14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buda Kliwon Sinta di Gunung Lebah Ubud

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 8, 2020
in Khas
Buda Kliwon Sinta di Gunung Lebah Ubud

Suasana Buda Kliwon Sinta yang disebut juga dengan Hari Raya Pagerwesi pagi itu cukup berbeda dari biasanya. Plataran Pura Parahyangan Jagat Gunung Lebah Ubud yang biasanya dipadati masyarakat dari berbagai pelosok terlihat lebih sepi. Sesuhunan Barong dan Rangda dari berbagai Desa seputaran Ubud yang biasanya “rauh” di Pura Gunung Lebah kali ini terlihat tidak tampak. Saya pun dengan lancar dapat masuk sampai di bibir pemedal Pura dengan cepat. Situasi yang sangat sulit dilalui pada kondisi normal, mengingat jalanan sempit menuju Pura biasanya sudah sesak oleh para pejalan kaki. Memasuki Candi Bentar pertama di Jaba Pura, Saya disapa oleh para Pecalang Desa Adat Ubud yang sudah sejak Pukul tujuh pagi berjaga dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Tatanan Kehidupan Era Baru Sektor Adat dan Agama. Walaupun Surat Edaran tersebut baru dikeluarkan tiga hari sebelumnya, tampaknya Desa Adat Ubud bersama pengempon Pura terlihat sangat serius dalam menjalankan poin-poin yang diatur dalam Protokol Kesehatan tersebut.

Rasa-rasanya,,,selama yang pernah Saya ingat, baru pertama kalinya Saya memasuki Pura dengan didahului pengecekan suhu tubuh dan aturan mencuci tangan di air yang mengalir. Ya,,,, dalam salah satu standar protokol kesehatan disebutkan bahwa “umat/masyarakat di acara keagamaan wajib mengikuti pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dan tidak memasuki tempat acara keagamaan jika suhu tubuh >37,3˚C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan”. Akhirnya, setelah dilakukan pengecekan suhu tubuh ternyata kondisi Saya memungkinkan untuk hadir di tempat Upacara. Jarak tiga meter dari tempat pengecekan suhu tubuh, pengempon Pura telah mempersiapkan cairan hand sinitzer bagi para pemedek sebelum diperkenankan masuk ke areal Jaba Tengah.

Langit Ubud pagi itu tampak mulai gelap. Pujawali kali ini tidak mempergunakan sarana Gong dan Topeng, sehingga alunan “Genta” Sang Sadhaka terdengar cukup jelas dari Jaba Tengah. Saya pun bergegas masuk menuju Utamaning Mandala. Arca Pendeta Suci dan Arca Dewi terlihat berdiri kokoh di Jeroan Pura. Seperti diketahui, keberadaan Pura Gunung Lebah Ubud diidentikkan dengan perjalanan seorang Pendeta Suci di masa lalu. Saya tidak mendapatkan nama dan tahun pasti kedatangan Pendeta suci tersebut, namun dari beberapa naskah disebutkan Pendeta Suci tersebut dikenal dengan nama “Rsi Markandya”. Sosok yang kemudian juga disebut-sebut sebagai peletak Panca Datu di Besakih. Keberadaan Pura Gunung Lebah sendiri terletak persis di pertemuan dua aliran Sungai , yaitu Sungai (Tukad) Wos Kangin dan Wos Kauh. Percampuran dua aliran sungai tersebut dikenal dengan sebutan “Campuhan”, sebuah nama yang kemudian makin populer dikaitkan dengan nama sebuah hotel, jembatan dan jalan. Belum lagi tercatatnya “Campuhan” sebagai saksi kesejarahan munculnya buah-buah pemikiran Parisada di masa lalu, menambah makin tersohornya nama “Campuhan” itu sendiri, baik di Bali maupun di mancanegara.

Aliran Tukad Wos

Berbicara mengenai kawasan suci Campuhan itu sendiri sesungguhnya banyak sekali memiliki “petirtan” diantaranya: Pancoran Sudamala, Pancoran Selukat, Pancoran Dedari, Pancoran Rawana, Tirtha Taman Beji dan Tirtha Beras. Walau letak kesemua petirtan tersebut menyebar, namun dipercayai bersumber pada satu kekuatan Hyang Dewi yang berstana di Pura Gunung Lebah. Dan juga, rembesan toya dari kesemua petirtan tersebut menjadi satu pada pertemuan aliran Sungai Wos Kangin dan Wos Kauh. Itu pula yang menyebabkan banyak masyarakat yang berendam di pertemuan tersebut, karena diyakini memiliki kekuatan spiritual membersihkan diri dari kotoran jiwa dan pikiran. Pertemuan dua aliran Sungai Wos di sebelah barat Ubud tersebut juga diyakini sebagai pertemuan Purusha dan Pradhana yang menuju kepada keberlangsungan kehidupan. Gunung Lebah yang terletak pada dataran yang rendah dipercayai sebagai simbol “Lingga” dan Sungai Wos (air) sebagai wujud “Yoni”, dua konsep yang kental dengan ajaran “Siwa Tatwa”. Jika Lingga dan Yoni bertemu tentu akan melahirkan kehidupan dan kebahagiaan. Gunung Lebah dan Sungai Wos merupakan kawasan suci yang perlu memang mendapatkan perhatian melalui tindakan menjaga ekosistem lingkungan maupun dengan pelaksanaan ritual yadnya.

Pelaksanaan Ritual Upacara di Kawasan Suci Campuhan dengan Pura Gunung Lebah sebagai ikon pemujaannya tentu tidak bisa dilepaskan dari peran antara Puri Agung Ubud dengan Subak-Subak yang me-hulu di Pura Gunung Lebah. Puri Agung Ubud sebagai pengempon Pura bersama-sama dengan Subak sedari dulu hingga saat ini senantiasa melaksanakan persembahan kehadapan Ida Bhatari di Pura Gunung Lebah. Tidak saja dengan Subak, paiketan Puri dengan beberapa Desa Adat seputaran kawasan Gunung Lebah, yang disebut dengan Munduk Gunung Lebah juga telah terjalin dari dahulu kala. Itu sebabnya, setiap piodalan di Pura Gunung Lebah lebih dari sepuluh desa adat terlibat dalam proses persiapan sampai dengan pelaksanaannya. Tidak saja dalam pelaksanaan Upacara, namun Simbol Barong dan Rangda yang dipuja di berbagai Desa Adat tersebut juga berdatangan untuk dapat bersama sama dengan masyarakatnya memuja kemuliaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa utamaya yang ber-stana di Pura Gunung Lebah demi terciptanya kemakmuran dan keselamatan masyarakat.

Pura Parahyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Ubud

Tak terasa waktu sudah menujukkan Pukul 11:00, pengenter Upacara piodalan telah memberi aba-aba pemuspan (persembahyangan) akan segera dimulai. Para pecalang terlihat makin sibuk mengatur jarak duduk para pemedek yang hadir sesuai dengan “tanda” yang telah disiapkan oleh Pengempon. Persembahyangan dimulai dengan menghaturkan “Puja Tri Sandya” dan hujan rintik-rintik pun tak bisa dibendung seakan ingin turut menyertai alunan puja para umat yang duduk di natar Ida Bhatara. Memasuki tahapan “panca sembah”, hujan turun makin lebat dan para pemedek tetap bertahan dengan khusyuk menghaturkan sembah bhakti. Saya yang berada pada baris kedua dari depan juga tak luput dari hujan. Bisa dipastikan semua yang hadir basah kuyup kala itu. Tak kunjung lama, setelah pangenter pemuspan menyampaikan aba-aba akan melakukan sembah puyung yang kedua, hujan perlahan mereda dan tak lama kemudian berhenti kembali. Sungguh pemandangan yang langka Pagi itu, hujan hanya datang tidak lebih dari 10 menit hanya untuk ikut mengiringi jalannya persembahyangan.

Piodalan kali ini juga terlihat istimewa dari biasanya, karena Penglingsir Puri Agung Ubud berkesempatan menyapa para Prajuru Desa yang hadir seusai persembahyangan berlangsung. Dalam sambrama wacana nya, Penglingsir Puri mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran para Prajuru Desa dan Prajuru Subak sekaligus menyampaikan rasa keprihatinannya atas musibah Pandemi Covid-19 yang telah empat bulan melanda dunia. Dihadapan Ida Bhatari, Penglingsir Puri juga berkesempatan memberikan “Pica Ida Bhatari Gunung Lebah” berupa pembagian Beras kepada perwakilan 17 Desa Adat yang hadir dan Krama Subak yang serahina ngayah di Pura Gunung Lebah Ubud sebagai ungkapan terima kasih dan wujud perhatian bagi kelangsungan masyarakat ditengah-tengah ketidakpastian dampak pandemi Covid-19. Tak lupa, Penglingsir Puri mengajak seluruh yang hadir untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menjaga kelestarian alam dan air, serta mempertahankan keharmonisan hubungan antara Puri, Subak, dan masyarakat 17 Desa Adat seperti yang telah terjalin sebelum-sebelumnya oleh para leluhur terdahulu.

Penglingsir Puri Agung Ubud

“Yakinilah bahwa semasih Tukad Wos belum berhenti mengalir, maka keniscayaan akan cahaya terang akan tampak bagi Ubud secara keseluruhan. Maka, kibarkanlah optimisme dan persatuan. Astungkara selamat dalam jiwa dan pikiran.” – pesan Penglingsir.

-Catatan Harian Budha Kliwon Sinta di Pura Gunung Lebah Ubud 8 Juli 2020-     

Tags: pagerwesiUbud
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Guru Semesta dan Manusia di Balik Pagerwesi

Next Post

Poh Lembongan, Mangga Khas Nusa Penida — Riwayatmu Kini

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Poh Lembongan, Mangga Khas Nusa Penida — Riwayatmu Kini

Poh Lembongan, Mangga Khas Nusa Penida — Riwayatmu Kini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co