2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Utak Atik Pilkada Buleleng Jika Digelar 2024

Gede Suardana by Gede Suardana
February 1, 2021
in Opini
Utak Atik Pilkada Buleleng Jika Digelar 2024

Infografik tatkala.co: Utak Atik Pilkada Buleleng Jika Digelar 2024

Peta politik Buleleng hampir dipastikan bakal berubah. Sikap pemerintah yang menolak revisi UU Pilkada 2016 menjadi penyebabnya. Pemerintah bersikukuh pilkada serentak digelar Tahun 2024. Artinya, wacana Pilkada Buleleng bakal digelar 2022 jauh dari kemungkinan.  

Bagaimana efek dominonya terhadap Pilkada Buleleng?

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menolak rencana revisi UU Pemilu Tahun 2016. Mereka ingin tetap melaksanakan Undang-undang Pemilihan Umum dan Undang-undang Pilkada yang sudah ada. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar mengatakan UU Pemilu belum perlu direvisi. Sebab, UU itu masih mengatur rangkaian pemilu di Indonesia hingga 2024, demikian dilansir dari CNNindonesia Jumat (29/1/2021).

Sebelumnya, DPP PDIP juga menginginkan Pilkada serentak digelar 2024. “Sebaiknya pilkada serentak tetap diadakan pada tahun 2024. Hal ini sesuai dengan desain konsolidasi pemerintahan pusat dan daerah,” kata Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat dalam keterangannya yang dikutip dari Vivanews.com Kamis, 28 Januari 2021.

Sikap PDIP di DPR RI mulai mendapat dukungan dari partai koalisi, yaitu Fraksi PKB dan PPP.

Sikap PDIP inilah menjadi musabab peta politik Buleleng akan berubah. Konsekuensinya adalah begini, secara konstitusional berdasarkan UU 1/2015 telah diubah Presiden dan DPR dengan UU 10 Tahun 2016, yaitu pilkada serentak nasional dilaksanakan tahun 2024.

Berdasarkan UU ini, setiap kabupaten/kota dan provinsi yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir Tahun 2022 dan 2023, akan mengikuti tahapan pilkada serentak dilaksanakan bulan November tahun 2024. 

Ini artinya, Pilkada Buleleng serta daerah lain seperti DKI Jakarta tidak akan digelar Tahun 2022 melainkan dilaksanakan Tahun 2024.

Sikap DPP PDIP tersebut berdampak terhadap peta kekuatan politik di Buleleng. Jika Pilkada digelar Tahun 2022 (berdasarkan draft dari revisi UU Pilkada), PDIP Buleleng disebutkan telah menyiapkan sejumlah kadernya untuk menjadi calon bupati.

“Sejumlah kader elite PDIP digadang-gadang maju memperebutkan posisi Cabup Buleleng di Pilkada 2022 mendatang. Tiga di antaranya adalah Nyoman Sutjidra, I Gusti Ayu Aries Sujati, dan Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack,” seperti dikutip dari Nusabali.com pada 15 Desember 2020.

Dari nama itu, terdapat Aries Sujati yang notabene merupakan istri dari Bupati Agus Suradnyana. Nama lain dari kader PDIP juga sudah diketahui secara kasat mata ditelisik dari sejumlah baliho-baliho pada sejumlah titik di Buleleng.

Situasi ini tentu berdampak pada langkah politik Bupati Buleleng Agus Suradnyana. Masa jabatannya akan berakhir pada 22 Agustus 2022. Selanjutnya, Buleleng akan dipimpin oleh pejabat selama dua tahun hingga November 2024. Hal ini berdasarkan Pasal 201, UU 10 Tahun 2016 tentang Pilkada Serentak, kekosongan jabatan gubernur, bupati dan walikota yang berakhir pada tahun 2022 dan 2023, diangkat pejabat gubernur, bupati, dan walikota.

Ia secara tidak langsung terkena dampak domino karena tak lagi menjabat sebagai bupati dalam waktu yang lama. Padahal istrinya masuk bursa kandidat kepala daerah Buleleng.

Situasi dan kondisi politik pada saat Bupati masih berkuasa, sementara istri menjadi calon Bupati untuk menggantikan dirinya, tentu akan berbeda dengan Bupati tidak sedang berkuasa dan pada saat bersamaan istri menjadi calon kepala daerah.

Logikanya begini, jika seorang kepala daerah yang masih berkuasa, kemudian ada anggota keluarganya (anak atau istri) mencalonkan diri maka peluang untuk memenangkan perhelatan pilkada akan lebih besar. Dalam logika politik tanah air (tampaknya masih berlaku hingga kini), bahwa dengan kekuasaan politik yang masih melekat pada dirinya, sang suami yang masih berkuasa akan lebih mudah menyusun strategi pemenangan untuk sang istri. Peluang untuk menang pun terbuka lebar.

Contohnya pada Pilkada 2020, sejumlah istri dari kepala daerah yang masih berkuasa berhasil menang, diantaranya Ipuk Fiestiandani, istri Bupati Banyuwangi melanjutkan takhta suaminya. Kemudian Kustini Sri Purnomo adalah istri Bupati Sleman yang maju Pilkada Sleman untuk melanjutkan takhta suaminya. Eva Dwiana merupakan istri Wali Kota Bandar Lampung, dan Etik Suryani adalah istri Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya. Namun ada juga yang kalah, misalnya Umi Kulsum adalah istri Bupati Blora dan Bintang Narsasi adalah istri Bupati Semarang, seperti dilansir dari Kumparan.com.

Infografik: Utak Atik Pilkada Buleleng Jika Digelar 2024 [Iamnik]

I Gusti Ayu Aries Sujati memang diperkirakan akan menjadi kandidat kuat untuk bertarung pada Pilkada Buleleng. Alasannya, salah satu, karena ia adalah istri dari Bupati yang sedang berkuasa. Jika Pilkada dilangsungkan tahun 2022 banyak yang memperkirakan ia bisa menang dengan mudah sebagaimana istri-istri Bupati yang unggul pada Pilkada Serentak 2020 lalu.

Tapi, jika Pilkada dilangsungkan tahun 2024 pun Aries Sujati sebenarnya tetap bisa dianggap sebagai kandidat yang kuat. Selain memiliki jejak politik yang bersih, ia sendiri sejak awal sudah memiliki pergaulan yang luas, baik di lingkungan politik, sosial dan lingkungan budaya serta kemasyarakatan.

Apalagi, sampai tahun 2024, Aries Sujati masih berada di kursi anggota DPRD Provinsi Bali dengan perolehan 31.585 suara atau terbanyak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) di Buleleng tahun 2019.

Yang menarik, Nyoman Sutjidra yang juga dianggap sebagai kandidat kuat dalam Pilkada Buleleng ini otomatis juga kena imbas dari regulasi yang mengharuskan Pilakada digelar tahun 2024. Sebagai wakil bupati, ia punya peluang besar untuk mendapatkan rekomendasi sebagaimana wakil bupati dari PDIP pada Pilkada 2020.

Sutjidra yang menjadi wakil bupati selama dua periode mendampingi Bupati agus Suradnyana ini tentu juga punya pengalaman lebih banyak memimpin Buleleng. Namun jika harus melepaskan jabatan sebagai wakil bupati tahun 2022, lalu nganggur selama dua tahun untuk menunggu perhelatan Pilkada 2024, kemungkinan peluang itu bakal berubah. Dalam politik, jangankan dua tahun, sedetik pun bisa berubah arah dengan cepat.

Lalu apa yang kemungkinan dilakukan Bupati Agus Suradnyana?

Mencermati kondisi politik terakhir di Jakarta, menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah Bupati Agus Suradnyana memimpin Buleleng menjelang akhir masa jabatannya jika sang istri tidak jadi bertarung di Pilkada 2022, dan harus menunggu pertarungan pada Pilkada 2024.

Jika ia sudah merancang strategi pemenangan sang istri untuk kemungkinan Pilkada 2022 (yang artinya ia masih berada pada saat memerintah), maka hampir dipastikan strategi itu akan berubah. Atau  mungkin ia tak fokus lagi menghadapi Pilkada, atau  semangatnya mulai mengendor.

Jika Pilkada dilangsungkan tahun 2024, maka bisa saja (dan mudah-mudahan) Bupati Agus Suradnyana tetap fokus menyelesaikan sejumlah “pekerjaan rumah” atau PR di masa pandemi ini. Masih banyak PR yang dihadapi Bupati Agus Suradnyana dalam sisa masa jabatam 1,5 tahun ke depan. Apalagi penanganan wabah pandemi Covid-19 yang membutuhkan energi besar hingga ambisinya menjadikan Pasar Banyuasri yang mewah dan megah ini sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan kebudayaan.  Semoga saja PR besar itu dituntaskan dengan sungguh-sungguh dan profesional. [T]

  • Editor: Adnyana Ole
Tags: Analisa PolitikPilkadaPilkada BulelengPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“School from Home” | Menjadi Guru Sekaligus Menjadi Ibu Tunggal

Next Post

Ekologisme Batur | Kenakalan Berpikir Jero Penyarikan Duuran Batur

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Ekologisme Batur | Kenakalan Berpikir Jero Penyarikan Duuran Batur

Ekologisme Batur | Kenakalan Berpikir Jero Penyarikan Duuran Batur

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co