10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok di Utara Pemrajan Agung Ubud

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 4, 2020
in Khas
Sosok di Utara Pemrajan Agung Ubud

Foto dok penulis

Ubud sore itu terlihat cukup cerah. Tampak Penglingsir Puri, Ida Pedanda, Tetua Desa, dan beberapa penggiat sastra mendatangi Puri Anyar Ubud yang terletak disebelah utara Pemrajan Agung Ubud. Jam menunjukkan tepat Pukul 15:30 WITA, tampak semua yang hadir bersiap-siap untuk memulai suatu acara. Ya,,,,Hari itu, Kamis 2 Juli 2020 dilangsungkan acara “Rembug Sastra” membedah Lontar Catur Yuga yang diselenggarakan atas kerjasama Ubud Royal Weekend dengan Puri Anyar Heritage. Situasi Pandemi Covid-19 memang memaksa penyelenggaraan acara rembug tersebut tidak bisa dihadiri oleh banyak orang sesuai dengan aturan Pemerintah. Oleh karenanya, acara tersebut dikemas live oleh beberapa akun media sosial, agar khalayak luas dapat turut berpartisipasi menyaksikan jalannya acara dari rumah masing-masing. Narasumber pada acara tersebut adalah Ida Pedanda Gde Putra Bun dari Griya Keniten Dukuh Agung, Jukutpaku, Singakerta dan Tjokorda Raka Kerthyasa selaku Bandesa Desa Adat Ubud sekaligus pemegang naskah Lontar Catur Yuga tersebut. Acara dibuka langsung oleh Penglingsir Puri Agung Ubud (Tjokorda Gde Putra Sukawati) dan dipandu langsung oleh moderator rembug yaitu Ida Bagus Oka Manobhawa dari Griya Peling Padangtegal Tengah.

Dari beberapa peserta yang hadir terlihat cukup antusias dengan jalannya acara rembug sastra yang bertempat di Puri Anyar Ubud tersebut. Berbicara mengenai Puri Anyar Ubud sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sastra di masa lalu. Berawal dari sosok yang dikenal dengan nama “Tjokorda Gde Rai Rengu”, putra dari Ida Tjokorda Gde Oka (penasehat Punggawa Besar Ubud dahulu dibidang sastra dan kemasyarakatan dari Puri Saren Kauh Ubud) yang merupakan cikal bakal adanya generasi di Puri Anyar Ubud sampai sekarang. Saya tidak mendapatkan informasi pasti kapan tanggal kelahiran Beliau, namun diprediksi Beliau telah cukup dewasa sejak meletusnya “Perang Negara” (kisaran Tahun 1885-1890an). Sejak kecil Tjokorda Gde Rai Rengu cukup bertalenta dibidang sastra, seni dan kemasyarakatan, sebuah bakat yang diwarisi oleh ayahanda di Puri Saren Kauh. Menginjak remaja, Tjokorda Gde Rai Rengu kadharmaputra atau “diangkat anak” oleh paman Beliau (Ida Tjokorda Gde Raka) yang mendiami Puri di Desa Sayan sekaligus merupakan dinasti pertama Puri Agung Sayan.

Semenjak Kerajaan Gianyar mulai menguasai sedikit demi sedikit wilayah barat yang berbatasan dengan kekuasaan Mengwi, maka secara perlahan Ubud mulai memainkan perannya dengan menempatkan beberapa perpanjangan tangan didaerah tersebut. Terlebih setelah berhasil memukul  mundur pasukan Negara, Ubud secara pasti membangun satelitnya di Desa Sayan dan Ida Tjokorda Gde Raka yang disebutkan sebelumnya berasal dari Ubud (paman Tjokorda Gde Rai Rengu) ditugaskan mendiami “Sayan”. Membangun sebuah dinasti dan mengatur tata kemasyarakatan  di sebuah wilayah yang baru tentu diyakini sangat berat dilakoni oleh Ida Tjokorda Gde Raka. Terlebih “Sayan” sebagai sebuah wilayah perbatasan dipinggiran Sungai Ayung ditempati oleh berbagai eksodus masyarakat saat itu, seperti perpindahan penduduk dari batubulan, dari mas, dari Taro, dari Peliatan, dan beberapa dari daerah Buleleng. Maka ditengah kemajemukan tersebut, peran Tjokorda Gde Rai Rengu sangatlah vital mendampingi Ayah Angkat Beliau di Puri Sayan. Oleh banyak masyarakat, nama Ida Tjokorda Gde Rai Rengu disebut pula dengan Tjokorda Gde Rai Sajan.

Kejadian politik di Mengwi yang selanjutnya berakhir pada penyerangan yang dilakukan Pasukan Badung dan Tabanan kepada Mengwi, menyebabkan banyaknya eksodus (perpindahan) masyarakat dari barat (Mengwi) menjuju ke arah timur. Bahkan menurut beberapa catatan dinyatakan Punggawa Ubud menampung hampir enam ribu masyarakat Mengwi baik di seputaran Kedatuan atau ditempatkan pada daerah daerah di luaran kawasan Jero Kuta Ubud. Padatnya mobilisasi masyarakat pada zaman tersebut di Ubud juga berdampak pada semakin sibuknya aktivitas di pusat Kedatuan di Ubud. Bertambahnya masyarakat dari Mengwi menjadi satu dengan masyarakat yang sudah menetap sebelumnya di Ubud menjadi sebuah kekuatan dalam memajukan Ubud secara bersama-sama.

Dalam upaya membantu beban tugas yang cukup berat diemban Kepunggawaan Ubud di era 1892-1897 utamanya dibidang pencatatan, maka dititahkanlah agar Tjokorda Gde Rai Rengu yang sebelumnya kedharmaputra dan berdiam di Puri Sayan untuk kembali pulang ke Ubud serta menempati sebuah areal kosong persis disebelah utara Pamerajan Agung Ubud yang sampai saat ini dikenal dengan nama “Puri Anyar Ubud”. Perhatian Ida Tjokorda Gde Sukawati (Punggawa Besar Ubud) kepada Tjokorda Gde Rai Rengu tidak saja dalam posisi kedudukan strategis yang diberikan kepadanya selepas meninggalkan Puri Sayan, namun juga perhatian Beliau terhadap bakat dan minat yang Tjokorda Gde Rai Rengu miliki. Mungkin karena memang Tjokorda Gde Rai Rengu berbakat pada dunia sastra, maka beberapa koleksi Lontar yang dimiliki oleh Ida Tjokorda Gde Sukawati diserahkan kepada keponakan beliau (Tjokorda Gde Rai Rengu). Tidak saja itu, Ida Tjokorda Gde Sukawati juga sempat menyekolahkan Tjokorda Gde Rai Rengu di Singaraja. Saya tidak mendapatkan informasi pasti nama Sekolah di Singaraja tersebut. Namun dari penuturan beberapa informan diperkirakan yang dimaksud adalah “Sekolah Kelas Dua” yang khusus diperuntukkan sebagai Calon Juru Tulis zaman itu. Maka oleh beberapa kalangan dahulu, Tjokorda Gde Rai Rengu juga disebut dengan nama Tjokorda Gde Rai Boeleleng.  Sekitar awal Tahun 1931, Tjokorda Gde Rai Rengu juga sempat menjadi Kepala Distrik (Head of District Oeboed) sesuai yang terkutip pada artikel “Reminiscences of A Balinese Prince-Tjokorda Gde Agung Soekawati (1979).

Kori Agung Puri Anyar Ubud

Di bidang seni tari, Tjokorda Gde Rai Rengu juga dikenal cukup piawai. Semenjak mendirikan Puri Anyar Ubud, Beliau sangat aktif dalam pembinaan tari dan tabuh masyarakat di Ubud. Dalam sebuah misi kebudayaan Paris Colonial Exposition Tahun 1931, Tjokorda Gde Rai Rengu atau yang dikenal dengan Tjokorda Gde Rai Sayan juga turut mengisi acara sebagai anggota delegasi kebudayaan pimpinan Tjokorda Gde Raka Soekawati bersama seniman-seniman lainnya seperti: Anak Agung Gde Mandera, I Ketut Rindha, Tjokorda Oka Tublen, Dewa Gede Raka, Tjokorda Anom, Jero Tjandra, dan Ni Rimpeg. Dari beberapa informasi penglingsir, di masanya Tjokorda Gde Rai Rengu cukup piawai menarikan Tarian Sakral “Rangda” saat pertunjukan Calonarang. Memasuki usia senja, kehidupan Tjokorda Gde Rai Rengu dihabiskan pada urusan adat dan keagamaan. Dari penuturan beberapa informan, beberapa Upacara besar (Karya Ageng) di seputaran Sayan dan Kedisan kisaran Tahun 1950-1960 melibatkan peran serta Beliau sebagai Pengrajeg Karya. Pengabdian Beliau kepada masyarakat juga dijalankan melalui keterampilan di Bidang “Usadha”, Itu sebabnya, beberapa naskah lontar Usadha masih tersimpan dengan baik di Puri Anyar Ubud hingga saat ini. Tjokorda Gde Rai Rengu wafat Tahun 1969, berselang setahun kepulangan Kakanda tercintanya yang juga dikenal sebagai “Sastrawan” masa itu bernama “Ida Tjokorda Gde Ngoerah” (Puri Saren Kauh Ubud).

–LER NING PENGASTRIAN AGENG UBUD–

Tags: GianyarPuri UbudtokohUbud
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Setara: Monumen Pandemi Dialog Dini Hari

Next Post

Galung Wiratmaja, Dari Rumah Tetap Berkarya

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Galung Wiratmaja, Dari Rumah Tetap Berkarya

Galung Wiratmaja, Dari Rumah Tetap Berkarya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co