3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan di Masa Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
July 17, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Ada sesuatu yang sudah ada dari zaman lampau dan selalu ingin diberantas tetapi  menyisakan pekerjaan rumah yang luar biasa sampai sekarang. Mungkin Anda sudah sering mendengar soal Indonesia darurat narkoba. Hal ini memang sering menjadi ungkapan yang cukup akrab di masyarakat di mana Indonesia dikatakan sudah dalam level yang sangat parah dalam hal penyalahgunaan narkotika dan zat-zat terlarang.

Banyak yang merasa ini adalah dampak dari pariwisata, dampak dari penurunan moralitas dan sebagainya. Kali ini saya akan memberikan perspektif yang berbeda, karena kita bisa lihat di masa pandemi Covid-19 ini pariwisata mati dan moralitas apakah kemudian jadi menurun sekali? Hal yang pasti, peredaran narkoba dan penyalahgunaannya masih tetap berlangsung bahkan ada potensi meningkat.

Gangguan Otak

Kenapa demikian? Sebenarnya yang banyak orang belum tahu yakni kecanduan narkoba adalah suatu gangguan atau proses di otak kita yang dalam bahasa medis disebut brain diseases. Gangguannya berada di otak kita. Pertama, ketika seseorang mulai menyalahgunaan narkoba sebetulnya sudah memiliki kecenderungan mengalami gangguan kejiwaan. Dimana dia merasa  sangat tidak nyaman dengan dirinya; entah itu sulit berkonsentrasi, tidak nyaman dengan perasaan atau mood-nya yang naik-turun secara drastis, mengalami masalah dan kemudian merasa perlu lari dan lupa dari permasalahannya dengan menggunakan narkoba.

Dia berusaha memulihkan dirinya mencari zat-zat yang dia rasakan bisa membuat dirinya nyaman dan itu salah karena akhirnya menjadi kecanduan narkoba. Hal ini disebabkan dua faktor, yakni tentang ketidakpahaman cara mengatasi permasalahan atau kerentanan gangguan otak yang terjadi, misalnya pada orang-orang yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif misalnya pada anak-anak dan remaja yang mengalaminya kemudian dicap atau distigma sebagai “nakal”, karakternya “bandel” dan sebagainya.

Padahal itu adalah suatu gangguan jiwa yang bisa diobati. Atau pada anak-anak dan remaja yang sangat ekstrem perubahan mood atau perasaannya. Kadang sangat bergembira atau sangat energik tapi di lain pihak merasa sangat down, tidak ingin melakukan kegiatan apapun, larut dalam kesedihan dan sebagainya. Dan keluarga tidak memahaminya dan tidak memberikan pertolongan jadilah mereka ini kemudian mencari pertolongan untuk dirinya sendiri, sebatas pengetahuannya. Mencoba-coba dari pergaulannya zat-zat yang kira-kira bisa membantu dirinya, maka jatuhlah ke dalam penyalahgunaan narkoba. Apalagi ada stigma dan perundungan di masyarakat bagi orang-orang yang datang berkonsultasi atau berobat ke dokter jiwa atau psikiater dianggap sebagai  “orang gila” karena hanya “orang gila” yang datang ke psikiater.

Sehingga hal ini makin mendorong besarnya kemungkinan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan psikologis kemudian justru terjebak pada penyalahgunaan narkoba. Negara kita juga sudah memberlakukan hukum yang sangat keras bahkan pada pengedar narkoba atau yang memiliki narkoba lebih dari batas jumlah yang ditentukan dianggap sebagai pengedar dan  diancam dengan hukuman mati.

Ternyata efeknya tidak terlalu banyak penurunan dari hal tersebut karena sebenarnya penyalahgunanya terlampau banyak dan yang dibutuhkan bukan hanya penegakan hukum tetapi yang lebih penting adalah rehabilitasi. Saat ini di Indonesia setiap Badan Narkotika Nasional (BNN) kota/ kabupaten sudah menyiapkan rehabilitasi psikososial dan medis yang gratis, asal masyarakat mau datang menjangkaunya secara sukarela, atau keluarga yang mengantar anggota keluarganya yang mengalami kecanduan narkoba.

Peran Masyarakat

Usaha yang sangat baik ini perlu diimbangi dengan inisiatif atau pemahaman masyarakat untuk mau menggunakan layanan ini dan juga yang penting sekali adalah penerimaan masyarakat bagi orang-orang yang mengalami kecanduan dan sudah mau melakukan rehabilitasi agar bisa diterima di masyarakat, diterima di lingkungan kerja sehingga mempunyai penghidupan dan bisa berkeluarga dengan baik.

Juga, jangan menghalangi orang yang mau melakukan rehabilitasi dan mencari pengobatan termasuk ke psikiater yang sementara ini membutuhkan pengobatan lanjutan sebagai transisi atau penyesuaian atau pengalihan kecanduan yang sangat berat tersebut. Karena kalau demikian kita justru terbalik kita tidak menginginkan orang-orang yang kecanduan untuk bisa pulih kembali.

Dan sebagaimana sebuah gangguan otak yang kronis tetapi bisa pulih dan kembali masyarakat asal mendapatkan pengobatan yang tepat dan mendapat dukungan keluarga serta masyarakat. Di masa pandemi ini, banyak tekanan-tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat dan itu berpotensi juga menambah peningkatan penyalahgunaan narkoba. Selain narkoba, dalam ilmu kesehatan jiwa ada kecanduan yang lain. Jadi selain kecanduan zat juga ada kecanduan perilaku. Hal-hal ini juga perlu diwaspadai selama musim pandemi, misalnya pada anak-anak dan remaja kita jangan sampai kita merasa aman: “Oh anak-anak saya hanya di rumah saja sehingga tidak akan terkena narkoba atau kecanduan yang lain”

Kecanduan Internet dan Game Online

Padahal, ada hal lain selain kecanduan zat seperti yang saya katakan tadi yaitu  kecanduan perilaku misalnya adalah kecanduan internet. Ada juga Online Gaming Disorder atau kecanduan game online. Dan ternyata dari penelitian-penelitian mengatakan kerusakan otak yang dialami orang-orang yang mengalami kecanduan game online ataupun secara umum kecanduan internet mempunyai gambaran yang serupa kerusakan otaknya dengan penyalahguna narkoba sehingga ini patut diwaspadai, apalagi selama ini kemudian anak-anak dan remaja lebih banyak di rumah dan mendapatkan akses internet yang lebih besar.

Jadi patutlah kita waspadai tetapi juga tidak buru-buru memberikan penghakiman bahwa setiap anak yang main game online dan sering beraktivitas internet kemudian kecanduan. Perlu berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa untuk hal ini dan ketika pun mendapat terapi perlu di-support atau didukung dengan baik.

Saran saya ketika pandemi ini, jika kita merasakan tekanan psikologis janganlah kemudian mengarahkannya pada hal-hal yang justru menjerumuskan diri kita, misalnya pada narkoba ataupun mengarahkannya pada penggunaan internet atau game online yang berlebihan. Semoga kita semua dalam keadaan mantap jiwa raga dan bisa menghadapi pandemi dengan baik. [T]

Tags: covid 19kecanduankesehatankesehatan jiwapandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luhurnya Cita Rasa Tembakau Bondowoso

Next Post

“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

"I Panti dan I Nganti" - Catatan Tumpek Landep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co