14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan di Masa Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
July 17, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Ada sesuatu yang sudah ada dari zaman lampau dan selalu ingin diberantas tetapi  menyisakan pekerjaan rumah yang luar biasa sampai sekarang. Mungkin Anda sudah sering mendengar soal Indonesia darurat narkoba. Hal ini memang sering menjadi ungkapan yang cukup akrab di masyarakat di mana Indonesia dikatakan sudah dalam level yang sangat parah dalam hal penyalahgunaan narkotika dan zat-zat terlarang.

Banyak yang merasa ini adalah dampak dari pariwisata, dampak dari penurunan moralitas dan sebagainya. Kali ini saya akan memberikan perspektif yang berbeda, karena kita bisa lihat di masa pandemi Covid-19 ini pariwisata mati dan moralitas apakah kemudian jadi menurun sekali? Hal yang pasti, peredaran narkoba dan penyalahgunaannya masih tetap berlangsung bahkan ada potensi meningkat.

Gangguan Otak

Kenapa demikian? Sebenarnya yang banyak orang belum tahu yakni kecanduan narkoba adalah suatu gangguan atau proses di otak kita yang dalam bahasa medis disebut brain diseases. Gangguannya berada di otak kita. Pertama, ketika seseorang mulai menyalahgunaan narkoba sebetulnya sudah memiliki kecenderungan mengalami gangguan kejiwaan. Dimana dia merasa  sangat tidak nyaman dengan dirinya; entah itu sulit berkonsentrasi, tidak nyaman dengan perasaan atau mood-nya yang naik-turun secara drastis, mengalami masalah dan kemudian merasa perlu lari dan lupa dari permasalahannya dengan menggunakan narkoba.

Dia berusaha memulihkan dirinya mencari zat-zat yang dia rasakan bisa membuat dirinya nyaman dan itu salah karena akhirnya menjadi kecanduan narkoba. Hal ini disebabkan dua faktor, yakni tentang ketidakpahaman cara mengatasi permasalahan atau kerentanan gangguan otak yang terjadi, misalnya pada orang-orang yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif misalnya pada anak-anak dan remaja yang mengalaminya kemudian dicap atau distigma sebagai “nakal”, karakternya “bandel” dan sebagainya.

Padahal itu adalah suatu gangguan jiwa yang bisa diobati. Atau pada anak-anak dan remaja yang sangat ekstrem perubahan mood atau perasaannya. Kadang sangat bergembira atau sangat energik tapi di lain pihak merasa sangat down, tidak ingin melakukan kegiatan apapun, larut dalam kesedihan dan sebagainya. Dan keluarga tidak memahaminya dan tidak memberikan pertolongan jadilah mereka ini kemudian mencari pertolongan untuk dirinya sendiri, sebatas pengetahuannya. Mencoba-coba dari pergaulannya zat-zat yang kira-kira bisa membantu dirinya, maka jatuhlah ke dalam penyalahgunaan narkoba. Apalagi ada stigma dan perundungan di masyarakat bagi orang-orang yang datang berkonsultasi atau berobat ke dokter jiwa atau psikiater dianggap sebagai  “orang gila” karena hanya “orang gila” yang datang ke psikiater.

Sehingga hal ini makin mendorong besarnya kemungkinan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan psikologis kemudian justru terjebak pada penyalahgunaan narkoba. Negara kita juga sudah memberlakukan hukum yang sangat keras bahkan pada pengedar narkoba atau yang memiliki narkoba lebih dari batas jumlah yang ditentukan dianggap sebagai pengedar dan  diancam dengan hukuman mati.

Ternyata efeknya tidak terlalu banyak penurunan dari hal tersebut karena sebenarnya penyalahgunanya terlampau banyak dan yang dibutuhkan bukan hanya penegakan hukum tetapi yang lebih penting adalah rehabilitasi. Saat ini di Indonesia setiap Badan Narkotika Nasional (BNN) kota/ kabupaten sudah menyiapkan rehabilitasi psikososial dan medis yang gratis, asal masyarakat mau datang menjangkaunya secara sukarela, atau keluarga yang mengantar anggota keluarganya yang mengalami kecanduan narkoba.

Peran Masyarakat

Usaha yang sangat baik ini perlu diimbangi dengan inisiatif atau pemahaman masyarakat untuk mau menggunakan layanan ini dan juga yang penting sekali adalah penerimaan masyarakat bagi orang-orang yang mengalami kecanduan dan sudah mau melakukan rehabilitasi agar bisa diterima di masyarakat, diterima di lingkungan kerja sehingga mempunyai penghidupan dan bisa berkeluarga dengan baik.

Juga, jangan menghalangi orang yang mau melakukan rehabilitasi dan mencari pengobatan termasuk ke psikiater yang sementara ini membutuhkan pengobatan lanjutan sebagai transisi atau penyesuaian atau pengalihan kecanduan yang sangat berat tersebut. Karena kalau demikian kita justru terbalik kita tidak menginginkan orang-orang yang kecanduan untuk bisa pulih kembali.

Dan sebagaimana sebuah gangguan otak yang kronis tetapi bisa pulih dan kembali masyarakat asal mendapatkan pengobatan yang tepat dan mendapat dukungan keluarga serta masyarakat. Di masa pandemi ini, banyak tekanan-tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat dan itu berpotensi juga menambah peningkatan penyalahgunaan narkoba. Selain narkoba, dalam ilmu kesehatan jiwa ada kecanduan yang lain. Jadi selain kecanduan zat juga ada kecanduan perilaku. Hal-hal ini juga perlu diwaspadai selama musim pandemi, misalnya pada anak-anak dan remaja kita jangan sampai kita merasa aman: “Oh anak-anak saya hanya di rumah saja sehingga tidak akan terkena narkoba atau kecanduan yang lain”

Kecanduan Internet dan Game Online

Padahal, ada hal lain selain kecanduan zat seperti yang saya katakan tadi yaitu  kecanduan perilaku misalnya adalah kecanduan internet. Ada juga Online Gaming Disorder atau kecanduan game online. Dan ternyata dari penelitian-penelitian mengatakan kerusakan otak yang dialami orang-orang yang mengalami kecanduan game online ataupun secara umum kecanduan internet mempunyai gambaran yang serupa kerusakan otaknya dengan penyalahguna narkoba sehingga ini patut diwaspadai, apalagi selama ini kemudian anak-anak dan remaja lebih banyak di rumah dan mendapatkan akses internet yang lebih besar.

Jadi patutlah kita waspadai tetapi juga tidak buru-buru memberikan penghakiman bahwa setiap anak yang main game online dan sering beraktivitas internet kemudian kecanduan. Perlu berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa untuk hal ini dan ketika pun mendapat terapi perlu di-support atau didukung dengan baik.

Saran saya ketika pandemi ini, jika kita merasakan tekanan psikologis janganlah kemudian mengarahkannya pada hal-hal yang justru menjerumuskan diri kita, misalnya pada narkoba ataupun mengarahkannya pada penggunaan internet atau game online yang berlebihan. Semoga kita semua dalam keadaan mantap jiwa raga dan bisa menghadapi pandemi dengan baik. [T]

Tags: covid 19kecanduankesehatankesehatan jiwapandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luhurnya Cita Rasa Tembakau Bondowoso

Next Post

“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

"I Panti dan I Nganti" - Catatan Tumpek Landep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co