23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mimpi Kecil Pedagang di Antara Mimpi Megah Pasar Banyuasri

Gede Suardana by Gede Suardana
January 28, 2021
in Opini
Mimpi Kecil Pedagang di Antara Mimpi Megah Pasar Banyuasri

Pasar Banyuasri berdiri kokoh nan megah dan mewah. Mimpi hebat dirancang untuk menghidupkan denyut nadi pasar. Mimpi itu, di sisi lain tampaknya juga membuat pedagang pasar gundah gulana.

Pasar Banyuasri bernuansa modern, megah, dan mewah dibangun sejak akhir 2019. Pembangunanya menelan biaya sebesar Rp 180 miliar. Baru saja tiang pancang mulai ditancapkan, pandemi Covid-19 melanda dunia, Bali Utara juga tentunya terimbas. Namun, pembangunan jalan mulus hingga tuntas dalam setahun.

Sejak proses pembangunan berakhir, euforia hingar bingar penyambutan dilakukan. Sekadar peluncuran air mancur di depan pasar pun “dirayakan” dengan gempita.

Euforia seolah-olah melanda seisi kota Singaraja yang menjadi ibu Kota Bali Utara. Pusat euforia ada di dalam bangunan pasar. Beragam kegiatan dilakukan untuk menambah euforia, yang hulunya berasal dari pusat pemerintahan.

Pasar Banyuasri telah disematkan beragam, seperti pasar yang serasa mall, hingga pasar tradisional bernuansa modern.

Ya, bupati berulangkali hadir dalam acara obrolan tentang revitalisasi Pasar Banyuasri. Diskusi yang juga menghadirkan para ahli dan praktisi untuk menggambarkan masing-masing impiannya tentang apa dan bagaimana mengelola Pasar Banyuasri.

Mereka berbicara tentang kebudayaan pasar, arsitektur pasar, hasil pertanian unggulan yang akan menjadi ikon pasar, hingga investasi di pasar tradisional modern ini. Segala mimpi beserta rencana eksekusi dicurahkan untuk menghidupkan pasar termegah, termewah, terbesar, serta pastinya menelan biaya terbesar di Bali Utara.

Segala upaya tentu akan dikerahkan untuk membuat pasar ini sebagai pusat denyut nadi Buleleng. Seolah-olah, tidak boleh ada kata gagal dalam menjalankan roda ekonomi pasar termegah ini.  Pasar mewah dan megah ini diibaratkan menjadi semacam kartu terakhir bagi sang Bupati, yang kini mulai memasuki akhir masa dua periodenya. “Pasar ini menjadi pertaruhan reputasi,” ujar salah satu ahli.

Mimpi dimulai dengan menjadikan Pasar Banyuasri sebagai  pusat produk unggulan Buleleng. Telah dicatat, bahwa Buleleng memiliki ratusan produk unggulan, mulai dari pertanian hingga kerajinan. “300 lebih produk sobean ada di Buleleng,” imbuh ahli lainnya.

Buah misalnya. Buah yang dijual haruslah kualitas terbaik. Mangga yang terbaik, manggis terbaik, ceroring terbaik, durian terbaik, sayur mayur terbaik, bahkan wani terbaik se-nusantara yang berasal dari Bali Utara juga wajib akan dijadikan sebagai unggulan primadona pasar.

Produk unggulan UMKM juga akan diwajibkan menjadi barang wajib yang ada di pasar ini. Songket hingga bokor terbaik akan diupayakan menghiasi etalase los-los pasar. Tak terlupakan, kuliner terbaik pun akan disajikan di pasar yang dibanggakan sebagai pasar terindah, tercanggih, termodern di Buleleng. “Pasar ini akan menjadi pusat industri kreatif UMKM,” ujar “host” diskusi.

Pasar Banyuasri juga digambarkan akan menjadi pusat kebudayaan di Buleleng. Menampung kreativitas anak-anak muda Buleleng. Yang suka musik bisa memeriahkan pasar. Yang suka seni tari bisa tampil di sini. Yang gemar diskusi bisa nongkrong sambil nutur di rooftop pasar. Orang-orang sukses dari Buleleng bila perlu “dipanggil” berdiskusi di dalam pasar. “Akan menjadi pusat interaksi ekonomi dan sosial,” celetuk sang ahli.

Impian Bupati dan para ahli dan praktisi tersebut  diyakini semakin membawa harapan besar kemakmuran ekonomi Buleleng. Pasar ini akan dapat menaikkan derajat para pelaku dan pegiat ekonomi Buleleng. Pasar ini akan meningkatkan perekonomian Bali Utara. Pasar ini akan bisa mengubah nasib masyarakat Buleleng menjadi jauh lebih sejahtera.

Bangunan mewah dan megah, serta obrolan visioner Bupati dan para ahli tentang pasar jauh melampaui alam mimpi para pedagang Pasar Banyuasri. Para pedagang yang kebanyakan dari kalangan marjinal, seperti ibu-ibu muda, pria dan wanita setengah baya, hingga lanjutnya usia yang telah menjadi penghuni pasar induk dan pasar tumpah, tak menyangka disuguhi mimpi besar.

Mereka justru waswas ketika membayangkan mimpi besar Bupati dan para ahli. Kekhawatiran yang sangat sederhana bagi sebagian besar pedagang pasar.

Mereka  justru sekarang tengah khawatir. Cemas dengan sistem rekolasi penempatan para pedagang. Perasaan gundah menghinggapi benak pedagang mengenang cerita-cerita  yang telah berlalu serta sering dialami pedagang kecil, yakni sistem relokasi pasar yang baru selesai dibangun. “Bagaimana dengan tempat kami, kami khawatir dan waswas dengan penempatan nanti,” ujar pedagang.

Mereka juga khawatir dengan ukuran los pedagang yang menyusut luasannya. Jika pedagang untuk berjualan sayur mayur, daging babi, daging ayam, telur, atau buah-buahan membutuhkan luas 2 x 3 meter, maka kini luas los yang disediakan di Pasar Banyuasri yang telah  berubah menjadi mewah ini, justru mengecil menjadi 1,5 x 2 meter. “Menaruh barang dagangan saja susah, bagaimana dengan barang kami akan laku terjual,” ujar pedagang.

Kekhawatiran pedagang pasar paling mendasar yang menggelayut di benak mereka adalah berapa besar biaya kontribusi atau sewa yang akan dibebankan kepada para pedagang. Mereka khawatir beban itu akan semakin menambah berat biaya operasional sehingga mengurangi keuntunganya setiap hari. “Kami justru khawatir dengan Pasar Banyuasri yang sekarang menjadi megah dan mewah. Wah, berapa ya biaya konstribusi yang akan dibebankan kepada para pedagang. Berapa biaya yang akan kami keluarkan untuk konstribusi pasar,” ujar pedagang lirih.

Namun rupanya kekhawatiran itu belum terjawab tuntas dalam diskusi.

Obrolan Bupati dan ahli tentang impian besar tentang Pasar Banyuasri jauh dari mimpi para pedagang pasar. Kekhawatiran pedagang kecil itu belum terlintas di tengah obrolan Bupati dan para ahli.

Itu menjadi kekhawatiran bahwa ada kemungkinan terjadi kapitalisasi dalam pengelolaan Pasar Banyuasri. Kemungkinan akan dirancang skema baru biaya sewa atau restribusi yang akan dibebankan kepada para pedagang, baik pedagang lama ataupun pedagang baru yang akan menjadi penghuni pasar.

Jika memang dibangun impian besar bahwa Pasar Banyuasri akan menjadi pusat perekonomian yang bisa menyejaterakan para pedagang dan masyarakat Buleleng maka tak perlu susah memikirkan skema baru sewa atau restribusi. Tak juga butuh ahli ekonom untuk membuat mekanismenya.

Jika Bupati akan menjadikan Pasar Banyuasri sebagai pertaruhan karier di akhir masa pengabdiannya, maka skema yang diluncurkan semestinya sangat sederhana. Bebaskan restribusi dan biaya sewa bagi semua pedagang selama satu sampai tiga tahun, hingga semua pedagang merasa nyaman dan tenang berjualan. Setelah skema ini berjalan, maka Bupati akan lebih mudah menwujudkan mimpi besarnya untuk menjadikan Pasar Banyuasri sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan kreatif Buleleng.

Pertimbangannya pun bisa disampaikan  kepada pedagang dan publik tentunya dengan sederhana, “Di tengah keprihatinan ekonomi akibat pandemi Covid-19, maka biaya sewa dan restribusi Pasar Banyuasri akan dibebaskan paling lama tiga tahun,”.

Rasanya mimpi sederhana ini lebih pas diberikan lebih awal kepada pedagang, sebagai sebuah mimpi indah di pagi hari yang menjadi realitas kehidupan sehari-hari pedagang pasar. [T]

Tags: bulelengekonomiPasar Banyuasri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suntikan Periode Kedua

Next Post

Śāstra Cermin Kehidupan

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Śāstra Cermin Kehidupan

Śāstra Cermin Kehidupan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co