3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Budaya X Jegeg Bagus Tabanan 2020: Ciptakan Keindahan, Lestarikan Kebudayaan

Julio Saputra by Julio Saputra
February 3, 2020
in Khas
Festival Budaya X Jegeg Bagus Tabanan 2020: Ciptakan Keindahan, Lestarikan Kebudayaan

gung hendra foto

Minggu pagi, 2 Februari 2020, suasana di Gedung Kesenian I Ketut Maria nampak ramai, berbeda jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Beberapa anak muda terlihat cantik dan tampan dalam balutan busana adat Bali. Di meja registrasi, mereka melayani anak-anak yang hendak mendaftar kehadiran mereka.

Di beberapa sudut, seperti di belakang panggung, nampak beberapa dari mereka sedang berias, berganti pakaian, sambil mematangkan rasa percaya diri mereka. Bersama-sama mereka akan menampilkan kebolehan masing-masing, beradu kepiawaian dalam menari dan memperagakan diri di atas panggung dalam ajang Festival Budaya X yang digelar Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan.

Masih sama seperti festival di tahun-tahun sebelumnya, Festival Budaya tahun ini juga diadakan dengan serangkaian lomba, yaitu lomba tari bali, lomba busana adat, dan lomba photogenic. Jumlah peserta yang mengikuti festival tahun ini pun tak sedikit.

Tercatat ada 189 peserta yang unjuk gigi dalam 7 kategori lomba yang berbeda. Kategori pada lomba tari yang ada yaitu Tari Puspanjali (Kelas 1 – 3 SD) dengan 54 peserta, Tari Baris Tunggal (Kelas 4 – 6 SD) dengan 18 peserta, Tari Condong (Kelas 4 – 6 SD) dengan 44 peserta, dan Tari Margapati (Kelas 7 – 9 SMP) dengan 24 peserta, sedangkan kategori pada lomba busana adat ke pura dibagi menjadi kategori A (Kelas 1 – 3 SD) dengan 17 peserta, dan kategori B (Kelas 4 – 6 SD) dengan 11 peserta, dan lomba photogenic sendiri dikhusukan bagi anak-anak PAUD dan TK dengan total 21 peserta.

Tak heran jika kemudian suasana di sana menjadi sangat ramai. Ramai anak-anak, ramai candaan, ramai pedagang mainan dan cemilan, ramai juga yang berlari ke sana kemari dan tertawa. Apalagi, anak-anak tersebut juga datang bersama keluarga dan sanak famili mereka. Ada yang mengajak orang tuanya, ada pula sepupu-sepupunya, kakek neneknya, juga teman dekat mereka sendiri. Bahkan ada yang terlihat berpiknik di samping gedung, berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin sembari mendukung jagoannya pentas. Mereka punya jagoannya masing-masing. Luar biasa semangat mereka, patut diapreasiasi.

Nah, Festival Budaya X tahun ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Tabanan, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Tabanan, Camat Tabanan, Kepala Desa Dajan Peken, Kepala Desa Delod Peken, Kepala Desa Dauh Peken, juga Jero Bendesa Adat Desa Pekraman Kota Tabanan.

Ketua panitia Festival Budaya X, I Gede Billy Aditya Aganza, menjelaskan tentang tema yang diangkat pada Festival Budaya X tahun ini, yaitu “Angripta Kalanguan” yang berarti menciptakan keindahan.

“Keindahan yang dimaksud merupakan identitas dari seni dan budaya. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai sarana atau wadah bagi generasi muda untuk melestarikan kebudayaan yang menjadi ciri khas Bali. Budaya itulah yang sebenarnya membuat Bali menjadi indah. Jadi dengan adanya Festival Budaya ini, diharapkan generasi muda dapat melestarikan kebudayaan yang menjadi salah satu keindahan pulau Bali.” Ujar Billy yang juga merupakan Bagus Tabanan 2019.

Katanya lagi, adanya Festival Budaya sejatinya dapat memberi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan kebudayaan yang menjadi ciri khas Bali dan juga dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut serta melestarikan seni dan budaya bali.

I Gede Agus Sukariyanto, S.Par selaku Ketua Umum Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan festival tersebut merupakan wadah bagi generasi muda untuk melestarikan budaya Bali kepada dunia sekaligus bertujuan memperkenalkan dan mensosialisasikan sosok duta pariwisata dan budaya kepada masyarakat.

“Tiap tahun, selalu ada ratusan peserta yang mengikuti festival ini. Hal ini tentu menjadi indikasi semakin tingginya animo masyarakat untuk mengikuti lomba sekaligus mempertahankan seni budaya yang sudah dikenal hingga ke manca negara.” Paparnya.

Barangkali, itulah yang membuat Drs. I Gusti Ngurah Supanji, M.Si selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Festival Budaya yang rutin digelar tiap tahun oleh Pesametonan Jegeg Bagus Tabanan tersebut. Tak hanya itu, kehadirannya juga untuk membuka membuka acara pada Festival Budaya X tahun ini dengan pemukulan kulkul. Tuk…Tuk…Tuk…. Begitu kira-kira bunyi kulkul saat agenda pembukaan.

“Saya menyambut baik atas terselenggaranya Festival Budaya Kabupaten Tabanan ini dengan mengusung tema “Angripta Kalanguan” yang berarti menciptakan keindahan. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu wahana untuk membina anak-anak sejak dini, mencintai budayanya sendiri, sehingga nantinya akan menjadi generasi yang akan mewarisi serta bertanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai hakiki dan budaya bangsa dalam bingkai pariwisata. Di samping juga memberikan ruang untuk mengekspresikan daya inovasi dan kreativitas para peserta dalam keikutsertaannya untul melestarikan budaya kita” ujarnya diikuti oleh tepuk tangan yang meriah oleh semua yang menghadiri Festival Budaya X.

Ia juga mengajak para generasi muda untuk secara maksimal mengekspresikan talenta yang dimiliki sehingga nantinya bisa dijadikan sebagai salah satu keahlian dalam menunjang pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Tabanan. Wah, mantap betul. Patut diacungi jempol itu.

Saat perlombaan dimulai, semangat para peserta tak perlu diragukan. Mereka menari dengan lincah, berlenggak-lenggok di atas panggung tanpa ragu, bergerak dengan lemah gemulai, lembut, dan tentu saja indah, sesuai dengan tema tahun ini yaitu menciptakan keindahan. Penampilan mereka juga dinilai oleh dewan juri yang tidak perlu diragukan lagi sepak terjangnya. Mereka adalah orang-orang yang mumpuni untuk menilai setiap detail dalam festival ini.

Untuk lomba Tari Bali, kewenangan berada di tangan Ida Ayu Made Diastini, SST., M.Si, Andri Purwanto, ST. dan Ida Bagus Yudistira, S.Sn,. Lomba busana adat ke pura dipegang oleh dua orang di antara juri-juri tadi, yaitu Ida Ayu Made Diastini, SST., M.Si, dan Andri Purwanto, ST, dibantu oleh I Putu Agus Suraditya, S.Sn, sedangkan lomba photogenic sepenuhnya diserahkan kepada I Gusti Agung Mahendra Kepakisan dan Andri Purwanto, ST. Di akhir perlombaan, sebelum nama-nama yang menjadi juara diumumkan, para dewan juri juga memberikan beberapa evaluasi sebagai bekal anak-anak kedepannya, seperti teknik-teknik yang keliru dalam menari, dana apa-apa saja yang harus diperhatikan dalam memperagakan diri. Ahsiap.

Nah, sampailah pada momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang dalam lomba apapun di manapun, yaitu pengumuman juara. Dagdigdug dagdigud…. Degdegan pasti dirasakan para peserta. Tentu mereka berharap bisa menjadi juara, tak ada yang berharap untuk tidak menjadi juara. Menjadi juara itu lumayan, bisa membawa pulang piala, piagam, dan juga uang pembinaan. Hitung-hitung tambah uang jajan, atau juga memperbanyak tabungan.

Mereka sudah pasti menampilkan yang terbaik, namun, hanya mereka dengan nilai tertinggi menurut penilai jurilah yang menjadi juara, dan apresiasi dan penghargaan setinggi-tinggi harus diberikan kepada I gusti Ayu Oryza Sativa Anandya Putri, Putu Rangga Cahyana, dan I Gusti Ayu Kirana Dharma Putri sebagai juara 1,2, dan 3 lomba busana adat ke pura kategori A, Ni Kadek Intan Dwi Maharani, Tri Ananta Sari Putri Amsya, dan Ni Luh Nyoman Indira Pradnya Maheswari sebagai juara 1,2, dan 3 lomba busana adat kategori B.

Lomba Tari Puspanjali dimenangkan oleh Komang Noa Harta Leticia, I Dewa Ayu Komang Kinara Anamayakhosa, dan Komang Prabaswari Partiana Putri sebagai jura 1,2, dan 3. Kemenangan dalam lomba Tari Baris berhasil diraih oleh Gusti Agus Wira Adi Pramana. Ida Bagus Gede Dwi Andika, dan I Putu Gede Raka Anggara Guna sebagai juara 1,2, dan 3.

Dalam lomba Tari Condong, predikat juara berhasil disabet oleh Kadek Davina Partiana Putri, Ni Komang Diah Chinta Putri, dan I Dewa Ayu Komang Kinara Anamayakhosa sebagai juara 1,2, dan 3, dan predikat juara lomba Tari Margapati jatuh di tangan Ni Kadek Dhya Sumitha Apsari, Ni Putu Ayu Asri Sriwedari. Dan Nyoman Ratna Witari. Sedangkan, yang menjadi pemenang dalam lomba photogenic adalah Kadek Tanaya Wedantari Rata, Ni Komang Santani Ima Titib, dan Ayura Viani Putri sebagai juara 1,2, dan 3.

 Di samping juara-juara di atas, panitia pelaksana juga memberikan perhragaan kepada juara harapan 1,2, dan 3, serta juara berbakat 1,2, dan 3 pada masing-masing kategori lomba.

Pada saat nama-nama tersebut diumumkan, rasa senang dan bahagia tak bisa disembunyikan oleh mereka yang menjadi juara. Begitu pula yang dirasakan oleh keluarga dan teman-teman mereka. Rasa bangga tak bisa disembunyikan. Bahkan ada orang tua yang mengendong putrinya ke atas panggung untuk menerima penghargaan bersama juara-juara lainnya.

Ah, bahagia sekali rasanya. Mereka menang, mama papa pun senang. Para peserta yang belum beruntung di Festival Budaya tahun ini tentu akan berusaha lebih baik lagi di festival selanjutnya. Mereka tetap semangat, tanpa patah semangat. Akhirnya, pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para juara pun menjadi agenda terakhir dalam Festival Budaya X tahun ini.[T]

Tags: festivaljegeg bagustabanan
Share115TweetSendShareSend
Previous Post

Melawat ke Flores [2]: Mengarungi Perairan Komodo

Next Post

Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co