9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Buleleng Berdaulat Sorgum] – Inilah Resep Bikin Nasi Sorgum, Juga Abug, Gipang dan Satuh

tatkala by tatkala
December 5, 2020
in Kuliner
[Buleleng Berdaulat Sorgum] – Inilah Resep Bikin Nasi Sorgum, Juga Abug, Gipang dan Satuh

Kuliner berbahan sorgum. Foto-foto Maya Kurnia

2021, Buleleng Berdaulat Sorgum. Begitu tulisan Agung Wedha, aktivis petani keren yang setiap hari sibuk malang-melintang di daerah pertanian dan perkebunan di Bali. Ia menulis di laman facebook-nya, semata-mata untuk menyanjung sorgum (di Buleleng disebut jagung gembal) yang kini mulai dikembangkan di Buleleng.

Ini tulisan lengkap blio:

Gasskan, musim penghujan ini desa2 dibuleleng akan menanam banyak sorgum, selain karena mmng Sorgum “Jagung Gembal” adalah karakter dari buleleng, sorgum juga merupakan alternatif pangan terbaik yang wajib di kembangkan di buleleng.

Mengapa Sorgum ?

1. Sekali tanam bisa 3 kali panen (dalam 1 tahun),

2. Biaya perawatan relatif lebih murah,

3. Cocok untuk lahan kering, karena sorgum tidak membutuhkan banyak air, sangat cocok untuk lahan-lahan di Buleleng.

4. Hilirisasi produk turunannya banyak, diantaranya ; Beras Sorgum, Tepung Sorgum, Nira Sorgum, Syirup Sorgum, Gula Sorgum, Kecap Sorgum, Tempe Sorgum, Sapu Sorgum, Silase Sorgum, Sauce Sorgum, dll

5. Membuka banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat kita di Buleleng. Baik yang petani maupum yang terdampak pariwisata, padat karya tunai, pass banget niki.

6. Sorgum akan menjadi destinasi wisata baru bagi Buleleng. Buleleng Bangga Punya Sorgum.

7. Sorgum bisa disimpan, jadi aman untuk ketahanan pangan.

8. Batang sorgum sangat manis bisa diperas jadi gula dan sisanya untuk pakan sapi.

9. Daun sorgum juga manis, sangat disukai serangga, menanam sorgum sebenarnya merupakan alternatif pengalihan hama, guardian protection agar tanaman lain aman tidak terkena serangan hama.

10. Kandungan nutrisi sorgum sangat dahsyaaat, bisa di-cek di google.

Intinya, sorgum itu KEREN !

Catatan Penting : Kalau mau menanam sorgum, jangan lupa pakai celana dalam, rawan kena tungu 😂😁

Buah Sorgum

Biasa Disebut Jagung Gembal

Salah satu desa yang dengan gencar mengembangkan sorgum adalah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Kepala desanya, Dewa Komang Yudi, menjelaskan tentang itu di laman facebook-nya. Ini tulisan blio selengkapnya:

Penduduk lokal menyebutnya Jagung Gembal. Sebagian lain mengenalnya dengan sebutan Bleleng. Konon, asal usul nama Buleleng sendiri diambil dari tanaman ini. Jauh sebelum mengenal beras, tanaman pangan yang adaptif terhadap kekeringan ini sempat dijadikan makanan pokok oleh sebagian warga Desa Tembok, setidaknya hingga era 60-an. Beberapa mengatakan, tanaman ini bahkan masih bisa dijumpai sampai akhir tahun 70-an, kendati dalam skala yang sangat kecil.

Sepintas, batang dan daunnya identik dengan jagung. Bijinya bisa dimasak layaknya beras, batangnya dapat diperas lalu diambil niranya seperti tebu. Nira dari ekstraksi batang sorgum ini dapat dikonsumsi langsung atau diolah untuk dijadikan gula. Tak ketinggalan, ampas batang berikut daunnya yang merupakan salah satu hijauan dengan kandungan nutrisi terbaik juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Kebun sorgum di Desa Tembok, Tejakula, Buleleng

Dengan segenap kelebihannya, mengawali musim penghujan ini, bagaimana jika kita tanam sorgum kembali? Sebagai pilot project, desa menyiapkan kebutuhan tanam untuk 7 hektar lahan. Bibit dan pupuk kami sediakan, lalu hasil panennya (biji, batang berikut daun) akan kami beli kembali. Asik toh? Warga yang berkenan, silahkan mampir ke kantor desa Kamis besok, pukul 9 pagi. Selain sorgum, kita juga akan share informasi asik lain seputar pertanian yang akan kita kerjakan mulai awal tahun depan.

Resep Olahan Sorgum

Jauh-jauh sebelumnya, tatkala.co juga dapat kiriman resep dari Maya Kurnia, seorang pejabat agak-agak penting di Dinas Pertanian Buleleng. Inilah resepnya.

Gipang Sorgum

Bahan:

1/4 kg Sorgum

1/2 kg gula pasir

Cara Membuat:

1. Sangrai 1/4 sorgum dgn nyala api/panas yg cukup dan tutup, tunggu sampai semua mekar seperti membuat popcorn

2. Masak 1/2 kg gula pasir dg air sedikit, aduk terus sampai mengental

3. Masukkan sedikit demi sedikit sorgum yg sdh disangrai tadi

4. Aduk sampai merata, cetak gipang sesuai selera

5. Untuk menjaga gipang tidak melempem, disarankan mengemasnya dg baik

Selamat Menikmati🙏

Satuh Sorgum

Bahan:

1/4 kg sorgum disangrai

1/5 kg gula merah/gula bali, diiris tipis

Cara Membuat:

1. 1/4 kg sorgum yg sudah disangrai tadi dislip jadi tepung

2. Campurkan dengan irisan gula merah, remas perlahan sampai merata sekitar 1 jam supaya tepung sorgum dan irisan gula merah hancur dan melekat, pastikan menyatu agar hancur

4. Cetak sesuai selera atau bentuk kepalan kecil

5. Bungkus dg daun pisang yang bersih dan sudah kering

Adonan ini  menghasilkan sekitar.35bungkus

Selamat Mencoba

Abug Sorgum

Bahan:

– 1/4 kg sorgum yang direndam semalam (12 jam)

– 1/2 kg gula pasir (sesuai selera)

– Garam secukupnya

– 1/4 Kelapa muda yg diparut

Cara Membuat:

1. Cuci bersih sorgum yg sdh direndam, kulit arinya akan mengambang, bersihkan kulit arinya

2. Tiriskan

3. Slip jadi tepung sorgum

4. Campurkan perlahan kelapa muda yang sudah diparut, aduk merata

5. Campurkan gula pasir, aduk sampai rata

6. Beri garam sesuai selera, aduk merata

7. Bungkus dengan daun yang bersih bentuk sesuai selera

8. Kukus selama 15 menit

Adonan ini bisa menghasilkan 8-10 bks abug

Selamat Mencoba🙏

Nasi Sorgum

1/4 kg sorgum direndam semalam (12 jam)

Cuci bersih, sambil menghilangkan kulit ari yg.mengelupas

Masak nasi dg kukusan atau magiccom, jumlah airnya lebih banyak dibandingkan dengan masak beras

Nasi sorgum ini untuk hidangan 3 orang, makan dengan sayur kelor santan bumbu bali lengkap dan lauk perkedel jagung🙏

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lontar Pajak Tanah

Next Post

3 Puisi Santi Dewi || Perempuan Sangkar Kata

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
3 Puisi Santi Dewi || Perempuan Sangkar Kata

3 Puisi Santi Dewi || Perempuan Sangkar Kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co