2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buda Kliwon Sinta di Gunung Lebah Ubud

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 8, 2020
in Khas
Buda Kliwon Sinta di Gunung Lebah Ubud

Suasana Buda Kliwon Sinta yang disebut juga dengan Hari Raya Pagerwesi pagi itu cukup berbeda dari biasanya. Plataran Pura Parahyangan Jagat Gunung Lebah Ubud yang biasanya dipadati masyarakat dari berbagai pelosok terlihat lebih sepi. Sesuhunan Barong dan Rangda dari berbagai Desa seputaran Ubud yang biasanya “rauh” di Pura Gunung Lebah kali ini terlihat tidak tampak. Saya pun dengan lancar dapat masuk sampai di bibir pemedal Pura dengan cepat. Situasi yang sangat sulit dilalui pada kondisi normal, mengingat jalanan sempit menuju Pura biasanya sudah sesak oleh para pejalan kaki. Memasuki Candi Bentar pertama di Jaba Pura, Saya disapa oleh para Pecalang Desa Adat Ubud yang sudah sejak Pukul tujuh pagi berjaga dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Tatanan Kehidupan Era Baru Sektor Adat dan Agama. Walaupun Surat Edaran tersebut baru dikeluarkan tiga hari sebelumnya, tampaknya Desa Adat Ubud bersama pengempon Pura terlihat sangat serius dalam menjalankan poin-poin yang diatur dalam Protokol Kesehatan tersebut.

Rasa-rasanya,,,selama yang pernah Saya ingat, baru pertama kalinya Saya memasuki Pura dengan didahului pengecekan suhu tubuh dan aturan mencuci tangan di air yang mengalir. Ya,,,, dalam salah satu standar protokol kesehatan disebutkan bahwa “umat/masyarakat di acara keagamaan wajib mengikuti pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dan tidak memasuki tempat acara keagamaan jika suhu tubuh >37,3˚C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan”. Akhirnya, setelah dilakukan pengecekan suhu tubuh ternyata kondisi Saya memungkinkan untuk hadir di tempat Upacara. Jarak tiga meter dari tempat pengecekan suhu tubuh, pengempon Pura telah mempersiapkan cairan hand sinitzer bagi para pemedek sebelum diperkenankan masuk ke areal Jaba Tengah.

Langit Ubud pagi itu tampak mulai gelap. Pujawali kali ini tidak mempergunakan sarana Gong dan Topeng, sehingga alunan “Genta” Sang Sadhaka terdengar cukup jelas dari Jaba Tengah. Saya pun bergegas masuk menuju Utamaning Mandala. Arca Pendeta Suci dan Arca Dewi terlihat berdiri kokoh di Jeroan Pura. Seperti diketahui, keberadaan Pura Gunung Lebah Ubud diidentikkan dengan perjalanan seorang Pendeta Suci di masa lalu. Saya tidak mendapatkan nama dan tahun pasti kedatangan Pendeta suci tersebut, namun dari beberapa naskah disebutkan Pendeta Suci tersebut dikenal dengan nama “Rsi Markandya”. Sosok yang kemudian juga disebut-sebut sebagai peletak Panca Datu di Besakih. Keberadaan Pura Gunung Lebah sendiri terletak persis di pertemuan dua aliran Sungai , yaitu Sungai (Tukad) Wos Kangin dan Wos Kauh. Percampuran dua aliran sungai tersebut dikenal dengan sebutan “Campuhan”, sebuah nama yang kemudian makin populer dikaitkan dengan nama sebuah hotel, jembatan dan jalan. Belum lagi tercatatnya “Campuhan” sebagai saksi kesejarahan munculnya buah-buah pemikiran Parisada di masa lalu, menambah makin tersohornya nama “Campuhan” itu sendiri, baik di Bali maupun di mancanegara.

Aliran Tukad Wos

Berbicara mengenai kawasan suci Campuhan itu sendiri sesungguhnya banyak sekali memiliki “petirtan” diantaranya: Pancoran Sudamala, Pancoran Selukat, Pancoran Dedari, Pancoran Rawana, Tirtha Taman Beji dan Tirtha Beras. Walau letak kesemua petirtan tersebut menyebar, namun dipercayai bersumber pada satu kekuatan Hyang Dewi yang berstana di Pura Gunung Lebah. Dan juga, rembesan toya dari kesemua petirtan tersebut menjadi satu pada pertemuan aliran Sungai Wos Kangin dan Wos Kauh. Itu pula yang menyebabkan banyak masyarakat yang berendam di pertemuan tersebut, karena diyakini memiliki kekuatan spiritual membersihkan diri dari kotoran jiwa dan pikiran. Pertemuan dua aliran Sungai Wos di sebelah barat Ubud tersebut juga diyakini sebagai pertemuan Purusha dan Pradhana yang menuju kepada keberlangsungan kehidupan. Gunung Lebah yang terletak pada dataran yang rendah dipercayai sebagai simbol “Lingga” dan Sungai Wos (air) sebagai wujud “Yoni”, dua konsep yang kental dengan ajaran “Siwa Tatwa”. Jika Lingga dan Yoni bertemu tentu akan melahirkan kehidupan dan kebahagiaan. Gunung Lebah dan Sungai Wos merupakan kawasan suci yang perlu memang mendapatkan perhatian melalui tindakan menjaga ekosistem lingkungan maupun dengan pelaksanaan ritual yadnya.

Pelaksanaan Ritual Upacara di Kawasan Suci Campuhan dengan Pura Gunung Lebah sebagai ikon pemujaannya tentu tidak bisa dilepaskan dari peran antara Puri Agung Ubud dengan Subak-Subak yang me-hulu di Pura Gunung Lebah. Puri Agung Ubud sebagai pengempon Pura bersama-sama dengan Subak sedari dulu hingga saat ini senantiasa melaksanakan persembahan kehadapan Ida Bhatari di Pura Gunung Lebah. Tidak saja dengan Subak, paiketan Puri dengan beberapa Desa Adat seputaran kawasan Gunung Lebah, yang disebut dengan Munduk Gunung Lebah juga telah terjalin dari dahulu kala. Itu sebabnya, setiap piodalan di Pura Gunung Lebah lebih dari sepuluh desa adat terlibat dalam proses persiapan sampai dengan pelaksanaannya. Tidak saja dalam pelaksanaan Upacara, namun Simbol Barong dan Rangda yang dipuja di berbagai Desa Adat tersebut juga berdatangan untuk dapat bersama sama dengan masyarakatnya memuja kemuliaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa utamaya yang ber-stana di Pura Gunung Lebah demi terciptanya kemakmuran dan keselamatan masyarakat.

Pura Parahyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Ubud

Tak terasa waktu sudah menujukkan Pukul 11:00, pengenter Upacara piodalan telah memberi aba-aba pemuspan (persembahyangan) akan segera dimulai. Para pecalang terlihat makin sibuk mengatur jarak duduk para pemedek yang hadir sesuai dengan “tanda” yang telah disiapkan oleh Pengempon. Persembahyangan dimulai dengan menghaturkan “Puja Tri Sandya” dan hujan rintik-rintik pun tak bisa dibendung seakan ingin turut menyertai alunan puja para umat yang duduk di natar Ida Bhatara. Memasuki tahapan “panca sembah”, hujan turun makin lebat dan para pemedek tetap bertahan dengan khusyuk menghaturkan sembah bhakti. Saya yang berada pada baris kedua dari depan juga tak luput dari hujan. Bisa dipastikan semua yang hadir basah kuyup kala itu. Tak kunjung lama, setelah pangenter pemuspan menyampaikan aba-aba akan melakukan sembah puyung yang kedua, hujan perlahan mereda dan tak lama kemudian berhenti kembali. Sungguh pemandangan yang langka Pagi itu, hujan hanya datang tidak lebih dari 10 menit hanya untuk ikut mengiringi jalannya persembahyangan.

Piodalan kali ini juga terlihat istimewa dari biasanya, karena Penglingsir Puri Agung Ubud berkesempatan menyapa para Prajuru Desa yang hadir seusai persembahyangan berlangsung. Dalam sambrama wacana nya, Penglingsir Puri mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran para Prajuru Desa dan Prajuru Subak sekaligus menyampaikan rasa keprihatinannya atas musibah Pandemi Covid-19 yang telah empat bulan melanda dunia. Dihadapan Ida Bhatari, Penglingsir Puri juga berkesempatan memberikan “Pica Ida Bhatari Gunung Lebah” berupa pembagian Beras kepada perwakilan 17 Desa Adat yang hadir dan Krama Subak yang serahina ngayah di Pura Gunung Lebah Ubud sebagai ungkapan terima kasih dan wujud perhatian bagi kelangsungan masyarakat ditengah-tengah ketidakpastian dampak pandemi Covid-19. Tak lupa, Penglingsir Puri mengajak seluruh yang hadir untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menjaga kelestarian alam dan air, serta mempertahankan keharmonisan hubungan antara Puri, Subak, dan masyarakat 17 Desa Adat seperti yang telah terjalin sebelum-sebelumnya oleh para leluhur terdahulu.

Penglingsir Puri Agung Ubud

“Yakinilah bahwa semasih Tukad Wos belum berhenti mengalir, maka keniscayaan akan cahaya terang akan tampak bagi Ubud secara keseluruhan. Maka, kibarkanlah optimisme dan persatuan. Astungkara selamat dalam jiwa dan pikiran.” – pesan Penglingsir.

-Catatan Harian Budha Kliwon Sinta di Pura Gunung Lebah Ubud 8 Juli 2020-     

Tags: pagerwesiUbud
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Guru Semesta dan Manusia di Balik Pagerwesi

Next Post

Poh Lembongan, Mangga Khas Nusa Penida — Riwayatmu Kini

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Poh Lembongan, Mangga Khas Nusa Penida — Riwayatmu Kini

Poh Lembongan, Mangga Khas Nusa Penida — Riwayatmu Kini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co