4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melihat Proyeksi Industri Film Bagi Pengembangan Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 19, 2021
in Opini
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Tampaknya belum banyak yang tahu rencana pembangunan industri perfilman bertaraf internasional di Bali. Belakangan rencana ini kembali mengemuka saat salah satu akun portal berita daring mengunggah infografis tentang hal tersebut. Saya pun tersenyum saat melihat dan membaca secara detail pembahasan yang tersaji di dalamnya.

Dalam infografis, disebutkan kalau industri tersebut terbangun atas kerja sama antara UMA (Indonesia) dan CAA (AS). Namun setelah saya mencari informasi, saya tidak menemukan satu pun info tentang kerja sama tersebut. Namun, saya menemukan hal yang tidak kalah menarik—rencana pembangunan industri film di Bali nyatanya sudah dimulai sejak awal tahun 2018.

Film Sebagai Media Edukasi Hingga Penanaman Ideologi

Film merupakan rangkaian gambar hidup (bergerak), sering juga disebut dengan movie. Film adalah sekadar gambar yang bergerak. Adapun pergerakannya disebut sebagai intermitten movement, gerakan yang muncul hanya karena keterbatasan kemampuan mata dan otak manusia menangkap sejumlah pergantian gambar dalam sepersekian detik.

Film menjadi media yang sangat berpengaruh, melebihi media-media lainnya. Oleh karena itu, film sejak dulu hingga kini selalu digunakan untuk berbagai kepentingan guna menyampaikan pesan si pembuat film kepada penontonnya.

Film hingga kini sangatlah digandrungi oleh banyak kalangan di segala segmentasi usia, sehingga dapat pula disebut bahwa film adalah media yang efektif untuk menyampaikan pesan tertentu. Hal ini dikarenakan film adalah salah satu bagian dari medium komunikasi massa, yaitu sebagai penyampaian berbagai jenis pesan dan peradaban modern.

Komunikasi massa sendiri merupakan jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui melalui media massa sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan dalam waktu yang singkat. Film juga memiliki kekuatan yang mampu menciptakan image di masyarakat luas serta membangun nilai-nilai karena telah ada peletakan film di tatanan murni sebagai hiburan.

Selain sebagai hiburan, film juga digunakan sebagai penggambaran terhadap keadaan dalam masyarakat. Tidak asing lagi jika film merupakan sarana yang begitu efektif dalam menyampaikan maksud baik sifatnya edukatif maupun penanaman ideologi.

Sebut saja Korea Selatan yang kini mampu menjadikan industri film mereka sebagai media untuk memperkenalkan budaya-budaya di negara mereka sehingga digandrungi di negara lainnya. Tidak hanya Korea Selatan—Jepang, China, hingga Thailand pun sukses menancapkan dan memperkenalkan budaya negara mereka di Indonesia. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Dunia perfilman di Indonesia sejatinya sudah berkembang pasca kemerdekaan. Film pun sudah banyak digunakan untuk berbagai kepentingan, baik sebagai media edukasi, penanaman ideologi, hingga alat untuk menyampaikan satire terhadap berbagai fenomena sosial. Sebut saja film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” yang diproduksi pada tahun 1984 dan disutradarai oleh Arifin C. Noer ini berhasil menjadi alat propaganda bagi pemerintah Orde Baru kala itu.

Sebuah survey tahun 2000 yang dilakukan oleh majalah TEMPO Indonesia menemukan bahwa 97% dari 1.101 siswa yang disurvei telah menyaksikan film ini dan 87% dari mereka telah menyaksikan sebanyak lebih dari sekali. Film yang menjadi tontonan wajib masyarakat Indonesia dalam kurun waktu 1985 – 1997 ini berhasil menanamkan di kepala seluruh masyarakat Indonesia tentang kekejaman PKI kala itu. Terlepas dari berbagai kontroversi yang diciptakan oleh film tersebut, nyatanya film ini berhasil mempropaganda masyarakat Indonesia.

Tidak hanya sebagai alat propaganda. Film juga digunakan di Indonesia untuk menyampaikan kritik sosial—salah satu yang menjadikan film sebagai media dalam menyampaikan kritik sosialnya adalah grup lawak Warkop DKI yang digawangi oleh Dono, Kasino, dan Indro. Berbagai judul film dan berbagai pesan moral di dalamnya telah tersampaikan ke jutaan masyarakat Indonesia bahkan terngiang hingga kini.

Selanjutnya adalah film “Si Doel Anak Betawi”, film ini merupakan media yang digunakan untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan sosial masyarakat Betawi di tengah perkembangan zaman di akhir abad 20. Terakhir, film “Bumi Manusia” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Mawar Eva de Jongh ini berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia.

Film yang berangkat dari “Bumi Manusia” buku pertama dari Tetralogi Buru karya legendaris Pramoedya Ananta Toer berhasil menjaring penonton di bioskop hingga 1.316.583 penonton. Film ini pun dimaksudkan untuk mengajak anak muda menyukai dunia sastra—mengingat kini dunia sastra perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Berangkat dari beberapa contoh yang disampaikan di atas, bahwasanya film adalah media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak banyak pada waktu yang relatif singkat.

Industri Film Sebagai Alternatif Ekonomi Bali di Masa Depan

Rencana pembangunan Baliwood Land di Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali dan pencanangan Desa Film Internasional berbasis budaya lokal sebagai desa wisata dunia dan zona global indusri kembali mengemuka meskipun Memorandum of Understanding (MoU) sudah ditandatangani sejak tahun 2018.

Mengingat Bali yang notabene tanah kelahiran saya akan dijadikan pusat film yang berskala internasional, tentu besar harapan saya terhadap skena perfilman Indonesia, khususnya Bali ke depannya.  Hadirnya industri film di Bali diharapkan dapat menjadi pemantik bagi generasi muda menggandrungi dunia kreatif satu ini. Hal ini tentu sejalan dengan semangat dan program pemerintah perihal meningkatkan partisipasi anak muda dalam memajukan industri kreatif di Indonesia.

Rencana ini juga menjadi angin segar bagi Bali yang saat ini sedang terpuruk akibat pariwisata yang mati suri. Pariwisata yang mengandalkan wisatawan pun tidak bisa berkutik akibat pandemi COVID-19. Industri film tentu menjadi alternatif menarik guna memutar roda ekonomi Bali ke depannya. Namun mengingat masyarakat Bali belum bisa melupakan euphoria pariwisata seutuhnya, hadirnya industri film di Bali bisa menjadi boomerang bagi masyarakat Bali sendiri. Mengapa demikian?

Kerugian bisa jadi kembali menimpa Bali apabila masyarakat Bali hanya nimbrung sebagai penunjang industri ini saja, tidak mau terjun sebagai pelaku utama dalam skena ini. Untuk memperoleh hasil maksimal, masyarakat Bali harus terjun langsung menjadi pelaku utama dalam skena ini—menggeluti dunia kreatif ini sejak dini sebelum industri film di Bali resmi bergulir adalah jalan satu-satunya untuk mampu bersaing. Mengingat kini persaingan sudah sangat terbuka—kompetensi sangatlah diutamakan.

Pandemi COVID-19 setidaknya memberi tamparan keras bagi perekonomian Bali. Pariwisata nyatanya tidak mampu bertahan di segala situasi—terbukti hari ini. Saatnya Bali untuk mencari sektor lain yang mampu menggerakkan roda ekonominya.

Bali tidak bisa mengandalkan Sumber Daya Alam karena memang Bali tidak memiliki potensi tambang dan sebagainya, tetapi Bali memiliki Sumber Daya Manusia yang mampu bersaing hingga tataran global. Hadirnya industri film adalah sebuah harapan yang layak untuk masyarakat Bali perjuangkan dan menyiapkan diri untuk menyambut hadirnya skena ini patut kita lakukan. Jadi sudah tahu kan apa yang harus kalian lakukan? [T]

Tags: balifilm
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kuasa Tanah dan Anugerah Air: Meneropong Hubungan Batur-Ubud

Next Post

Pura Besakih, Kekuasaan, dan Gering Agung

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Tatkala Pandemi, (Bali) Jangan Berhenti Menggelar Ritual Seni dan Budaya

Pura Besakih, Kekuasaan, dan Gering Agung

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co