2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mimpi Kecil Pedagang di Antara Mimpi Megah Pasar Banyuasri

Gede Suardana by Gede Suardana
January 28, 2021
in Opini
Mimpi Kecil Pedagang di Antara Mimpi Megah Pasar Banyuasri

Pasar Banyuasri berdiri kokoh nan megah dan mewah. Mimpi hebat dirancang untuk menghidupkan denyut nadi pasar. Mimpi itu, di sisi lain tampaknya juga membuat pedagang pasar gundah gulana.

Pasar Banyuasri bernuansa modern, megah, dan mewah dibangun sejak akhir 2019. Pembangunanya menelan biaya sebesar Rp 180 miliar. Baru saja tiang pancang mulai ditancapkan, pandemi Covid-19 melanda dunia, Bali Utara juga tentunya terimbas. Namun, pembangunan jalan mulus hingga tuntas dalam setahun.

Sejak proses pembangunan berakhir, euforia hingar bingar penyambutan dilakukan. Sekadar peluncuran air mancur di depan pasar pun “dirayakan” dengan gempita.

Euforia seolah-olah melanda seisi kota Singaraja yang menjadi ibu Kota Bali Utara. Pusat euforia ada di dalam bangunan pasar. Beragam kegiatan dilakukan untuk menambah euforia, yang hulunya berasal dari pusat pemerintahan.

Pasar Banyuasri telah disematkan beragam, seperti pasar yang serasa mall, hingga pasar tradisional bernuansa modern.

Ya, bupati berulangkali hadir dalam acara obrolan tentang revitalisasi Pasar Banyuasri. Diskusi yang juga menghadirkan para ahli dan praktisi untuk menggambarkan masing-masing impiannya tentang apa dan bagaimana mengelola Pasar Banyuasri.

Mereka berbicara tentang kebudayaan pasar, arsitektur pasar, hasil pertanian unggulan yang akan menjadi ikon pasar, hingga investasi di pasar tradisional modern ini. Segala mimpi beserta rencana eksekusi dicurahkan untuk menghidupkan pasar termegah, termewah, terbesar, serta pastinya menelan biaya terbesar di Bali Utara.

Segala upaya tentu akan dikerahkan untuk membuat pasar ini sebagai pusat denyut nadi Buleleng. Seolah-olah, tidak boleh ada kata gagal dalam menjalankan roda ekonomi pasar termegah ini.  Pasar mewah dan megah ini diibaratkan menjadi semacam kartu terakhir bagi sang Bupati, yang kini mulai memasuki akhir masa dua periodenya. “Pasar ini menjadi pertaruhan reputasi,” ujar salah satu ahli.

Mimpi dimulai dengan menjadikan Pasar Banyuasri sebagai  pusat produk unggulan Buleleng. Telah dicatat, bahwa Buleleng memiliki ratusan produk unggulan, mulai dari pertanian hingga kerajinan. “300 lebih produk sobean ada di Buleleng,” imbuh ahli lainnya.

Buah misalnya. Buah yang dijual haruslah kualitas terbaik. Mangga yang terbaik, manggis terbaik, ceroring terbaik, durian terbaik, sayur mayur terbaik, bahkan wani terbaik se-nusantara yang berasal dari Bali Utara juga wajib akan dijadikan sebagai unggulan primadona pasar.

Produk unggulan UMKM juga akan diwajibkan menjadi barang wajib yang ada di pasar ini. Songket hingga bokor terbaik akan diupayakan menghiasi etalase los-los pasar. Tak terlupakan, kuliner terbaik pun akan disajikan di pasar yang dibanggakan sebagai pasar terindah, tercanggih, termodern di Buleleng. “Pasar ini akan menjadi pusat industri kreatif UMKM,” ujar “host” diskusi.

Pasar Banyuasri juga digambarkan akan menjadi pusat kebudayaan di Buleleng. Menampung kreativitas anak-anak muda Buleleng. Yang suka musik bisa memeriahkan pasar. Yang suka seni tari bisa tampil di sini. Yang gemar diskusi bisa nongkrong sambil nutur di rooftop pasar. Orang-orang sukses dari Buleleng bila perlu “dipanggil” berdiskusi di dalam pasar. “Akan menjadi pusat interaksi ekonomi dan sosial,” celetuk sang ahli.

Impian Bupati dan para ahli dan praktisi tersebut  diyakini semakin membawa harapan besar kemakmuran ekonomi Buleleng. Pasar ini akan dapat menaikkan derajat para pelaku dan pegiat ekonomi Buleleng. Pasar ini akan meningkatkan perekonomian Bali Utara. Pasar ini akan bisa mengubah nasib masyarakat Buleleng menjadi jauh lebih sejahtera.

Bangunan mewah dan megah, serta obrolan visioner Bupati dan para ahli tentang pasar jauh melampaui alam mimpi para pedagang Pasar Banyuasri. Para pedagang yang kebanyakan dari kalangan marjinal, seperti ibu-ibu muda, pria dan wanita setengah baya, hingga lanjutnya usia yang telah menjadi penghuni pasar induk dan pasar tumpah, tak menyangka disuguhi mimpi besar.

Mereka justru waswas ketika membayangkan mimpi besar Bupati dan para ahli. Kekhawatiran yang sangat sederhana bagi sebagian besar pedagang pasar.

Mereka  justru sekarang tengah khawatir. Cemas dengan sistem rekolasi penempatan para pedagang. Perasaan gundah menghinggapi benak pedagang mengenang cerita-cerita  yang telah berlalu serta sering dialami pedagang kecil, yakni sistem relokasi pasar yang baru selesai dibangun. “Bagaimana dengan tempat kami, kami khawatir dan waswas dengan penempatan nanti,” ujar pedagang.

Mereka juga khawatir dengan ukuran los pedagang yang menyusut luasannya. Jika pedagang untuk berjualan sayur mayur, daging babi, daging ayam, telur, atau buah-buahan membutuhkan luas 2 x 3 meter, maka kini luas los yang disediakan di Pasar Banyuasri yang telah  berubah menjadi mewah ini, justru mengecil menjadi 1,5 x 2 meter. “Menaruh barang dagangan saja susah, bagaimana dengan barang kami akan laku terjual,” ujar pedagang.

Kekhawatiran pedagang pasar paling mendasar yang menggelayut di benak mereka adalah berapa besar biaya kontribusi atau sewa yang akan dibebankan kepada para pedagang. Mereka khawatir beban itu akan semakin menambah berat biaya operasional sehingga mengurangi keuntunganya setiap hari. “Kami justru khawatir dengan Pasar Banyuasri yang sekarang menjadi megah dan mewah. Wah, berapa ya biaya konstribusi yang akan dibebankan kepada para pedagang. Berapa biaya yang akan kami keluarkan untuk konstribusi pasar,” ujar pedagang lirih.

Namun rupanya kekhawatiran itu belum terjawab tuntas dalam diskusi.

Obrolan Bupati dan ahli tentang impian besar tentang Pasar Banyuasri jauh dari mimpi para pedagang pasar. Kekhawatiran pedagang kecil itu belum terlintas di tengah obrolan Bupati dan para ahli.

Itu menjadi kekhawatiran bahwa ada kemungkinan terjadi kapitalisasi dalam pengelolaan Pasar Banyuasri. Kemungkinan akan dirancang skema baru biaya sewa atau restribusi yang akan dibebankan kepada para pedagang, baik pedagang lama ataupun pedagang baru yang akan menjadi penghuni pasar.

Jika memang dibangun impian besar bahwa Pasar Banyuasri akan menjadi pusat perekonomian yang bisa menyejaterakan para pedagang dan masyarakat Buleleng maka tak perlu susah memikirkan skema baru sewa atau restribusi. Tak juga butuh ahli ekonom untuk membuat mekanismenya.

Jika Bupati akan menjadikan Pasar Banyuasri sebagai pertaruhan karier di akhir masa pengabdiannya, maka skema yang diluncurkan semestinya sangat sederhana. Bebaskan restribusi dan biaya sewa bagi semua pedagang selama satu sampai tiga tahun, hingga semua pedagang merasa nyaman dan tenang berjualan. Setelah skema ini berjalan, maka Bupati akan lebih mudah menwujudkan mimpi besarnya untuk menjadikan Pasar Banyuasri sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan kreatif Buleleng.

Pertimbangannya pun bisa disampaikan  kepada pedagang dan publik tentunya dengan sederhana, “Di tengah keprihatinan ekonomi akibat pandemi Covid-19, maka biaya sewa dan restribusi Pasar Banyuasri akan dibebaskan paling lama tiga tahun,”.

Rasanya mimpi sederhana ini lebih pas diberikan lebih awal kepada pedagang, sebagai sebuah mimpi indah di pagi hari yang menjadi realitas kehidupan sehari-hari pedagang pasar. [T]

Tags: bulelengekonomiPasar Banyuasri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suntikan Periode Kedua

Next Post

Śāstra Cermin Kehidupan

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Śāstra Cermin Kehidupan

Śāstra Cermin Kehidupan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co