6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 17, 2020
in Khas
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

Cokorda Gde Bayu Putra || Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Hari Sabtu Kliwon Wuku Landep di Bali dikenal oleh masyarakat sebagai perayaan Hari Tumpek Landep. Secara definisi, kata Tumpek berasal dari suku kata “tu” (metu) yang berarti lahir dan “pek” yang berarti berakhir atau putus. Hari Tumpek bertepatan dengan pertemuan dari berakhirnya Saptawara dengan Pancawara. Hari “Sabtu” yang merupakan hari terakhir dari Saptawara bertemu dengan Kliwon yang merupakan hari terakhir dalam perhitungan Pancawara. Selanjutnya “Wuku” yang menyertai juga berakhir pada hari “Sabtu”.

Landep sendiri sesuai Kamus Bahasa Bali diartikan “runcing” atau “tajam”. Pada Hari Tumpek Landep, masyarakat Hindu Bali memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Beliau sebagai “Sang Hyang Siwa Pasupati”. Dalam perkembangannya, intelektual Bali memandang Tumpek Landep sebagai kesempatan menajamkan pikiran (landeping idep). Maka realitanya di Bali acapkali kita lihat segala sesuatu yang berbetuk tajam, seperti: Keris, Tombak dan bentuk lainnya yang terbuat dari Besi diupacarai pada Hari Tumpek Landep tersebut sebagai bentuk sembah bhakti kehapadan “Sang Hyang Siwa Pasupati”.

Berbicara mengenai Pusaka “Keris” dan “Tombak” sesungguhnya sangat identik dengan sebuah simbol dan sarana mempertahankan kehormatan, terlebih dalam peristiwa peperangan yang terjadi di Bali di masa lalu. Puri Anyar Ubud sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dari Puri Agung Ubud pun hingga saat ini masih menyimpan dan merawat dengan baik tetamian (warisan) berupa Keris dan Tombak yang dimiliki dahulu oleh Ida Tjokorda Gde Rai Rengu (generasi pertama di Puri Anyar Ubud). 

Walaupun jumlah pusaka yang tersimpan saat ini tidak sebanyak dari yang tersimpan di Gedong Batu Puri Agung Ubud, namun terdapat sedikit kisah menarik dari keberadaan satu buah Keris dan satu buah Tombak di Puri Anyar Ubud yang dikenal dengan nama I Panti dan I Nganti (sebuah nama yang baru tahun lalu Saya temukan). Penemuannama I Panti dan I Nganti berawal dari ketidaksengajaan Saya sekitar pertengahan Tahun 2019 yang lalu. Saat itu, Saya dan Ida Bagus Oka Manobhawa (Gus Oka) dari Griya Peling Padangtegal Tengah yang juga sebagai Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar membersihkan salah satu lontar yang tersimpan di Puri Anyar Ubud (tetamian Ida Tjokorda Gde Rai Rengu).

Di dalam “kroprak” (kotak menyimpan lontar) tersebut terlepit selembar kertas yang berwarna kecoklatan seperti layaknya kertas-kertas kuno. Merasa ada yang unik dari Surat tersebut, Saya langsung memberikannya kepada Gus Oka untuk segera dibaca. Maklum, Beliau lebih cepat dalam membaca aksara Bali ketimbang Saya.

“Wah,,, niki Surat Tunggul” (Wah,,, Ini Surat Tunggul),” imbuh Gus Oka!!, dengan wajah sedikit terkejut. Saya pun segera meminta Beliau untuk menulis di kertas kosong salinan latin alih aksara dari Surat tersebut seperti yang dijelaskan dibawah ini:

“Puniki surat tunggul, katrangan maka pamerasan Ida Raja Dewata, Ida Tjokorda Gde Raka, mameras Ida Tjokorda Gde Rai. Maka Cihnan Ida Tjokorda Gde Rai dados putran Ida Tjokorda Gde Raka. Luwir maka pamerasan punika keris akatih mawasta I Panti, tumbak akatih mawasta I Nganti, mwuah carik, tegal, tanah ambengan wibuh sadruwen Ida Tjokorda Gde Raka, sajapaning sane sampun pecak kapaica antuk Ida Tjokorda Gde Raka ring anak Ida apesengan Tjokorda Putu Asak. Sakadi daging surat paperasan puniki, kapuputang tur kamargiyang antuk Ida Tjokorda Gde Sukwati, Punggawa Ubud, manut baos Ida Dewata duk Ida kari nyeneng ring Ida Tjokorda Gde Sukawati kalih ring Ida Pranda Ngurah Mayun. Pamargin paperasan puniki tur sampun sahuninging Ida pranda sane muputang karya pelebon Ida dewata apesengan Ida pranda Made Kajeng, kalih Ida Pranda Ngurah Mayun.  Duk dina, Wra, U, Wara Matal, tang, ping, 8, sasih,5, rah,8, teng,3,isaka,1838”.

Surat Tunggul Beraksara Bali

Senang rasanya mendapatkan informasi penting tentang keberadaan masa lalu Ida Tjokorda Gde Rai Rengu (wafat 1969) di Puri Anyar Ubud, utamanya mengenai nama sebuah Keris dan Tombak yang masih tersimpan baik sampai saat ini di Pemrajan Puri Anyar Ubud. Untuk sekedar diketahui sebelumnya, Ida Tjokorda Gde Rai Rengu yang lahir di Puri Saren Kauh Ubud diangkat anak (kedharmaputra) oleh paman Beliau (Ida Tjokorda Gde Raka) di Puri Sayan (kurang lebih 3km kearah barat dari Puri Ubud).

Bukti pengangkatan Tjokorda Gde Rai sebagai anak dari Ida Tjokorda Gde Raka adalah sebuah Keris bernama I Panti dan Sebuah Tombak bernama I Nganti. Memasuki era 1892-1897, dalam upaya membantu beban tugas yang cukup berat diemban Kepunggawaan Ubud di utamanya dibidang pencatatan, maka dititahkanlah agar Tjokorda Gde Rai Rengu yang sebelumnya kedharmaputra dan berdiam di Puri Sayan tersebut untuk kembali pulang ke Ubud serta menempati sebuah areal kosong persis disebelah utara Pamerajan Agung Ubud yang sampai saat ini dikenal dengan nama “Puri Anyar Ubud”. Itu sebabnya, I Panti dan I Nganti saat ini tersimpan di Pemrajan Puri Anyar Ubud.

Dari penamaan I Panti dan I Nganti tersebut, Saya mencoba menelusuri makna yang tersirat dari keduanya. Sesuai dengan Kamus Bali-Indonesia Edisi Ke-3 yang dikeluarkan Balai Bahasa Bali dijelaskan bahwa arti kata “Panti” adalah “kuil pemujaan leluhur dari sesuatu keluarga yang sudah kurang jelas pertalian kekerabatannya (lebih besar dari pura dadia)”. Sedangkan kata “Nganti” didefinisikan sebagai “sampai;hingga”. Dan juga pemberian awalan “I”, pada kata “Panti” dan “Nganti” menunjukkan penghormatan kepada kedua Benda Pusaka tersebut.

Jika dilihat dari berbagai definisi tersebut diatas, tentu dapat ditarik kesimpulan bahwa terselip sebuah pesan yang luhur akan nilai filosopi dan etika dari kedua Pusaka tersebut, yaitu sebuah pesan untuk selalu menjaga kerukunan dan jalinan tali persaudaraan yang harmonis selamanya (nyantos kapungkur wekasan) antara seluruh warih-warih (keturunan) Ida Tjokorda Gde Rai Rengu di Ubud dengan keluarga di Puri Agung Sayan serta seluruh kelurga besar Puri Agung Ubud. Hanya dengan menjaga persatuan dan kerukunan satu sama lainnya (saling asah asih asuh), segala rintangan jaman dapat dilalui dengan selamat di masa depan.   [T]  

____

Cerita dari Ubud yang Lain:

  • Buku Tamu 13 Juli 1949 || Catatan Kecil dari Ubud
  • Buda Kliwon Sinta di Gunung Lebah Ubud
  • Sosok di Utara Pemrajan Agung Ubud
  • Sepeda, Sejarah dan “Si Taluh Mica”
Tags: tumpek landepUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kecanduan di Masa Pandemi

Next Post

Await || Short Story By Ketut Sugiartha

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Await || Short Story By Ketut Sugiartha

Await || Short Story By Ketut Sugiartha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co