8 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok di Utara Pemrajan Agung Ubud

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 4, 2020
in Khas
Sosok di Utara Pemrajan Agung Ubud

Foto dok penulis

Ubud sore itu terlihat cukup cerah. Tampak Penglingsir Puri, Ida Pedanda, Tetua Desa, dan beberapa penggiat sastra mendatangi Puri Anyar Ubud yang terletak disebelah utara Pemrajan Agung Ubud. Jam menunjukkan tepat Pukul 15:30 WITA, tampak semua yang hadir bersiap-siap untuk memulai suatu acara. Ya,,,,Hari itu, Kamis 2 Juli 2020 dilangsungkan acara “Rembug Sastra” membedah Lontar Catur Yuga yang diselenggarakan atas kerjasama Ubud Royal Weekend dengan Puri Anyar Heritage. Situasi Pandemi Covid-19 memang memaksa penyelenggaraan acara rembug tersebut tidak bisa dihadiri oleh banyak orang sesuai dengan aturan Pemerintah. Oleh karenanya, acara tersebut dikemas live oleh beberapa akun media sosial, agar khalayak luas dapat turut berpartisipasi menyaksikan jalannya acara dari rumah masing-masing. Narasumber pada acara tersebut adalah Ida Pedanda Gde Putra Bun dari Griya Keniten Dukuh Agung, Jukutpaku, Singakerta dan Tjokorda Raka Kerthyasa selaku Bandesa Desa Adat Ubud sekaligus pemegang naskah Lontar Catur Yuga tersebut. Acara dibuka langsung oleh Penglingsir Puri Agung Ubud (Tjokorda Gde Putra Sukawati) dan dipandu langsung oleh moderator rembug yaitu Ida Bagus Oka Manobhawa dari Griya Peling Padangtegal Tengah.

Dari beberapa peserta yang hadir terlihat cukup antusias dengan jalannya acara rembug sastra yang bertempat di Puri Anyar Ubud tersebut. Berbicara mengenai Puri Anyar Ubud sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sastra di masa lalu. Berawal dari sosok yang dikenal dengan nama “Tjokorda Gde Rai Rengu”, putra dari Ida Tjokorda Gde Oka (penasehat Punggawa Besar Ubud dahulu dibidang sastra dan kemasyarakatan dari Puri Saren Kauh Ubud) yang merupakan cikal bakal adanya generasi di Puri Anyar Ubud sampai sekarang. Saya tidak mendapatkan informasi pasti kapan tanggal kelahiran Beliau, namun diprediksi Beliau telah cukup dewasa sejak meletusnya “Perang Negara” (kisaran Tahun 1885-1890an). Sejak kecil Tjokorda Gde Rai Rengu cukup bertalenta dibidang sastra, seni dan kemasyarakatan, sebuah bakat yang diwarisi oleh ayahanda di Puri Saren Kauh. Menginjak remaja, Tjokorda Gde Rai Rengu kadharmaputra atau “diangkat anak” oleh paman Beliau (Ida Tjokorda Gde Raka) yang mendiami Puri di Desa Sayan sekaligus merupakan dinasti pertama Puri Agung Sayan.

Semenjak Kerajaan Gianyar mulai menguasai sedikit demi sedikit wilayah barat yang berbatasan dengan kekuasaan Mengwi, maka secara perlahan Ubud mulai memainkan perannya dengan menempatkan beberapa perpanjangan tangan didaerah tersebut. Terlebih setelah berhasil memukul  mundur pasukan Negara, Ubud secara pasti membangun satelitnya di Desa Sayan dan Ida Tjokorda Gde Raka yang disebutkan sebelumnya berasal dari Ubud (paman Tjokorda Gde Rai Rengu) ditugaskan mendiami “Sayan”. Membangun sebuah dinasti dan mengatur tata kemasyarakatan  di sebuah wilayah yang baru tentu diyakini sangat berat dilakoni oleh Ida Tjokorda Gde Raka. Terlebih “Sayan” sebagai sebuah wilayah perbatasan dipinggiran Sungai Ayung ditempati oleh berbagai eksodus masyarakat saat itu, seperti perpindahan penduduk dari batubulan, dari mas, dari Taro, dari Peliatan, dan beberapa dari daerah Buleleng. Maka ditengah kemajemukan tersebut, peran Tjokorda Gde Rai Rengu sangatlah vital mendampingi Ayah Angkat Beliau di Puri Sayan. Oleh banyak masyarakat, nama Ida Tjokorda Gde Rai Rengu disebut pula dengan Tjokorda Gde Rai Sajan.

Kejadian politik di Mengwi yang selanjutnya berakhir pada penyerangan yang dilakukan Pasukan Badung dan Tabanan kepada Mengwi, menyebabkan banyaknya eksodus (perpindahan) masyarakat dari barat (Mengwi) menjuju ke arah timur. Bahkan menurut beberapa catatan dinyatakan Punggawa Ubud menampung hampir enam ribu masyarakat Mengwi baik di seputaran Kedatuan atau ditempatkan pada daerah daerah di luaran kawasan Jero Kuta Ubud. Padatnya mobilisasi masyarakat pada zaman tersebut di Ubud juga berdampak pada semakin sibuknya aktivitas di pusat Kedatuan di Ubud. Bertambahnya masyarakat dari Mengwi menjadi satu dengan masyarakat yang sudah menetap sebelumnya di Ubud menjadi sebuah kekuatan dalam memajukan Ubud secara bersama-sama.

Dalam upaya membantu beban tugas yang cukup berat diemban Kepunggawaan Ubud di era 1892-1897 utamanya dibidang pencatatan, maka dititahkanlah agar Tjokorda Gde Rai Rengu yang sebelumnya kedharmaputra dan berdiam di Puri Sayan untuk kembali pulang ke Ubud serta menempati sebuah areal kosong persis disebelah utara Pamerajan Agung Ubud yang sampai saat ini dikenal dengan nama “Puri Anyar Ubud”. Perhatian Ida Tjokorda Gde Sukawati (Punggawa Besar Ubud) kepada Tjokorda Gde Rai Rengu tidak saja dalam posisi kedudukan strategis yang diberikan kepadanya selepas meninggalkan Puri Sayan, namun juga perhatian Beliau terhadap bakat dan minat yang Tjokorda Gde Rai Rengu miliki. Mungkin karena memang Tjokorda Gde Rai Rengu berbakat pada dunia sastra, maka beberapa koleksi Lontar yang dimiliki oleh Ida Tjokorda Gde Sukawati diserahkan kepada keponakan beliau (Tjokorda Gde Rai Rengu). Tidak saja itu, Ida Tjokorda Gde Sukawati juga sempat menyekolahkan Tjokorda Gde Rai Rengu di Singaraja. Saya tidak mendapatkan informasi pasti nama Sekolah di Singaraja tersebut. Namun dari penuturan beberapa informan diperkirakan yang dimaksud adalah “Sekolah Kelas Dua” yang khusus diperuntukkan sebagai Calon Juru Tulis zaman itu. Maka oleh beberapa kalangan dahulu, Tjokorda Gde Rai Rengu juga disebut dengan nama Tjokorda Gde Rai Boeleleng.  Sekitar awal Tahun 1931, Tjokorda Gde Rai Rengu juga sempat menjadi Kepala Distrik (Head of District Oeboed) sesuai yang terkutip pada artikel “Reminiscences of A Balinese Prince-Tjokorda Gde Agung Soekawati (1979).

Kori Agung Puri Anyar Ubud

Di bidang seni tari, Tjokorda Gde Rai Rengu juga dikenal cukup piawai. Semenjak mendirikan Puri Anyar Ubud, Beliau sangat aktif dalam pembinaan tari dan tabuh masyarakat di Ubud. Dalam sebuah misi kebudayaan Paris Colonial Exposition Tahun 1931, Tjokorda Gde Rai Rengu atau yang dikenal dengan Tjokorda Gde Rai Sayan juga turut mengisi acara sebagai anggota delegasi kebudayaan pimpinan Tjokorda Gde Raka Soekawati bersama seniman-seniman lainnya seperti: Anak Agung Gde Mandera, I Ketut Rindha, Tjokorda Oka Tublen, Dewa Gede Raka, Tjokorda Anom, Jero Tjandra, dan Ni Rimpeg. Dari beberapa informasi penglingsir, di masanya Tjokorda Gde Rai Rengu cukup piawai menarikan Tarian Sakral “Rangda” saat pertunjukan Calonarang. Memasuki usia senja, kehidupan Tjokorda Gde Rai Rengu dihabiskan pada urusan adat dan keagamaan. Dari penuturan beberapa informan, beberapa Upacara besar (Karya Ageng) di seputaran Sayan dan Kedisan kisaran Tahun 1950-1960 melibatkan peran serta Beliau sebagai Pengrajeg Karya. Pengabdian Beliau kepada masyarakat juga dijalankan melalui keterampilan di Bidang “Usadha”, Itu sebabnya, beberapa naskah lontar Usadha masih tersimpan dengan baik di Puri Anyar Ubud hingga saat ini. Tjokorda Gde Rai Rengu wafat Tahun 1969, berselang setahun kepulangan Kakanda tercintanya yang juga dikenal sebagai “Sastrawan” masa itu bernama “Ida Tjokorda Gde Ngoerah” (Puri Saren Kauh Ubud).

–LER NING PENGASTRIAN AGENG UBUD–

Tags: GianyarPuri UbudtokohUbud
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Setara: Monumen Pandemi Dialog Dini Hari

Next Post

Galung Wiratmaja, Dari Rumah Tetap Berkarya

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails
Next Post
Galung Wiratmaja, Dari Rumah Tetap Berkarya

Galung Wiratmaja, Dari Rumah Tetap Berkarya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026
Sudahi Isme-Ismemu Itu!
Kritik Seni

Sudahi Isme-Ismemu Itu!

ADA satu pertanyaan yang masih menjadi survei teratas ketika publik bertanya tentang karya seorang seniman. Karyamu ini gayanya apa? Abstrak,...

by Made Chandra
August 7, 2026
Indonesia dalam Secangkir Kopi
Esai

Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!
Pendidikan

Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

“HARI ini saya tidak sedang melihat sekelompok calon wisudawan. Saya sedang melihat sekumpulan wajah yang menyimpan cerita perjalanan yang berbeda-beda.”...

by Dede Putra Wiguna
August 7, 2026
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan
Ulas Film

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

by Satria Aditya
August 7, 2026
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  
Tualang

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani
Ulas Rupa

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

by Hartanto
August 7, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“Gigolo Pendidikan”, Oemar Bakrie, dan Saat Kasih Sayang Guru Menjadi Barang Premium

BEBERAPA hari lalu saya iseng melontarkan istilah yang terdengar keterlaluan.  Gigodik, “Gigolo Pendidikan”. Bayangan saya sederhana. Jangan-jangan sekarang ada "profesi"...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2026
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak
Khas

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

by Jaswanto
August 7, 2026
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co