13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontribusi Paus Besar yang Terabaikan

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
June 5, 2021
in Opini
Kontribusi Paus Besar yang Terabaikan

Paus Biru

Setiap orang butuh udara segar selama dia hidup. Banyak yang tidak menyadari asal dari udara ini. Kebanyakan orang hanya menganggap sudah sepert ini keadaanya. Dianggap bahwa udara segar itu didapat secara cuma-cuma. Di balik udara segar yang vital untuk kita bernafas, ada peran organisme lain yang sering diabaikan. Peran organisme ini jauh lebih penting dari yang disangka.

Lebih dari separuh oksigen yang ada di bumi dan  dihirup manusia berasal dari lautan. Lautan menghasilkan oksigen dan menyerap gas rumah kaca dengan proses pembuatan makanan oleh phytoplankton (ganggang laut) dengan memanfaatkan sinar matahari dan nutrient (fotosintesis) sama seperti tanaman di daratan.

Nutrient yang didapat ganggang berasal dari air di bawah permukaan yang naik ke atas, membawa nutrient ke tempat yang terjangkau cahaya matahari sehingga ganggang terus berfotosintesis. Phytoplankton ini merupakan dasar dari ekosistem laut. Mahluk ini menjadi makanan bagi plankton yang kemudian memberikan energi pada ikan kecil dan invertebrata berukuran serupa di lautan.

Dua golongan hewan laut ini merupakan sumber kehidupan bagi spesies spesies hewan laut yang kita makan sehari hari mulai dari tuna, tongkol, sarden, cumi cumi dan lain lain. Lalu ada spesies spesies hewan besar yang punya peran vital dalam kehidupan phytoplankton yaitu paus paus besar seperti paus biru, paus bungkuk, paus bergigi dan semua paus lain yang hidup di samudera.

Nutrient pada laut berbeda-beda sesuai dengan kedalamannya. Semakin dalam, semakin kaya, sedangkan semakin dekat permukaan semakin miskin. Hal ini berlaku di lautan tropis dan subtropis. Di dua kawasan lautan itu, ganggang mendapat asupan nutrisi dengan bantuan paus. Ini berlangsung selama puluhan juta tahun dan phytoplankton berevolusi dengannya bersama sama.

Bagi yang pernah mengamati paus di lautan, dapat melihat pancuran air yang keluar dari hidung paus saat bibirnya muncul ke permukaan. Setiap hari, paus-paus itu menyelam ke dasar laut hingga kedalaman 1000 meter untuk mencari makanan. Saat akan naik ke permukaan laut untuk bernafas, seekor paus mendorong laut yang kaya nutrient ke permukaan. Ini merangsang phytoplankton untuk berfotosintesis di lautan yang miskin nutrient seperti laut tropis karena tidak terdapat  angin kencang yang mendorong air dalam laut ke atas. Oksigen dihasilkan berkat ini dan gas rumah kaca diserap oleh phytoplankton.

Setiap individu paus dapat dikatakan membudidayakan makanannya sendiri karena setiap hari merangsang pertumbuhan populasi ganggang laut dengan perilaku ini yang membuat lalu populasi plankton dan ikan kecil meningkat  selanjutnya menjadi makanan oleh paus dan spesies lain. Kemudian saat mengeluarkan sisa makanan, kotoran itu memberikan nutrient tambahan kepada alga.

Jadi kontribusi paus besar pada udara yang kita hidup dan makanan yang kita makan luar biasa penting. Paus merupakan spesies kunci di lautan yang mana jika ia punah, ekosistem laut akan terganggu dan semakin miskin. Ganggang laut akan menurun populasinya karena tidak mendapat asupan nutrient dari dasar laut ataupun permukaan laut dengan peran paus.  Ikan sarden dan tongkol yang memakan plankton dan ikan kecil serta menjadi makanan rakyat Indonesia telah hidup selama jutaan tahun bersama paus di lautan tidak dapat diprediksi nasibnya saat paus paus besar punah.

Meski paus-paus ini telah berkontribusi pada udara untuk pernafasan  dan makanan untuk nutrisi bagi manusia, nasibnya amat tragis. Obsesi mengejar pertumbuhan ekonomi dimana setiap barang harus terus dikonsumsi dan dijual dalam waktu yang secepat-cepatnya, dan bertujuan meraih laba jangka pendek dengan mengorbakan planet bumi termasuk satwa liar adalah pemicu utama sampah plastik dan perikanan industri yang memusnahkan biota laut.

Paus Sperm

Perusahaan produsen plastik mendesain barang yang paling murah dan cepat dibuang supaya orang-orang membeli lagi.  Kadang kadang kita mendengar atau mungkin pernah melihat langsung paus yang mati terdampar, dan saat dibedah terdapat sampah plastik. Plastik yang ditelan oleh organisme menyumbat sistem pencernaan sehingga makanan tidak tercerna dan menyebabkan mati kelaparan.

Di Bali dan bagian selatan Pulau Jawa,  sampah plastik yang mengalir ke laut, berakhir di samudera Hindia tempat paus berenang. Sampah plastik ini secara tidak langsung mengurangi produksi oksigen dan plankton di lautan karena nutrient yang tersalurkan ke permukaan berkurang. 

Ancaman kedua yaitu, perikanan industri yang menggunakan jaring raksasa amat besar dan panjangnya mencapai satu kilometer yang mana sering membuat paus besar tersangkut jaring dan mati terjerat. Jaring raksasa itu ditujukan untuk menangkap ikan-ikan yang bernilai komersial dan dihidangkan di meja makan setiap hari.

Selain paus yang terjerat oleh jaring itu adalah lumba lumba, burung laut, dan penyu. Hampir dua per lima tangkapan ini dibuang kembali ke laut karena tidak bernilai komersial dan mati sia-sia. Begitulah boros dan rusaknya sistem perikanan industri ini. Bahkan dengan sertifikat makanan laut berkelanjutan yang katanya ramah untuk lumba lumba dan paus, tidak menjamin hal tersebut.

Jaring pukat dan peralatan penangkapan ikan yang sudah dianggap rusak dibuang begitu saja ke laut, dan ini menyumbang hampir setengah dari total sampah plastik di lautan. Jadi di balik lezatnya makanan laut yang disantap saat pesta atau acara tertentu, ada mahluk berharga dengan peran vital bagi manusia yang tercekik oleh pukat karena semakin terlilit olehnya saat berenang semakin cepat untuk membebaskan diri dan berakhir mengenaskan di dasar laut yang gelap.

Untuk mengobati lingkungan laut yang sedang sakit ini, setiap orang dan lembaga harus melakukan tiga hal yaitu mengurangi, menggunakan kembali atau mendaur ulang. Langkah darurat yang harus segera diambil adalah dirikan pengolahan sampah yang ramah lingkungan (bukan pembakaran).

Sampah plastik yang ada harus dipilah , lalu dibersihkan kemudian digolongkan berdasarkan kegunaannya. Sebagian botol, alat makan, mangkuk, dan piring dapat digunakan kembali setelah dibersihkan dan diwarnai hingga seperti baru kembali. Plastik yang hancur atau berasal dari mainan dapat didaur ulang menjadi produk baru. Berusaha mencoba mengurangi belanja produk yang tidak dibutuhkan serta tidak membuang barang plastik yang masih berfungsi dengan layak.

Kemudian tiap industri pengolahan plastik harus membuat produk plastik itu dapat digunakan kembali dalam jangka waktu lama yang kemudian didaur ulang setelah melewati jangka waktu tersebut. Ini akan mengurangi produksi plastik. Industri yang dimiliki swasta hampir mustahil melakukan ini karena prioritasnya adalah laba jangka pendek dengan pengeluaran terkecil yang mana ia akan cenderung membuat plastik sekali pakai dan sulit hingga tidak dapat didaur ulang sehingga dibuang.

Oleh karena itu warga dan daerah bekerja sama mendirikan dan mengelola pabrik ini untuk memenuhi kebutuhan daerah itu. Warga membuat keputusan langsung produk yang dibuat dan bahan baku yang dipilih berdasarkan daya tahan, daya guna dan kemudahan daur ulang demi integritas lingkungan.

Untuk perikanan, perluas hak komunitas untuk mengelola wilayah tersebut. Mereka dapat menjadi penjaga kelestarian laut. Pada ekosistem laut yang begitu parah terdegradasi karena dikeruk oleh pukat penangkap ikan yang merusak dasar laut dan wilayah dimana biota laut amat sedikit, diberlakukan larangan untuk aktivitas apapun di situ seperti penangkapan ikan dan penambangan selama beberapa tahun sampai pulih kembali.

Kemudian negara negara konsumen ikan dari Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat harus berhenti mensubsidi perikanan industri yang merusak ini. Semakin sedikit hasil laut yang diperoleh memaksa orang beralih ke sistem budidaya.   Setengah dari makanan laut yang beredar sekarang berasal dari pembudidayaan. Kita harus sikapi ini dengan hati hati karena dampak yang ditimbulkan.

Dalam film Seaspiracy, untuk mendapatkan satu kilogram daging salmon dibutuhkan beberapa kilogram ikan kecil untuk makanan salmon yang mana ditangkap dengan kapal pukat  serta berpotensi menjerat paus. Ini tetap saja menghidupkan sistem perikanan industri yang merusak itu. Kegemaran menyantap udang memicu perluasan pertambakan udang di Asia yang merusak hutan bakau dimana ini menghancurkan perlindungan warga pesisir dari tsunami dan gelombang laut saat musim angin siklon. Orientasi dari tambak ini adalah ekspor untuk modal uang di atas kelestarian lingkungan.

Sebagian besar biota laut yang dibudidayakan itu adalah karnivora yang membutuhkan protein hewani. serangga dan hama tanaman layak diteliti sebagai makanan alternatif biota ini  untuk mengurangi penangkapan ikan kecil dengan kapal pukat. Perikanan di dekat pantai mempunyai masalah serius karena lautnya dangkal sehingga kotorannya dekat dengan ikan dan laut tidak mencuci tubuh ikan, yang memudahkan parasite menginfeksinya. 

Untuk memperkecil kotoran yang menumpuk, dan memudahkan penyebaran parasite, pembudidayaan ikan laut dilakukan di laut lepas dengan kedalaman di 15 meter atau lebih (lepas pantai)  karena arus laut yang mengalir cepat  akan mencuci tubuh ikan dari parasite dan limbah tersebar luas di laut sehingga cepat larut.   Kemudian , hutan bakau berfungsi sebagai tempat perawatan ikan dan udang, doronglah pembudidayaan ikan dan udang yang benar benar cocok dengan ekosistem bakau seperti bandeng dengan tetap menjaga kelestariannya dan pengolahan limbah yang memadai. [T]

Sumber:

  • Monbiot, George. Why whale poo matters. 12 December 2014. https://www.theguardian.com/environment/georgemonbiot/2014/dec/12/how-whale-poo-is-connected-to-climate-and-our-lives. Diakses tanggal 2 Juni 2021
  • Moniot, George.2015. How Whale Changes Climate. https://www.youtube.com/watch?v=M18HxXve3CM. Directed by SustainableHuman
  • Andersen, Kip.2021. Seaspiracy. Britain. A.U.M. Films Disrupt Studios.89 Minute
Tags: alamIkan PauslautlingkunganPaus Birupecinta alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suatu Senja di Pantai Batu Belig, Seorang Perempuan dan 50 Anjing

Next Post

Yennu Ariendra dalam “A-Z Sampai Tuntas” | Identitas dan Ekosistem dalam Skena yang Blur

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Yennu Ariendra dalam “A-Z Sampai Tuntas” | Identitas dan Ekosistem dalam Skena yang Blur

Yennu Ariendra dalam “A-Z Sampai Tuntas” | Identitas dan Ekosistem dalam Skena yang Blur

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co