4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Revolusi, Politik dan Dinasti di Tabanan

I Made Argawa by I Made Argawa
July 19, 2020
in Opini
Revolusi, Politik dan Dinasti di Tabanan

Salah satu patung ikon Kota Tabanan [Foto Radar Bali]

Pada 14 Oktober 1793 ratu Prancis terakhir Marie Antoinette dihukum pancung. Ini menjadi salah satu penanda revolusi di negeri yang terkenal dengan menara Eiffelnya ini. Semangat revolusi ini bahkan menyebar hingga ke penjuru dunia kala itu. Setidaknya perlu waktu tiga tahun hingga revolusi meletus. Rakyat yang kelaparan hingga tuduhan membocorkan rahasia militer mengantarkan “Madame Deficit” menuju eksekusi.

Pada era modern, revolusi yang mungkin masih dapat kita saksikan bagaimana bergantinya penguasa di negeri ini. Orde Baru ke reformasi. Saya saat itu masih kelas empat sekolah dasar. Usia yang cukup dini untuk memahami apa itu pergolakan politik. Cuman, saya secara tidak sengaja menonton peristiwa bersejarah ketika mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR kala itu.

 Televisi yang saya miliki rusak, hingga harus “mengungsi” ke tetangga. Sialnya, saya tidak bisa menonton kartun atau film anak, saya harus mengikuti selera pemilik televisi, yakni menonton berita. Sejak itu, sekitar dua minggu saya rutin nonton berita. Kebiasaan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh anak kelas empat sekolah dasar. Hingga belakangan setelah dewasa saya paham, saya telah melihat sebuah proses yang dikatakan revolusi.

 Akhir-akhir ini wacana revolusi juga beberapa kali singgah di telinga saya. Utamanya menjelang pemilihan bupati dan wakilnya berdenyut. Apakah akan terjadi revolusi? Seperti apa Tabanan dalam revolusi? Atau wacana ini berakhir jadi basa-basi? Menurut saya ini layak dinanti

 Komisi Pemilihan Umum telah menentukan jadwal pemungutan suara pada 9 Desember 2020. Jadwal kegiatan pesta demokrasi pun sudah tersusun. Para politisi sudah mengambil kuda-kuda untuk mempersiapkan langkah mendukung kandidat, meski ditengah Pandemi Covid-19.

Politik Tabanan

Tabanan dikenal dengan julukan lumbung padi Bali pasti menyajikan konstelasi politik yang seru. Karena saat ini adalah periode terakhir dari jabatan bupati dan wakilnya.

Siapa yang berpeluang?

Secara kasat mata semuanya berkesempatan mencicipi kursi bupati. Tapi, ini adalah politik. Dalam dunia yang dinyatakan oleh Aristoteles sebagai cara mengatur manusia ini, apapun bisa terjadi.

Seorang teman jurnalis pernah bercerita, katanya di Tabanan pernah terjadi perubahan rekomendasi mendadak untuk calon bupati dan wakilnya. Ketika itu terjadi, katanya lagi, ada perpecahan di tubuh partai penguasa. Hingga pecahnya kongsi beberapa politisi.

Selain itu, beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan seorang yang menyebut dirinya sebagai tokoh partai politik. Ia menyebut telah sukses “mengantarkan” beberapa calon legislatif menjadi angota DPRD di Tabanan. Dipertegas lagi, dalam lima kali pemilihan.

Saya sempat bertanya dengan bapak yang menjadi tokoh partai ini, kenapa di Tabanan sangat kuat dengan satu corak warna partai politik? Si tokoh partai politik ini menceritakan jika leluhurnya dan beberapa orang lain pada wilayah berbeda di Tabanan, telah mengucap sumpah setia pada satu partai. Meski partai ini telah berubah wujud, tetap setia.

Saya terkejut mendengar pernyataan tadi. Ketika dunia politik sangat dinamis dan kepentingan ideologi serta bisnis sudah tidak ada batas. Bagaimana harusnya kita membentuk kesetiaan berpolitik saat ini?

Tapi, bisa jadi apa yang dikatakan oleh bapak yang merupakan tokoh politik tadi ada benarnya. Bisa dilihat sejarahnya, pasca reformasi Tabanan selalu dikuasai oleh satu corak warna partai politik.

Bagaimana peluang oposisi? Entahlah kalau berbicara Tabanan. Menurut penilaian saya, yang siap menjadi penantang partai berkuasa tidak cukup dengan modal kerja keras. Tapi sudah harus mempertaruhkan hidupnya jika ingin membuat sejarah.

Dinasti

Saat mulai bertugas di Kabupaten Tabanan sebagai wartawan harian sebuah koran lokal di Bali, saya pertama kali meliput pemilihan bupati pada 2015. Ketika itu, bupati dan wakilnya telah lewat satu periode dan bertarung untuk kali kedua.

Ada slogan dari kandidat lawan bupati petahana, “asal jangan dinasti”. Rupanya slogan itu sayup-sayup terdengar lagi.

Rubrik kolom Majalah Tempo edisi 13 Juni 2020 dengan judul “Kuasa Dalam Cengkeraman Keluarga” juga mengulas soal politik dinasti. Bagaimana anak sulung dan menantu presiden Joko Widodo juga akan ikut pilkada serentak.

Opini oleh Yoes C. Kenawas yang merupakan kandidat doktor ilmu politik Northwestern University, Illinois, Amerika Serikat ini memaparkan, 85 politikus gagal melanggengkan dinasti politiknya pada Pilkada 2015-2018.

Namun, pada waktu yang sama ada 117 kepala dan wakil kepala daerah yang berasal dari dinasti politik dan sukses pada Pemilu. Serta 104 anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2019-2024 yang memiliki ikatan kekerabatan dengan elit politik.

Apakah oposisi nantinya bisa melawan kekuatan politik yang dikatakan “dinasti” di Tabanan? Saya tidak tahu. Tapi, Yoes C. Kenawas pada akhir tulisannya menyebutkan, daya kritis masyarakat menjadi salah satu pembendung suburnya dinasti politik di Indonesia. [T]

Tags: Politiktabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Paling Sunyi Dari Bulan Juni || Mengenang Maestro Sapardi Djoko Damono

Next Post

Dongeng Kayu, Dongeng Anak ‘Kekinian’, Sederhana Namun Sarat Makna

I Made Argawa

I Made Argawa

Selalu berusaha santai di tengah dunia yang makin cepat

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Dongeng Kayu, Dongeng Anak ‘Kekinian’, Sederhana Namun Sarat Makna

Dongeng Kayu, Dongeng Anak ‘Kekinian’, Sederhana Namun Sarat Makna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co