2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersastra Online pada Sastra Bali Modern: Ramai dan Guyub

I Komang Alit Juliartha by I Komang Alit Juliartha
May 4, 2020
in Khas
Bersastra Online pada Sastra Bali Modern: Ramai dan Guyub

Poster kegiatan sastra online yang bertebaran di media sosial

Ketika semua diharuskan berada di rumah, akibat dari adanya pandemi covid-19 ini, membuat semua orang semakin kreatif. Akhir-akhir ini, ibu-ibu kebanyakan menghabiskan waktunya untuk mencoba resep-resep makanan yang dulunya mereka hanya sempat membaca saja, karena rutinitas pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Begitu juga bapak-bapak yang seperti mengembalikan jati diri mereka sebagai seorang petani. Mereka mulai menanam.

Bagaimana dengan para sastrawan? Yang saya lihat mereka kini semakin kreatif memanfaatkan waktu di rumah untuk hal-hal positif. Menulis sudah pasti menjadi agenda utama. Tentu banyak tulisan-tulisan yang tertunda dan harus diselesaikan sebagai pertanggungjawaban penulis terhadap dirinya sendiri. Namun ada yang menarik, mungkin di mulai dari Komunitas Mahima yang menggagas adanya acara Mendongeng Online. Jadi prosesnya para pendongeng mendongeng secara online, live streaming di facebook ataupun instagram. Sangat kreatif, dan bermanfaat. Mengingat yang menjadi pendongeng kebanyakan para penulis yang notabene lebih banyak menulis ketimbang tampil membawakan tulisannya ataupun tulisan orang lain.

Mungkin dari sini asalnya, Suara Saking Bali mengadakan acara yang serupa dengan mengambil tema “Maca Cerpen Bali Online; Mai Bareng “Buduh”. Mengingat, pimpinan dari majalah online tersebut, Putu Supartika merupakan teman dari Made Adnyana Ole dan Supartika adalah salah satu penulis di Komunitas Mahima dengan Tatkala.co sebagai tempat mempublikasikan tulisan-tulisan para penulis di Bali (termasuk saya yang baru memulai menulis menggunakan bahasa Indonesia).

Dimulai sejak 17 April, Dewa Ayu Carma Citrawati, penulis sastra Bali modern perempuan yang memang sangat aktif menulis cerpen khususnya, mencoba menerima tantangan untuk membaca cerpen berbahasa Bali. Dua sekaligus dengan judul Kampih di Kasisik karya IGG Djelantik Santha dan Les karya IDK Raka Kusuma. Namun sebelumnya Carma Citrawati sudah sering membacakan karya sahabat-sahabatnya di channel youtubenya.

Keesokan harinya, pangawi sastra Bali modern I Made Sugianto yang kini menjabat sebagai perbekel Desa Kukuh, membaca cerpen Bali yang berjudul Ulian Kis ILuh Nadak Tiwas yang merupakan karyanya sendiri.

Yang menarik lagi, setiap hari minggu diadakan acara bedah buku berbahasa Bali. Ini satu gebrakan yang memang sangat bagus menurut saya untuk perkembangan sastra Bali modern. Karena memang, sastra Bali modern butuh kritikus sastra. Tanpa kritikus sastra, mungkin saja para penulis khususnya di sastra Bali modern tidak pernah mau belajar karena merasa tulisannya sudah baik dan tanpa ada kekurangan sedikitpun. Dengan adanya kegiatan ini, sangat bermanfaat khususnya bagi para penulis. Demi kebaikan tulisan-tulisan selanjutnya.

I Gede Gita Purnama Arsa Putra atau sering dipanggil Bayu hadir menjadi yang pertama membedah buku Ling karya I Komang Alit Juliartha. Minggu berikutnya Ni Kadek Ayu Sulastri mahasiswa Fakultas Sastra Unud yang membedah buku Aud Kelor karya Dewa Ayu Carma Citrawati. Dan yang akan tampil selanjutnya adalah Siti Noviali mahasiswa Fakultas Sastra Unud yang akan membedah buku karya I Made Sugianto berjudul Ngipiang Jokowi.

Penulis-penulis lainpun tidak mau kalah. Mereka ikut serta dalam membaca cerpen Bali. Sebut saja, Wayan Paing, Agus Darma Putra, Guna Eka Yasa, Alit Juliartha, Ari Dwijayanti, Kadek Sonia Piscayanti, Supartika, Renes Muliani, dan yang akan tampil berikutnya adalah I Gde Aries Pidrawan. Disamping para penulis, ada juga teman yang ikut membaca cerpen online yakni I Nyoman Mahayasa, fotografer, dan juga Julia Shocink, selebgram. Puteri Yadnya Diari, Dosen Mpu Kuturan.

Kegiatan ini akan tetap berlanjut mungkin sampai semuanya kembali normal. Kembali berkutat dengan kesibukan masing-masing.

Bukan hanya kegiatan tersebut saja, ternyata para penulis sastra Bali modern juga memiliki kegiatan yang tak kalah kreatif dan positif. Sebut saja, Dewa Ayu Carma Citrawati yang membaca cerpen berbahasa Bali dan menggunggah di channel youtubenya. Begitu juga 4 orang penulis sastra Bali modern ikut tampil mendongeng online di Komunitas Mahima. I Made Sugianto, Putu Supartika dan Dewa Ayu Carma Citrawati bersama sang suami Bayu Gita Purnama.

Komang Alit Juliartha dari Bangli Sastra Komala juga membuat musikalisasi puisi dengan membawakan puisi-puisi para pangawi lainnya. Made Suar Timuhun sudah mulai membaca cerpen. Renes Muliani dan Angga Paradarma yang mencoba membaca puisi yang mereka unggah di grup Bangli Sastra Komala. Satua-satua pun kini mulai diperkenalkan secara modern oleh I Made Sugianto. Banyak satua-satua Bali yang dibacakan oleh Made Sugianto di channel youtubenya. Ini baik buat anak-anak dan tentunya para orang tua yang mungkin sudah meninggalkan kebiasan masatua.

Gusti Sutedja Narendra masih tetap menulis cerita berbahasa Bali dengah ciri khasnya yang kocal dan banyol yang diunggah di akun facebooknya. Agus Sudipta menulis beberapa puisi di akun facebooknya. Dan saya dengar, Sandiyasa lagi mengerjakan cerita berbahasa Indonesia.

Mas Ruscitadewi yang kini giat menuliskan dongeng-dongeng berbahasa Indonesia. Tulisan-tulisannya pun sering muncul di Tatkala.co. Begitu juga dengan IDK Raka Kusuma yang sering kontak-kontakan dengan saya melalui Whatsup, tetap giat menulis sastra Bali modern. Ketut Aryawan Kenceng masih tetap menulis puisi di media cetak dan di akun facebooknya. Ngakan Kasub Sidan juga tetap menggunggah tulisannya baik berbahasa Bali maupun berbahasa Indonesia. Ida Bagus Pawanasuta dan yang lainnya selalu mengapresiasi dengan komentar-komentar yang positif. Nampaknya hal ini terjadi pada semua penulis sastra Bali modern. Mereka tetap menulis meskipun tidak semua diunggah di media cetak maupun media sosial. Dan tentu saja para penulis yang rutin mengirim tulisannya di majalah online Suara Saking Bali. Suara Saking Balipun sebelum mangadakan kegiatan membaca cerpen Bali, sudah melaksanakan pameran cover majalah Suara Saking Bali secara online.

Khusus di Bangli Sastra Komala, mulai bermuculan penulis-penulis muda yang mau menulis Sastra Bali Modern. Ini sangat baik. Diharapkan tetap eksis menulis.

Yang paling mengejutkan, seperti yang di unggah oleh Nyoman Manda dan dishare oleh Darma Putra, Majalah Canang Sari dan Satua yang diasuh oleh Nyoman Manda hadir ditengah-tengah riuhnya kegiatan bersastra secara online. Nyoman Manda di usianya yang sudah tak lagi muda masih aktif mengumpulkan karya penulis sastra Bali modern dan menerbitkannya.

Luar biasa. Kegiatan-kegiatan seperti tersebut di atas merupakan kegiatan-kegiatan yang positif dan mermanfaat. Disamping untuk mengisi waktu yang luang, juga dapat mempengaruhi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai sastra khususnya sastra Bali modern. Dan pastinya, kegiatan-kegiatan ini juga sebagai usaha untul melestarikan sastra Bali modern.

Seperti yang dikatakan IDK Raka Kusuma pagi hari ini, sudah waktunya yang muda bergerak untuk mengembangkan dan melestarikan sastra Bali modern. Dan sayapun membalas ucapam beliau,” Ya. Tapi tanpa panglingsir di sastra Bali modern, generasi muda tidak akan menemukan jalan yang terang dalam bersastra. Semoga para panglingsir masih tetap menuntun generasi muda, hingga sastra Bali modern tetap tumbuh dan berkembang.” Semoga. [T]

Tags: sastrasastra bali modernsastra online
Share193TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” dan Sikap Self-conscious Seorang Seniman Modern

Next Post

Bahu Membahu di Tengah Pandemi

I Komang Alit Juliartha

I Komang Alit Juliartha

Tinggal di Bangli. Peraih hadiah Sastera Rancage tahun 2014. Bergiat di Komunitas Bangli Sastra Komala. Ia berpulang Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Sastra Bali Modern

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Bahu Membahu di Tengah Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co