2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pisang Susu dari Desa Siakin, Legenda Rasa yang Hampir Punah | Perlu Dibuatkan SE?

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 18, 2021
in Khas
Pisang Susu dari Desa Siakin, Legenda Rasa yang Hampir Punah | Perlu Dibuatkan SE?

Pisang bali dan pisang susu dari Desa Siakin, Kintamani, Bangli

Hujan gerimis menjelang sore ketika kabut putih terlihat di atas bukit hutan kintamani. Di situ ada sebuah desa. Di desa itu konon terdapat tanaman pisang dengan buah yang lezat tiada dua. Biu bali dan biu susu. Pisang bali dan pisang susu.

Timbul keinginan untuk menyibak kabut dan menemukenali lewat cerita dari pelaku nyata tentang melegendanya  pisang susu dari desa itu. Pisang bali dan pisang susu yang tak ada di swalayan, yang tak sepopuler jenis-jenis pisang modern dari Thailand. Tapi melegenda.

Itulah pisang bali dan pisang susu dari Desa Siakin, desa di tengah bukit Kintamani, Bangli itu.

Alam memang penuh dengan misteri dan kebaikan ketika saya berhenti di sebuah jalan tanjakan miring, saya lihat seseorang berdiri di teras pondok. Seorang nenek. Namanya kemudian saya tahu, Ketut Rasa, 67 tahun usianya. 

Saya langsung memanggilnya Dadong Ketut. Perkenalan saya dan Dadong Ketut pun terasa seperti cucu dengan neneknya padahal baru bertemu. Kekhasan sapa penduduk di pegunungan memang penuh kesederhanaan dan kehangatan.

Biu bali dan biu susu menjadi obrolan hangat di tengah isem atau kabut berteman kopi yang disangrai sendiri oleh Dadong dan dipetik dari kebunnya sendiri juga. Sangat mewah memang. Dadong Ketut Rasa adalah salah satu pelaku yang berkaitan erat dengan biu bali dan biu susu dri Siakin.

Ya. Sangat kebetulan, Dadong Ketut Rasa adalah pedagang biu bali dan biu susu sejak ia masih kecil.  Ceritanya mengalir tentang bagaimana biu bali dan biu susu siakin, tentang betapa disukainya pisang itu oleh para pembeli.

Pisang bali yang dimaksud di Desa Siakin mirip seperti pisang atau biu gedangsaba, bentuk buahnya bersegi-empat, tapi warga di situ mengatakan pisang itu bukan pisang gedangsaba sebagaimana banyak ditemukan di desa lin di Bali. Pisang susu, tentu saja semua tahu. Itu pisang dengan lingkar kulit tanpa segi. Ada bitnik-bintik hitam, bahkan kadang banyak noda hitam pada kulit buahnya.

Hampir setiap hari Dadong Ketut Rasa membawa dagangannya, mulai jam 06.00 pagi, dari Siakin ke Pasar Desa Les, Tejakula, Buleleng. Dan tiga hari sekali ke  Pasar Desa Penuktukan dengan membawa hasil pertanian, yang pasti pisang bali dan pisang susu.

Memang, sejak saya kecil di Deswa Les, biu susu dan biu bali siakin sudah sangat terkenal karena mempunyai tekstur legit, awet, bisa di biarkan sampai 10 hari, dan tidak benyek.

Penulis bersama Dadong Ketut Rasa di Desa Siakin

Kata Dadong Ketut Rasa, 20 tahun yang lalu adalah saat-saat terakhir ia berjalan untuk memasarkan pisang susu dan pisang bali ke Desa Les. Harganya masih  satus ringgit atau sekitar Rp.250. Sekarang di petani satu butir sudah Rp.1.000, kalau di pasar sudah pasti lebih.

Angka yang fantastis terlebih dari dulu harga pisang susu dan pisang bali siakin ini sangat tinggi,mengalahkan varian pisang yang lain.

Dadong Ketut Rasa bercerita dengan semangatnya tentang pisang bali dan pisang susu di desanya. Tak lupa saya diajak ke kebun.

Di kebun saya menemukan pohon pisang bali. Sangat beruntung pisang itu baru berbuah sejak 5 bulan kalender bali (satu bulan = 35 hari). Kurang beruntungnya, ya, buahnya belum matang. Diperkirakan akan matang dua bulan lagi.

Di kebun saya bertemu saudagar pisang di Desa Siakin, Nyoman Sumatra. Usianya kira-kira 50 tahun.

Laiknya kisah anak di Desa Siakin yang belajar ilmu dagang dari orang tuanya, Sumatra naik turun berjalan kaki lewat gege ( bukit terjal) ke Desa Les dan Desa Penuktukan yang jaraknya, kalu dihitung bolak-balik sekitar 30 kilometer. Ia berjalan sembari memikul keranjang berisi pisang.  Terkadang bermalam di rumah warga di Desa Les atau Penuktukan kalau musim hujan/ “Tapi kebanyakan perjalanan bolak-balik,”  kenangnya.

Kenapa kalau ngomongin biu susu dan biu bali di wilayah Tejakula, mungkin juga di wilayah Kintamani, identik dengan Desa Siakin?

Sumatra menjawab dengan sangat polos sesuai dengan yang ia lakukan sebagai petani dan  pedagang pisang. Rasa pisang bali dan pisang susu siakin memang spesial, banyak faktor semisal kondisi geografis, yakni kondisi tanah, ketinggian dan tanah tak terlalu dingin. Biu itu bisa juga berkembang di daerah lain tapi rasa pasti tak akan sama dengan pisang susu dan bali yang tumbuh di Siakin. Di tengah pandemi yang hampir setahun berlangsung ini, harga pisang ini per butirnya malah tambah mahal, katanya.

Bersama saudagar pisang, Nyoman Sumatra (kiri)

Pisang susu dan bali dari Desa Siakin juga pernah mengalami masa kritis, hampir punah, seperti punahnya jeruk tejakula. Sepuluh tahun lalu penyakit membuat kisah pisang legenda ini hampir tinggal cerita. Tapi semesta memang bekerja dengan banyak keajaiban, beberapa umbi pisang susu dan pisang bali siakin memunculkan tunas dan kembali bisa dikembangbiakan.

Apakah pisang susu dan pisang bali dari Siakin ini pernah diteliti tu dikembangkan oleh pemerintah atau lembaga tertentu?

Sumatra dengan senyum santai sambil berseloroh mengatakan, pemerintah belum pernah ada penelitian atau apapun terkait pisang susu dan bali yang menjadi idola di pasar pisang lokal ini. Padahal, jika diteliti, mungkin saja pisang susu dan pisang bali dari Desa Siakin ini bisa menjadi komuditi unggulan di Bali, mengalahkan pisang jenis impor yang banyak ditemukan di swalayan.

Apakah pisang bali dan pisang susu ini perlu dibuatkan Surat Edaran alias SE? Haha.

Memang, bicara soal produk lokal, semacam pisang susu dari Siakin ini, tentu masalah waktu dan jumlah produksi menjadi hambatan untuk masuk dunia industry.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, pisang ini membutuhkan waktu panen yang lama, dan tak bisa ditanam dalam jumlah yang banyak. Tapi mungkin itulah yang menyebabkan pisang itu jadi enak, lezat dan unggul.

Sejak muncul embud (bakal buah) dibutuhkan 6 bulan kalender bali (6 X 35 hari) agar siap dipanen. Kalau pisang biasa saja mungkin setengahnya. Dan dalam pekatnya kabut sebelum saya pamit, Sumatra berkata: biu bali dan biu susu siakin sing ade ngalahang (pisang bali dan pisang susu Siakin tak terkalahkan  di tengah gempuran pisang thailand.

Kalau banyak-banyakan, jelas pisang siakin kalah sama pisang thailand. Tapi, industri memerlukan sesuatu yang banyak dan terus-menerus. Sementara, pisang susu Siakin, meski enak, tapi panennya lama juga tak bisa banyak. Tapi justru itu pisang siakin, atau jenis tanaman lokal lain perlu diteliti dengan baik.

Siapa tahu bisa dikembangkan: rasanya tetap enak, panennya bisa lebih cepat, dan tanamnya bisa banyak. Siapa tahu. [T]

  • Editor Adnyana Ole
Tags: buah lokalDesa Siakinekonomipangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siapa yang Keliru? | Distorsi Makna SE Endek dan Gaya Komunikasi Publik Gubernur Koster

Next Post

Mendulang Kesadaran Palsu Perempuan Bali di Arena Judi “Meceki”

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Mendulang Kesadaran Palsu Perempuan Bali di Arena Judi “Meceki”

Mendulang Kesadaran Palsu Perempuan Bali di Arena Judi “Meceki”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co