3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan di Masa Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
July 17, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Ada sesuatu yang sudah ada dari zaman lampau dan selalu ingin diberantas tetapi  menyisakan pekerjaan rumah yang luar biasa sampai sekarang. Mungkin Anda sudah sering mendengar soal Indonesia darurat narkoba. Hal ini memang sering menjadi ungkapan yang cukup akrab di masyarakat di mana Indonesia dikatakan sudah dalam level yang sangat parah dalam hal penyalahgunaan narkotika dan zat-zat terlarang.

Banyak yang merasa ini adalah dampak dari pariwisata, dampak dari penurunan moralitas dan sebagainya. Kali ini saya akan memberikan perspektif yang berbeda, karena kita bisa lihat di masa pandemi Covid-19 ini pariwisata mati dan moralitas apakah kemudian jadi menurun sekali? Hal yang pasti, peredaran narkoba dan penyalahgunaannya masih tetap berlangsung bahkan ada potensi meningkat.

Gangguan Otak

Kenapa demikian? Sebenarnya yang banyak orang belum tahu yakni kecanduan narkoba adalah suatu gangguan atau proses di otak kita yang dalam bahasa medis disebut brain diseases. Gangguannya berada di otak kita. Pertama, ketika seseorang mulai menyalahgunaan narkoba sebetulnya sudah memiliki kecenderungan mengalami gangguan kejiwaan. Dimana dia merasa  sangat tidak nyaman dengan dirinya; entah itu sulit berkonsentrasi, tidak nyaman dengan perasaan atau mood-nya yang naik-turun secara drastis, mengalami masalah dan kemudian merasa perlu lari dan lupa dari permasalahannya dengan menggunakan narkoba.

Dia berusaha memulihkan dirinya mencari zat-zat yang dia rasakan bisa membuat dirinya nyaman dan itu salah karena akhirnya menjadi kecanduan narkoba. Hal ini disebabkan dua faktor, yakni tentang ketidakpahaman cara mengatasi permasalahan atau kerentanan gangguan otak yang terjadi, misalnya pada orang-orang yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif misalnya pada anak-anak dan remaja yang mengalaminya kemudian dicap atau distigma sebagai “nakal”, karakternya “bandel” dan sebagainya.

Padahal itu adalah suatu gangguan jiwa yang bisa diobati. Atau pada anak-anak dan remaja yang sangat ekstrem perubahan mood atau perasaannya. Kadang sangat bergembira atau sangat energik tapi di lain pihak merasa sangat down, tidak ingin melakukan kegiatan apapun, larut dalam kesedihan dan sebagainya. Dan keluarga tidak memahaminya dan tidak memberikan pertolongan jadilah mereka ini kemudian mencari pertolongan untuk dirinya sendiri, sebatas pengetahuannya. Mencoba-coba dari pergaulannya zat-zat yang kira-kira bisa membantu dirinya, maka jatuhlah ke dalam penyalahgunaan narkoba. Apalagi ada stigma dan perundungan di masyarakat bagi orang-orang yang datang berkonsultasi atau berobat ke dokter jiwa atau psikiater dianggap sebagai  “orang gila” karena hanya “orang gila” yang datang ke psikiater.

Sehingga hal ini makin mendorong besarnya kemungkinan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan psikologis kemudian justru terjebak pada penyalahgunaan narkoba. Negara kita juga sudah memberlakukan hukum yang sangat keras bahkan pada pengedar narkoba atau yang memiliki narkoba lebih dari batas jumlah yang ditentukan dianggap sebagai pengedar dan  diancam dengan hukuman mati.

Ternyata efeknya tidak terlalu banyak penurunan dari hal tersebut karena sebenarnya penyalahgunanya terlampau banyak dan yang dibutuhkan bukan hanya penegakan hukum tetapi yang lebih penting adalah rehabilitasi. Saat ini di Indonesia setiap Badan Narkotika Nasional (BNN) kota/ kabupaten sudah menyiapkan rehabilitasi psikososial dan medis yang gratis, asal masyarakat mau datang menjangkaunya secara sukarela, atau keluarga yang mengantar anggota keluarganya yang mengalami kecanduan narkoba.

Peran Masyarakat

Usaha yang sangat baik ini perlu diimbangi dengan inisiatif atau pemahaman masyarakat untuk mau menggunakan layanan ini dan juga yang penting sekali adalah penerimaan masyarakat bagi orang-orang yang mengalami kecanduan dan sudah mau melakukan rehabilitasi agar bisa diterima di masyarakat, diterima di lingkungan kerja sehingga mempunyai penghidupan dan bisa berkeluarga dengan baik.

Juga, jangan menghalangi orang yang mau melakukan rehabilitasi dan mencari pengobatan termasuk ke psikiater yang sementara ini membutuhkan pengobatan lanjutan sebagai transisi atau penyesuaian atau pengalihan kecanduan yang sangat berat tersebut. Karena kalau demikian kita justru terbalik kita tidak menginginkan orang-orang yang kecanduan untuk bisa pulih kembali.

Dan sebagaimana sebuah gangguan otak yang kronis tetapi bisa pulih dan kembali masyarakat asal mendapatkan pengobatan yang tepat dan mendapat dukungan keluarga serta masyarakat. Di masa pandemi ini, banyak tekanan-tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat dan itu berpotensi juga menambah peningkatan penyalahgunaan narkoba. Selain narkoba, dalam ilmu kesehatan jiwa ada kecanduan yang lain. Jadi selain kecanduan zat juga ada kecanduan perilaku. Hal-hal ini juga perlu diwaspadai selama musim pandemi, misalnya pada anak-anak dan remaja kita jangan sampai kita merasa aman: “Oh anak-anak saya hanya di rumah saja sehingga tidak akan terkena narkoba atau kecanduan yang lain”

Kecanduan Internet dan Game Online

Padahal, ada hal lain selain kecanduan zat seperti yang saya katakan tadi yaitu  kecanduan perilaku misalnya adalah kecanduan internet. Ada juga Online Gaming Disorder atau kecanduan game online. Dan ternyata dari penelitian-penelitian mengatakan kerusakan otak yang dialami orang-orang yang mengalami kecanduan game online ataupun secara umum kecanduan internet mempunyai gambaran yang serupa kerusakan otaknya dengan penyalahguna narkoba sehingga ini patut diwaspadai, apalagi selama ini kemudian anak-anak dan remaja lebih banyak di rumah dan mendapatkan akses internet yang lebih besar.

Jadi patutlah kita waspadai tetapi juga tidak buru-buru memberikan penghakiman bahwa setiap anak yang main game online dan sering beraktivitas internet kemudian kecanduan. Perlu berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa untuk hal ini dan ketika pun mendapat terapi perlu di-support atau didukung dengan baik.

Saran saya ketika pandemi ini, jika kita merasakan tekanan psikologis janganlah kemudian mengarahkannya pada hal-hal yang justru menjerumuskan diri kita, misalnya pada narkoba ataupun mengarahkannya pada penggunaan internet atau game online yang berlebihan. Semoga kita semua dalam keadaan mantap jiwa raga dan bisa menghadapi pandemi dengan baik. [T]

Tags: covid 19kecanduankesehatankesehatan jiwapandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luhurnya Cita Rasa Tembakau Bondowoso

Next Post

“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

"I Panti dan I Nganti" - Catatan Tumpek Landep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co