan di Indonesia untuk menyampaikan kritik sosial—salah satu yang menjadikan film sebagai media dalam menyampaikan kritik sosialnya adalah grup lawak Warkop DKI yang digawangi oleh Dono, Kasino, dan Indro. Berbagai judul film dan berbagai pesan moral di dalamnya telah tersampaikan ke jutaan masyarakat Indonesia bahkan terngiang hingga kini.

Selanjutnya adalah film “Si Doel Anak Betawi”, film ini merupakan media yang digunakan untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan sosial masyarakat Betawi di tengah perkembangan zaman di akhir abad 20. Terakhir, film “Bumi Manusia” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Mawar Eva de Jongh ini berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia.

Film yang berangkat dari “Bumi Manusia” buku pertama dari Tetralogi Buru karya legendaris Pramoedya Ananta Toer berhasil menjaring penonton di bioskop hingga 1.316.583 penonton. Film ini pun dimaksudkan untuk mengajak anak muda menyukai dunia sastra—mengingat kini dunia sastra perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Berangkat dari beberapa contoh yang disampaikan di atas, bahwasanya film adalah media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak banyak pada waktu yang relatif singkat.

Industri Film Sebagai Alternatif Ekonomi Bali di Masa Depan

Rencana pembangunan Baliwood Land di Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali dan pencanangan Desa Film Internasional berbasis budaya lokal sebagai desa wisata dunia dan zona global indusri kembali mengemuka meskipun Memorandum of Understanding (MoU) sudah ditandatangani sejak tahun 2018.

Mengingat Bali yang notabene tanah kelahiran saya akan dijadikan pusat film yang berskala internasional, tentu besar harapan saya terhadap skena perfilman Indonesia, khususnya Bali ke depannya.  Hadirnya industri film di Bali diharapkan dapat menjadi pemantik bagi generasi muda menggandrungi dunia kreatif satu ini. Hal ini tentu sejalan dengan semangat dan program pemerintah perihal meningkatkan partisipasi anak muda dalam memajukan industri kreatif di Indonesia.

Rencana ini juga menjadi angin segar bagi Bali yang saat ini sedang terpuruk akibat pariwisata yang mati suri. Pariwisata yang mengandalkan wisatawan pun tidak bisa berkutik akibat pandemi COVID-19. Industri film tentu menjadi alternatif menarik guna memutar roda ekonomi Bali ke depannya. Namun mengingat masyarakat Bali belum bisa melupakan euphoria pariwisata seutuhnya, hadirnya industri film di Bali bisa menjadi boomerang bagi masyarakat Bali sendiri. Mengapa demikian?

Kerugian bisa jadi kembali menimpa Bali apabila masyarakat Bali hanya nimbrung sebagai penunjang industri ini saja, tidak mau terjun sebagai pelaku utama dalam skena ini. Untuk memperoleh hasil maksimal, masyarakat Bali harus terjun langsung menjadi pelaku utama dalam skena ini—menggeluti dunia kreatif ini sejak dini sebelum industri film di Bali resmi bergulir adalah jalan satu-satunya untuk mampu bersaing. Mengingat kini persaingan sudah sangat terbuka—kompetensi sangatlah diutamakan.

Pandemi COVID-19 setidaknya memberi tamparan keras bagi perekonomian Bali. Pariwisata nyatanya tidak mampu bertahan di segala situasi—terbukti hari ini. Saatnya Bali untuk mencari sektor lain yang mampu menggerakkan roda ekonominya.

Bali tidak bisa mengandalkan Sumber Daya Alam karena memang Bali tidak memiliki potensi tambang dan sebagainya, tetapi Bali memiliki Sumber Daya Manusia yang mampu bersaing hingga tataran global. Hadirnya industri film adalah sebuah harapan yang layak untuk masyarakat Bali perjuangkan dan menyiapkan diri untuk menyambut hadirnya skena ini patut kita lakukan. Jadi sudah tahu kan apa yang harus kalian lakukan? [T]

Tags: balifilm
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kuasa Tanah dan Anugerah Air: Meneropong Hubungan Batur-Ubud

Next Post

Pura Besakih, Kekuasaan, dan Gering Agung

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails
Next Post
Tatkala Pandemi, (Bali) Jangan Berhenti Menggelar Ritual Seni dan Budaya

Pura Besakih, Kekuasaan, dan Gering Agung

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co